MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Satu Relawan Liaison Officer MER-C Masuk Gaza, Upayakan Misi ke RS Indonesia di Gaza Utara

Satu Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang merupakan Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT), Marissa Noriti, masuk ke Jalur Gaza bersama konvoi PBB, melalui perbatasan Karem Abu Salem, Selasa (16/7). Ini merupakan kali kedua ia masuk ke Gaza setelah sebelumnya pada 18 Maret, menjadi Tim relawan EMT MER-C pertama bersama 10 relawan lainnya yang berhasil masuk ke Jalur Gaza. Misinya masuk ke Jalur Gaza kali ini adalah untuk menindaklanjuti pembangunan Primary Health Care (PHC) di area kompleks RS Nasser di Gaza Selatan dan persiapan rencana pengiriman bantuan serta tim medis ke RS Indonesia di Gaza Utara. “Ini merupakan misi kedua saya, misi pertama saat itu pada 18 Maret. Kita sedang mempersiapkan pembangunan Primary Health Care di area Nasser Hospital dan ada rencana deployment tim juga ke RS Indonesia di Gaza Utara. Mohon doanya mudah-mudahan berjalan lancar dan makin banyak hal lagi yang bisa kita lakukan untuk saudara kita di Palestina,” ujar Marissa. Ia mengungkap, situasi perjalanan kali ini dibandingkan konvoi sebelumnya terbilang cukup lancar. Semua tim konvoi juga mematuhi peraturan sehingga tidak ada permasalahan saat di perbatasan. Dengan kedatangan Marissa Noriti, saat ini relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza berjumlah enam orang, lima relawan asal Indonesia dan satu relawan lokal. MER-C akan kembali mengirimkan relawan ke Jalur Gaza, yang tergabung dalam TIM EMT 5, terdiri dari beberapa dokter sepesialis. Saat ini keberangkatan Tim masih menunggu izin.

Komunitas Pejuang Subuh Serahkan Donasi Kemanusiaan Gaza Melalui MER-C

Komunitas Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah menyerahkan donasi kemanusiaan tahap 4  untuk Gaza, Palestina, sebesar Rp. 100.000.000 melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Donasi diserahkan oleh Ketua dan Pengurus Jamaah PSMRPI Irwan Prima Aditya pada hari Ahad (14/7) di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan. Donasi diterima langsung oleh Ir. Luly Larissa, Ketua Divisi Penggalangan Dana dan Ita Muswita, Relawan Bidan yang baru kembali dari Jalur Gaza. Turut hadir secara online salah satu Presidium sekaligus Ketua EMT MER-C Indonesia, dr. Arief Rachman, SpRad. “Sekarang saudara-saudara kita di Palestina sedang dilihat oleh Allah bagaimana kesabaran mereka, tapi kita juga di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Alhamdulillah kita menyalurkan bantuan tersebut pada pagi hari ini,” ujar Irwan dalam sambutannya. “Terima kasih kepada para jamaah, semoga Bapak, Ibu sekalian menjadi hamba-hamba Allah yang paling baik amalannya. Semoga bantuan ini, walau tidak besar bisa menunjukkan kepada Allah bahwa kita tidak diam, bahwa kita juga melakukan tanggung jawab dengan kemampuan kita untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami ujian yang berat di Palestina,” katanya. Setelah penyerahan donasi, acara dilanjutkan dengan sharing kegiatan dan pengalaman relawan MER-C dari Jalur Gaza, Ita Muswita yang telah bertugas di sana selama 74 hari atau 2,5 bulan kepada para jamaah pengajian rutin Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah yang hadir secara online.

MER-C Adakan Layanan Kesehatan dan Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Rohingya di Aceh

ER-C Indonesia pada hari Sabtu (13/7) mengadakan pelayanan kesehatan serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi ratusan pengungsi Rohingya di Aceh.  Kordinator MER-C Aceh Ira Hadiati mengatakan, program bantuan dan layanan kesehatan ini dilakukan karena masih banyak pengungsi Rohingya yang mendarat di Aceh dengan kondisi memprihatinkan. “Terlepas dari masalah politik atau isu internasional tentang manusia kapal ini, MER-C selaku lembaga kemanusiaan yang bersifat netral tergerak untuk ikut serta menangani masalah ini. MER-C sendiri sudah pernah terjun langsung ke Rakhine, Myanmar, saat membangun Rumah Sakit Indonesia, jadi tahu bagaimana kondisi mereka di sana,” ujarnya. Terkait program bantuan lebih lanjut untuk pengungsi Rohingya ini, Ira mengatakan akan berkoordinasi dengan jajaran Presidium MER-C di Jakarta. Layanan kesehatan dilakukan oleh relawan dari MER-C Cabang Medan yang terdiri dari dua dokter umum yaitu dr. Miftahul Masruri sebagai Koordinator Lapangan dan dr. Aulia Rachman, tiga perawat Ade Andrian, S.Kep, Ns, M.Kep, Aspri Darmawan, S.Kep, Ns dan Bima Anggara, S.Kep serta satu dokter muda Norman Hakim, S.Ked. Kordinator Lapangan untuk pelayanan kesehatan pengungsi Rohingya, dr. Miftahul, mengatakan tim mendapati para pengungsi banyak mengalami penyakit kulit dan pernafasan karena kondisi lingkungan memang kurang bersih, di mana satu tempat pengungsian diisi oleh ratusan orang. “Para pengungsi sendiri menyambut hangat kedatangan Tim MER-C, karena memang mereka mengharapkan adanya bantuan. Kami sendiri tadi cukup kewalahan karena memang hampir semua ingin berobat dan hampir semua dari anak-anak hingga dewasa mengalami penyakit kulit atau pencernaan,” ujarnya. dr. Miftahul mengungkap, sudah ada tim medis yang memang ditugaskan untuk memberikan pelayanan bagi pengungsi Rohingya. Mereka bertugas dalam tiga shift dari Senin-Jumat, jadi saat relawan MER-C datang tim yang biasa bertugas sedang libur. Selain memberikan pelayanan kesehatan, relawan MER-C bersama Fakultas Bisnis Islam UIN Ar-Raniry juga membagikan bantuan berupa sembako dan obat-obatan, bantuan paket higienis untuk dewasa dan anak-anak yang berisi sikat gigi, handuk, sabun mandi, shampoo, serta pakaian bayi dan makanan tambahan untuk anak-anak, dengan total 237 paket. MER-C juga menyerahkan bantuan 7 buah kipas angin agar sirkulasi udara di pengungsian bisa lebih baik, serta peralatan ibadah seperti iqra dan Al Quran, mukenah, sarung, dan buku pengayaan agama. Saat ini para pengungsi membutuhkan fasilitas sanitasi yang lebih baik, karena yang ada sekarang masih belum memadai.  PBB menggambarkan etnis Rohingya sebagai kelompok yang paling teraniaya di dunia dan kelompok hak asasi manusia menyebut mereka menghadapi genosida. Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, meninggalkan Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras pada Agustus 2017, sehingga menambah jumlah pengungsi Rohingya di Bangladesh menjadi lebih dari 1,2 juta orang. Setiap tahun, ribuan warga Rohingya juga meninggalkan Myanmar, mempertaruhkan nyawa dalam perjalanan laut yang panjang dengan kondisi kapal yang buruk, untuk bisa mencapai Malaysia atau Indonesia.

Kitabisa Salurkan Donasi Tahap 4 untuk Palestina Melalui MER-C

Situs donasi dan penggalangan dana, Kitabisa, menyalurkan donasi tahap 4 yang ditujukan untuk warga Palestina di Jalur Gaza melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Donasi diserahkan pada Jumat, 28 Juni 2024, di Kantor Pusat MER-C di Jakarta, total sebesar Rp 2.512.769.402,-. Bantuan ini merupakan hasil solidaritas dan patungan ribuan #OrangBaik dan influencer Indonesia di platform Kitabisa diantaranya Rachel Venya, The Sungkars, Dwi Handayani dan Mira Agile, Raffi Ahmad dan Nagita RANS, Zaskia Adya Mecca, Adam Hawa, Alfy Saga dan Fatma, Syifa Hadju, Rinrin dan “Hearts to Gaza Rafah”. Donasi yang terkumpul juga berasal dari sejumlah #BrandBaik Indonesia, yaitu LinkAja, Hijra, Flip, Komunitas Mitra Driver Gojek, Masak.tv, Mitra Bukalapak, MySkill, Napocut, Dana, Mother of Pearl, Sedjuk, ShowKoffie dan Urban Wagyu. Penyerahan donasi dihadiri Ketua Divisi Fund Raising MER-C Ir. Luly Larissa, Relawan Bidan dan Perawat Bedah yang baru kembali dari Gaza Ita Muswita dan Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris. Donasi dari Kitabisa diserahkan oleh Head of Partnership Kitabisa.com Fania Khamada, Communication and Community Development Kitabisa.com Nurkholis Hanifa serta Partnership Account Executive Kitabisa.com Hibatur Rahman dan Adit Hasbullah. Ketua Divisi Fund Raising MER-C, Ir Luly Larissa, mengatakan kerjasama MER-C dan Kitabisa sudah berlangsung cukup lama, khususnya untuk program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza. Ia mengatakan, bahkan sejak agresi terjadi, kerjasama yang ada semakin baik. Dengan dukungan orang-orang baik, yaitu masyarakat Indonesia yang berdonasi melalui platform ini, Kitabisa sudah menyalurkan 4 tahap donasi untuk Gaza. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari Kitabisa dan seluruh influencer serta masyarakat Indonesia,” ujarnya. Sebelumnya, Kitabisa telah menyerahkan donasi tahap 1 pada bulan November 2023 sebesar Rp 1.000.000.000,-, donasi tahap 2 pada Desember 2023 sebesar Rp 500.000.000,- dan donasi tahap 3 pada Januari 2024 sebesar Rp 1.576.195.000,-. Seluruh donasi yang diterima oleh MER-C telah disalurkan secara bertahap sejak Oktober 2023 dan masih terus berlangsung hingga sekarang. Bahkan sejak 18 Maret 2024, MER-C telah mengirimkan 4 tim relawan medis yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) ke Gaza. Saat ini, MER-C tengah mempersiapkan Tim EMT 5 ke Gaza dan berharap bisa masuk Gaza pada bulan Juli 2024. Tim Medis MER-C menjadi satu-satunya tim dari Indonesia yang bertugas di dalam Gaza. Dengan dukungan dan donasi yang ada, MER-C akan terus mengirimkan bantuan kebutuhan medis baik berupa obat-obatan, peralatan medis serta relawan dan bantuan kemanusiaan lainnya yang dibutuhkan warga Gaza

Musisi dan Seniman Indonesia Berkolaborasi dengan Lima Lembaga Kemanusiaan akan Gelar Konser Amal Simfoni Indonesia untuk Gaza

Sejumlah musisi dan seniman Indonesia lintas agama berkolaborasi dengan lima Lembaga Kemanusiaan Peduli Palestina, yaitu ESQ Kemanusiaan, Dompet Dhuafa, Palang Merah Indonesia (PMI), Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan Internasional Networking For Humanitarian (INH) pada Minggu (14/7) akan menggelar konser amal bertajuk “Simfoni Indonesia untuk Gaza”, di Granada Ballroom, Menara 165, pukul 18.00 – 22.00 wib. Konser Amal “Simfoni Indonesia untuk Gaza” hadir dari keresahan dan keprihatinan akan pembantaian yang telah berlangsung hampir 9 bulan di Jalur Gaza yang telah merenggut puluhan ribu korban jiwa dan luka. Sejumlah musisi dan seniman Indonesia lintas agama, yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu akan hadir dan menunjukkan kepedulian mereka terhadap tragedy kemanusiaan yang terjadi di Palestina, yaitu Dwiki Dharmawan World Peace Orchestra, Penyair Taufik Ismail, Penyanyi Putri Ariani, Once Mekel, Bella dan Chiki Fawzi, Lucky Resha serta pengisi acara lainnya, dr. Ary Ginanjar Agustian, Ustadz Erick Yusuf, David Chalik, dan masih banyak lagi musisi serta seniman yang akan memeriahkan acara ini. Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris mengajak masyarakat untuk bisa ikut menghadiri dan meramaikan acara ini, karena dengan membeli tiket berarti sudah berdonasi untuk Palestina. “Kami mengajak masyarakat, apapun agama anda, siapa pun yang peduli pada Gaza dan kemanusiaan, untuk hadir pada acara ini, karena dengan membeli tiket berarti Anda sudah berdonasi untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Dan MER-C menjadi salah satu lembaga yang nantinya akan menyalurkan donasi yang terkumpul,” ujarnya. Terkait informasi pendaftaran, dapat menghubungi nomor 08111337165 (June) dan mengirimkan donasi Anda melalui rekening nomor 7274.5878.86, Bank Syariah Indonesia (BSI) atas nama Simfoni Indonesia untuk Gaza. Donasi dari pembelian tiket konser amal ini dibagi menjadi tiga paket, yaitu Gold 1.5 juta rupiah, Titanium 2 juta rupiah dan Diamond 3 juta rupiah. MER-C sejak agresi Israel pada 7 Oktober 2023 terus menyalurkan bantuan yang langsung diserahkan oleh relawan MER-C di Jalur Gaza, berupa kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, obat-obatan, sembako dan air bersih untuk para pengungsi. Selain itu, MER-C bekerja sama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak 18 Maret 2024 juga terus mengirimkan tim medis yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, bidan dan juga perawat, untuk bertugas di sejumlah fasilitas kesehatan yang masih beroperasi di wilayah itu. Pengiriman tim medis dari MER-C ini masih berlangsung dan akan memasuki tahap ke-5. Sebagai program jangka Panjang, MER-C berkomitmen untuk merenovasi Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara yang mengalami kerusakan parah akibat agresi Israel.

Jusuf Kalla Apresiasi Program Bantuan MER-C di Afghanistan

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, M. Jusuf Kalla mengapresiasi dan mendukung program bantuan yang disalurkan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Afghanistan. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Tim MER-C untuk Afghanistan, dr. T. Meaty Fransisca, dan Manager Operasional, Rima Manzanaris di kediamannya, Senin (1/7). “Jadi kalau MER-C ingin mengadakan upaya sosial di sana tentu sangat dihargai, membantu masyarakat dengan operasi kesehatan, sanitasi atau pendidikan, sangat dihargai sama dengan di Gaza,” ujar Jusuf Kalla. “Kita tahu semua bahwa sekarang ini Afghanistan setelah Amerika mundur, di bawah pemerintahan yang dipimpin oleh Taliban keadaanya lebih damai karena tidak ada lagi konflik yang besar tetapi kondisi masyarakat tetap tentu membutuhkan bantuan karena soal kemiskinan di sana, kekurangan sarana setelah 20 tahun perang,” katanya. Ia juga mengatakan, bantuan yang diberikan MER-C ini mewakili wajah Indonesia untuk membantu orang yang sedang dalam keadaan susah. Bantuan dalam keadaan sulit tentu berbeda dan mereka sangat hargai itu karena mereka membutuhkan. “Itulah hal-hal yang dilakukan MER-C selama ini dan sekarang kita hargai,” tuturnya. Jusuf Kalla berharap, masyarakat dapat membantu warga Afganistan yang saat ini dalam keadaan susah setelah perang. “Tentu membantu mereka itu merupakan amal ibadah yang baik dan dibutuhkan partisipasi masyarakat secara keseluruhan. Mereka 20 tahun dalam perang, otomatis mereka kekurangan ekonomi dan fasilitas sosial yang sulit,” ungkapnya. Sebelumnya, MER-C mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan pada 14 Desember 2023 – 9 Januari 2024 lalu untuk membantu korban bencana gempa bumi dahsyat di Herat. Tim menempuh perjalanan darat selama 36 jam dari ibukota Afghanistan Kabul ke Herat dengan membawa bantuan dari masyarakat Indonesia. Bantuan berupa obat-obatan, alat kesehatan, perlengkapan musim dingin, dan makanan semua disalurkan langsung oleh Tim MER-C setelah mendapat izin dan pengamanan dari otoritas setempat. Bahkan Tim Medis MER-C juga mendapatkan izin melakukan pengobatan bagi warga terdampak gempa di Herat. Seiring musim dingin ekstrem yang melanda Afghanistan, MER-C kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap 2 ke Herat tepatnya di Distrik Zenda, pada 12 – 13 Maret 2024. Bantuan berupa perlengkapan musim dingin dan bahan makanan didistribusikan ke empat desa yang terdampak gempa paling parah. MER-C terus menjalankan bantuan berkelanjutan di wilayah pasca gempa Afghanistan. Saat ini tengah berlangsung penyaluran bantuan kemanusiaan tahap 3 yaitu program pembuatan sumur air bersih di beberapa desa di wilayah pasca gempa di sana.

Yayasan Cianjur Kota Qur’an Kunjungi MER-C Bahas Penggalangan Donasi untuk Palestina

Yayasan Cianjur Kota Qur’an pada Rabu (26/6) mengunjungi Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), membahas rencana penggalangan donasi untuk Palestina yang akan dilakukan oleh lembaga yang didirikan Yayasan tersebut, Gerakan Amal Wakaf Inovatif (GAWAI) Untuk Semua. “Kami silaturahim dengan MER-C untuk berpartisipasi dalam program-program kemanusiaan terkhusus di Gaza, Palestina, akibat korban genosida Israel,” ujar Ketua Yayasan Cianjur Kota Qur’an Ustaz Deden Abdullah Suja’i. “Alhamdulillah MER-C membuka tangan untuk bekerja sama dengan kami, karena kami ingin berbuat banyak dalam hal kemanusiaan khususnya bagi korban perang Gaza kekejaman Israel ini, yang kami tidak punya akses kami titipkan ke MER-C. Mudah-mudahan tidak hanya hari ini kami bertemu dengan MER-C dan mudah-mudahan sekali kita semua berkumpul di surganya Allah,” kata Ustaz Deden. “Saya sendiri sudah lama menjadi fans MER-C sejak tahun 1999 waktu konflik Ambon. Founder MER-C dr. Jozerizal Journalis itu luar biasa kiprahnya dan teruji, apalagi di Palestina dan berbagai tempat bencana di Aceh terutama termasuk saat gempa di wilayah kami di Cianjur,” ungkapnya. Ia mengatakan, terkait situasi saat ini di Gaza, Palestina, sudah mati rasa karena Israel sendiri pun sudah mati rasa terhadap kemanusiaan. “Tapi tetap kita jangan berpangku tangan, harus berbuat minimal berdoa dan memboikot. Mudah-mudahan Allah memberikan pertolongan terhadap Gaza,” tuturnya.

Disambut Dengan Penuh Haru, Relawan MER-C Kembali ke Indonesia Setelah Misi Kemanusiaan di Gaza

Banten, Rasilnews – Setelah melalui perjalanan panjang dan penuh tantangan, tiga relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akhirnya tiba kembali di tanah air, Indonesia. Mereka adalah Ita Muswita (Ketua Tim/Bidan & Perawat Bedah), Asrina Sari (Perawat), dan Nadia Rosi (Perawat), yang telah mengabdi di Gaza selama lebih dari dua bulan, memberikan bantuan medis kepada warga yang terdampak konflik berkepanjangan. Setelah tertahan di Rafah, kota di selatan Gaza, karena situasi keamanan yang tidak menentu, para relawan akhirnya berhasil kembali. Mereka harus melewati berbagai rintangan sebelum tiba di Indonesia. Uni Ita, panggilan akrab Ita Muswita, menceritakan kisah penuh haru dan keteguhan hatinya kepada Radio Silaturahim. “Kami masuk ke Gaza melalui perbatasan Rafah dan bertugas di sana selama 2,5 bulan. Setiap hari di sana adalah perjuangan. Kami keluar lewat Kerem Shalom dan kemudian tinggal di Yordania, menunggu tim ke-4 masuk ke Gaza, baru kemudian kami kembali ke tanah air,” ungkap Uni Ita dengan suara yang bergetar, mengenang masa-masa sulit tersebut. Selama bertugas, mereka menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan peralatan medis hingga ancaman keselamatan. Namun, semangat untuk membantu sesama tidak pernah padam. “Alhamdulillah, saya diberi kesempatan oleh MER-C untuk ikut misi ini. Dari sekian banyak misi yang saya ikuti, misi ke Gaza lah yang paling banyak menguras air mata. Kondisi di Gaza sangat memprihatinkan, tidak ada tempat yang benar-benar aman. Namun, insya Allah, jika diberi kesempatan lagi, saya dan teman-teman siap untuk kembali demi misi kemanusiaan,” tambahnya dengan penuh semangat. Uni Ita juga mengungkapkan pelajaran berharga yang didapatnya dari Gaza. “Dari Gaza, saya belajar arti sebenarnya dari ‘InsyaAllah’. Di sana, InsyaAllah bukan sekadar janji, tapi sebuah pengingat bahwa ‘hari ini kita hidup, mungkin besok kita belum tentu…’. “Setiap hari adalah anugerah yang harus disyukuri,” katanya sambil menahan air mata. Kepulangan mereka disambut dengan tangis haru oleh tim MER-C lainnya yang telah menunggu. Banyak dari mereka yang menitikkan air mata, tidak hanya karena bahagia melihat rekan-rekan mereka kembali dengan selamat, tetapi juga karena rasa bangga dan hormat atas keberanian dan dedikasi yang ditunjukkan. “Kami sangat bangga dengan apa yang telah mereka lakukan. Mereka adalah pahlawan sejati,” ujar salah satu anggota tim MER-C yang menyambut. Suasana penyambutan di bandara dipenuhi dengan keharuan. Wajah-wajah yang lelah namun penuh semangat itu, menjadi saksi bisu dari kisah pengorbanan dan keberanian yang tak ternilai harganya. Mereka bukan hanya membawa kembali cerita tentang penderitaan dan perjuangan, tetapi juga harapan dan inspirasi. Kisah mereka adalah pengingat bahwa kemanusiaan masih hidup, bahkan di tengah Genosida yang berlangsung. Relawan MER-C telah menunjukkan kepada dunia bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas. Mereka telah menanamkan semangat kemanusiaan yang tak tergoyahkan, sebuah teladan yang patut ditiru oleh kita semua. Semoga langkah mereka menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus berjuang demi kemanusiaan dan keadilan. Sumber : https://www.radiosilaturahim.com/disambut-dengan-penuh-haru-relawan-mer-c-kembali-ke-indonesia-setelah-misi-kemanusiaan-di-gaza/

MER-C Salurkan Kurban Ke Panti Asuhan, Pesantren dan Masjid di Papua Barat Daya

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui Program Kurban Peduli Papua menyalurkan total 8 ekor sapi di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Tempat penyaluran hewan kurban di antaranya; Panti Asuhan Putra Putri Papua Muslim, Masji Al Muttaqin, Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Hj. Aliyah Baswedan Al Munawwarah HBM Islamic Center, Pondok Pesantren Hidayatullah, Pondok Pesantren Roudlotulkhuffadz dan Pondok Pesantren Baitul Mualaf. Penerima hewan kurban adalah pesantren dan panti asuhan yang selama ini mendapatkan pelayanan mobile clinic rutin setiap bulan dari MER-C. Koordinator MER-C Papua dr. Zackya Yahya mengucapkan terimakasih kepada para sohibul kurban yang telah menyalurkan kurbannya untuk warga Papua. “Kepada sohibul qurban saya sebagai Koordinator MER-C Papua menyampaikan terimakasih, jazakumullah khoir wa barakallahu fiikum semoga kita semua tetap istiqomah dalam memberikan kemanfaatan buat ummat, serta dapat meneladani  ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail terhadap perintah Allah,” ujarnya. Kurban untuk Papua merupakan program tahunan MER-C untuk membantu Muslim di wilayah Papua. MER-C terus melanjutkan dan mengembangkan bantuannya di Papua khususnya Papua Barat Daya yang telah berjalan hampir 18 tahun melalui program “Sehat untuk Papua”, seperti Mobile Clinic ke wilayah-wilayah terpencil, khitanan massal maupun program kemanusiaan lainnya seperti paket bantuan sembako, bantuan Ramadhan dan Idul Fitri serta bantuan kurban.

Satu Lagi Relawan MER-C Berhasil Masuk Gaza Lewat Perbatasan Karem Abu Salem

Satu lagi relawan medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berhasil memasuki Jalur Gaza, Palestina melalui perbatasan Karem Abu Shalem. Drg. Elisabeth L. Sarri yang merupakan Ketua Tim Emergency Medical Team (EMT) 4 MER-C telah menunggu hampir 7 pekan, hingga akhirnya pada Kamis (20/6/2024) mendapat kuota untuk masuk ke Jalur Gaza bersama konvoi WHO.   Tim EMT 4 yang terdiri dari tujuh relawan medis berangkat dari Jakarta tanggal 3 Mei 2024 dan dijadwalkan masuk Gaza 6 Mei 2024 lalu. Namun di hari yang sama, Israel mulai melakukan serangan darat ke Rafah sehingga konvoi WHO, termasuk Tim EMT 4 MER-C yang sudah di tengah perjalanan harus kembali ke Kairo. Tim EMT 4 terus menunggu jadwal konvoi WHO untuk bisa masuk ke Jalur Gaza, namun setelah hampir satu bulan di Kairo, dua relawan terpaksa kembali ke Indonesia karena jadwal cuti yang telah berakhir. Sementara lima relawan medis lainnya memutuskan tetap menunggu hingga akhirnya bisa masuk ke Jalur Gaza secara bertahap dan drg. Elisabeth L. Sarri menjadi yang terakhir dari Tim EMT 4, yang berhasil memasuki Jalur Gaza. Dengan masuknya drg. Sarri, maka saat ini terdapat delapan relawan MER-C di Jalur Gaza. Tim bertugas di RS Nasser Khan Younis, Gaza Selatan, sementara Dokter gigi akan bertugas di Primary Health Care di wilayah Deir Balah, Gaza Tengah.

Silahkan bertanya?