Tim EMT MER-C ke-6 Berhasil Masuk ke Jalur Gaza

Seluruh relawan Medical Emergency Team (EMT) MER-C ke-6 telah berhasil masuk ke Jalur Gaza, Palestina, bersama sejumlah relawan lainya yang tergabung dalam konvoi Badan Kesehatan Dunia (WHO). Tim EMT MER-C ke-6 ini terdiri dari lima orang relawan yang diberangkatkan dalam dua tahap. Tahap pertama berangkat pada Sabtu (26/10), yaitu Dokter Bedah dr. Faradina Sulistiyani, Sp.B, Dokter Kandungan dr. Regintha Yasmeen, Sp. OG dan satu perawat Nadia Rosi, Amd.Kep. Ketiga relawan berhasil masuk Gaza hari Selasa (29/10). Dua relawan kemudian berangkat pada hari Selasa (29/10) l, yaitu Dokter Bedah dr. Taufiq Nugroho, SpB., FINACS. FICS, dan Perawat Kamal Putra Pratama, AMK., keduanya tiba di Gaza hari Kamis (31/10). “Alhamdulillah proses kami selama perjalanan dari Yordania sampai masuk ke Jalur Gaza lancar. Mohon doa dan dukungan dari teman-teman semua agar kami bisa menjalankan misi-misi kami,” kata Relawan MER-C dr. Regintha Yasmeen saat baru tiba di Gaza. Dari kelima relawan ini, empat diantaranya sudah pernah bertugas di Jalur Gaza, bergabung dengan Tim EMT 3 dan 4. Tim EMT ke-6 ini akan bertugas selama satu bulan. Namun WHO berharap seluruh tim bisa bekerja lebih panjang setidaknya untuk jangka waktu tiga bulan. MER-C sendiri masih akan melakukan evaluasi lebih lanjut terkait hal ini. Berdasarkan informasi yang diterima sebelum keberangkatan, Tim EMT ke-6 akan bertugas di Gaza Tengah, di Rumah Sakit Lapangan Public Aid Hospital. Namun kondisinya masih tentatif dan Tim masih menunggu informasi lebih lanjut terkait penempatan tugas.A
MER-C Berangkatkan Tim EMT ke-6 untuk Bertugas ke Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali memberangkatkan Emergency Medical Team (EMT) ke-6 untuk bertugas di Jalur Gaza, Palestina. Tim EMT MER-C ke-6 ini terdiri dari lima orang relawan yang diberangkatkan dalam dua tahap. Tahap pertama berangkat pada Sabtu (26/10), yaitu Dokter Bedah dr. Faradina Sulistiyani, Sp.B, Dokter Kandungan dr. Regintha Yasmeen, Sp. OG dan satu perawat Nadia Rosi, Amd.Kep. Dua relawan kemudian berangkat pada hari Selasa (29/10) yaitu Dokter Bedah dr. Taufiq Nugroho, SpB., FINACS. FICS, dan Perawat Kamal Putra Pratama, AMK. Ketua EMT MER-C dr. Arief Rachman, Sp.Rad, saat melepas keberangkatan Tim di Bandara Soekarno-Hatta, di Jakarta, pada Selasa (29/10), mengatakan situasi di Jalur Gaza selama satu bulan terakhir ini semakin memburuk, karena tidak adanya kepastian upaya kemanusiaan yang bisa diterapkan secara efektif di seluruh Jalur Gaza. Namun MER-C berkomitmen akan tetap konsisten mengirimkan tim medis. “Terlepas dari situasi yang berkembang saat ini, MER-C masih konsisten mengirimkan tim medis dalam koridor WHO. Situasi saat ini dengan banyaknya rumah sakit yang terpaksa tidak beroperasi karena keterbatasan dokter, medis dan obat-obatan, kita akan tetap memberikan support, memberikan yang terbaik yang bisa kita berikan,” ujar dr. Arief. “Kita berharap dengan adanya tim medis di dalam, maka kita bisa mendorong pasokan obat-obatan dan alat kesehatan karena kita berasumsi di dalam masih ada kebutuhan. Kita tidak bisa bayangkan seandainya kemudian tenaga medis sudah tidak ada maka ketika kita mengirimkan barang-barang dari luar akan dipertanyakan untuk apa pemanfaatannya,” tambahnya. Dr. Arief lebih lanjut mengatakan, Tim EMT ke-6 ini akan bertugas selama satu bulan. Namun WHO berharap seluruh tim bisa bekerja lebih panjang setidaknya untuk jangka waktu tiga bulan. MER-C sendiri masih akan melakukan evaluasi lebih lanjut terkait hal ini. “Kalau situasi memungkinkan dan teman-teman sanggup untuk bekerja tiga bulan, kita akan sangat menghargai dan akan kita upayakan agar kemudian teman-teman bisa bekerja di sana dalam situasi yang aman,” tegasnya. Terkait penempatan tugas, dr. Arief mengungkap situasinya masih sangat fleksibel tapi berdasarkan informasi yang diterima, Tim EMT ke-6 ini akan bertugas di Gaza Tengah, di Rumah Sakit Lapangan Public Aid Hospital. Dr. Arief juga mengatakan saat ini krisis kemanusiaan yang dihadapi jauh lebih berat dibandingkan dengan awal penyerangan tahun lalu. Ia mengingatkan kini krisis yang terjadi tidak hanya menimpa warga Gaza, tapi juga semua pihak termasuk pekerja kemanusiaan di sana dan mungkin saja termasuk relawan MER-C. “Bismillah kita berharap kepada Allah agar diberi kemudahan, kekuatan dan upaya yang kita berikan kepada saudara-saudara kita di Gaza ini bisa memberikan arti bahwa kemanusiaan itu masih ada,” pungkasnya. Saat ini tiga relawan yang berangkat pada tahap pertama sudah tiba di Jalur Gaza, dan dua relawan lainya tiba di Amman, Yordania, menunggu approval dari WHO.
MER-C dan AWG Siap Sinergi Sukseskan Gelaran Bulan Solidaritas Palestina 2024

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan Aqsa Working Group (AWG) siap bersinergi untuk menyukseskan gelaran Bulan Solidaritas Palestina 2024. “Jadi ada namanya kegiatan Bulan Solidaritas Palestina. Kami pikir ini adalah kegiatan yang sangat postif terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menyuarakan kemerdekaan Palestina, yang memang saat ini terjajah khususnya di Gaza yang mengalami krisis kemanusiaan berat. Jadi kita MER-C, mendukung,” ujar Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) DR. dr. Hadiki Habib, Sp.PD., Sp.Em, saat menerima kunjungan Tim Panitia BSP 2024 di Kantor MER-C, di Jakarta, Rabu (23/10). “Kami akan mempersiapkan diri juga supaya event ini betul-betul memberikan pesan dan manfaat untuk peserta, serta menjadi salah satu kampanye positif untuk kegiatan solidaritas Palestina. Semoga acara ini sukses lancar dan bermanfaat,” katanya. Kepala Humas AWG Angga Aminuddin, mengatakan tujuan kunjungan Tim Panitia BSP 2024 ke Kantor MER-C selain silaturahim juga untuk sosialisasi program dan kegiatan Bulan Solidaritas Palestina 2024. AWG mengajak untuk bersinergi dan terlibat dalam kegiatan ini. Secara khusus, BSP memang memiliki program sosial kesehatan, untuk itu MER-C diminta terlibat serta turut memeriahkan seluruh rangkaian kegiatan Bulan Solidaritas Palestina. Lebih lanjut Angga menjelaskan, BSP merupakan agenda internasional yang dilaksanakan AWG berawal dari momen hari solidaritas Palestina yang jatuh di bulan November. Hal ini kemudian berkembang dari hari menjadi pekan, akhirnya sekarang menjadi bulan. Penyelenggaraan BSP ini sudah memasuki tahun ketiga. “Bulan Solidaritas Palestina ini kami isi dengan berbagai macam kegiatan, tujuan utamanya adalah untuk mensyiarkan perjuangan pembebasan Masjid Al Aqsa dan Palestina yang memang harus masuk ke berbagai elemen, bukan hanya beberapa lingkup seperti tempat-tempat ibadah atau masjid, tapi kami juga masuk ke tempat pendidikan seperti sekolah, kampus, komunitas masyarakat dan hobi,” tuturnya. “Harapannya acara ini sukses dan kami didukung berbagai pihak. Makanya salah satu agenda kami sebelum masuk bulan November adalah sosialisasi dan juga audiensi, mengajak bersama-sama, berjamaah melakukan kegiatan ini, karena dengan berjamaah insya allah nanti efeknya lebih luas,” pungkasnya.
BANDUNG for GAZA

Assalamu’alaikum Warga Bandung, Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan untuk saudara-saudara kita di Gaza, Masjid Salman ITB bekerjasama dengan MER-C Indonesia serta sejumlah lembaga seperti Komunitas Pejuang Subuh MRPI dan Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) akan menggelar Event “BANDUNG for GAZA”, yang akan diadakan pada: ? Waktu:Ahad, 3 November 2024 ? Tempat:Lokasi CFD Dago danMasjid Salman ITB, Bandung ✨ Agenda:“WALK for GAZA”Pkl. 06.00-09.00 WIBMulai dari Bundaran Cikapayang, berakhir di Masjid Salman.Daftar sekarang: https://goers.co/bandungwalkforgazaPendaftaran Walk for Gaza “LIVE from GAZA”Pkl. 09.00-11.30 WIBDi Masjid Salman ITB, Bandung– Live Update dari Gaza– Talkshow dengan Ketua Presidium MER-C & Relawan MER-C yang baru kembali dari Gaza– Tausiyah oleh Ust. Miftah Faridl– Pameran Foto Gaza Salurkan Donasi Terbaik Kita untuk Gaza:Rekening BSI: 8005004003Atas nama YPM SALMAN ITB Jadilah bagian dari gerakan ini dan ajak teman-teman serta keluar
Update MER-C terkait kondisi di Gaza Utara

Update MER-C terkait kondisi di Gaza Utara 1. Musim dingin akan datang di Gaza Utara 2. Pihak penjajah terus mengusir semua masyarakat palestina di sekolah dekat RS Indonesia, diikuti pembakaran 3. Informasi evakuasi terbaru adalah, warga yang terusir diminta berkumpul oleh militer penjajah di sekitar RS Indonesia 4. Kondisi RS Indonesia tidak terbakar, namun sempat dikhawatirkan sebaran api mencapai ruang generator yang dekat dengan sekolah 5. Gambar dan info yang beredar tentang RS Indonesia terbakar (lantai 3 dan 4) adalah kejadian Desember 2023 6. Saat ini seluruh staf medik dan pasien (sekitar 50 orang warga palestina) tanpa pasokan makan, air dan obat-obatan 7. Selasa pagi (22 oktober waktu gaza) generator RS berhasil dihidupkan dan sedang diusahakan mendapatkan sumber air dari sumur dekat rumah sakit Selasa, 22 Oktober 2024Divisi HumasMER-C Indonesia —————————————————————————————————————————————- MER-C Update on Conditions in Northern Gaza 1. Winter is coming to Northern Gaza; 2. The occupation continues to expelled all Palestinians in schools near the Indonesian Hospital, followed by burning; 3. The latest evacuation information is that the expelled residents were asked to gather around the Indonesian Hospital by the occupation military forces; 4. Indonesian Hospital is not in the condition of burning, but there are concerns that the spread of fire could reach the generator room that is close to the school; 5. The images and information circulating online about the Indonesian Hospital burning recently (3rd and 4th floors) were the incidents from December 2023; 6. Currently all medical staffs and patients (around 50 Palestinians) are living without food, water and medicine supplies; 7. On Tuesday morning (October 22, 2024 Gaza Time) the generator of the Indonesian Hospital was successfully turned on. Efforts are now being made to obtain a water source from a well near the hospital. Tuesday, October 22nd, 2024Public Relations DivisionMER-C Indonesia
Pernyataan Sikap MER-C Indonesia terhadap Serangan Militer Penjajah ke Rumah Sakit Indonesia

*SIARAN PERS* 1. Gaza Utara kembali mengalami penghancuran massal oleh penjajah sejak 7 Oktober 2024 dan tiga fasilitas Kesehatan Utama yaitu RS Indonesia, RS Al-Awda dan RS Kamal Adwan juga menjadi sasaran yang direncanakan; 2. Penjajah secara sistematis telah melakukan pengepungan selama 15 hari (sejak 4 Oktober 2024) sampai saat ini di RS Indonesia, sehingga semua pasokan bahan bakar, logistik medis, dan logistik dasar terhenti, menimbulkan kelaparan bagi staf dan pasien yang berlindung di dalam rumah sakit, dua pasien telah syahid; 3. Penjajah telah melakukan serangan militer ke dalam RS Indonesia pada tanggal 19 Oktober 2024, tanpa alasan pertempuran, setelah 15 hari memutus jalur logistik, merusak fasilitas kemanusiaan ini dengan dampak yang belum bisa kami estimasi; 4. Relawan medis MER-C dari Indonesia telah bertugas selama 2 bulan terakhir di dalam RS Indonesia untuk melakukan pertolongan medis khususnya kasus trauma kepada masyarakat terusir di Gaza Utara, semua relawan MER-C di utara telah dievakuasi ke Gaza Tengah, mereka menyaksikan bahwa selama ini Rumah Sakit Indonesia digunakan untuk kerja-kerja kemanusiaan medis; 5. Rumah Sakit Indonesia diinisiasi oleh MER-C tahun 2009, mulai dibangun 2011, didanai dari kumpulan donasi masyarakat Indonesia yang mendukung semangat “bahwa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan”. Serah terima ke pemerintah Palestina tahun 2016. Rumah Sakit Indonesia telah menjadi fasilitas kesehatan utama di Gaza Utara, dan simbol harapan masyarakat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan. Pengembangan pelayanan terus dilakukan MER-C sampai pecah pembantaian dalam Jalur Gaza oleh penjajah tahun 2023; 6. Oleh karena itu, MER-C Indonesia menyatakan sikap : Kejahatan kemanusiaan terencana dan berulang-ulang terhadap manusia dan fasilitas yang mendukung hak-hak dasar kemanusiaan oleh pihak Zionis Penjajah harus dihentikan, tidak ada argumen pendukung atau rasionalisasi apapun yang bisa diterima. Jakarta, 20 Oktober 2024 Atas nama relawan MER-C INDONESIA ———————— *PRESS RELEASE* *MER-C Indonesia’s Statement on Military Occupation Attack to Indonesia Hospital* 1. North Gaza has experienced mass destruction again since October 7 2024 and three last operating health facilities, which is the Indonesia Hospital, Al-Awda Hospital and Kamal Adwan Hospital, are also planned targets; 2. The Occupation Forces have systematically carried out a siege for 15 days (since 4 October 2024) until now at the Indonesia Hospital, so that all fuel supplies, medical logistics and basic logistics have stopped, causing hunger for the staff and patients who have taken refuge in the hospital, two patient was martyred; 3. The Occupation Forces continue strike a military attack on the Indonesia Hospital at October 19 2024, without any reason for fight, after 15 days cutting off logistical routes, destroying this humanitarian facility with impacts that we cannot yet estimate; 4. MER-C medical volunteers from Indonesia have been on duty for the last 2 months in Indonesia Hospitals to provide medical assistance, especially trauma cases to displaced people in North Gaza, all MER-C volunteers in the north have been evacuated to Central Gaza, they have witnessed that during this time Indonesia hospitals are used for medical humanitarian works; 5. The Indonesia Hospital was initiated by MER-C in 2009, started construction in 2011, funded from a collection of donations from the Indonesian people who support the spirit “that independence is the right of all nations, so colonialism in the world must be abolished”. Handover to the Palestinian government in 2016. Indonesia Hospital has become the main health facility in North Gaza, and a symbol of the Palestinian people’s hope for independence. MER-C continued to develop services until the massacre broke out in the Gaza Strip by the Occupiers in 2023; 6. Therefore, MER-C Indonesia stated its position: Planned and repeated crimes against humanity, against humans and facilities that support basic human rights by the Zionist Occupiers must be stopped, no supporting arguments or rationalizations can be accepted. Jakarta, October 20, 2024 On behalf of MER-C INDONESIA volunteers
BREAKING NEWS: Israel Bom Lantai Atas RS Indonesia di Gaza Utaral

Wakil Menteri Kesehatan Gaza dr. Yousef Abu Rish mengatakan, penjajah Israel kembali menyerang Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, yang menyasar lantai atas Rumah Sakit pada Sabtu (19/10). “Saya baru saja selesai menelepon staf medis di rumah sakit Indonesia. Lantai atas rumah sakit menjadi sasaran tembakan artileri,” kata Abu Rish. Ia mengatakan saat ini ada lebih dari 40 pasien serta staf medis di RS Indonesia. Sekelompok orang yang mengungsi juga menjadi sasaran di depan gerbang rumah sakit. “Tidak ada listrik. Saya mendengar suara tembakan keras selama panggilan berlangsung. Ada kepanikan besar di antara pasien dan staf medis,” ujar Abu Rish. Kementerian Kesehatan Palestina menyerukan kepada semua staf medis di rumah sakit di seluruh dunia untuk mengorganisir aksi solidaritas dengan rumah sakit di Jalur Gaza utara dan melawan genosida di sana. “Lantai atas rumah sakit Indonesia sedang dibom saat ini!” tegasnya. MER-C menghubungi Direktur RS Indonesia dr. Marwan Al Sultan dan ia juga mengatakan lantai atas rumah sakit Indonesia terkena serangan yang menyebabkan listrik padam. “Ada sekitar 40 pasien dan 15 staf medis semuanya dalam bahaya. Jadi saya memanggil Anda untuk menyelamatkan Rumah Sakit dan juga staf medis,” ujarnya. Penjajah Israel telah melakukan serangan dan pengepungan di Gaza Utara selama hampir dua pekan sejak 5 Oktober lalu. Kementerian Kesehatan Gaza kemudian mengumumkan tentara Israel telah memperingatkan tiga rumah sakit untuk mengevakuasi staf dan pasien, mengancam akan membunuh, menghancurkan, dan menangkap, seperti yang mereka lakukan di Rumah Sakit Al-Shifa beberapa bulan lalu. Perintah evakuasi ini juga memaksa dua relawan MER-C yang berada di RS Indonesia Gaza Utara terpaksa kembali mengungsi ke posko MER-C di Deir Balah Gaza Tengah, bergabung dengan dua relawan lainnya. Saat ini terdapat total empat relawan MER-C yang masih berada di Jalur Gaza. Jakarta, 19 Oktober 2024MER-C Indonesia
MER-C Gelar Jumpa Pers terkait Kondisi Relawan dan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada hari Rabu (9/10/2024) menggelar jumpa pers terkait kondisi relawan dan situasi terkini Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, di tengah intensitas serangan penjajah Israel yang kembali meningkat di wilayah tersebut sejak Sabtu (4/10//2024). Jumpa pers ini dihadiri oleh Ketua Presidium MER-C DR. dr. Hadiki Habib, SpPD., SpEm., Ketua Emergency Medical Team (EMT) MER-C dr. Arief Rachman, SpRad., Presidium MER-C dr. Tonggo Meaty Fransisca, serta Ketua Tim EMT MER-C ke-5 yang baru saja kembali dari Jalur Gaza, dr. Dany K. Ramdhan, SpBS. Ketua Presidium MER-C Hadiki Habib mengatakan bahwa saat ini RS Indonesia sudah berfungsi meski belum optimal dan telah melakukan pelayanan untuk kasus-kasus trauma khususnya trauma massal (MCI) akibat serangan. Namun informasi terakhir telah terjadi penyerangan di wilayah Gaza Utara. “Tiga hari terakhir ini kami mendapatkan informasi dari relawan yang ada di Gaza bahwa kembali terjadi penyerangan di Gaza Utara, sehingga Tim MER-C yang ada di RS Indonesia harus bergeser ke daerah yang lebih aman ke Gaza Tengah,” kata Hadiki. Selain itu, dalam kesempatan ini MER-C memberikan laporan langsung dari relawan MER-C di Jalur Gaza Fikri Rofiul Haq yang mengatakan Israel telah mengeluarkan ultimatum kepada tiga rumah sakit di Gaza Utara untuk melakukan evakuasi staf dan pasien dalam waktu 24 jam. Fikri mengatakan, Israel mengancam akan membunuh mereka yang masih tetap tinggal di rumah sakit seperti yang mereka lakukan di Rumah Sakit As-syifa. Fikri dan relawan logistik MER-C Ir. Edy Wahyudi pada hari Senin (7/10) telah melakukan evakuasi ke Kota Gaza dan saat ini berada di RS Al-Ahli Al-Arabi menunggu lampu hijau dari WHO untuk melanjutkan perjalanan ke posko MER-C di Gaza Tengah. Liaison Officer MER-C di Jalur Gaza, Marissa Noriti mengatakan ia terus berkordinasi dengan WHO dan mereka sudah mulai bergerak untuk menjemput kedua relawan MER-C. Namun sampai hari ini belum ada green light dari pihak Israel. Dalam jumpa pers ini, MER-C juga menegaskan kembali komitmennya untuk terus membantu krisis kemanusiaan yang ada di Gaza, dengan mengirimkan bantuan logistik dan tim medis secara berkesinambungan.Sejak Maret 2024, MER-C telah mengirimkan 5 tim medis ke Jalur Gaza dengan total 37 relawan yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat bidan, Liaison Officer dan relawan logistik. Jika tidak ada kendala, MER-C akan kembali mengirimkan Tim ke-6 untuk bertugas di Jalur Gaza.
Siaran Pers : Genosida di Gaza, Palestina: MER-C Desak Realisasi Perdamaian

Siaran Pers Genap satu tahun genosida dan pengusiran dalam jalur Gaza, Palestina terjadi. Sampai 5 Oktober 2024, telah gugur 41.825 syuhada, ditambah 96.910 orang luka-luka, ratusan ribu penduduk harus berpindah tinggal di kamp penampungan padat dan terbatas. Okupasi paksa penjajah di tanah Palestina secara ilegal adalah akar masalah yang terus dibiarkan, dan mendapatkan pembenaran negara-negara Adidaya seperti Amerika Serikat dan Sekutunya. Puluhan ribu korban jiwa telah jatuh dan terus bertambah. Eskalasi peperangan yang melibatkan Libanon, Yaman, dan Iran akan memperluas krisis kemanusiaan. Masyarakat Indonesia melalui MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), telah menunjukkan sikap kemanusiaan yang nyata, dengan mendirikan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Rumah Sakit yang menjadi tulang punggung sistem pelayanan kesehatan, namun saat awal perang kali ini, dirusak dan dikosongkan oleh penjajah. Rumah sakit Indonesia adalah bukti bahwa Indonesia ada untuk mendukung kemerdekaan Palestina yang hakiki, karena pengakuan dan kemerdekaan ini adalah kunci dalam penyelesaian konflik. Satu tahun genosida di Gaza, Palestina, menyebabkan kesehatan masyarakatnya tidak hanya rentan, namun juga semakin terabaikan, oleh karena itu, sejak Maret 2023, MER-C secara konsisten mengirimkan lima gelombang Emergency Medical Team (EMT) ke dalam Gaza secara resmi melalui kerjasama dengan World Health Organization (WHO), dan berkomitmen untuk melanjutkan pengiriman tim ke-6 khususnya mengelola kasus-kasus medis di daerah perang. Total 37 relawan MER-C Indonesia, terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, Liaison Officer dan relawan logistik umum telah melakukan rotasi di dalam Gaza sampai 7 Oktober 2024. Tim EMT MER-C bertugas di rumah sakit atau klinik yang direkomendasikan oleh WHO dan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza. Tercatat sebanyak 3.178 pasien korban agresi ditangani oleh Tim EMT MER-C, dengan jumlah pasien terbesar di RS Indonesia, yaitu 1.108 orang. Penyaluran bantuan logistik langsung ke dalam Gaza juga secara simultan dilakukan oleh MER-C sejak awal agresi melalui koordinasi intens dengan pemerintah Gaza, Palestina dalam bentuk donasi makanan, alat-alat operasi, obat-obatan, alat medis habis pakai, linen rumah sakit, kendaraan operasional, solar panel di RS Indonesia serta renovasi wisma dr. Joserizal Jurnalis. Rumah Sakit Indonesia, dengan berbagai kerusakan yang ada, saat ini telah difungsikan dan kembali menangani korban-korban, dan akan kita bangun kembali. Rumah sakit ini, tidak hanya menjadi tempat pertolongan medis, namun telah menjadi simbol diplomasi masyarakat Indonesia untuk perdamaian di bumi Gaza, Palestina. Saat ini masih terdapat empat relawan MER-C di Jalur Gaza, dua relawan berada di Posko MER-C di Gaza Tengah dan dua relawan lainnya masih berada di RS Al-Ahli Al-Arabi Kota Gaza menunggu lampu hijau dari WHO untuk melanjutkan perjalanan ke posko MER-C di Gaza Tengah. Keduanya melakukan evakuasi dari RS Indonesia di Gaza Utara pada hari Senin/7 Oktober 2024, tepat satu tahun genosida, akibat serangan massif di sekitar RS Indonesia. Seiring dengan intensitas serangan udara dan darat yang meningkat, khususnya di Jalur Gaza bagian Utara, dan pengepungan sejumlah rumah sakit yang masih berfungsi dan perintah evakuasi paksa seluruh penghuni rumah sakit baik tenaga medis maupun pasien, maka dengan ini kami menyerukan dan mendesak agar pasukan penjajah: 1. Menghentikan serangan terhadap fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan dan pasien-pasien yang tidak berdaya;2. Membebaskan tenaga kesehatan yang ditahan;3. Memberikan akses bagi bantuan-bantuan medis dan kemanusiaan untuk masuk ke Jalur Gaza;4. Kepada Dunia Internasional agar bersama-sama memberikan tekanan kepada penjajah untuk menghentikan genosida di Palestina. Hal ini juga dalam upaya menghentikan eskalasi peperangan yang semakin meluas ke wilayah lainnya. #BangunKembaliRSIndonesiadiGaza Jakarta, 9 Oktober 2024MER-C Indonesia
MER-C Serahkan Bantuan Panel Surya dan Alkes untuk RS Indonesia

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyerahkan bantuan panel surya tahap pertama dan alat kesehatan untuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara. Proses serah terima bantuan MER-C untuk RS Indonesia ini dilakukan oleh Ketua Tim EMT MER-C ke-5 dr. Dany K Ramdhan, SpBS, Site Manager Pembangunan RS Indonesia, Ir. Edy Wahyudi, Direktur Rumah Sakit Indonesia dr. Marwan Al-Sultan serta Manajer RS Indonesia Abu Muhammad, pada 28 September 2024. “Proses serah terima berlangsung khidmat dan penuh keharuan mengingat peralatan tersebut begitu penting dan ditunggu-tunggu oleh pihak RS Indonesia,” kata Edy. Ia mengatakan, paska agresi 7 Oktober 2023 dan dua kali masuknya tentara Israel ke RS Indonesia mengakibatkan 80 % peralatan rusak dan hancur. Israel juga terus melakukan pembatasan masuknya bahan bakar ke Jalur Gaza, sehingga rumah sakit menderita kekurangan bahan bakar. Untuk itu, bantuan alat kesehatan dan panel surya ini memang sangat diperlukan. Alkes yang disumbangkan oleh MER-C untuk RS Indonesia terdiri dari First Aid Medical Kit 17 jenis dengan jumlah 2.309 unit, Emergency Medical Kit 9 jenis dengan jumlah 325 unit, Primary Medical Kit 11 jenis dengan jumlah 56.050 unit, Trauma Medical Kit 11 jenis dengan jumlah 5.100 unit, Medical Surgery Kit 77 jenis dengan jumlah 476 unit. Pemasangan 30 lembar panel surya tahap pertama mulai dilakukan pada 8 September, dengan kapasitas 20 kV yang memback up 16 persen kebutuhan RS Indonesia. Kini panel surya sudah dapat difungsikan untuk jalur empat kamar operasi dan ruang ICU. Sebelumnya, MER-C melalui kerja sama dengan Kitabisa juga menyerahkan bantuan mobil bis dengan kapasitas 20 kursi untuk transportasi staf RS Indonesia dan mobil operasional MER-C jenis minibus Hyundai H-1, namun harus melalui perbaikan terlebih dahulu karena sempat terkena serangan penjajah Israel. Setelah menerima berbagai bantuan dari MER-C, dr. Marwan mengucapkan syukur kepada Allah dan terima kasih kepada Rakyat Indonesia yang telah berdonasi melalui MER-C. “Tidak ada kata yang dapat melukiskan betapa tinggi kemuliaan rakyat Indonesia yang telah peduli terhadap penderitaan rakyat Gaza Palestina saat ini,” ujarnya.