MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C dan PPNI DKI Jakarta Bahas Kerjasama Penanggulangan Bencana

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menerima kunjungan dari Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Wilayah DKI Jakarta, Rabu/3 Agustus 2022. Dalam kunjungan ini, Tim PPNI DKI Jakarta dipimpin oleh Jajang Rahmat selaku Ketua, didampingi oleh Indra Jaya Permana (Wakil Sekretaris), Siti Nurlaela (Wakil Ketua Bidang Pelayanan), Diah Sukaesti (Ketua Divisi Pelayanan) serta beberapa anggota Bidang Pelayanan. Kunjungan Pengurus PPNI DKI Jakarta diterima langsung oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan jajaran Presidium MER-C, dr. Yogi Prabowo, SpOT, dr. Henry Hidayatullah, MSi, dan dr. Arief Rachman, SpRad serta sejumlah relawan MER-C. Ketua PPNI DKI Jakarta, Jajang Rahmat mengatakan bahwa tujuan kunjungan ke Kantor Pusat MER-C adalah untuk membuat jejaring kerjasama atau kolaborasi dalam hal penanggulangan bencana. “Kami ingin membuat jejaring kerjasama atau kolaborasi dengan MER-C tentang bagaimana penganggulangan bencana mulai dari aspek keilmuan sampai dengan pelaksanaan pelayanan di lapangan,” jelas Jajang. “Kadang-kadang orang turun ke bencana tanpa ilmu. Ini yang ingin kita belajar dari MER-C agar terstruktur dengan baik dengan penguatan keilmuan di bidang kebencanaan,” ujarnya. Ia berharap nantinya akan ada MOU Kerjasama yang berkaitan dengan pelatihan, workshop, seminar terkait kebencanaan dan tentunya tindak lanjut bagaimana penanggulangan bencana di lapangan. Presidium MER-C, dr. Yogi Prabowo, SpOT mengapresiasi dan menyambut baik kunjungan pengurus PPNI DKI Jakarta. “Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman perawat di PPNI,” ujarnya. Presidium yang juga salah satu Pendiri MER-C ini menilai kunjungan PPNI adalah suatu kolaborasi yang akan baik ke depannya. PPNI terutama di DKI Jakarta dengan jumlah anggota 56 ribu perawat adalah sebuah kekuatan yang cukup besar. Dengan pelatihan bersama, sharing keilmuan dan pengalaman bersama ia yakin akan menjadi hal yang sangat baik untuk penanganan bencana di Indonesia. Ia juga berharap kerjasama dan kolaborasi bisa berlanjut dengan PPNI di kota-kota dan provinsi lainnya. “Langkah terdekat adalah bagaimana segera mewujudkan kolaborasi dalam bentuk pelatihan bersama dan misi bantuan bencana bersama, kemudian yang lebih besar lagi adalah mendirikan pusat pelatihan atau pendidikan tidak hanya untuk perawat namun untuk tenaga kesehatan pada umumnya,” imbuhnya.

Manfaatkan Hari Libur, Relawan MER-C di Lombok Bantu Warga Dusun Pansor Daya

Hari Jumat adalah hari libur bagi aktifitas kelima relawan yang tengah menunaikan tugas pembangunan bantuan musholla MER-C di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Pada hari libur Jum’at kemarin (15 Juli 2022) dimanfaatkan oleh relawan untuk bersilaturahmi ke Dusun Pansor Daya. Selain ingin bersilaturahmi dengan warganya, tujuan para relawan datang adalah untuk membantu pembangunan masjid yang sedang berlangsung di Dusun tersebut. “Pada hari libur Jum’at kemarin kami manfaatkan untuk beramal shaleh membantu pembangunam Masjid di Dusun Pansor Daya,” ujar Nur Ikhwan Abadi, relawan insinyur yang dipercaya untuk memimpin pembangunan mushollah MER-C di Kayangan, Lombok Utara. Dusun Pansor Daya berjarak sekitar setengah jam dengan motor dari lokasi pembangunan musholla MER-C yang berada di SMPN 3 Kayangan.

Qurban Peduli Papua 2022: Suku Asli Muslim di Papua Barat Ucap Syukur dan Terima Kasih

Berbagi kebahagiaan Hari Raya Idul Adha tahun ini, MER-C kembali mengadakan program qurban bagi saudara-saudara muslim di ujung timur Indonesia, khususnya di wilayah Kab. Sorong dan Kab. Raja Ampat, Papua Barat. Kedua kabupaten ini adalah wilayah cakupan program pelayanan kesehatan MER-C yang sudah berlangsung selama 15 tahun. Pada tahun ini, melalui program Qurban Peduli Papua 2022, MER-C menerima amanah hewan qurban sebanyak delapan ekor sapi. Pelaksanaan dan pendistribusian hewan qurban langsung dilakukan oleh Tim Klinik MER-C di Papua Barat. Tiga ekor sapi dipotong dan dagingnya didistribusikan kepada warga muslim di kampung Waibo atau Klalin 4, kampung Kurwato dan kampung Kokoda SP 3 yang berada di Kabupaten Sorong, Papua Barat. Sementara, lima ekor sapi dipotong di pulau Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, kemudian dagingnya di bagikan kepada warga muslim di kampung Sakabu Pantai, kampung Kalobo dan kampung Waibu. Warga muslim asli Papua Barat tidak dapat menyembunyikan rasa syukur, bahagia dan terima kasih mereka setelah menerima amanah daging qurban yang didistribusikan oleh Tim MER-C di sana. Rasa haru atas perhatian saudara-saudara seiman kepada mereka yang berada nun jauh di ujung timur Indonesia. “Kami keluarga besar Suku Moi, Suku Banlol, dan Suku Maya yang berdomisili di Salawati Tengah, kampung Sakabu, Kab. Raja Ampat, merasa bersyukur, bahagia dan berterima kasih kepada keluarga besar MER-C. Karena mereka telah memberikan perhatian kepada kami di pelosok Kab. Raja Ampat, kepulauan yang terpencil dan tertinggal. Selama beberapa tahun ini, keluarga besar MER-C selalu memperhatikan kami, semoga mereka senantiasa dilindungi ALLAH SWT dalam tugas yang mulia ini,” ujar salah seorang Ibu warga muslim asli Papua Barat. Koordinator MER-C wilayah Papua Barat, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk mengatakan, program qurban adalah salah satu program rutin MER-C di Papua Barat, selain program bantuan sembako Ramadhan dan Idul Fitri. Disamping program pelayanan Kesehatan, warga di wilayah ini memang masih sangat membutuhkan perhatian di berbagai bidang. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan donasi para donator selama ini khususnya yang sudah mempercayakan qurbannya untuk warga muslim di Papua Barat melalui MER-C. Alhamdulillah amanah qurban sudah selesai dijalankan oleh Tim MER-C di sana. Semoga ALLAH melimpahkan rahmat dan barokah-Nya kepada kita semua,” ujarnya.

Bangun Musholla, Tim MER-C juga Selenggarakan Qurban di Lombok Utara

Di tengah proses pembangunan bantuan musholla di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB yang sudah berlangsung selama dua pekan, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, Tim MER-C juga mengadakan pemotongan hewan qurban. Hewan qurban sebanyak satu ekor sapi dipotong oleh relawan Divisi Konstruksi MER-C yang tengah bertugas di sana bersama dengan warga sekitar. Pemotongan dilakukan di SMPN 3 Kayangan pada hari Senin, 11 Juli 2022 dan daging qurban langsung dibagikan kepada para guru dan warga sekitar. “Jarang yang berqurban di sini,” ungkap Nur Ikhwan Abadi, relawan insinyur yang memimpin pembangunan bantuan musholla MER-C di Lombok Utara. “Pihak sekolah merasa bersyukur dengan adanya qurban yang diadakan MER-C, begitupun warga sekitar. Sebelumnya mereka merasa takut dengan maraknya PMK. Namun ketika MER-C mengadakan qurban mereka sangat senang dan menyampaikan rasa terima kasih karena memang baik di sekolah maupun di wilayah sekitar sini tidak ada yang berqurban,” tambahnya. “Pihak sekolah merasa bersyukur dengan adanya qurban yang diadakan MER-C, begitupun dengan warga sekitar. Terakhir mereka (pihak SMPN 3 dan warga di sekitarnya) qurban pada tahun 2018. Setelah itu, tidak ada qurban lagi di sini. Baru tahun ini ada lagi ketika tim MER-C menyelenggarakan Qurban. Mereka sangat bersyukur dan berterima kasih,” tambahnya. Sementara itu, program pembangunan musholla donasi dari masyarakat Indonesia melalui MER-C masih terus berlangsung. MER-C menugaskan lima relawannya dari Divisi Konstruksi untuk melaksanakan pembangunan musholla seluas 135 meter persegi itu. Kelima relawan yang ditugaskan adalah relawan yang sudah memiliki pengalaman bertugas di Jalur Gaza Palestina untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia. Menurut Nur Ikhwan Abadi, pembangunan musholla sudah dalam tahap penyelesaian pengecoran seluruh pondasi yang berjumlah 28 titik. “Pekerjaan selanjutnya adalah pembesian, penyelesaian sloof dan mulai penimbunan. Kita harapkan pembangunan musholla bisa selesai dalam waktu tiga bulan,” ujarnya.

MER-C Serahkan Bantuan Ambulans untuk Pustu Mahameru Lumajang

Dalam rangka menyalurkan amanah donasi dari masyarakat Indonesia bagi korban terdampak erupsi Semeru, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) menyerahkan bantuan satu unit ambulans untuk melengkapi fasilitas layanan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Mahameru, sebuah yang terletak di Kawasan Relokasi Masyarakat Terdampak Erupsi Semeru Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bantuan ambulans diserahkan secara langsung oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad kepada Pemerintah Daerah Lumajang yang diwakili oleh Wakil Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati Masdar., MKes, Selasa/5 Juli 2022. Acara serah terima yang bertempat di Kantor Bupati Lumajang tersebut turut hadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Presidium MER-C, serta Ketua dan Pengurus MER-C Cabang Jawa Timur. “Semua bantuan sangat berharga dan bermanfaat bagi kami. Kami tidak pernah berpikir ada bantuan ambulance, ini di luar ekspetasi kami. Atas nama masyarakat terdampak erupsi, kami menyampaikan terima kasih dari hati yang paling dalam,” ungkap Wakil Bupati Lumajang. Sementara itu, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan bahwa bantuan ambulans yang diserahkan merupakan hasil donasi dari masyarakat Indonesia melalui MER-C. “Kami membantu yang terbaik, kita berikan ambulans semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat yang ada di tempat relokasi,” ujar Sarbini. Usai menyerahkan bantuan ambulans, kunjungan ke wilayah Jawa Timur juga dimanfaatkan oleh Ketua Presidium, Presidium serta Pengurus MER-C Cabang Jawa Timur untuk bersilaturahmi dengan Tokoh Ulama NU dan Muhammadiyah di wilayah ini. Rabu pagi/6 Juli 2022, Tim MER-C yang dipimpin oleh dr. Sarbini Abdul Murad, berkesempatan bertemu dengan KH. Marzuki Mustamar, Pimpinan Wilayah NU Jawa Timur di Malang. Pada Rabu siang, agenda silaturahim dilanjutkan dengan bertemu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Surabaya. Selain untuk bersilaturahim, kunjungan ini juga bertujuan memperkenalkan MER-C baik di kalangan Nahdliyin maupun Muhammadiyah.    

MER-C Mulai Bangun Mushalla di Kabupaten Lombok Utara

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memulai proses pembangunan mushalla di SMPN 3 Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Presidium MER-C dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Dikbudpora beserta sejumlah pejabat terkait termasuk Kepala Sekolah SMPN 3 Kayangan, Kepala KUA Kecamatan Kayangan, Kamis 30/6. “MER-C memiliki kewajiban dan tanggungjawab baik di dunia dan akhirat terhadap setiap amanah yang dititipkan oleh rakyat Indonesia melalui MER-C dan ini adalah uang yang diamanahkan oleh rakyat kepada warga di KLU yang terkena dampak musibah gempa beberapa waktu yang lalu,” ujar Faried Thalib, Presidium MER-C. Dalam sambutanya, Faried Thalib juga menyampaikan harapannya, agar mushalla yang didirikan ini dapat dimakmurkan. “Mushalla ini agar dimakmurkan dan perlu diketahui bahwa fasilitas yang dibangun ini merupakan uang yang diamanahkan melalui MER-C, dan kami berharap, dalam waktu tiga bulan mushalla ini akan segera selesai.” Sementara itu Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara, Adenan menyatakan bahwa rasa syukurnya atas inisiatif MER-C membangun mushalla dan berharap akan ada peningkatan keimanan siswa. “Saya mengucapkan terima kasih atas pembangunan mushala dari bantuan MER-C dengan adanya mushalla ini, insya Allah peningkatan keimanan yang memang sangat dibutuhkan, terutama shalat, mengaji baca Al Qur’an dan akan lebih optimal di mushalla,” ujarnya. Ia juga berharap dengan adanya mushalla ini mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar sehingga dapat bersinergi dengan kegiatan masyarakat.“Kegiatan dengan masyarakat akan nampak lebih bagus dan mendapatkan dukungan yang signifikan dengan adanya mushalla, dan ini merupakan salah satu indikator peningkatan keagamaan akan tinggi, karena Lombok ini terkenal dengan seribu masjid,” harapnya. Pria paruh baya ini juga menjelaskan bahwa, selama dua tahun terakhir ini, pihak Dinas Pendidikan memang belum menganggarkan dana khusus mushala, karena dana yang ada digunakan untuk mengatasi pandemi Covid-19.“Untuk dua tahun terakhir ini, karena adanya pandemi covid -19 jadi banyak kegiatan-kegiatan kita yang tidak bisa anggarkan termasuk pendirian mushala. Karena sebelumnya program untuk itu (pembangunan mushalla) ada,” terangnya. Kepala Sekolah SMPN 3 Kayangan, Ahmad Maulidi menyatakan bahwa mushala ini akan dikhususkan untuk kegiatan Imtak (iman dan takwa) para siswa SMPN 3 Kayangan.“Rencana kita setelah mushala ini selesai, kegiatan imtak yang akan kita fokuskan, karena selama ini kegiatan imtak untuk siswa dan guru kita masih menggunakan teras depan ruang guru, kepala sekolah dan TU, karena kita tidak punya lokasi untuk kegiatan ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan imtak yang akan dilakukan untuk para guru dan memperbanyak shalat sunnah dan wajib di mushalla tersebut.“Kegiatan imtak kita fokuskan untuk shalat dhuha, dan shalat dzhuhur berjamaah, jadi sebelum anak-anak pulang ke rumah, kita jadwalkan mereka shalat dhzuhur dulu, supaya mereka ketika sampai rumah, bisa langsung istirahat dan membantu orang tua mereka,” imbuhnya. Ia menegaskan bahwa mushala ini bisa digunakan juga oleh warga setempat untuk lebih memakmurkan mushalla ini.“Dari segi ukuran mushala ini sudah cukup untuk menampung jumlah siswa dan guru, kalaupun semua ikut melaksanakan ibadah, insha Allah semua bisa tertampung. Mushalla ini termasuk di lingkungan masyarakat, artinya kalau masyarakat nanti ada yang mau beribadah di luar jam sekolah dipersilakan, sepanjang tetap menjaga kebersihan dan keutuhan mushalla ini,” tutupnya. Mushalla seluas 135 meter persegi ini, juga sudah diukur arah kiblatnya oleh Kementrian Agama, dalam hal ini, KUA Kecamatan Kayangan, pengukuran dilakukan oleh tim ahli dari Kementrian Agama Kabupaten Lombok Timur dan dipantau langsung oleh Sinardi, kepala KUA Kabupaten Kayangan. MER-C Indonesia

Qurban Peduli Papua 2022

Hari Raya Idul Adha sebentar lagi akan tiba. Selain di Jalur Gaza (Palestina), pada tahun ini MER-C juga mengadakan program Qurban di Papua Barat.      Tim Relawan MER-C di Sorong (Papua Barat) insya Allah siap menunaikan amanah qurban Bapak/Ibu/Sahabat kepada saudara-saudara muslim kita di Papua Barat melalui program “Qurban Peduli Papua 2022”:   Info & Harga Hewan Qurban di Papua Barat 2022: – Sapi = Rp. 18.200.000,-/ekor. – Program Patungan 7 orang = @ Rp 2.600.000,- /orang   Info lebih lanjut :  Call Center MER-C : 0811990176 (Telp/wa)   Rekening Program Qurban MER-C di Papua Barat: BSI ex BNIS, 8111.929.620 A/n. Medical Emergency Rescue Committee   – Batas akhir pentransferan hari Sabtu, 25 Juni 2022   “Bersyukurlah dengan terus Berbagi, semoga Berkah-NYA senantiasa Menaungi”   Wassalam, MER-C Indonesia www.mer-c.org

MER-C dan Universitas Malikussaleh Aceh Jalin Kerjasama dalam Pendidikan Kedokteran Bencana

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan Universitas Malikussaleh, Nanggroe Aceh Darussalam, melaksanakan penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding) pada hari Rabu, tanggal 30 Maret 2022, bertempat di Kantor Pusat MER-C di Jakarta. Penandatangan MOU dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dilakukan antara Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, MT., IPM., ASEAN Eng dengan Ketua Yayasan MER-C, dr. Muhammad Reza Saputra, SpOT.      Bersamaan dengan penandatanganan MOU, diikuti juga dengan penandatanganan MOA (Memorandum of Agreement) yang dilakukan antara Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr. Muhammad Sayuti, SpB (KBD) dengan Ketua MER-C Training Center, dr. Naenda Stasya, MARS.    Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr. Muhammad Sayuti, SpB (KBD) menyampaikan bahwa kerjasama ini dalam rangka mencapai visi FK Malikussaleh menjadi FK yang unggul dalam bidang kebencanaan. MER-C menjadi salah satu partner kerjasama yang dipilih karena telah banyak berkiprah dalam bidang kedokteran kebencanaan.   “Kami berharap kita bisa bekerjasama dalam Tridharma perguruan tinggi, baik itu dalam bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian. Tentu banyak hal yang bisa kita kerjakan misal koordinasi ketika ada bencana-bencana nasional seperti pengiriman relawan-relawan dan di lapangan kita koordinasikan dengan MER-C salah satunya,” ujarnya.   Sementara itu Rektor Universitas Malikussaleh dalam sambutannya juga berharap melalui kerjasama ini dan program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, FK Unimal bisa melibatkan mahasiswa dari prodi-prodi di bawahnya untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan MER-C baik di level nasional maupun internasional.   “Kami ingin mendorong supaya membuka wawasan mahasiswa kami pada kegiatan yang tidak hanya bersifat nasional, namun juga internasional, agar mahasiswa kami mendapat pengalaman.”    Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyambut baik kerjasama MER-C dan Universitas Malikussaleh. “Ini adalah kerjasama yang monumental dan bersejarah bagi MER-C,” katanya.   Ia sepakat idealisme harus dibangun sejak dari mahasiswa, termasuk idealisme di bidang kemanusiaan. Dengan adanya didikan dari awal dalam bidang kemanusiaan, mahasiswa akan memiliki ruang untuk mengabdikan ilmunya, mewakafkan profesinya bagi kemanusiaan.    “MER-C memiliki ahli-ahli di bidang emergency, sehingga nanti bisa kita rancang program-program yang sesuai. Kita harapkan FK unimal menjadi pelopor dalam bidang kemanusiaan,” ungkapnya.   Dr. Yogi Prabowo, SpOT(K), Presidium MER-C mengatakan sebuah kehormatan bagi MER-C diminta untuk terlibat dalam upaya mencapai visi unggulan program FK Unimal dalam bidang kedokteran kebencanaan.    “Kami menyambut baik, artinya FK Unimal sedang bergerak ke arah yang benar. Indonesia adalah sebuah wilayah yang sangat rawan dengan bencana sehingga Indonesia wajib mempunyai kurikulum dalam manajemen bencana. Mudah-mudahan MER-C bisa memenuhi harapan FK Unimal dalam menyusun kurikulum kedokteran bencana.”

Dubes Ukraina untuk Indonesia Sampaikan Tiga Hal Ini Kepada MER-C

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad hari ini, Jum’at/25 Maret 2022 menyambangi Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta. Kunjungan Pimpinan MER-C tersebut diterima langsung oleh Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin. Sarbini mengungkapkan tujuan kunjungan MER-C adalah murni dalam kerangka kemanusiaan, tidak berkaitan dengan politik. Sebagai NGO yang berfokus pada kemanusiaan dan perdamaian serta telah memiliki pengalaman di berbagai wilayah perang dan konflik baik di dalam maupun di luar negeri, MER-C mempunyai tanggung jawab moral untuk turut mengambil peran dalam rangka mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar. Selain itu, pertemuan ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi langsung dari tangan pertama mengenai situasi dan permasalahan kemanusiaan yang ada. Dalam pertemuan yang berlangsung selama sekitar setengah jam tersebut, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin menyampaikan tiga hal kepada Pimpinan MER-C. “Pertama mereka meminta kami untuk mempertimbangkan pengiriman tenaga medis dan obat-obatan secepatnya ke Ukraina untuk menolong para korban. Kedua, mereka meminta kami menyampaikan kepada Pemerintah Indonesia untuk merespon bantuan kemanusiaan bagi Ukraina. Dan yang terakhir mereka berharap agar MER-C membantu menyampaikan kepada pemerintah Indonesia untuk dapat bersuara dalam rangka menghentikan segera perang berskala besar ini,” ucap Sarbini. Sebagai sebuah NGO yang berfokus pada kemanusiaan dan perdamaian, konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina turut menjadi fokus perhatian MER-C. “Hari ini kami bertemu dengan Dubes Ukraina untuk Indonesia. Kami juga sudah mengajukan pertemuan dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia. Semoga dalam waktu dekat kami bisa segera bertemu dengan Duta Besar Rusia,” harap Sarbini. Hal ini dilakukan oleh MER-C karena Rusia dan Ukraina adalah sahabat yang baik bagi Indonesia. Lebih lanjut Sarbini mengatakan bahwa Indonesia seharusnya bisa menjadi penengah dalam konflik ini. Ia juga meyakini Indonesia memiliki kemampuan itu. “Kami yakin Indonesia mampu. Segera kami akan mengkomunikasikan hasil pertemuan ini kepada Pemerintah Indonesia,” ujarnya. Jakarta, 25 Maret 2022Medical Emergency Rescue Committee

Misi MER-C di Wilayah Pasca Gempa Pasaman Barat (Sumbar) Terus Berlangsung

Selama sempat dua hari kemarin tidak ada kabar, Alhamdulillah tadi malam Tim MER-C yang masih bertugas di wilayah gempa Pasaman Barat akhirnya bisa mendapat sinyal dan menghubungi MER-C Pusat di Jakarta.   “Alhamdulillah kami sehat semua. Untuk di Timbo Abu (wilayah Posko MER-C) saat ini masih terjadi pemadaman listrik dikarenakan beberapa jalur listrik putus dampak dari longsor. Jaringan seluler juga masih terputus. Kami harus bergeser ke tempat lain untuk mendapatkan sinyal,” ujar Taufik, salah satu anggota Tim yang berprofesi sebagai perawat. Dr. Muhammad Zuhdi, Ketua Tim MER-C untuk Misi Medis Gempa Bumi Pasaman Barat melaporkan bahwa kegiatan pengobatan baik di posko Timbo Abu maupun mobile clinic masih terus berlangsung. Pelayanan di posko terdiri dari pengobatan, beberapa tindakan bedah minor dan infus pasien, termasuk koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Sekda, Dinkes, Dinsos, Kesdam 1 Bukit Barisan dan beberapa pihak lainnya.  Bersama dengan aparat, tim MER-C sempat merujuk pasien warga terdampak gempa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Akses untuk keluar dari wilayah posko Tim MER-C di Timbo Abu juga sempat terputus baik dari sisi utara dan selatan, yang saat ini sedang diperbaiki secara bertahap. Dukungan dan Bantuan dapat disalurkan melalui :   Rekening Kemanusiaan MER-C BSI – BSM, 701.565.8899 BCA, 686.0099339 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee   Info lebih lanjut: Call Center MER-C : 0811990176 Website : www.mer-c.org FB & Youtube : MER-C Indonesia Twitter & IG : @mercindonesia

Silahkan bertanya?