MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Laksanakan Pembangunan Tahap 2 Rumah Sakit Indonesia di Palestina

Ceknricek.com — Organisasi sosial kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) tengah melaksanakan pembangunan tahap 2 Rumah Sakit Indonesia yang berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza, Palestina. Upaya tersebut ditempuh untuk menambah daya tampung pasien di rumah sakit terbesar kedua di Jalur Gaza itu. “RS Indonesia saat ini sudah difungsikan sebagai rumah sakit umum. Jumlah pasiennya terus bertambah dan kondisi sekarang sudah kewalahan menampung pasien yang datang berobat,” kata Luly Larissa, Head of Fundraising Division MER-C saat berkunjung ke Redaksi ceknricek.com, di kawasan Meruya Selatan, Jakarta Barat, Senin (25/11). Perlu diketahui, saat ini RS yang terletak 2,5 kilometer dari perbatasan Israel itu menjadi pusat rujukan utama bagi masyarakat di wilayah Jalur Gaza Bagian Utara. Berdiri di atas tanah wakaf seluas 1,6 hektar, bangunan RS Indonesia terdiri dari 2 lantai dan 1 lantai basement dengan kapasitas 100 tempat tidur, 4 kamar operasi, 10 bed ICU, Ruang Radiologi, Laboratorium, Bank Darah, IGD dengan dilengkapi peralatan medis terbaik saat ini. RS Indonesia telah beroperasi sejak Desember 2015, dan secara simbolis diserahterimakan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina, pada 9 Januari 2016. RS Indonesia diharapkan bisa menjadi bukti silaturahmi dan dukungan jangka panjang rakyat Indonesia bagi perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina. “Saat ini masih dibutuhkan departemen dan layanan medis baru untuk melengkapi pelayanan di RS Indonesia seperti bedah vaskuler, unit jantung, bedah syaraf, cuci ginjal, dan sebagainya. Untuk itu kami membangun dua lantai tambahan, menambah kapasitas ruang perawatan menjadi 200 tempat tidur, serta menambah peralatan medis yang dibutuhkan,” ujar Luly menjelaskan. Luly mengakui, aktivitas pembangunan saat ini masih terus berjalan, meski sempat terjadi serangan-serangan di sekitar Jalur Gaza. Rencananya, proses pembangunan tahap 2 yang memiliki anggaran Rp75 miliar itu akan selesai dalam 1,5-2 tahun mendatang. “Mohon doanya untuk 29 relawan Indonesia di Jalur Gaza dan kelancaran pembangunan tahap 2 RS Indonesia. Rumah Sakit ini merupakan karya anak bangsa yang sepenuhnya dibangun dari donasi rakyat Indonesia,” tutup Luly. Bagi para masyarakat Indonesia yang ingin terlibat langsung dalam pembangunan tahap 2 RS Indonesia di Palestina ini, dapat memberikan donasi melalui rekening Bank Syariah Mandiri (BSM) Acc. No. 700.1352.061. Donasi juga bisa disalurkan melalui rekening BNI Syariah Acc. No. 081.119.2973, serta melalui Bank Central Asia (BCA) Acc. No. 686.0153678.Selain itu, donasi juga bisa disalurkan melalui rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) Acc. No. 033.501.0007.60308, atau rekening Bank Mandiri Acc. No. 124.000.8111925, atau rekening Bank Muamalat Indonesia (BMI) Acc. No. 301.00521.15. Semua rekening terdaftar atas nama Medical Emergency Rescue Committee. Sumber : https://ceknricek.com/a/mer-c-laksanakan-pembangunan-tahap-2-rumah-sakit-indonesia-di-palestina/12631

Mencari MER-C demi Bantu Gaza

Dengan senyum bu Fatma memasuki kantor MER-C yang berada di ujung Jl. Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat. Keinginannya untuk membantu saudara-saudaranya di Jalur Gaza – Palestina menghantarkannya ke kantor ini. Tertegun kami mendengar kisah bu Fatmah bagaimana perjuangannya mencari MER-C demi bisa membantu Jalur Gaza, Palestina. Bu Fatmah mengaku selama ini mendengar info tentang Gaza, Palestina dan pembangunan RS Indonesia melalui Radio Silaturahim (Rasil), sebuah radio yang selalu setia menemani hari-harinya. “Saya mendengar Rasil hampir 24 jam, dari situ saya dengar info tentang Gaza, tentang Rumah Sakit Indonesia yang sedang dibangun oleh MER-C di sana,” akunya. Sejak mendengar info tentang Jalur Gaza dan Rumah Sakit Indonesia, muncul keinginan kuat untuk turut membantu. “Saya ingin sekali ikut membantu. Tapi tidak tahu MER-C dimana,” katanya.Akhirnya ia mencoba mencari Radio Silaturahim, meski studio Rasil berada cukup jauh dari rumahnya, di Cibubur Bekasi. “Sebelumnya saudara saya sudah mencari Rasil, tapi tidak ketemu. Lalu saya ingin coba mencari lagi, dengan naik ojek motor ke sana. Alhamdulillah saya bisa ketemu radio Rasil dan dari Rasil saya mendapat brosur tentang RS Indonesia lengkap dengan alamat MER-C yang ternyata tidak jauh dari rumah saya,” kisahnya. Sambil terus bercerita, bu Fatmah kemudian mengeluarkan uang cukup banyak yang membuat kami terpana, lalu menyerahkannya kepada petugas MER-C di bagian penerimaan donasi. Menurutnya, uang itu sudah diniatkannya untuk membantu perjuangan pembangunan tahap 2 RS Indonesia di Gaza. Semoga niat ikhlas bu Fatmah membantu Gaza dibalas dengan berkali lipat lebih baik oleh-NYA. Petugas MER-C kemudian memperlihatkan kepada bu Fatmah wujud RS Indonesia lengkap dengan foto-foto, video dan juga maket RS Indonesia yang berada di kantor MER-C. “Selama ini hanya dengar dari radio, alhamdulillah sekarang bisa lihat RS Indonesia,” ucapnya dengan senyum. #Gaza#Palestina#RSIndonesiaGaza#MERCforGaza#blessingforuniverse#beapartofhistory#MERCIndonesia |www.mer-c.org|

MER-C, Wujud Nyata Peranan Masyarakat Indonesia Peduli Palestina

Ceknricek.com — Konflik di Jalur Gaza, Palestina, seolah tidak berkesudahan. Sebagai negara dengan masyarakat Muslim terbesar di dunia, Indonesia tentu tak bisa tinggal diam melihat penderitaan yang dialami saudara-saudaranya di Palestina. Organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) terjun langsung menolong para warga Palestina dengan berbagai aksi kemanusiaan. Lembaga yang berasaskan Islam dan prinsip rahmatan lil’aalamiin itu menerjunkan para relawannya, serta mengirimkan berbagai bantuan medis dan kemanusiaan. “Pada 18 November lalu para relawan MER-C di Jalur Gaza melakukan kunjungan ke rumah korban akibat serangan roket militer zionis Israel ke Daerah Zaitun dan Deri Balah, Jalur Gaza Bagian Tengah,” kata Luly Larissa, Head of Fundraising Division MER-C, saat berkunjung ke Redaksi Ceknricek.com, Senin (25/11).“Tim relawan menemukan seorang bayi dari keluarga Abu Malhus Swarkah yang selamat dari serangan 4 roket yang menghantam rumahnya. Ada 2 bocah selamat setelah terlempar akibat serangan roket, Alhamdulillah masih bisa bangun dan langsung lari ke rumah neneknya,” ucap Luly seraya membagikan foto-foto kegiatan relawan MER-C.Selain mengirimkan relawan, MER-C juga memiliki Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza, Palestina. RS Indonesia ini letaknya hanya 2,5 kilometer dari perbatasan Israel. “Kalau ada serangan bom dari Israel, biasanya kami turut merasakan getaran akibat ledakan itu. Beberapa sedikit merusak bagian-bagian depan dari rumah sakit, lalu kami perbaikinya demi menjaga kenyamanan para pasien,” ujar Luly. Menurut Luly, kehadiran MER-C dan Rumah Sakit Indonesia ini merupakan wujud nyata masyarakat Indonesia untuk menolong saudara-saudaranya di Palestina. Pasalnya, semua pembangunan RS ini merupakan hasil donasi dari rakyat Indonesia. “Ini murni donasi dari rakyat. Kami meminta donasi di masjid-masjid, masuk sekolah, minta donasi dari perusahaan. Beberapa kali kami juga melibatkan para band misalnya Slank, Wali, NAIF. Intinya ini ialah uluran tangan para masyarakat Indonesia yang peduli dengan Palestina,” ucapnya. Sumber : https://ceknricek.com/a/mer-c-wujud-nyata-peranan-masyarakat-indonesia-peduli-palestina/12591

Delapan Truk Pasir RS Indonesia Tiba Saat Gaza Masih Mencekam

Gaza, MINA – Sebanyak delapan truk pasir tiba di Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza di tengah situasi Palestina yang masih mencekam, kata seorang relawan pembangungan yang berbicara kepada MINA dalam status anonim. “Alhamdulillah datang delapan truk Pasir dengan dua macam jenis, untuk jenis plester dan jenis pemasangan Lantai Porcelaine dari 15 tronton yang ditarget datang, akan tetapi karena keterbatasan lokasi pembangunan tidak mungkin menempati 15 tronton pasir datang sekaligus,” ujarnya kepada MINA, Jumat (22/11).  “Kondisi mencekam masih terasa akan tetapi  sebagai sebagai wujud tanggung jawab mengemban amanah Site Manager Pembangunan RS Indonesia di Gaza harus mendatangi titik nol perbatasan Israel karena harus menyurvei galian bahan bangunan berupa pasir untuk menentukan area jenis pasir yang diperlukan walaupun memiliki risiko yang sangat tinggi,” tambahnya. Ia juga mengungkapkan, posisi galian pasir sendiri bersebelahan dengan tiang beton, tempat tentara-tantara  Israel menatap tajam bila ada pihak yang mendekat perbatasan. Sebelumnya pada tahap pertama, pembangunan RSI sudah dibangun  satu basement, lantai satu dan dua bangunan utama RSI, Gedung Mortuary dan Ruang Pompa, Gedung Genset dengan kapasitas total 1600 KVA , Gedung Pabrik Oksigen dan Wisma Indonesia. Adapaun saat ini tengah dilaksanakan pembangunan tahap kedua yang menambah lantai tiga dan lantai empat bangunan utama RSI. RSI di Jalur Gaza menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia. Semua donasi berasal dari rakyat Indonesia yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. Inisiator pembangunan RSI Gaza adalah Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang dalam pembangunannya bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia dan untuk pembangunan tahap kedua ini mengirimkan sebanyak 29 relawan ke Jalur Gaza. (L/Ast/RI-1) Sumber : https://minanews.net/delapan-truk-pasir-rs-indonesia-tiba-saat-gaza-masih-mencekam/

Gaza Diserang, Suara Ledakan Terdengar Jelas dari Lokasi RS Indonesia

“Ledakan demi ledakan terdengar dahsyat #Gaza_Under_Attack” demikian kabar singkat yang kami terima siang ini (12/11) dari salah seorang relawan Indonesia yang tengah menunaikan amanah tugas pembangunan tahap 2 di Jalur Gaza, Palestina, Ir. Edy Wahyudi. Rangkaian serangan terdengar sejak sebelum subuh waktu setempat. Serangan yang dilancarkan tentara zionis Israel bahkan telah menyebabkan syahidnya seorang petinggi Jihad Islami, Bahaa Abu Al-ata, dan istrinya setelah tempat tinggal mereka di Gaza City luluh lantak akibat serangan udara tentara zionis. Syahidnya petinggi Jihad Islami, Bahaa Abu Al-ata memicu serangan balasan dari Jalur Gaza. Sampai detik ini suara-suara ledakan masih terdengar jelas dari lokasi pembangunan RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara atau berjarak sekitar 2,5 kilometer dari perbatasan Israel.     Reza Aldillah Kurniawan, salah satu relawan Indonesia yang juga mahasiswa di Universitas Islam Gaza menginformasikan bahwa aktifitas belajar mengajar diliburkan oleh Kementerian Pendidikan. Sementara itu, Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa 2 warga Palestina telah menjadi korban dan 7 warga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tentara Israel yang masih terus berlangsung hingga saat ini.  

Bertemu Wakil Dubes Kuwait, Presidium MER-C Sampaikan Program Pelayanan Kesehatan di Papua Barat

Kamis (7/11/2019), Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad bertemu dengan Wakil Duta Besar Kuwait, Abdul Al Fadhli di Kedutaan Besar Kuwait yang terletak di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Tujuan kunjungan adalah untuk menjalin silaturahmi dan menjajaki kemungkinan kerjasama dalam bidang kemanusiaan di wilayah rawan konflik dan bencana alam serta wilayah lain yang masih membutuhkan perhatian khususnya dalam bidang medis. Salah satu fokus pembicaraan dalam pertemuan ini adalah mengenai program pelayanan kesehatan di Papua Barat. Sarbini menyampaikan bahwa ini pertama kalinya MER-C berkesempatan untuk datang dan bertemu dengan perwakilan negara Kuwait di Jakarta. “Selama ini kami menemui di lapangan, bantuan-bantuan Kuwait di wilayah bencana alam di Indonesia. Kami senang saat ini bisa bertemu dan diterima dengan baik oleh Wakil Duta Besar Kuwait, Mr. Abdul Al Fadhli,” ujar Sarbini. Papua menjadi bahasan utama dalam pertemuan ini karena MER-C berharap program medis kemanusiaan di Papua, khususnya Papua Barat dapat terus berlangsung. “MER-C memulai kegiatan pelayanan kesehatan berupa klinik sosial di Papua pada Februari 2006. Kami sudah menjalankan program ini selama lebih dari 13 tahun. Kami terus berupaya agar program pelayanan kesehatan di wilayah ini dapat berkelanjutan dan semakin luas jangkauannya karena memang masih banyak wilayah yang belum tersentuh. Ini semua kami lakukan demi turut mewujudkan masyarakat “Papua Sehat”,” tambahnya. Untuk itu menurutnya, kerjasama dengan berbagai pihak terus dijalin untuk mencari lembaga atau instansi yang mempunyai visi yang sama untuk mewujudkan hal ini, termasuk dengan Kedutaan Besar Kuwait di Jakarta. “Wakil Duta Besar Kuwait memberikan respon positif. Ini pertemuan awal yang baik dan kami akan terus menjalin komunikasi-komunikasi ke depan dengan Kedutaan Besar Kuwait,” ujar Sarbini.

MER-C Dorong Tokoh Bangsa Dukung Boikot Produk Israel Berlabel Palestina

Jakarta, MINA – Lembaga medis kemanusiaan dan kegawatdaruratan Medical Emergency Recsue Committee (MER-C) mendorong tokoh berpengaruh untuk mendukung gerakan boikot produk Israel yang disebut Boycott, Divestment and Sanctions atau Boikot, Divest dan Sanksi (BDS), khususnya produk yang diberi label Palestina. Memulai inisiatif ini, Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad menemui Prof. Din Syamsuddin, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), di salah satu hotel di Jakarta pada Jumat (18/10) untuk menyampaikan hal tersebut. “Tujuan kita mendorong para tokoh bangsa yang berpengaruh untuk terlibat atau mendukung BDS secara nyata. Untuk itu kita bertemu dengan salah satu tokoh Islam berpengaruh, yaitu Prof. Din Syamsuddin untuk meminta dukungan nyata terhadap gerakan ini,” kata Presidium MER-C yang akrab disapa dr. Ben itu di Jakarta, Jumat (18/10). Kepada Prof. Din, dr. Ben menjelaskan bahwa gerakan BDS yang dimaksud MER-C bukan seperti BDS yang didirikan oleh Omar Barghouti, seorang pembela hak asasi manusia Palestina yang mendirikan kampanye boikot produk Israel secara global. Namun BDS yang dimaksud MER-C yaitu memboikot produk-produk Israel yang diambil dari tanah Palestina di Tepi Barat kemudian diberi label Palestina, sementara keuangannya masuk ke Israel. “MER-C akan roadshow kepada tokoh bangsa dan tokoh agama untuk bahas BDS, tapi kita fokuskan ke Tepi Barat. Produknya berupa kurma, jeruk dari lahan Palestina yang di klaim Israel tapi dilabel Palestina, agar masyarakat pada membeli. Ini produknya dijual di Palestina dan negara-negara luar,” katanya. Dalam pertemuan ini, dr. Ben didampingi oleh Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris. Dr. Ben juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa ada produk-produk tersebut yang masuk Indonesia melalui pihak ketiga. Karenanya, ia mengharapkan Prof. Din yang juga tokoh Muhammadiyah tersebut untuk menggalakkan gerakan BDS ini secara masif. Terkait ini, Prof. Din sangat mengapresiasi inisiasi MER-C. Selain mendukung, ia juga memberi saran agar MER-C melakukan dialog kepada tokoh-tokoh dan organisasi-organisasi masyarakat lainnya serta kepada pemerintah. “Gerakan ini sangat bagus dari MER-C. Saya sangat mendukung. Ini jalan terus. Tapi MER-C harus mengidentifikasi betul produk-produknya, jangan sampai produk ini, produknya pengusaha Palestina yang kita dorong. MER-C juga harus sampaikan ke pemerintah agar kita semua dukung dan pemerintah sangat berperan untuk tidak menerima impor produk-produk Israel itu (yang dilabel Palestina),” ujar Prof. Din. (L/R10/RI-1) Sumber : https://minanews.net/mer-c-dorong-tokoh-bangsa-dukung-boikot-produk-israel-berlabel-palestina/

Catatan Tim Medis MER-C 30 September 2019

Mengantisipasi informasi rencana aksi massa pada tanggal 30 September 2019, MER-C kembali mempersiapkan diri. Kami berharap tidak ada korban. Namun sebagai elemen masyarakat yang berfokus pada pertolongan kegawatdaruratan medis kami turut bersiap diri, mensiagakan ambulans dan tim medis ketika ada pengumpulan massa (mass gathering) seperti saat ini, melengkapi kembali oksigen, obat-obatan dan alat-alat medis serta mengkoordinir relawan yang akan turun.   Kemarin MER-C menurunkan Tim sebanyak 14 relawan yang terdiri dari dokter, perawat, logistik medis dan lainnya.   Ambulans MER-C menuju ke arah pengumpulan massa di sekitar DPR RI. Macet ke arah lokasi mewarnai jalanan yang akan dilalui tim. Namun selalu ada orang-orang yang tergerak hatinya untuk membantu dengan apapun yang mereka bisa. Melihat ambulans tertahan oleh kemacetan di sekitar Tanah Abang, pengendara motor langsung menawari untuk membuka jalan bagi ambulans. Dengan sigap mereka mengatur mobil-mobil untuk bergeser dan membuka jalan, ambulans kami pun bisa lewat sampai akhirnya bertemu kerumunan massa di sekitar perempatan Slipi.  Begitu tiba, ambulans dan Tim Medis MER-C langsung didatangi massa yang berlarian dari arah Palmerah. Mereka mengetuk-ngetuk kaca dan badan ambulans meminta pertolongan akibat terkena gas air mata. Tim MER-C yang sudah dilengkapi kacamata google dan masker keluar dari ambulans untuk memberikan penanganan gas air mata dan pemberian oksigen. Walau sudah memakai pelindung, kami saja masih merasakan perih di mata dan hidung.   Tidak berselang lama, di lokasi tempat kami berada, massa dipukul mundur oleh aparat dengan gas air mata yang dijatuhkan dari atas fly over untuk menghalau dan membubarkan mereka yang masih berkumpul dan melakukan perlawanan. Seketika pandangan ambulans tertutup oleh asap gas air mata yang jatuh, perih makin terasa di mata dan hidung, tenggorokan juga seperti kering tercekik. Dengan kepungan gas air mata, semua anggota tim mencoba masuk ke dalam ambulans dan bergeser ke tempat yang lebih terang dan aman agar tetap bisa memberikan pertolongan lebih lanjut. Kami stanbdy di belakang barisan barikade tentara di sekitar Jl. KS Tubun Petamburan.   Satu tim yang terdiri dari 4 relawan kemudian dipecah untuk melakukan mobile ke titik-titik sekitar yang terdapat korban dengan dipandu warga, sementara relawan lainnya tetap standby di ambulans. Setelah kondisi kondusif kami bergerak menuju masjid Al Falah Pejompongan yang dikabarkan masih banyak korban yang belum tertangani. Sulitnya menuju lokasi karena banyak blokade jalan, sampai akhirnya kami kembali dipandu pengendara motor sampai ke masjid Al Falah.   Satu tim masuk ke masjid Al Falah dan berkoordinasi dengan pengurus dan tim medis yang ada. Karena saat itu tim medis sudah cukup dan korban sudah dapat tertangani, Tim memutuskan untuk mencari wilayah lain yang masih minim medis.   Ambulans dan tim MER-C kemudian menyusuri arah Slipi, Palmerah, Simprug, FX, Senayan, Semanggi. Sepanjang jalan yang kami lalui, kerumunan massa sudah tidak terlihat, jalanan lengang. Yang terlihat hanya sisa-sisa aksi di sepanjang jalan, seperti bekas-bekas pembakaran di beberapa titik di tengah jalan, batu-batu berserakan, pembatas jalan yang berjatuhan dan aparat yang terduduk dan berbaring di pinggir jalan. Sekitar pkl 23.45 kami pun memutuskan kembali ke markas MER-C.   #mercindonesia

MER-C Hibahkan Bantuan Ambulans untuk Palu

Hari ini, Sabtu/28 September 2019, MER-C yang diwakili oleh dr. Arief Rachman, SpRad (Presidium) menghibahkan bantuan 1 (satu) unit Ambulans untuk Palu. Bantuan ambulans diterima oleh dr. Syahrir Abdurrasyid, SpOG selaku Direktur Rumah Sakit Umum SIS Aldjufrie Palu, Sulawesi Tengah.   Hibah ini adalah bentuk penyaluran amanah lanjutan yang diterima MER-C dari masyarakat Indonesia untuk musibah bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang menerjang Palu beberapa waktu lalu.   Ambulans diserahkan kepada RS SIS Aldufrie Palu untuk melengkapi rumah sakit ini dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Palu dan sekitarnya.    

Syafiq Basalamah, Salah Satu Pendiri MER-C Tutup Usia

Salah satu pendiri MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), DR. Dr. Syafiq Basalamah, SpOT., MAH tutup usia, pada Sabtu/28 September 2019, di usia 55 tahun. Informasi yang diterima dari pihak keluarga menyatakan bahwa almarhum meninggal dunia di Singapura pagi tadi saat sedang menunaikan shalat subuh.   “Istri beliau bilang sedang sholat subuh. Terus dibawa ke ICU, katanya juga sudah tidak ada. Jam persisnya tidak tau,” demikian informasi dari pihak keluarga yang diterima oleh salah satu relawan MER-C. Kabarnya, jenazah dokter kelahiran 20 Mei 1964 ini akan diberangkatkan dari Singapura menuju Jakarta pada Minggu siang pukul 12.30 waktu setempat, namun hal ini masih menunggu konfirmasi lagi terkait pengurusan dokumen. Dari Jakarta jenazah akan dibawa ke rumah duka di Purwokerto. Dr. Syafiq Basalamah, SpOT adalah salah satu pendiri lembaga kemanusiaan MER-C. Bersama enam relawan lainnya, almarhum mendirikan MER-C tepatnya pada tanggal 14 Agustus 1999 atau 20 tahun silam. Saat pecahnya konflik berbau SARA di Ambon, Maluku dan sekitarnya, almarhum bersama relawan lainnya turun ke wilayah ini untuk memberikan pertolongan medis kepada para korban. Segenap keluarga besar MER-C menyatakan duka cita yang mendalam atas wafatnya DR. Dr. Syafiq Basalamah, SpOT., MAH. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya, mengampuni segala salah dan khilafnya, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga senantiasa diberikan ketabahan dan kekuatan.

Silahkan bertanya?