MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Pekerja Muslim PT Badak NGL Bontang Serahkan Donasi Rp 100 Juta untuk RS Indonesia di Gaza

Pekerja muslim PT Badak NGL Bontang Kalimantan Timur menyerahkan donasi sebesar Rp 100 juta bagi program Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Donasi diserahkan oleh Agus Ahmad Ashari, Pengurus Bidang Dakwah Yayasan Umat Islam NGL Badak, Selasa/30 Agustus 2022. Donasi diterima secara simbolis oleh perwakilan MER-C, Tina Leonard dan Karidi salah satu relawan yang pernah bertugas di Jalur Gaza, Palestina sebagai tim pembangunan RS Indonesia.     Menurut Agus, donasi dikumpulkan dari pekerja muslim PT Badak NGL melalui program “Gaza Memanggil” yang diadakan selama dua pekan.   “Pada Program Gaza memanggil di bulan Agustus 2022 ini, penggalangan dana kami lakukan selama dua pekan mulai hari Kamis sampai dengan hari Sabtu pekan berikutnya. Ini artinya dua kali pengambilan hasil kotak infaq di masjid kami, Masjid Al Kautsar di Bontang. Selain donasi dari kotak infaq, kami juga membuka donasi melalui transfer,” tutur Agus.    Pengurus Yayasan Umat Islam Badak NGL, menurutnya saat ini berusaha lebih selektif dalam memilih NGO atau Yayasan untuk menyalurkan donasi dana dari pekerja muslim perusahaan. Hal ini dilakukan agar titipan amanah dapat tersampaikan dengan baik kepada yang berhak menerimanya. MER-C menurutnya menjadi salah satu pilihan pengurus Yayasan untuk menjadi Lembaga penyaluran donasi ini.   “Kami melihat MER-C sebagai salah satu NGO yang sudah lama berkiprah dalam kemanusiaan. Orang-orangnya sejauh ini amanah, sehingga akhirnya kami seluruh pengurus bersepakat memilih MER-C, khususnya program Rumah Sakit Indonesia, karena memang keberadaannya sangat dibutuhkan terlebih saat ada serangan. Ada dua Lembaga yang kami pilih, salah satunya MER-C,” lanjut AGus.   Ia berharap donasi yang diberikan bermanfaat untuk membantu serta mendukung program Rumah Sakit Indonesia. Mewakili Pengurus dan Pekerja Muslim PT Bada NGL ia juga mendoakan MER-C tetap menjadi lembaga yang amanah dalam menyalurkan donasi dari masyarakat. “Semoga MER-C tetap amanah, tetap bersemangat dan selalu luruskan niat,” ujarnya.

MER-C dan BWA akan Bersinergi dalam Program “Wakaf Kapal Dakwah Dokter Care” di Papua Barat

Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) sambangi Markas Pusat MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat, Kamis/25 Agustus 2022. Kunjungan BWA diterima oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan Koordinator MER-C untuk Papua, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOK. Agus Ni’amillah, Kepala Pengembangan Program BWA menjelaskan tujuan kunjungan adalah untuk membicarakan sinergi kedua lembaga khususnya dalam program pelayanan kesehatan. “Program yang sedang disinergikan dengan MER-C adalah Program Wakaf Khusus dengan nama project “Wakaf Kapal Dakwah Dokter Care”. Ini adalah kapal dakwah BWA yang ke-4,” ujar Agus. “Kita sebut Dokter Care karena disamping kapal dakwah, juga berfungsi untuk fasilitas kesehatan yang bisa meng-cover layanan ke kepulauan-kepulauan terpencil di nusantara. Harapannya ke sana, sehingga bisa sedikit memberikan solusi untuk permasalahan kesehatan saudara-saudara kita yang masih kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan,” lanjutnya. Sesuai dengan namanya, yaitu “Wakaf Kapal Dakwah Dokter Care”, maka BWA menjajaki kerjasama dengan MER-C sebagai lembaga kesehatan yang sudah berpengalaman. “Kami memandang MER-C tentu sudah memiliki kepercayaan dari umat untuk mengelola kegiatan yang bersifat layanan kesehatan dan kemanusiaan. Harapan kami pengadaan kapal ini bisa lebih bermanfaat karena akan dioperasikan bersama dengan lembaga kesehatan yang sudah terpercaya. MER-C menyediakan layanan dan tenaga medis, BWA menyediakan sarana kapal dan kegiatannya, yang nantinya tidak hanya dalam bidang kesehatan, tapi juga ekonomi, dsb,” jelas Agus. Ia menambahkan saat ini kapal dalam proses modifikasi. “Kita harapkan awal tahun depan bisa beroperasi, sehingga masyarakat bisa segera menikmati layanan kesehatan ini.” Koordinator MER-C untuk Papua, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk menyambut positif rencana kerjasama MER-C dan BWA, khususnya di Papua Barat. Pasalnya, wilayah program MER-C ini terdiri dari kampung-kampung yang tersebar di pulau-pulau sehingga sangat membutuhkan transportasi berupa kapal. “Karakteristik wilayah di Papua Barat memang membutuhkan transportasi kapal, karena tidak bisa dijangkau melalui darat, hanya bisa melalui air. BWA memiliki fasilitas kapal, MER-C memiliki SDM dan pengalaman sekian belas tahun di Papua dan Papua Barat. Ini adalah sebuah peluang yang besar bagi kedua lembaga untuk program jangka panjang yang kita harapkan bisa segera terwujud.” ujarnya. Mengenai wilayah program, Zackya menjelaskan bahwa target wilayah yang akan disinergikan dengan BWA adalah seluruh Pulau Salawati dan Kepulauan Misol di Kabupaten Raja Ampat. “Ini merupakan wilayah kerja MER-C. Namun selama ini karena keterbatasan dana sehingga kami hanya bisa sesekali saja ke sana,” tambah Zackya. BWA menurutnya lagi, sangat tepat menjadikan wilayah Papua Barat sebagai sasaran program karena populasi muslim di Papua Barat sekitar 90% dan merupakan wilayah dengan populasi muslim asli Papua terbesar. “Zackya berharap sinergi yang ada nantinya bisa memperpanjang waktu program dan memperluas jangkauan wilayah program. Program ini adalah program bersifat swadaya yang membutuhkan dukungan semua pihak. Untuk itu, MER-C dan BWA mengajak masyarakat untuk turut berwakaf dan berdonasi pada aktifitas layanan kesehatan ini. Jakarta, 26 Agustus 2022

Silaturahmi MER-C ke Ponpes Al Mukmin Ngruki

Perwakilan MER-C dari Jakarta dan Yogyakarta melakukan silaturahmi ke Solo dalam rangka menghadiri undangan “Setengah Abad Khidmat Pondok Ngruki Untuk Negeri”, Minggu/21 Agustus 2022,     Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pendiri Pesantren Ngruki Ustadz Abu Bakar Baasyir, Pimpinan Pondok Pesantren Gontor KH. Abdullah Sahal, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Prof. Muhadjir Effendy, Perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Perwakilan Bupati Sukoharjo, dan Alumni Pesantren dari berbagai daerah.   Koordinator Tim MER-C, dr. Meaty menyampaikan, MER-C merasa bersyukur dan terhormat atas undangan ini dan berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi dan memperluas program advokasi MER-C terhadap kemanusiaan di bidang gawat darurat dan bencana ke berbagai kelompok masyarakat.   Atas permintaan pihak keluarga dan juga melalui Tim Pengacara Muslim (TPM), sejak pertama kali ditahan pada tahun 2002 dengan berbagai tuduhan hingga saat terakhir bebas murni pada Januari 2021 lalu, MER-C secara konsisten melakukan pendampingan kesehatan terhadap Ust Abu Bakar Baasyir dan keluarga.    Hal ini dikarenakan stigma radikal yang disematkan karena sikap beliau yang mendorong penegakan syariat Islam. Stigma ini menimbulkan permasalahan kemanusiaan karena banyak kelompok masyarakat yang kehidupannya diabaikan dan rentan.

Meski Terkendala Air, Pembangunan Bantuan Musholla di Lombok Terus Berlanjut

Kayangan, Lombok Utara – Memasuki 1,5 bulan pengerjaan, progress pembangunan musholla di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat mencapai lebih dari 50 persen. Saat ini sedang dilakukan pemasangan begisting dan pembesian atap serta pemasangan instalasi listrik. Site Manager program, Ir. Nur Ikhwan Abadi mengatakan kendala terbesar pembangunan di wilayah ini adalah sulitnya air baik untuk aktifitas pembangunan maupun untuk keperluan sehari-hari. “Air di sini kurang lancar, karena memakai saluran irigasi dan bergantian. Tiap hari Jum’at dan Rabu, air berhenti mengalir karena dialihkan ke kampung lain. Bahkan pernah selama 3 hari air tidak mengalir,” ujar Nur Ikhwan. “Musim kemarau ini mata air mengecil dan warga berebutan untuk mendapatkan air,” lanjutnya. “Alhamdulillah, pada pertengahan Juli lalu, dari Dinas Damkar Pos Kayangan sempat mengirimkan 2.000 liter air gratis ke sini.” Untuk keperluan pembangunan dan kebutuhan sehari-hari, Nur Ikhwan dan Tim membuat tampungan air sementara dengan memakai terpal dan menyediakan tank kapasitas 1.100 liter. Tim juga membuat tampungan untuk mengalirkan air dari atap guna menampung air hujan. “Kami membuat tampungan air dari terpal, seperti yang pernah kami lakukan di Rakhine State, Myanmar karena air di sana juga sulit,” kenang relawan yang pernah bertugas sebagai Site Manager Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State (Myanmar) dan Jalur Gaza (Palestina). Untuk itu, menggunakan donasi yang ada, setelah pembangunan selesai, program selanjutnya adalah pencarian sumber air dan pembuatan sumur untuk mengatasi permasalahan air di wilayah ini. “Kami sudah arahkan teman-teman relawan baik relawan MER-C Cabang Mataram dan relawan pembangunan untuk mencari sumber air dan membuat sumur bagi kepentingan musholla, sekolah dan juga warga sekitar. Mohon doanya semoga rencana ini dimudahkan,” ujar Faried Thalib, salah satu Presidium MER-C yang berlatar belakang insinyur, yang mengomandoi program-program konstruksi MER-C baik di wilayah konflik dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri. Selain melaksanakan tugas pembangunan, para relawan yang semuanya pernah bertugas di Jalur Gaza (Palestina) untuk membangun RS Indonesia, menyempatkan diri untuk memenuhi undangan dari kampung-kampung sekitar. Hal ini dalam rangka bersilaturahmi dan sharing pengalaman melakukan pembangunan RS Indonesia di wilayah terblokade dan rawan agresi tersebut. “Alhamdulillah pada tanggal 21 Juli 2022 lalu, kami bersilaturahmi ke Dusun Karang Langu, Kec. Tanjung, KLU sekaligus sosialisasi dan sharing pengalaman membangun RS Indonesia di Gaza dan di juga di Rakhine State Myanmar dengan warga di sana,” ujar Nur Ikhwan. “Tanggal 7 Agustus kami juga memenuhi undangan ke desa Gerung, Lombok Barat untuk silaturahmi dan sharing pengalaman yang sama kepada warga. Bahkan pada saat itu, turut hadir Bapak Camat Gerung, Sekretaris Camat, dan Tokoh Masyarakat setempat,” imbuhnya. “Kemudian pada tanggal 12 Agustus lalu ini kami juga bersilaturahmi ke Desa Mareje, Lombok Barat, untuk sharing pengalaman kepada pejabat desa, tokoh masyarakat dan juga warga. Kebetulan kami bertemu dengan mahasiswa asal Gaza yang sedang menjalani studi di Universitas Mataram. Kami senang sekali bisa bertemu mahasiswa tersebut yang merupakan satu-satunya warga Gaza di Lombok dan saling berbagi cerita tentang Gaza,” tambahnya. Apabila tidak ada kendala, pembangunan bantuan musholla di Lombok diperkirakan memakan waktu tiga bulan dan diharapkan bisa rampung pada akhir September 2022. Jakarta, 16 Agustus 2022

MER-C dan PPNI DKI Jakarta Bahas Kerjasama Penanggulangan Bencana

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menerima kunjungan dari Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Wilayah DKI Jakarta, Rabu/3 Agustus 2022. Dalam kunjungan ini, Tim PPNI DKI Jakarta dipimpin oleh Jajang Rahmat selaku Ketua, didampingi oleh Indra Jaya Permana (Wakil Sekretaris), Siti Nurlaela (Wakil Ketua Bidang Pelayanan), Diah Sukaesti (Ketua Divisi Pelayanan) serta beberapa anggota Bidang Pelayanan. Kunjungan Pengurus PPNI DKI Jakarta diterima langsung oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan jajaran Presidium MER-C, dr. Yogi Prabowo, SpOT, dr. Henry Hidayatullah, MSi, dan dr. Arief Rachman, SpRad serta sejumlah relawan MER-C. Ketua PPNI DKI Jakarta, Jajang Rahmat mengatakan bahwa tujuan kunjungan ke Kantor Pusat MER-C adalah untuk membuat jejaring kerjasama atau kolaborasi dalam hal penanggulangan bencana. “Kami ingin membuat jejaring kerjasama atau kolaborasi dengan MER-C tentang bagaimana penganggulangan bencana mulai dari aspek keilmuan sampai dengan pelaksanaan pelayanan di lapangan,” jelas Jajang. “Kadang-kadang orang turun ke bencana tanpa ilmu. Ini yang ingin kita belajar dari MER-C agar terstruktur dengan baik dengan penguatan keilmuan di bidang kebencanaan,” ujarnya. Ia berharap nantinya akan ada MOU Kerjasama yang berkaitan dengan pelatihan, workshop, seminar terkait kebencanaan dan tentunya tindak lanjut bagaimana penanggulangan bencana di lapangan. Presidium MER-C, dr. Yogi Prabowo, SpOT mengapresiasi dan menyambut baik kunjungan pengurus PPNI DKI Jakarta. “Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman perawat di PPNI,” ujarnya. Presidium yang juga salah satu Pendiri MER-C ini menilai kunjungan PPNI adalah suatu kolaborasi yang akan baik ke depannya. PPNI terutama di DKI Jakarta dengan jumlah anggota 56 ribu perawat adalah sebuah kekuatan yang cukup besar. Dengan pelatihan bersama, sharing keilmuan dan pengalaman bersama ia yakin akan menjadi hal yang sangat baik untuk penanganan bencana di Indonesia. Ia juga berharap kerjasama dan kolaborasi bisa berlanjut dengan PPNI di kota-kota dan provinsi lainnya. “Langkah terdekat adalah bagaimana segera mewujudkan kolaborasi dalam bentuk pelatihan bersama dan misi bantuan bencana bersama, kemudian yang lebih besar lagi adalah mendirikan pusat pelatihan atau pendidikan tidak hanya untuk perawat namun untuk tenaga kesehatan pada umumnya,” imbuhnya.

Manfaatkan Hari Libur, Relawan MER-C di Lombok Bantu Warga Dusun Pansor Daya

Hari Jumat adalah hari libur bagi aktifitas kelima relawan yang tengah menunaikan tugas pembangunan bantuan musholla MER-C di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Pada hari libur Jum’at kemarin (15 Juli 2022) dimanfaatkan oleh relawan untuk bersilaturahmi ke Dusun Pansor Daya. Selain ingin bersilaturahmi dengan warganya, tujuan para relawan datang adalah untuk membantu pembangunan masjid yang sedang berlangsung di Dusun tersebut. “Pada hari libur Jum’at kemarin kami manfaatkan untuk beramal shaleh membantu pembangunam Masjid di Dusun Pansor Daya,” ujar Nur Ikhwan Abadi, relawan insinyur yang dipercaya untuk memimpin pembangunan mushollah MER-C di Kayangan, Lombok Utara. Dusun Pansor Daya berjarak sekitar setengah jam dengan motor dari lokasi pembangunan musholla MER-C yang berada di SMPN 3 Kayangan.

Qurban Peduli Papua 2022: Suku Asli Muslim di Papua Barat Ucap Syukur dan Terima Kasih

Berbagi kebahagiaan Hari Raya Idul Adha tahun ini, MER-C kembali mengadakan program qurban bagi saudara-saudara muslim di ujung timur Indonesia, khususnya di wilayah Kab. Sorong dan Kab. Raja Ampat, Papua Barat. Kedua kabupaten ini adalah wilayah cakupan program pelayanan kesehatan MER-C yang sudah berlangsung selama 15 tahun. Pada tahun ini, melalui program Qurban Peduli Papua 2022, MER-C menerima amanah hewan qurban sebanyak delapan ekor sapi. Pelaksanaan dan pendistribusian hewan qurban langsung dilakukan oleh Tim Klinik MER-C di Papua Barat. Tiga ekor sapi dipotong dan dagingnya didistribusikan kepada warga muslim di kampung Waibo atau Klalin 4, kampung Kurwato dan kampung Kokoda SP 3 yang berada di Kabupaten Sorong, Papua Barat. Sementara, lima ekor sapi dipotong di pulau Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, kemudian dagingnya di bagikan kepada warga muslim di kampung Sakabu Pantai, kampung Kalobo dan kampung Waibu. Warga muslim asli Papua Barat tidak dapat menyembunyikan rasa syukur, bahagia dan terima kasih mereka setelah menerima amanah daging qurban yang didistribusikan oleh Tim MER-C di sana. Rasa haru atas perhatian saudara-saudara seiman kepada mereka yang berada nun jauh di ujung timur Indonesia. “Kami keluarga besar Suku Moi, Suku Banlol, dan Suku Maya yang berdomisili di Salawati Tengah, kampung Sakabu, Kab. Raja Ampat, merasa bersyukur, bahagia dan berterima kasih kepada keluarga besar MER-C. Karena mereka telah memberikan perhatian kepada kami di pelosok Kab. Raja Ampat, kepulauan yang terpencil dan tertinggal. Selama beberapa tahun ini, keluarga besar MER-C selalu memperhatikan kami, semoga mereka senantiasa dilindungi ALLAH SWT dalam tugas yang mulia ini,” ujar salah seorang Ibu warga muslim asli Papua Barat. Koordinator MER-C wilayah Papua Barat, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk mengatakan, program qurban adalah salah satu program rutin MER-C di Papua Barat, selain program bantuan sembako Ramadhan dan Idul Fitri. Disamping program pelayanan Kesehatan, warga di wilayah ini memang masih sangat membutuhkan perhatian di berbagai bidang. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan donasi para donator selama ini khususnya yang sudah mempercayakan qurbannya untuk warga muslim di Papua Barat melalui MER-C. Alhamdulillah amanah qurban sudah selesai dijalankan oleh Tim MER-C di sana. Semoga ALLAH melimpahkan rahmat dan barokah-Nya kepada kita semua,” ujarnya.

Bangun Musholla, Tim MER-C juga Selenggarakan Qurban di Lombok Utara

Di tengah proses pembangunan bantuan musholla di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB yang sudah berlangsung selama dua pekan, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, Tim MER-C juga mengadakan pemotongan hewan qurban. Hewan qurban sebanyak satu ekor sapi dipotong oleh relawan Divisi Konstruksi MER-C yang tengah bertugas di sana bersama dengan warga sekitar. Pemotongan dilakukan di SMPN 3 Kayangan pada hari Senin, 11 Juli 2022 dan daging qurban langsung dibagikan kepada para guru dan warga sekitar. “Jarang yang berqurban di sini,” ungkap Nur Ikhwan Abadi, relawan insinyur yang memimpin pembangunan bantuan musholla MER-C di Lombok Utara. “Pihak sekolah merasa bersyukur dengan adanya qurban yang diadakan MER-C, begitupun warga sekitar. Sebelumnya mereka merasa takut dengan maraknya PMK. Namun ketika MER-C mengadakan qurban mereka sangat senang dan menyampaikan rasa terima kasih karena memang baik di sekolah maupun di wilayah sekitar sini tidak ada yang berqurban,” tambahnya. “Pihak sekolah merasa bersyukur dengan adanya qurban yang diadakan MER-C, begitupun dengan warga sekitar. Terakhir mereka (pihak SMPN 3 dan warga di sekitarnya) qurban pada tahun 2018. Setelah itu, tidak ada qurban lagi di sini. Baru tahun ini ada lagi ketika tim MER-C menyelenggarakan Qurban. Mereka sangat bersyukur dan berterima kasih,” tambahnya. Sementara itu, program pembangunan musholla donasi dari masyarakat Indonesia melalui MER-C masih terus berlangsung. MER-C menugaskan lima relawannya dari Divisi Konstruksi untuk melaksanakan pembangunan musholla seluas 135 meter persegi itu. Kelima relawan yang ditugaskan adalah relawan yang sudah memiliki pengalaman bertugas di Jalur Gaza Palestina untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia. Menurut Nur Ikhwan Abadi, pembangunan musholla sudah dalam tahap penyelesaian pengecoran seluruh pondasi yang berjumlah 28 titik. “Pekerjaan selanjutnya adalah pembesian, penyelesaian sloof dan mulai penimbunan. Kita harapkan pembangunan musholla bisa selesai dalam waktu tiga bulan,” ujarnya.

MER-C Serahkan Bantuan Ambulans untuk Pustu Mahameru Lumajang

Dalam rangka menyalurkan amanah donasi dari masyarakat Indonesia bagi korban terdampak erupsi Semeru, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) menyerahkan bantuan satu unit ambulans untuk melengkapi fasilitas layanan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Mahameru, sebuah yang terletak di Kawasan Relokasi Masyarakat Terdampak Erupsi Semeru Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bantuan ambulans diserahkan secara langsung oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad kepada Pemerintah Daerah Lumajang yang diwakili oleh Wakil Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati Masdar., MKes, Selasa/5 Juli 2022. Acara serah terima yang bertempat di Kantor Bupati Lumajang tersebut turut hadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Presidium MER-C, serta Ketua dan Pengurus MER-C Cabang Jawa Timur. “Semua bantuan sangat berharga dan bermanfaat bagi kami. Kami tidak pernah berpikir ada bantuan ambulance, ini di luar ekspetasi kami. Atas nama masyarakat terdampak erupsi, kami menyampaikan terima kasih dari hati yang paling dalam,” ungkap Wakil Bupati Lumajang. Sementara itu, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan bahwa bantuan ambulans yang diserahkan merupakan hasil donasi dari masyarakat Indonesia melalui MER-C. “Kami membantu yang terbaik, kita berikan ambulans semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat yang ada di tempat relokasi,” ujar Sarbini. Usai menyerahkan bantuan ambulans, kunjungan ke wilayah Jawa Timur juga dimanfaatkan oleh Ketua Presidium, Presidium serta Pengurus MER-C Cabang Jawa Timur untuk bersilaturahmi dengan Tokoh Ulama NU dan Muhammadiyah di wilayah ini. Rabu pagi/6 Juli 2022, Tim MER-C yang dipimpin oleh dr. Sarbini Abdul Murad, berkesempatan bertemu dengan KH. Marzuki Mustamar, Pimpinan Wilayah NU Jawa Timur di Malang. Pada Rabu siang, agenda silaturahim dilanjutkan dengan bertemu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Surabaya. Selain untuk bersilaturahim, kunjungan ini juga bertujuan memperkenalkan MER-C baik di kalangan Nahdliyin maupun Muhammadiyah.    

MER-C Mulai Bangun Mushalla di Kabupaten Lombok Utara

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memulai proses pembangunan mushalla di SMPN 3 Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Presidium MER-C dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Dikbudpora beserta sejumlah pejabat terkait termasuk Kepala Sekolah SMPN 3 Kayangan, Kepala KUA Kecamatan Kayangan, Kamis 30/6. “MER-C memiliki kewajiban dan tanggungjawab baik di dunia dan akhirat terhadap setiap amanah yang dititipkan oleh rakyat Indonesia melalui MER-C dan ini adalah uang yang diamanahkan oleh rakyat kepada warga di KLU yang terkena dampak musibah gempa beberapa waktu yang lalu,” ujar Faried Thalib, Presidium MER-C. Dalam sambutanya, Faried Thalib juga menyampaikan harapannya, agar mushalla yang didirikan ini dapat dimakmurkan. “Mushalla ini agar dimakmurkan dan perlu diketahui bahwa fasilitas yang dibangun ini merupakan uang yang diamanahkan melalui MER-C, dan kami berharap, dalam waktu tiga bulan mushalla ini akan segera selesai.” Sementara itu Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara, Adenan menyatakan bahwa rasa syukurnya atas inisiatif MER-C membangun mushalla dan berharap akan ada peningkatan keimanan siswa. “Saya mengucapkan terima kasih atas pembangunan mushala dari bantuan MER-C dengan adanya mushalla ini, insya Allah peningkatan keimanan yang memang sangat dibutuhkan, terutama shalat, mengaji baca Al Qur’an dan akan lebih optimal di mushalla,” ujarnya. Ia juga berharap dengan adanya mushalla ini mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar sehingga dapat bersinergi dengan kegiatan masyarakat.“Kegiatan dengan masyarakat akan nampak lebih bagus dan mendapatkan dukungan yang signifikan dengan adanya mushalla, dan ini merupakan salah satu indikator peningkatan keagamaan akan tinggi, karena Lombok ini terkenal dengan seribu masjid,” harapnya. Pria paruh baya ini juga menjelaskan bahwa, selama dua tahun terakhir ini, pihak Dinas Pendidikan memang belum menganggarkan dana khusus mushala, karena dana yang ada digunakan untuk mengatasi pandemi Covid-19.“Untuk dua tahun terakhir ini, karena adanya pandemi covid -19 jadi banyak kegiatan-kegiatan kita yang tidak bisa anggarkan termasuk pendirian mushala. Karena sebelumnya program untuk itu (pembangunan mushalla) ada,” terangnya. Kepala Sekolah SMPN 3 Kayangan, Ahmad Maulidi menyatakan bahwa mushala ini akan dikhususkan untuk kegiatan Imtak (iman dan takwa) para siswa SMPN 3 Kayangan.“Rencana kita setelah mushala ini selesai, kegiatan imtak yang akan kita fokuskan, karena selama ini kegiatan imtak untuk siswa dan guru kita masih menggunakan teras depan ruang guru, kepala sekolah dan TU, karena kita tidak punya lokasi untuk kegiatan ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan imtak yang akan dilakukan untuk para guru dan memperbanyak shalat sunnah dan wajib di mushalla tersebut.“Kegiatan imtak kita fokuskan untuk shalat dhuha, dan shalat dzhuhur berjamaah, jadi sebelum anak-anak pulang ke rumah, kita jadwalkan mereka shalat dhzuhur dulu, supaya mereka ketika sampai rumah, bisa langsung istirahat dan membantu orang tua mereka,” imbuhnya. Ia menegaskan bahwa mushala ini bisa digunakan juga oleh warga setempat untuk lebih memakmurkan mushalla ini.“Dari segi ukuran mushala ini sudah cukup untuk menampung jumlah siswa dan guru, kalaupun semua ikut melaksanakan ibadah, insha Allah semua bisa tertampung. Mushalla ini termasuk di lingkungan masyarakat, artinya kalau masyarakat nanti ada yang mau beribadah di luar jam sekolah dipersilakan, sepanjang tetap menjaga kebersihan dan keutuhan mushalla ini,” tutupnya. Mushalla seluas 135 meter persegi ini, juga sudah diukur arah kiblatnya oleh Kementrian Agama, dalam hal ini, KUA Kecamatan Kayangan, pengukuran dilakukan oleh tim ahli dari Kementrian Agama Kabupaten Lombok Timur dan dipantau langsung oleh Sinardi, kepala KUA Kabupaten Kayangan. MER-C Indonesia

Silahkan bertanya?