MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Qurban Peduli Papua 2022

Hari Raya Idul Adha sebentar lagi akan tiba. Selain di Jalur Gaza (Palestina), pada tahun ini MER-C juga mengadakan program Qurban di Papua Barat.      Tim Relawan MER-C di Sorong (Papua Barat) insya Allah siap menunaikan amanah qurban Bapak/Ibu/Sahabat kepada saudara-saudara muslim kita di Papua Barat melalui program “Qurban Peduli Papua 2022”:   Info & Harga Hewan Qurban di Papua Barat 2022: – Sapi = Rp. 18.200.000,-/ekor. – Program Patungan 7 orang = @ Rp 2.600.000,- /orang   Info lebih lanjut :  Call Center MER-C : 0811990176 (Telp/wa)   Rekening Program Qurban MER-C di Papua Barat: BSI ex BNIS, 8111.929.620 A/n. Medical Emergency Rescue Committee   – Batas akhir pentransferan hari Sabtu, 25 Juni 2022   “Bersyukurlah dengan terus Berbagi, semoga Berkah-NYA senantiasa Menaungi”   Wassalam, MER-C Indonesia www.mer-c.org

MER-C dan Universitas Malikussaleh Aceh Jalin Kerjasama dalam Pendidikan Kedokteran Bencana

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan Universitas Malikussaleh, Nanggroe Aceh Darussalam, melaksanakan penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding) pada hari Rabu, tanggal 30 Maret 2022, bertempat di Kantor Pusat MER-C di Jakarta. Penandatangan MOU dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dilakukan antara Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, MT., IPM., ASEAN Eng dengan Ketua Yayasan MER-C, dr. Muhammad Reza Saputra, SpOT.      Bersamaan dengan penandatanganan MOU, diikuti juga dengan penandatanganan MOA (Memorandum of Agreement) yang dilakukan antara Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr. Muhammad Sayuti, SpB (KBD) dengan Ketua MER-C Training Center, dr. Naenda Stasya, MARS.    Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr. Muhammad Sayuti, SpB (KBD) menyampaikan bahwa kerjasama ini dalam rangka mencapai visi FK Malikussaleh menjadi FK yang unggul dalam bidang kebencanaan. MER-C menjadi salah satu partner kerjasama yang dipilih karena telah banyak berkiprah dalam bidang kedokteran kebencanaan.   “Kami berharap kita bisa bekerjasama dalam Tridharma perguruan tinggi, baik itu dalam bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian. Tentu banyak hal yang bisa kita kerjakan misal koordinasi ketika ada bencana-bencana nasional seperti pengiriman relawan-relawan dan di lapangan kita koordinasikan dengan MER-C salah satunya,” ujarnya.   Sementara itu Rektor Universitas Malikussaleh dalam sambutannya juga berharap melalui kerjasama ini dan program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, FK Unimal bisa melibatkan mahasiswa dari prodi-prodi di bawahnya untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan MER-C baik di level nasional maupun internasional.   “Kami ingin mendorong supaya membuka wawasan mahasiswa kami pada kegiatan yang tidak hanya bersifat nasional, namun juga internasional, agar mahasiswa kami mendapat pengalaman.”    Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyambut baik kerjasama MER-C dan Universitas Malikussaleh. “Ini adalah kerjasama yang monumental dan bersejarah bagi MER-C,” katanya.   Ia sepakat idealisme harus dibangun sejak dari mahasiswa, termasuk idealisme di bidang kemanusiaan. Dengan adanya didikan dari awal dalam bidang kemanusiaan, mahasiswa akan memiliki ruang untuk mengabdikan ilmunya, mewakafkan profesinya bagi kemanusiaan.    “MER-C memiliki ahli-ahli di bidang emergency, sehingga nanti bisa kita rancang program-program yang sesuai. Kita harapkan FK unimal menjadi pelopor dalam bidang kemanusiaan,” ungkapnya.   Dr. Yogi Prabowo, SpOT(K), Presidium MER-C mengatakan sebuah kehormatan bagi MER-C diminta untuk terlibat dalam upaya mencapai visi unggulan program FK Unimal dalam bidang kedokteran kebencanaan.    “Kami menyambut baik, artinya FK Unimal sedang bergerak ke arah yang benar. Indonesia adalah sebuah wilayah yang sangat rawan dengan bencana sehingga Indonesia wajib mempunyai kurikulum dalam manajemen bencana. Mudah-mudahan MER-C bisa memenuhi harapan FK Unimal dalam menyusun kurikulum kedokteran bencana.”

Dubes Ukraina untuk Indonesia Sampaikan Tiga Hal Ini Kepada MER-C

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad hari ini, Jum’at/25 Maret 2022 menyambangi Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta. Kunjungan Pimpinan MER-C tersebut diterima langsung oleh Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin. Sarbini mengungkapkan tujuan kunjungan MER-C adalah murni dalam kerangka kemanusiaan, tidak berkaitan dengan politik. Sebagai NGO yang berfokus pada kemanusiaan dan perdamaian serta telah memiliki pengalaman di berbagai wilayah perang dan konflik baik di dalam maupun di luar negeri, MER-C mempunyai tanggung jawab moral untuk turut mengambil peran dalam rangka mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar. Selain itu, pertemuan ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi langsung dari tangan pertama mengenai situasi dan permasalahan kemanusiaan yang ada. Dalam pertemuan yang berlangsung selama sekitar setengah jam tersebut, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin menyampaikan tiga hal kepada Pimpinan MER-C. “Pertama mereka meminta kami untuk mempertimbangkan pengiriman tenaga medis dan obat-obatan secepatnya ke Ukraina untuk menolong para korban. Kedua, mereka meminta kami menyampaikan kepada Pemerintah Indonesia untuk merespon bantuan kemanusiaan bagi Ukraina. Dan yang terakhir mereka berharap agar MER-C membantu menyampaikan kepada pemerintah Indonesia untuk dapat bersuara dalam rangka menghentikan segera perang berskala besar ini,” ucap Sarbini. Sebagai sebuah NGO yang berfokus pada kemanusiaan dan perdamaian, konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina turut menjadi fokus perhatian MER-C. “Hari ini kami bertemu dengan Dubes Ukraina untuk Indonesia. Kami juga sudah mengajukan pertemuan dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia. Semoga dalam waktu dekat kami bisa segera bertemu dengan Duta Besar Rusia,” harap Sarbini. Hal ini dilakukan oleh MER-C karena Rusia dan Ukraina adalah sahabat yang baik bagi Indonesia. Lebih lanjut Sarbini mengatakan bahwa Indonesia seharusnya bisa menjadi penengah dalam konflik ini. Ia juga meyakini Indonesia memiliki kemampuan itu. “Kami yakin Indonesia mampu. Segera kami akan mengkomunikasikan hasil pertemuan ini kepada Pemerintah Indonesia,” ujarnya. Jakarta, 25 Maret 2022Medical Emergency Rescue Committee

Misi MER-C di Wilayah Pasca Gempa Pasaman Barat (Sumbar) Terus Berlangsung

Selama sempat dua hari kemarin tidak ada kabar, Alhamdulillah tadi malam Tim MER-C yang masih bertugas di wilayah gempa Pasaman Barat akhirnya bisa mendapat sinyal dan menghubungi MER-C Pusat di Jakarta.   “Alhamdulillah kami sehat semua. Untuk di Timbo Abu (wilayah Posko MER-C) saat ini masih terjadi pemadaman listrik dikarenakan beberapa jalur listrik putus dampak dari longsor. Jaringan seluler juga masih terputus. Kami harus bergeser ke tempat lain untuk mendapatkan sinyal,” ujar Taufik, salah satu anggota Tim yang berprofesi sebagai perawat. Dr. Muhammad Zuhdi, Ketua Tim MER-C untuk Misi Medis Gempa Bumi Pasaman Barat melaporkan bahwa kegiatan pengobatan baik di posko Timbo Abu maupun mobile clinic masih terus berlangsung. Pelayanan di posko terdiri dari pengobatan, beberapa tindakan bedah minor dan infus pasien, termasuk koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Sekda, Dinkes, Dinsos, Kesdam 1 Bukit Barisan dan beberapa pihak lainnya.  Bersama dengan aparat, tim MER-C sempat merujuk pasien warga terdampak gempa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Akses untuk keluar dari wilayah posko Tim MER-C di Timbo Abu juga sempat terputus baik dari sisi utara dan selatan, yang saat ini sedang diperbaiki secara bertahap. Dukungan dan Bantuan dapat disalurkan melalui :   Rekening Kemanusiaan MER-C BSI – BSM, 701.565.8899 BCA, 686.0099339 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee   Info lebih lanjut: Call Center MER-C : 0811990176 Website : www.mer-c.org FB & Youtube : MER-C Indonesia Twitter & IG : @mercindonesia

MER-C Dirikan Posko Kesehatan di Timbo Abu, Pasaman Barat

Pagi ini, 28 Februari 2022 Tim Advance MER-C yang terdiri dari 7 relawan telah melaksanakan rapat koordinasi di Dinas Kesehatan bersama seluruh relawan medis yang membantu penanganan korban bencana gempa bumi Pasaman, Sumbar. Dalam rapat koordinasi tersebut ditetapkan penyebaran relawan ke wilayah-wilayah yang masih membutuhkan layanan kesehatan. Tim MER-C ditempatkan di Timbo Abu dan Mudiak Simpang, Pasaman Barat. Tim akan mendirikan pos kesehatan di Timbo Abu. Selain melayani pengobatan kepada warga terdampak bencana di posko, akan ada tim yang bertugas mobile clinic, menyusuri pelosok-pelosok wilayah gempa yang belum tersentuh bantuan. Hal ini dalam rangka melakukan pengobatan dan case finding. Kasus-kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke Rumah Sakit.  Dukungan dan Bantuan dapat disalurkan melalui : Rekening Kemanusiaan MER-CBSI – BSM, 701.565.8899BCA, 686.0099339Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C : 0811990176Website : www.mer-c.orgFB & Youtube : MER-C IndonesiaTwitter & IG : @mercindonesia

MER-C Kirim Tim Lanjutan ke Wilayah Gempa di Pasaman Sumbar

Minggu malam (28 Feb 2022) sekitar pkl 22.00, MER-C mengirimkan tim medis lanjutan ke wilayah gempa bumi Pasaman, Sumatera Barat. Tim terdiri dari1.    Dr. Muhammad Zuhdi (Ketua Tim)2. Taufik Nursidik (Perawat)3.    Izzati Rozi Zulmi, ST ( Tim  Transportasi & Logistik)4. Abdul Qodir Muftie (Tim Transportasi & Logistik) Tim yang diketuai oleh dr. Muhammad Zuhdi, berangkat dari Jakarta dengan menggunakan armada double cabin yang diharapkan bisa memudahkan pergerakan tim ke wilayah-wilayah pelosok yang belum dan masih membutuhkan bantuan medis. Tim akan bertugas selama 1 minggu ke depan, menggantikan Tim Advance dari Padang dan Medan yang saat ini sedang bertugas di sana. Dukungan dan Bantuan dapat disalurkan melalui : Rekening Kemanusiaan MER-CBSI – BSM, 701.565.8899BCA, 686.0099339Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C : 0811990176Website : www.mer-c.orgFB & Youtube : MER-C IndonesiaTwitter & IG : @mercindonesia

Tim MER-C Tiba di Lokasi Gempa Malampah, Pasaman

Jum’at malam/25 Februari 2022, sekitar pukul 18.00 waktu setempat, Tim advance MER-C yang bergerak dari Batipuh Sumbar pasca bencana gempa bumi 6,2 SR mengguncang Pasaman dan sekitarnya pada Jum’at pagi, akhirnya tiba di lokasi bencana, tepatnya di Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman Timur. “Saat kami tiba tadi malam, belum ada bantuan yang masuk ke daerah Malampah. Nakes juga belum ada,” ungkap Wirsal, relawan perawat MER-C yang melakukan assessment awal. “Belum ada posko Induk dan media center, infonya baru hari ini katanya akan dibuat, namun belum ada gambaran di daerah mana akan dibangun. Warga membangun tenda-tenda di depan rumah mereka,” ujarnya. Akibat gempa, di daerah Malampah tepatnya di desa Guguang dilaporkan sebanyak enam warga belum ditemukan. Di desa Melayu sebanyak lima warga meninggal dunia. Empat orang diantaranya sudah dimakamkan, sementara satu orang lagi masih dalam pencarian karena tertimbun reruntuhan bangunan. Gempa susulan berskala lebih kecil masih terus terjadi. Untuk korban luka-luka ditangani di RS sekitar seperti RSUD Jambak Pasbar dan RS Yarsi. Korban yang tidak dapat ditangani dirujuk ke RS yang lebih besar seperti RS M. Djamil di Padang. Diperkirakan masih ada korban-korban di lapangan yang belum mau dan belum bisa dibawa ke RS, namun jumlahnya belum bisa dipastikan. Tim melaporkan sempat terjebak di desa terdampak karena akses menuju lokasi pada Jum’at malam sempat terputus akibat air meluap sampai ke jalan. Namun sekitar Sabtu/26 Februari 2022, pukul 4 pagi dengan bantuan alat berat akhirnya jalan dapat diakses kembali dan Tim MER-C bisa melanjutkan assessment ke desa-desa terdampak lainnya. “Di sini listrik dan jaringan internet padam total, namun untuk jaringan telepon masih ada di titik titik tertentu. Untuk masuk ke desa-desa terdampak selain jalan yang sempit aksesnya juga mendaki,” tambahnya. Sementara, lima relawan tambahan yang berangkat dari Medan masih dalam perjalanan menuju lokasi bencana. Jika diperlukan, selain tim medis umum, MER-C akan menurunkan Tim Bedah untuk membantu penanganan operasi para korban gempa. Dukungan dan bantuan bagi program ini dapat disalurkan melalui : Rekening Kemanusiaan MER-CBSI – BSM, 701.565.8899BCA, 686.0099339Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut :Call Center MER-C : 0811990176Website : www.mer-c.orgFB & Youtube : MER-C IndonesiaTwitter & IG : @mercindonesia

Gempa 6,1 SR Guncang Sumbar, MER-C Kirim Tim Medis

Gempa bumi berkekuatan 6,1 SR mengguncang wilayah Pasaman Barat, Sumatera Barat, Jumat/25 Februari 2022. Gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 8.35 waktu setempat, berdasarkan data sementara telah menyebabkan 7 warga meninggal dunia, puluhan warga luka-luka dan sebanyak 5.000 warga terpaksa mengungsi yang tersebar di 35 titik pengungsian. Gempa susulan dikabarkan telah terjadi sebanyak 40 kali. Pada hari kejadian bencana terjadi, MER-C Indonesia segera menurunkan tim relawan medisnya. Tim advance yang terdiri dari satu perawat dan satu supir yang berada di Batipuh, Sumatera Barat, pada pukul 2 siang langsung bergerak ke lokasi bencana. Jarak tempuh via darat diperkirakan akan memakan waktu sekitar 5 jam. Sementara itu, pada Jum’at malamnya/25 Februari 2022, Tim lanjutan yang terdiri dari dua dokter umum, satu perawat dan dua mahasiswa kedokteran juga berangkat dari Medan, Sumatera Utara menuju ke lokasi bencana di Pasaman. Tim advanve akan bertugas hingga satu minggu ke depan untuk melakukan assessment awal dan pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak bencana. Dukungan dan bantuan bagi program ini dapat disalurkan melalui : Rekening Kemanusiaan MER-CBSI – BSM, 701.565.8899BCA, 686.0099339Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut :Call Center MER-C : 0811990176Website : www.mer-c.orgFB & Youtube : MER-C IndonesiaTwitter & IG : @mercindonesia

Kasus Omicron Meningkat, MER-C Aktifkan Lagi Program Isomantau

Kasus varian baru Covid-19, yaitu Omicron terus meningkat. Meski tidak seganas Delta (varian sebelumnya), namun Covid-19 varian Omicron disebutkan lebih cepat penyebarannya. Mengantisipasi hal ini, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia telah mengaktifkan kembali program Isomantau atau Isolasi Mandiri Terpantau, yaitu program yang memberikan bimbingan dan pemantauan terhadap pasien-pasien terkonfirmasi Covid-19 bergejala ringan dan/atau tanpa gejala selama mereka menjalani isolasi mandiri di rumah. Program ini gratis dan terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia sebagai bentuk peran serta MER-C dalam membantu penanganan Covid-19 di tanah air. Ketua Tim Isomantau MER-C dr. Tasykuru Rizqa, SpPD mengatakan bahwa MER-C sudah mengaktifkan kembali program Isomantau sejak Januari 2022. “Sebenarnya program Isomantau tidak pernah kami tutup, namun seiring kasus Covid menurun, jumlah pasien yang mendaftar pun menurun. Kini ketika kasus Covid varian Omicron meningkat, mulai banyak lagi masyarakat yang menghubungi call center Isomantau MER-C untuk mendaftar dan mengikuti program ini,” ujarnya. Merespon pemberitaan tentang meningkatnya kasus Covid-19, MER-C menghimbau agar masyarakat tetap antisipatif namun juga rasional dalam mencerna informasi. Antisipatif artinya tetap konsisten menjaga budaya rajin cuci tangan dan memakai masker. Rasional artinya melihat informasi berdasarkan fakta, menghindari komentar hiperbola serta tetap mendukung usaha menjaga kesehatan masyarakat. Bagi masyarakat yang terpapar, khususnya yang bergejala ringan dan/atau tanpa gejala agar mengerjakan isolasi mandiri dengan pemantauan Tim Kesehatan yang terlatih. Hal ini dikarenakan pemantauan merupakan variable penting dalam menjaga kondisi individu dan stabilitas pelayanan kesehatan. Rumah sakit perlu kita manfaatkan seefektif mungkin untuk merawat pasien sesuai indikasi rawat, baik itu karena Covid-19 atau kasus lainnya yang non-Covid-19. Untuk itu, MER-C kembali mengaktifkan program Isomantau, sebuah layanan telemedicine yang memberikan pemantauan setiap hari selama pasien menjalani isolasi mandiri di rumah sampai masa isolasi selesai. Pemantauan rutin setiap hari ini yang membedakan Isomantau MER-C dengan program telemedicine lainnya. Dengan pemantauan rutin diharapkan pasien yang kondisinya memberat akan dapat diketahui dan segera diarahkan ke RS untuk mendapatkan penanganan. Masyarakat yang membutuhkan layanan Isomantau dapat menghubungi Call Center Isomantau MER-C di nomor 0822-9922-5050. Salam,MER-C Indonesia

MER-C dan Dinkes DKI Jakarta Lakukan Pertemuan Virtual Bahas Kerjasama Isomantau

Kasus Covid-19 varian Omicron merebak, MER-C kembali berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Pada Selasa/15 Februari 2022, Tim Isomantau MER-C yang diwakili oleh dr. Naenda Stasya, MARS dan dr. Hadiki Habib, SpPD serta beberapa relawan lainnya melakukan pertemuan virtual dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Pertemuan dimaksudkan untuk menginformasikan pengaktifan kembali program Isomantau atau Isolasi Mandiri Terpantau oleh Tim MER-C dan membahas mengenai kerjasama dalam program ini. Kerjasama MER-C dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dalam program penanganan Covid-19 bukan baru pertama kali. Kerjasama sudah berlangsung sejak gelombang pertama Covid-19 pada tahun 2020, pada gelombang ke-2 pada tahun 2021 dan kini ketika terjadi gelombang ke-3 Covid-19 dengan varian Omicron, MER-C dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta kembali menguatkan kerjasama yang ada dan mensinergikan program penanganan Covid-19 khususnya Isomantau di provinsi DKI Jakarta. Dalam waktu dekat, akan dilakukan pertemuan virtual lanjutan dengan seluruh Puskesmas di enam wilayah Provinsi DKI Jakarta untuk mensosialisasikan alur kerjasama Isomantau terbaru dan informasi lainnya yang diperlukan. Isomantau atau Isolasi Mandiri Terpantau adalah sebuah program yang memberikan bimbingan dan pemantauan terhadap pasien-pasien terkonfirmasi Covid-19 bergejala ringan dan/atau tanpa gejala selama mereka menjalani isolasi mandiri di rumah sampai masa isolasi selesai. Program ini gratis dan terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia sebagai bentuk peran serta MER-C dalam membantu penanganan Covid-19 di tanah air.  

Silahkan bertanya?