MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Misi Kemanusiaan untuk Afghanistan

Afghanistan adalah misi kemanusiaan pertama MER-C ke luar negeri. Tercatat sebanyak 5 kali MER-C mengirimkan Tim Medis ke negara atap langit ini. Tim PertamaTim bertolak ke Afghanistan saat pecah perang di Afghanistan pada 2001 antara Taliban dan Amerika. Sebanyak 5 relawan sebagai Tim Bedah berangkat dengan pesawat Hercules menuju Islamabad Pakistan membawa peralatan operasi dan obat-obatan. Dari Islamabad Pakistan, Tim berkendara menempuh ratusan kilometer melintasi wilayah perbatasan Pakistan – Afghanistan, mendatangi rumah sakit-rumah sakit di Afghanistan untuk membantu para korban perang.  Tim KeduaDi tengah perang yang masih berkecamuk, pada tahun 2002 MER-C mengirimkan Tim Medisnya yang terdiri dari 3 relawan berangkat ke Afghanistan.  Tim KetigaPasca perang panjang Taliban dan Amerika, pada Agustus 2022 Taliban berhasil mengambil alih pemerintahan. Namun belum didapatnya pengakuan dunia untuk kemerdekaan Afghanistan, disertai pembekuan bank sentral dan asset Afghanistan oleh Amerika mengakibatkan Negara ini dilanda krisis kemanusiaan terburuk. Pada 20 – 26 Maret 2022, MER-C mengirimkan Tim Relawannya ke Afghanistan untuk mengambil bagian dalam membantu mengatasi krisis kemanusiaan yang ada.  Tim KeempatDi kala negara tersebut tengah memerangi krisis kemanusiaan dan ekonomi terburuk pasca Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun 2022 yang diikuti pembekuan semua assetnya oleh asing, bencana gempa bumi mengguncang Afghanistan. Gempa bumi menyebabkan Afghanistan menghadapi bencana ganda. MER-C pun mengirimkan Tim Bedah yang terdiri dari 4 relawan medis untuk bertugas di Afghanistan pada tanggal 14 – 27 Juli 2022.  Tim KelimaBencana Gempa kembali mengguncang Afghanistan, tepatnya wilayah Herat, ribuan jiwa menjadi korban. Bencana dahsyat ini tak luput dari perhatian MER-C. MER-C Kembali mengirimkan Tim Medis dan Bantuan Kemanusiaan ke Herat pada 14 Desember 2023 – 8 Januari 2024. Tim MER-C menjadi tim pertama dari Indonesia yang tiba di Herat dengan nilai total bantuan yang dibawa mencapai lebih dari $ 50,000. Bantuan Kemanusiaan Musim Dingin Zenda Jan Maret 2024MER-C menyalurkan bantuan musim dingin untuk korban gempa di Distrik Zenda Jan, Provinsi Herat, Afghanistan.Bantuan ini disalukan ke empat desa yang terdampak gempa 7 Oktober 2023 paling parah, yaitu di Bidak Ishaqzai, Cheshma Tasak, Qashoqi Zoori dan Qashoqi Achakzaee. Di masing-masing desa ini MER-C menyalurkan bantuan berupa 100 helai selimut, 50 pasang sarung tangan, 50 pasang kaos kaki, 50 baju hangat anak-anak, 50 topi anak-anak, 250kg beras, 100kg kedelai, 25 bungkus minyak goreng, 50 bungkus garam dan 25 kaleng pasta tomat.Bantuan disalurkan melalui Yayasan Marefat dan bekerja sama dengan Komite Pemerintah Herat yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan dukungan donor internasional untuk desa-desa di Distrik Zenda Jan yang terkena gempa. Proses pendistribusian pada tanggal 12 dan 13 Maret 2024 dipimpin oleh Sadeq Akbari, seorang pekerja kemanusiaan yang berpengalaman dalam operasi tanggap darurat.Para pejabat pemerintah daerah menyatakan penghargaan mendalam atas bantuan yang diberikan oleh MER-C dan mengakui kontribusi dan komitmen yang teguh untuk membantu penduduk Herat yang terkena dampak. Program Jangka Panjang untuk Afghanistan: RS IndonesiaAfghanistan adalah wilayah pasca perang yang masih sangat membutuhkan bantuan dari berbagai negara. MER-C sebagai perwakilan bangsa Indonesia berkomitmen untuk menjalankan program kemanusiaan jangka panjang di Afghanistan.  Saat pertemuan dengan Gubernur Herat, pemerintah Afghanistan di Herat menyambut positif apabila MER-C berencana melakukan Pembangunan rumah sakit di negara mereka. Gubernur Herat bahkan siap memberikan tanah wakaf untuk Pembangunan RS.

Dua Relawan MER-C Jadi Narasumber dalam Program “Design Cita-Cita” di SMAIT Insan Mandiri Cibubur

Dua relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Naenda Stasya, MARS dan dr. Reyfal Khaidar, pada hari Kamis (9/5) menjadi narasumber dalam program “Design Cita-Cita” yang digelar oleh SMAIT Insan Mandiri Cibubur. Program ini ditujukan untuk mengarahkan para siswa SMAIT Insan Mandiri Cibubur dalam memilih cita-cita mereka, dengan menghadirkan sejumlah narasumber sesuai dengan bidang atau profesi yang mereka minati. dr. Naenda, yang juga Direktur MER-C Training Center (MTC) dalam kesempatan itu menjelaskan materi terkait profesi tenaga kesehatan dan tenaga medis, peluang dan tantangan dalam profesi kedokteran dan kiat-kiat untuk bisa menjadi seorang dokter. Dalam kesempatan itu, dr. Reyfal juga menyampaikan pentingnya nilai jihad dalam setiap pekerjaan atau profesi yang nantinya dijalani oleh para siswa Insan Mandiri Cibubur. Ia mengungkap, hal ini yang ia tanamkan sejak kecil ketika memutuskan ingin menjadi dokter karena tergerak melihat penderitaan warga Palestina dan ingin membantu mereka. Hingga akhirnya cita-citanya terwujud dan bergabung bersama MER-C untuk menjalankan misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina, pada bulan Maret lalu. Kepala Sekolah SMAIT Insan Mandiri Cibubur Manarul Ikhsan, S.s., M.Pd., Gr. menyampaikan terima kasih kepada Tim MER-C yang telah hadir dalam program “Design Cita-Cita” SMAIT Insan Mandiri Cibubur. “Berkaitan dengan kegiatan hari ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MER-C dan Timnya yang telah memberikan kontribusinya di dalam pendidikan yang ada di sekolah kami,” ujarnya. “Alhamdulillah anak-anak tadi terlihat antusias, terutama di bidang kedokteran yang memang mereka cita-citakan. Semoga dari kegiatan ini anak-anak tahu dia akan kemana, yakin akan apa yang dicita-citakan dan juga mereka tahu nanti di masyarakat akan seperti apa,” tambahnya. “Mudah-mudahan Tim MER-C selalu maju, selalu sukses selalu lancar dalam segala aktifitasnya di mana pun berada,” kata Manarul.

MER-C Beri Pelatihan Penyusunan RHA untuk 35 UPTD Puskesmas Tangerang Selatan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) atas undangan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, memberikan pelatihan penyusunan Rapid Health Assessment (RHA) untuk 35 UPTD Puskesmas Tangerang Selatan, yang digelar selama dua hari pada 4-5 September 2024. Dr. Aghata Christie, Kepala Seksi Surveilans Imunisasi dan Penanggulangan Krisis Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengatakan, tujuan pelatihan ini adalah untuk membekali petugas assessment agar bisa melakukan kaji cepat dalam keadaan situasi darurat bencana pada saat nanti terjadi bencana di Tangerang Selatan. “Kami mempersiapkan di masa pra-krisis ini, supaya tim penanggulangan krisis puskesmas dapat melaksanakan RAH untuk respon cepat, tepat, juga untuk pengelolaan bencana yang efektif nantinya,” kata dr. Aghata. Ketua Emergency Medical Team (EMT) MER-C, dr. Arief Rachman, SpRad yang telah memiliki banyak pengalaman terjun di misi kebencanaan dan konflik baik di dalam mupun luar negeri, hadir mewakili MER-C untuk memberikan materi terkait penyusunan RHA ini. “Alhamdulillah dua hari ini kami diundang oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan untuk berbagi pengalaman penyusunan Rapid Health Assessment dalam dunia kesehatan. Jadi dalam dua hari kegiatan ini, kami bersama teman-teman dari puskesmas di Kota Tangerang Selatan, belajar konsep bagaimana menyusun rencana kaji cepat kesehatan dalam krisis,” kata dr. Arief. “Dari Pusat Krisis Kesehatan Kementrian Kesehatan juga hadir, kami berdua saling isi, saling membagi tips and trick dalam penyusunan RHA tersebut. Semoga kolaborasi ini dapat berjalan baik dan memberikan awareness pentingnya RHA ini dalam penanggulangan bencana, karena harus dipahami RHA adalah kompas dalam penanggulangan bencana. Jika RAH-nya bisa disusun dengan baik maka arah penanggulangan bencananya akan terarah,” tambahnya. Mewakili Pusat Krisis Kemenkes RI, Johan Safari, SKM.,MPH, mengapresiasi pelatihan ini yang menurutnya sangat bermanfaat dalam upaya penanggulangan krisis kesehatan. “Ini merupakan kegiatan yang luar biasa karena memang pembekalan seperti ini dalam proses mitigasi merupakan salah satu upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas dalam jajaran tenaga kesehatan, terutama dalam hal ini adalah teman-teman di puskesmas Dinkes Kota Tangerang Selatan. Saya apresiasi, kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang benar-benar bermanfaat dalam rangka upaya penanggulangan krisis kesehatan.            

MER-C Salurkan Bantuan 1000 Paket Sembako ke Gaza Utara

Bantuan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berupa 1000 paket sembako yang dikirim dari Yordania, tiba di Gaza Utara dan telah disalurkan untuk petugas medis, pasien dan warga disekitar Rumah Sakit Indonesia. “Alhamdulillah bantuan makanan dari MER-C yang kita kirim melalui jalur Amman, Yordania, menuju Gaza Utara melewati perbatasan Israel-Gaza sudah sampai di RS Indonesia dan ada 1000 paket makanan yang akan di bagikan untuk petugas medis, dokter, perawat dan pekerja di RS Indonesia, para pasien dan warga sekitar,” ujar Liaison Officer EMT MER-C, Marissa Noriti. Paket sembako ini berisi, beras, gula, garam, kacang-kacangan, susu bubuk, teh, mie instan, manisan, spaghetti, pengembang roti dan minyak goreng. Selain di RS Indonesia, relawan MER-C juga membagikan 50 paket sembako untuk pekerja di RS Kamal Adwan di Gaza Utara. “Saat ini 24 Agustus 2024, kami sedang berada di Gaza bagian Utara, di mana MER-C berhasil memasukkan bantuan paket sembako melalui pintu perbatasan Zekim dan hari ini kita sedang proses pendistribusian untuk karyawan RS Indonesia,” kata Relawan MER-C Reza Aldilla saat mendistribusikan paket bantuan tersebut. “Ini adalah awal yang baik kita bisa mendistribusi bantuan ke Gaza Utara dan sebelumnya juga kita sudah berhasil memasukkan bantuan melalui perbatasan Mesir yang kita distribusikan kepada suadara kita di Gaza bagian selatan dan tengah yaitu berupa sembako dan tepung terigu,” tambahnya. Reza mengatakan, ini merupakan bantuan tahap pertama sejak relawan MER-C kembali bisa mencapai RS Indonesia pada 27 Juli 2024. MER-C akan berupaya memberikan bantuan lebih luas lagi untuk warga Gaza. Sementara itu, bantuan lainnya berupa obat-obatan, bahan medis habis pakai dan alat-alat operasi masih dalam proses pengiriman dari Amman Yordania. Bantuan amanah masyarakat Indonesia melalui MER-C ini diharapkan juga bisa segera tiba di Rumah Sakit Indonesia, Gaza Utara.

MER-C Tetapkan Susunan Presidium Baru Periode 2024-2029

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menetapkan susunan Presidium baru untuk periode 2024-2025. Kelima presidium yang baru terpilih tersebut adalah; dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.O.T., SubSp.C.O.(K)., M.A.R.S, DR. Ir. Ahyahudin Sodri, M.Sc, dr. Tonggo Meaty Fransisca, DR. dr. Hadiki Habib, Sp.P.D, Sp.Em dan dr. Yogi Prabowo, Sp.O.T, SubSp.Onk.Orth.R (K)., Sp.Em.  Anggota presidium baru ini ditetapkan berdasarkan Musyawarah Besar ke-6 yang digelar pada Sabtu–Minggu, 24 – 25 Agustus 2024, di Kantor Pusat MER-C, Senen, Jakarta Pusat. Musyawarah ini dihadiri oleh dewan pendiri, pengurus, perwakilan relawan dan cabang-cabang MER-C di Indonesia. Formasi Presidium MER-C periode 2024 – 2029 lebih diwarnai oleh relawan-relawan muda dalam rangka regenerasi kepemimpinan di MER-C. Hanya satu Presidium di periode sebelumnya yang masih diberikan amanah untuk kembali menjadi presidium 5 tahun berikutnya, yaitu dr. Yogi Prabowo yang juga merupakan salah satu pendiri MER-C.  Keberadaan Presidium lama diharapkan bisa memberikan bimbingan sehingga proses pendelegasian amanah-amanah yang ada bisa berlangsung lebih baik.  Selain beranggotakan relawan medis, dalam formasi presidium MER-C 2024-2029 juga terdapat satu relawan non medis, yaitu DR. Ir. Ahyahudin Sodri, M.Sc, yang mengawali aktifitas kerelawanan dengan menjadi salah satu pendiri MER-C Cabang Jerman pada tahun 2004.  Kembali ke Indonesia pada tahun 2007, ia tetap aktif sebagai relawan di MER-C Pusat Jakarta. Bahkan ia menjadi Ketua Tim Pengadaan Alat Kesehatan untuk RS Indonesia di Gaza Palestina dan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar. Sementara tiga Presidium lainnya adalah relawan medis yang meski masih muda, namun telah memiliki pengalaman menunaikan misi kemanusiaan ke berbagai wilayah konflik dan bencana alam di dalam maupun luar negeri.  Dr. Hadiki Habib adalah relawan yang telah aktif bergabung di MER-C Cabang Medan sejak 2002, saat ia masih menjadi mahasiswa kedokteran di Sumatera Utara. Setelah pindah ke Jakarta, ia tetap meluangkan waktu menjadi relawan medis ke wilayah konflik dan bencana, bahkan hingga ke Nepal dan Rakhine State Myanmar. Sementara dr. Zecky Eko Triwahyudi adalah relawan yang telah bergabung dengan MER-C sejak 2006 saat masih menjalankan pendidikan kedokteran di Semarang. Beberapa wilayah bencana di Indonesia telah didatanginya bersama Tim MER-C, juga Filipina dan Afghanistan. Berbeda dengan susunan Presidium MER-C sebelumnya yang  didominasi oleh relawan laki-laki, pada periode kali ini satu relawan perempuan, dr. Tonggo Meaty mendapat kepercayaan untuk mengemban amanah sebagai salah satu presidium. Aktif di MER-C sejak tahun 2009, berbagai misi kemanusiaan telah diikutinya, mulai dari Somalia, Myanmar, Suriah hingga Afghanistan, serta Poso dan wilayah bencana alam lainnya. Semoga Presidium yang baru terpilih diberikan kekuatan dan kemudahan untuk membawa MER-C menjadi organisasi medis dan kemanusiaan yang lebih baik, lebih amanah dan profesional ke depan.  Susunan presidium baru ini menggantikan lima presidium sebelumnya periode 2019 -2024, yaitu; dr. Sarbini Abdul Murad, dr. Yogi Prabowo, Sp.O.T., SubSp.Onk.Orth.R (K)., Sp.Em, Ir. Faried Thalib, dr. Henry Hidayatullah, M.Si dan dr. Arief Rachman, Sp.Rad.  MER-C memberikan apresiasi dan penghargaan tertinggi atas pengabdian dan dedikasi tanpa pamrih yang telah diberikan para Presidium MER-C selama mengemban amanah ini. Semoga tenaga, waktu, dan fikiran yang telah disumbangkan selama ini bernilai jihad profesi dan  mendapat balasan yang terbaik dari Allah SWT.

MER-C Salurkan Bantuan Sembako untuk Pengungsi Rohingya di Lhoksumawe

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan bantuan sembako berupa beras sebanyak 34 karung dengan berat 15 kg per karung dan minyak goreng sebanyak 50 kg, untuk Pengungsi Rohingya di Lhoksumawe, Senin (20/8). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Koordinator MER-C Aceh Ira Hadiati kepada Kepala Desa Ulee Blang Mane M Khalis Munadi, yang mengelola dapur umum untuk kebutuhan makanan pengungsi Rohingya di Desanya. Ira mengatakan, saat ini pengungsi Rohingya di Aceh tersebar di beberapa wilayah dan setiap kamp pengungsian memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Untuk itu, MER-C dalam hal ini berusaha memberikan bantuan sesuai kebutuhan dilapangan.   “Sebelumnya saya juga sudah memberikan bantuan di dua lokasi, yaitu di Mina Raya dan di Pidi. Pada tiap kamp pengungsi itu terdapat kebutuhan yang masing-masing berbeda. Di Mina Raya mereka butuh pakaian, di Pidi mereka butuh sanitasi, air bersih dan kamar mandi, kemudian di Lhoksumawe, saya dapat info karena mereka pindahan dari Sabang mereka membutuhkan makanan,” kata Ira. Sementara untuk pengungsi Rohingya di Aceh Timur, MER-C juga akan membagian bantuan berupa iqra dan Al Quran, tikar besar untuk mushalla dan solar cell portable untuk penerangan tenda pengungsi.   Kepala Desa Ulee Blang Mane mengatakan, dapur umum untuk Pengungsi Rohinya ini sudah berlangsung selama delapan bulan. Dapur umum ini dikelola Desa dengan 120 orang bergantian memasak untuk ratusan Pengungsi Rohingya. “Jadi sekarang yang bekerja disini lebih kurang 120 orang, kita buat shift sehingga dalam sehari bisa bekerja 18 orang,” kata Khalis. Saat ini sekitar 370 Pengungsi Rohingya dari dewasa hingga anak-anak masih ditempatkan di kamp penampungan sementara di gedung bekas kantor imigrasi Lhoksumawe.      

MER-C Siagakan Ambulans dan Tim Medis di Demo Kawal Putusan MK

Sebagai bentuk antisipasi manajemen kejadian massal (mass casualties incident) dalam aksi unjuk rasa, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengirimkan Tim Medis dan dan satu unit ambulans pada aksi  ” Kawal Putusan MK”, di depan gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (22/8).  Selain di Jakarta, MER-C juga mengirimkan Tim Medis dan satu unit ambulans dalam aksi serupa di Yogyakarta. Tim yang dikirimkan di Jakarta berjumlah 14 orang, yang terdiri dari dokter spesialis, perawat dan relawan non-medis. MER-C juga bekerjsama dengan Tim Medis dari Ikatan Alumni (ILUNI) FKUI.  Tim Medis Yogyakarta terdiri dari satu dokter, tiga perawat dan tiga paramedis, yang bertugas di sepanjang Jl. Malioboro sampai Titik Nol Km Yogyakarta.  Berdasarkan laporan Tim di Jakarta, menjelang sore situasi semakin tidak kondusif. Sejumlah peserta demo yang merangsek masuk arena parlemen usai massa menjebol pagar gedung DPR.  Tim berjaga hingga malam karena korban luka-luka yang dibawa ke ambulans MER-C untuk mendapatkan penanganan masih terus berdatangan.  Tim Medis MER-C di Jakarta sedikitnya menangani 118 orang dengan kasus terbanyak akibat terkena gas air mata, luka robek, dan heat stroke. Tim juga banyak melakukan penjahitan di lokasi demo. Sedangkan Tim Yogya, menangani tiga orang dengan kasus heat stroke dan sesak nafas.

Hati-hati Penipuan Donasi yang Mengatasnamakan Relawan MER-C

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) telah beberapa kali menerima laporan adanya tindakan penipuan dengan modus pengumpulan donasi, dengan mengatasnamakan relawan MER-C di Jalur Gaza.  “Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa seluruh relawan MER-C Indonesia baik yang di Gaza atau di manapun mereka bertugas, tidak akan pernah menggunakan nama pribadi, akun pribadi ataupun rekening pribadi untuk upaya-upaya penggalangan dana atau bantuan kemanusiaan,” ujar Presidium MER-C dr. Arief Rachman, Kamis (22/8).  “Semua Rekening MER-C hanya atas nama Medical Emergency Rescue Committee,” tegasnya.  “Jadi kami dari MER-C beberapa hari terakhir kembali mendapatkan informasi mengenai adanya dugaan penipuan oleh oknum masyarakat, yang menggunakan akun atas nama relawan Reza Aldilla yang ada di Jalur Gaza,” katanya.  MER-C sebelumnya telah beberapa kali melakukan klarifikasi dan menegaskan bahwa relawan MER-C tidak pernah membuka donasi atas nama pribadi. Namun oknum tersebut tetap melancarkan aksinya dan masih banyak masyarakat yang tertipu untuk mengirimkan donasi.  Ia mengungkap, modus penipuan ini dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan membuka akun media sosial menggunakan nama relawan MER-C di Jalur Gaza.  Oknum tersebut mengelabui masyarakat dengan menggunakan video-video atau informasi yang berasal dari Instagram MER-C Indonesia, terkait dengan aktivitas bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.  Terbaru, MER-C menemukan oknum tersebut menggunakan akun Tiktok @reza_aldilla0 dan meminta pengiriman donasi ke rekening BRI; 556201007154530, atas nama Deli Tri Novia.  “Jadi kami juga mengingatkan agar semua upaya baik dari masyarakat tidak kemudian disalahgunakan oknum-oknum yang tidak  bertanggung jawab, yang tentunya kita mempertanyakan apakah kemudian donasi yang tujuannya itu adalah untuk membantu saudara-saudara kita di sana itu bisa sampai dan bisa dipertanggungjawabkan oleh oknum yang bersangkutan,” ujarnya.  “Kami memperingatkan kepada oknum yang berusaha menipu masyarakat dengan menggunakan profil dari relawan kami di Gaza, Reza Aldila, bahwa ini adalah sebuah tindakan kriminal dan ini adalah sebuah tindakan yang tidak hanya kriminal, tapi juga melukai rasa kemanusiaan,” kata dr. Arief.  Ia mengatakan, menggunakan informasi atau isu kemanusiaan yang terjadi, terutama di Palestina, untuk menggaet rasa prihatin, rasa solidaritas dari masyarakat Indonesia yang cinta akan Palestina dan kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi, ini adalah sebuah keburukan dan sebuah kekejian.  “Kami berharap dari oknum yang bersangkutan bisa menghentikan upaya-upaya ini dan juga kami berharap kepada masyarakat bisa lebih jeli lagi, lebih peduli dan mau bersama-sama dengan kami melaporkan aktivitas kriminal ini kepada pihak-pihak yang berwenang, agar kemudian tindakan ini bisa dihentikan sehingga tidak merembet lebih jauh lagi. Terima kasih,” pungkasnya.  Berikut nomor dan akun resmi MER-C Indonesia: Call Center: 0811990176 atau 021-3159235Website: https://mer-c.orgInstagram: https://instagram.com/mercindonesiaFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?id=100064481090937&mibextid=LQQJ4dX: https://x.com/mercindonesiaTiktok: https://Tiktok.com/@mercindonesia1YouTube: https://youtube.com/@mercindonesia  

Peringati Hari Kemerdekaan RI ke-79, Relawan MER-C Adakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di RS Indonesia Gaza

Dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79, relawan MER-C yang masih bertugas di Jalur Gaza Palestina memperingatinya dengan mengadakan upacara pengibaran bendera merah putih. Upacara dilakukan di atas bangunan Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Jalur Gaza bagian utara, pada Sabtu/17 Agustus 2024.   Dr. Dany Kurniadi Ramdhan, SpBS selaku Ketua Tim EMT 5 MER-C memimpin upacara yang berlangsung sederhana namun penuh hikmat dan makna. Hal ini dikarenakan upacara kemerdekaan dilakukan oleh relawan di tanah Palestina yang hingga kini masih terjajah dan masih terus berjuang untuk meraih kemerdekaan seperti halnya negara-negara lain di dunia. Direktur RS Indonesia, dr. Marwan Al Sultan, dan para staf RS Indonesia turut memberikan ucapan selamat hari kemerdekaan kepada relawan dan seluruh rakyat Indonesia. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan rakyat Indonesia kepada Palestina.      Saat ini ada 9 relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza, terdiri dari lima relawan medis, tiga relawan non-medis, dan satu Liaison Officer Tim EMT MER-C Indonesia. Enam relawan berada di RS Indonesia Gaza Utara, sementara tiga  relawan lainnya berada dan bertugas di Jalur Gaza bagian Tengah. Tim MER-C hingga saat ini merupakan satu-satunya Tim dari Indonesia yang masuk dan bertugas di dalam Gaza, memberikan pelayanan medis di sejumlah rumah sakit dan klinik yang masih berfungsi sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan Palestina dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

MER-C Siap Kirim Bantuan Obat-obatan dan Makanan ke Gaza Utara

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akan mengirimkan bantuan berupa obat-obatan dan makanan ke wilayah Gaza Utara, Palestina, melalui Yordania.   “Hampir satu tahun lamanya perang di Gaza berkecamuk. Situasi semakin hari semakin sulit. Setelah beberapa waktu lalu MER-C Indonesia berhasil mengirimkan tim dokter spesialis ke RS Indonesia, kali ini kita akan berupaya untuk mengirimkan paket bantuan makanan dan juga obat-obatan ke RS Indonesia dan Gaza Utara,” ujar Relawan MER-C di Yordania, Nanang Khoirino.  Nanang pada Kamis (15/8) mengatakan, bantuan yang akan dikirimkan ini berupa instrumen bedah plastik dan bedah saraf, obat-obatan dan set rawat luka, serta 1.000 paket makanan. Ia mengungkap, bantuan telah selesai dikemas dan siap dikirimkan. Bantuan ini diperkirakan akan tiba di Gaza Utara dalam satu hingga dua pekan mendatang. “Saat ini kami telah selesai melakukan packing lebih dari 1000 paket makanan dan juga obat-obatan dengan nilai total keseluruhan lebih dari 2.5 miliar rupiah,” kata Nanang.   “Terima kasih untuk dukungannya kepada seluruh masyarakat Indonesia sehingga upaya ini bisa dilakukan,” tuturnya.  Akibat Rumah Sakit Indonesia di Bait Lahiya, Gaza Utara, Palestina diserang oleh Israel pada November tahun lalu, Relawan MER-C terpaksa mengungsi ke Gaza Selatan.  Setelah sembilan bulan, akhirnya relawan MER-C dapat kembali ke Gaza Utara dan tiba di RS Indonesia pada Jumat (9/8), bersama konvoi PBB.Indonesia Tim medis MER-C akan bertugas selama satu bulan di RS Indonesia.

Silahkan bertanya?