Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State Myanmar diserahterimakan kepada pemerintah Myanmar melalui Kemenetrian Kesehatan dan Olahraga Myanmar di Ibukota Myanmar, Nay Pyi taw, Selasa 10/12.

Hadir dalam acara serah terima tersebut, Menteri Kesehatan dan Olahraga Myanmar, Dr. Myint Htwe, Duta Besar Indonesia untuk Myanmar, Prof. Dr. Iza Fadri, Koordinator Relawan MER-C, Dr. Tonggo Meaty Fransisca, dan Kepala Kantor PMI, Sunarbowo Sandi Hardjosudiro.

Ceknricek.com -- Organisasi sosial kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) tengah melaksanakan pembangunan tahap 2 Rumah Sakit Indonesia yang berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza, Palestina. Upaya tersebut ditempuh untuk menambah daya tampung pasien di rumah sakit terbesar kedua di Jalur Gaza itu.

“RS Indonesia saat ini sudah difungsikan sebagai rumah sakit umum. Jumlah pasiennya terus bertambah dan kondisi sekarang sudah kewalahan menampung pasien yang datang berobat,” kata Luly Larissa, Head of Fundraising Division MER-C saat berkunjung ke Redaksi ceknricek.com, di kawasan Meruya Selatan, Jakarta Barat, Senin (25/11).

Dengan senyum bu Fatma memasuki kantor MER-C yang berada di ujung Jl. Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat. Keinginannya untuk membantu saudara-saudaranya di Jalur Gaza – Palestina menghantarkannya ke kantor ini.

Tertegun kami mendengar kisah bu Fatmah bagaimana perjuangannya mencari MER-C demi bisa membantu Jalur Gaza, Palestina.

“Ledakan demi ledakan terdengar dahsyat #Gaza_Under_Attack” demikian kabar singkat yang kami terima siang ini (12/11) dari salah seorang relawan Indonesia yang tengah menunaikan amanah tugas pembangunan tahap 2 di Jalur Gaza, Palestina, Ir. Edy Wahyudi.

Empat orang Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang sedang melaksanakan tugas mengawasi pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Myaung Bwe Village, Mrauk U Township, Rakhine State, Myanmar melaksanakan shalat Iedul Fitri 1440 Hijriah bersama dengan muslimin Rohingya, Rabu (5/6).

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C