Semarakkan Ramadhan di Papua, MER-C Salurkan Bantuan Alat Sholat dan Sembako

Haru dan bahagia terpancar dari wajah warga di sejumlah kampung di kabupaten Sorong, Papua Barat Daya usai mereka menerima bantuan program Semarakkan Ramadhan di Papua. Bantuan berupa alat sholat dan sembako disalurkan langsung oleh Tim Klinik MER-C di Sorong. Satu persatu kampung dan rumah warga didatangi oleh Tim MER-C untuk menyalurkan amanah dari para donator bagi warga muslim yang membutuhkan di wilayah Indonesia timur ini. “Alhamdulillah, tahun ini kita masih bisa berbagi kebahagiaan Ramadhan kepada saudara-saudara muslim kita di Papua, khususnya Papua Barat Daya. Terima kasih atas kepercayaan para donator yang telah menyisihkan rezekinya untuk program ini,” ujar dr. Zackya Yahya, SpOk, Koordinator Klinik MER-C wilayah Papua. Zackya memaparkan donasi yang masuk bagi program Semarakkan Ramadhan di Papua total sebesar Rp 83.619.721,- ditambah bantuan dalam bentuk mukena sebanyak 30 set. “Dari donasi yang ada, kami bisa membelikan bantuan bagi warga muslim di sini berupa mukena sebanyak total 330 paket dan sarung untuk anak-anak dewasa sebanyak 300 paket serta sembako sebanyak 100 paket,” terang Zackya. Relawan yang sudah mengawal program Klinik MER-C di Papua selama lebih dari 15 tahun ini menjelaskan bahwa bantuan perlengkapan sholat dibeli di Jakarta dengan pertimbangan harga yang jauh lebih murah serta pilihan dan stok banyak, dibandingkan apabila dibeli di Sorong. Bantuan lalu dikirim ke Sorong melalui ekspedisi kapal laut. Sementara untuk bantuan sembako yang terdiri dari beras super 5 kg, tepung terigu 2 kg, gula pasir 2 kg dan minyak goreng 2 kg semua dibeli dan di-packing oleh Tim MER-C di Sorong. “Alhamdulillah sarung dan mukenah dari donatur MER-C buat Bapak-bapak dan Ibu-ibu serta para remaja dan anak-anak sangat bermanfaat untuk mereka pakai lebaran. Warga terharu dan sangat bersyukur menerima semua bantuan ini,” ungkap Zackya yang sempat ikut turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga muslim di Papua Barat Daya.Bantuan didistribusikan ke beberapa kampung seperti Kampung Maibo Klalin 4, kampung Malawele, kampung Malawili, kampung Klasuluk, kampung Malaus. Untuk bantuan sembako banyak difokuskan ke Kampung Klalin 4 karena yang paling minus kondisi masyarakatnya. Selain itu, bantuan juga disalurkan ke panti yatim putra dan putri muslim Papua, panti putra dan putri Muhammadiyah, serta pondok pesantren Hidayatullah, pondok pesantren Darul Istiqomah dan dhuafa di sekitar Klinik MER-C. Zackya berharap tahun depan tetap ada bantuan donasi untuk paket ramadhan yang lebih banyak agar bisa menambah jumlah bantuan yang kita berikan dan juga bisa menyiapkan baju koko bagi anak-anak dan hijab bagi ibu-ibu.
Sehat untuk Papua, MER-C Adakan Sunatan Massal Gratis untuk Anak-anak di Pelosok Papua Barat Daya

Dalam rangka program Sehat untuk Papua, MER-C kembali mengadakan kegiatan sunatan massal gratis khususnya di Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan berlangsung mulai tanggal 10 – 20 Maret 2023. Koordinator MER-C untuk Papua, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk, mengatakan kampung-kampung yang akan didatangi, yaitu Kalobo, Waisai Kota, Distrik Tiplol Mayalibit, Distrik Waigio Barat Kepulauan, dan Distrik Waigio Selatan adalah wilayah yang pernah dikunjungi oleh Tim MER-C. “Semua wilayah target kegiatan adalah wilayah yang pernah dikunjungi oleh MER-C dulu. Kampung yang jauh yang pernah dikunjungi oleh MER-C saat kegiatan Kapal Kemanusiaan dengan Baznas dan AMCF. Begitu juga dengan Waisai dan sekitarnya di Raja Ampat, sekitar 6 tahun lalu, kita pernah punya program rutin selama 3 tahun di situ bekerjasama dengan CI (Conservation Internasional) dan Kalabia. Tim MER-C secara rutin setiap bulan ke sana, sekitar 10 hari Tim di sana untuk memberikan pelayanan Kesehatan bagi warga yang sakit,” papar Zackya. “Namun mengingat jarak yang jauh dan biaya transportasi yang besar sekali, wilayah ini tidak dikunjungi lagi. Namun harus tetap dilanjutkan karena akses kesehatan yang terbatas dan warga juga antusias dengan kedatangan Tim MER-C,” lanjutnya. Zackya bersyukur di tahun ini, MER-C dapat kembali mengunjungi kampung-kampung di pelosok Raja Ampat dan mengadakan sunatan massal gratis bagi anak-anak di sana. “Kami bersyukur bisa datang lagi ke kampung-kampung pelosok di Papua Barat Daya. Kegiatan dapat terselenggara atas donasi dari Yayasan Ahda Bahira Muslim Indonesia (YABMI) dan dukungan berupa alat sunat dari Klinik Sunat 123 Jakarta. Pemda Papua Barat Daya dan aparat setempat juga menyambut sangat baik adanya kegiatan ini,” tambahnya .Dengan donasi yang ada, target yang disunat adalah sebanyak 300 anak. “Ini target maksimal yang bisa kita kerjakan, mengingat harus mempertimbangkan juga berat barang bawaan karena perjalanan ke kampung-kampung tersebut akan menggunakan perahu atau kapal-kapal kecil,” jelas Zackya. Untuk menyelesaikan jumlah target anak dan waktu yang tersisa menjelang Ramadhan, selain memberangkatkan 5 relawan medis dari Jakarta pada hari Rabu/8 Maret 2023, MER-C juga menurunkan 2 relawan medis dari Klinik MER-C di Sorong. Sementara itu, Tim dari BWA (Badan Wakaf Al-Qur’an) juga turut serta dalam kegiatan ini. Harapannya, kunjungan pelayanan Kesehatan ke wilayah-wilayah pelosok di Raja Ampat akan berlanjut melalui program Kapal Dakwah Dokter Care (KDDC) dr. Joserizal Jurnalis kerjasama MER-C dan BWA. Semua wilayah ini akan menjadi daerah rutin program KDDC dr. Joserizal Jurnalis yang diharapkan dapat dimulai pada 1 Juli 2023 ini hingga 1 tahun ke depan.
Puluhan Anak-anak Fak Fak Papua Barat Antusias Ikuti Khitanan Massal MER-C dan AMCF

Sekitar 55 anak di Fak Fak nampak antusias mengikuti khitanan massal yang digelar MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) bekerjasama dengan AMCF (Asian Muslim Charity Foundation). Kegiatan diadakan di kampung Werpigan, Distrik Fak Fak Barat, Kabupaten Fak Fak, Papua Barat, Jum’at/27 Januari 2023. Peserta khitan berasal dari empat Kampung di Distrik Fak Fak Barat, yaitu Kampung Werpigan, Kampung Purwasak, Kampung Kit, dan Kampung Werboeam. Selain anak-anak, terdapat juga satu orang dewasa yang baru saja mengucapkan dua kalimat syahadat turut dikhitan. Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama dua hari sejak hari Kamis/26 Januari 2023 yang diawali dengan doa bersama di masjid setempat, yaitu Masjid Nurul Islam. Arak-arakan warga yang meriah terlihat ketika mengantarkan anak-anak yang akan dikhitan massal dari kediamannya menuju masjid. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Berzanji dan doa. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Perwakilan dari Bupati Fak Fak, Kepala Distrik dan aparat kampung Werpigan. Koordinator MER-C untuk Wilayah Papua, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk menjabarkan alasan wilayah ini dipilih sebagai lokasi kegiatan salah satunya karena akses kesehatan yang masih kurang. “Kebetulan daerah yang kita kunjungi kemarin adalah salah satu wilayah binaan dakwah AMCF, karena di sana memang pembangunan masih sangat kurang terutama untuk ekonomi, pendidikan dan juga akses Kesehatan yang jauh dari kota. Hal ini membuat MER-C memandang perlu untuk ikut ke sana melakukan kegiatan medis, terutama kegiatan sunatan,” terang Zackya. Kegiatan khitanan massal dipimpin oleh dr. Hajri Yansyah selaku Penanggung Jawab di Klinik Amanah MER-C Sorong, dibantu sejumlah perawat dan asisten. Selain itu, sebagai bentuk andil tenaga kesehatan setempat, satu orang dokter Nusantara Sehat dan empat orang perawat Puskesmas, serta dua orang dukun local terlatih yang sebelumnya sudah diberi pengarahan dari dr. Hajri juga turut diturunkan untuk membantu lancarnya kegiatan. Meski di tengah pelaksanaan turun hujan yang cukup deras, kegiatan tetap berlangsung dengan khidmat dan lancar. Kegiatan pelayanan Kesehatan MER-C di Papua Barat telah berlangsung sejak tahun 2008. Seiring wilayah Papua yang masih sangat membutuhkan perhatian di berbagai bidang, untuk itu MER-C masih terus menjalankan kegiatannya melalui program mobile clinic ke kampung-kampung binaan, posyandu, posbindu dan edukasi Kesehatan. Dukungan dan Donasi bagi Program “Sehat untuk Papua” dapat disalurkan melalui: BSI (Bank Syariah Indonesia), 8111.929.620 BCA, 686.066.6608 An. Medical Emergency Rescue Committee #sehatuntukpapua#behealthyforpapua#welovepapua#mercpedulipapua#mercpedulianakpapua#mercindonesia Info lebih lanjut : Call Center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG dan Twitter : @mercindonesia
Program Praktisi Mengajar, Kontribusi MER-C dan FK Malikussaleh Dalam Bidang Kedokteran Bencana

Jakarta, MER-C – Selama bulan September – Oktober 2022, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, di Lhokseumawe, Aceh, menggandeng MER-C untuk mengisi modul Kedokteran Bencana yang menjadi bagian kurikulum pendidikan dokter. Kegiatan ini merupakan bagian dari program praktisi mengajar yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Topik yang diampu oleh Tim MER-C adalah “Ethic and Legal Issue in Disaster”, “Physical, Mental, and Physcho Social Impact of Disaster”, “Stakeholder of National, Regional and International Disaster”, “Hospital Disaster Plan” dan “Rapid Health Assessment”. Menurut dr. Hadiki Habib, SpPD, SpEm, relawan MER-C yang terlibat sebagai praktisi pengajar, diskusi terkait Kedokteran Bencana dilaksanakan secara daring dari Jakarta kepada mahasiswa kedokteran Universitas Malikussaleh di Lhokseumawe, Aceh. Fokus diskusi adalah pemaparan pengalaman praktis Tim MER-C dalam kebencanaan serta teori-teori pendukung. Terdapat dua kelas yang mengikuti modul dan masing-masing kelas melaksanakan lima pertemuan. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperkenalkan bidang Kekedokteran bencana sejak dini kepada mahasiswa kedokteran, sehingga dapat dibangun minat, mendapatkan wawasan dan gambaran aktivitas profesional yang peluang kerjanya sangat terbuka luas, baik dalam kegiatan mitigasi, kesiapsiagaan, respon bencana, dan rehabilitasi pasca bencana.
MER-C Beri Pelatihan Pertolongan Pertama kepada Masyarakat Cilincing

Relawan MER-C bekerjasama dengan Life Project 4 Youth (LP4Y) melakukan kegiatan latihan pertolongan pertama dalam kondisi sehari-hari untuk awam. Latihan yang bertajuk “Pijat Jantung Saja dan Pertolongan Pertama Kegawatan Medis di Rumah Tangga” dilaksanakan di Kampung Sawah, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat/14 Oktober 2022. Masyarakat binaan yang terdiri dari ibu rumah tangga dan perempuan remaja usia produktif tampak antusias membahas situasi kesehatan yang relevan terjadi sehari-hari.Diskusi berkembang karena banyak pertolongan pertama yang dilakukan berdasarkan mitos atau wawasan lokal yang diketahui masyarakat, ternyata banyak yang keliru, bahkan ada yang membahayakan. Dr. Choga Ilham Arlando, Koordinator MER-C untuk kegiatan ini menyampaikan, peserta dilatih pertolongan pertama tersedak, luka robek, luka bakar, patah tulang ekstremitas, dan henti jantung paru. Dan tidak kalah penting masyarakat harus mengetahui kapan ke fasilitas kesehatan dan bagaimana mengakses sistem gawat darurat terpadu di Jakarta. Ketua PKK yang juga ikut sebagai peserta, Ibuu Zulika, menyampaikan terima kasih dan mengusulkan kegiatan berkelanjutan dengan topik ini di lingkungannya. Ketua Divisi Regenerasi MER-C, dr. Meaty menyampaikan sebanyak 10 relawan dari berbagai profesi ikut terlibat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program mitigasi bencana di daerah urban, dilaksanakan cuma-cuma oleh relawan MER-C sebagai bagian dari jihad profesi.
Bupati KLU Resmikan Masjid Silaturahim di Wilayah Pasca Gempa

Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu SH, meresmikan bantuan masjid yang berada di SMPN 3 Kayangan, desa Gumantar, kec. Kayangan, Rabu/12 Oktober 2022. Masjid yang diberi nama Masjid Silaturahim dibangun atas donasi dari masyarakat Indonesia bagi korban gempa bumi Lombok yang diterima oleh MER-C (Medical Emergency Rescue Committee). Berbagai bantuan medis berupa pengiriman tim secara bergelombang, obat-obatan, bantuan logistik sudah disalurkan oleh MER-C saat awal bencana. Sisa donasi yang ada kini ditunaikan oleh MER-C dalam bentuk pembangunan sarana umum yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga terdampak gempa di KLU, NTB. Bupati KLU menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan dan mengajak guru dan siswa mewujudkan rasa syukur dengan memakmurkan masjid ini agar amal jariyah para donatur bisa mengalir. “Terima kasih kepada saudara-saudara saya dari MER-C yang telah membangun masjid yang cukup indah ini, tinggal kita bersyukur terutama masyarakat sekitar dan warga sekolah di sini dengan memanfaatkan maksimal. Pertama, kita pelihara keramaiannya dengan beribadah supaya amaliah para donatur dan saudara-saudara MER-C bisa terus mengalir. Kedua, pelihara kebersihannya sebagai rumah ibadah,” ujar H. Djohan Sjamsu SH dalam sambutannya. Kepala Sekolah SMPN 3 Kayangan, Ahmad Maulidi, juga mengucapkan terima kasih dan rasa syukur atas bantuan ini karena sudah lama menanti tempat yang bisa digunakan untuk keperluan ibadah anak-anak didik dan para guru. Sementara itu, MER-C yang diwakili oleh dr. AD Irma Ramdhani selaku Ketua MER-C Cabang Mataram menyampaikan bahwa pembangunan masjid ini dalam rangka menunaikan amanah donasi dari masyarakat Indonesia. Ia juga menyampaikan pesan Presidium MER-C agar masjid yang diberi nama masjid Silaturahim dapat menjadi perekat persatuan umat. “Masjid ini diberi nama Silaturahim agar menjadi perekat persaturan umat. Umat jangan ada pengkotakan yang membuat rapuh persatuan. Kami berharap masjid senantiasa dimakmurkan dengan berbagai aktifitas ibadah baik oleh warga sekolah maupun warga sekitar,” ujar dr. AD. Irma. Masjid Silaturahim dibangun sejak 3 bulan lalu, tepatnya mulai tanggal 1 Juli 2022, sehari setelah acara peletakan batu pertama. Pembangunan dilakukan oleh relawan dari Divisi Konstruksi yang sudah berpengalaman membangun Rumah Sakit Indonesia di wilayah perang dan konflik dunia. Berdiri di atas lahan seluas 200 meter persegi, bangunan masjid memiliki luas 135 meter persegi dengan daya tampung mencapai 160 orang. Kubah masjid didatangkan dari Tulung Agung (Jawa Timur), pusat pembuat kubah yang biasa menerima pesanan dari seluruh Indonesia. Material kubah terbuat dari galvalum yang kedap air dan anti petir. Sementara ubin ruang utama masjid menggunakan granit ukuran 60 x 60 cm. Masjid juga sudah dilengkapi oleh pengeras suara atas dan bawah, lalu toilet dan tempat wudhu yang tersedia untuk laki-laki dan perempuan serta groundtank air dan toren air kapasitas 1.000 liter. Air khususnya air bersih untuk wudhu dan keperluan sehari-hari memang menjadi kendala utama yang dihadapi sekolah dan warga desa selama ini. Warga biasanya mengandalkan air tampungan dari saluran irigasi yang kurang bersih dan jadwalnya tidak teratur. Jika ingin air bersih, maka harus membeli atau berbayar. “Mengebor hingga kedalaman 100 meter pun belum tentu dapat air,” ujar Nur Ikhwan, Site Manager pembanguan masjid Silaturahim. “Alhamdulillah di akhir-akhir masa pembangunan, Allah berikan jalan. Kami mendapat akses air dari pegunungan. Setelah mendapat izin dari pengelola air, kami membeli dan nyambung pipa hingga ke groundtank sekolah dan masjid. Alhamdulillah air bersih sekarang sudah ada untuk dimanfaatkan warga sekolah dan warga desa,” lanjutnya.Selain Bupati, peresmian masjid turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan KLU, Camat Kayangan, Kapolsek Kayangan, Kepala Desa Gumantar, Toga Toma sekitar, Kepala Sekolah dan jajaran guru SMPN 3 Kayangan, Pengurus MER-C Cabang Mataram dan relawan Divisi Konstruksi MER-C.
Kisah Pembangunan Masjid di Lombok:Sulitnya Mencari Sumber Air

Ir. Nur Ikhwan Abadi dan Tim tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bahagia melihat air bersih mengalir mengisi ground tank yang berada di halaman sekolah dimana masjid yang sedang dibangun oleh Divisi Konstruksi MER-C tengah dibangun. “Kami sangat terharu, sampai meneteskan air mata saking senangnya ada air. Pihak sekolah juga bersyukur, setelah sekian lama permasalahan air akhirnya bisa teratasi. Baru kali ini air bening, air bersih bisa masuk ke dalam sekolah,” ucap Nur Ikhwan, Site Manager Pembangunan Masjid di Lombok. Air memang menjadi satu kendala di lokasi pembangunan masjid -bantuan dari masyarakat Indonesia melalui MER-C-, yang terletak di SMP 3 Kayangan, desa Gumantar, kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), NTB. Sejak dulu, baik sekolah SMP 3 Kayangan beserta masyarakat warga desa, kendala kesehariannya adalah air yang sangat sulit. Kebanyakan warga desa mengandalkan beberapa sumber air yang berasal dari saluran irigasi, namun airnya sangat terbatas, tidak layak konsumsi dan jadwalnya tidak teratur. “Sumber air pertama berjarak 2,5 km dari lokasi masjid. Air ini yang sebelumnya dimanfaatkan tim dan warga sekitar untuk keperluan pekerjaan pembangunan dan keperluan sehari-hari. Karena air irigasi, selain untuk tanaman, persawahan dsb, juga dimanfaatkan warga untuk minum ternak, mencuci, dsb,” ujar Nur Ikhwan. “Di awal kami agak kesulitan beradaptasi dengan air ini, hampir semua mengalami gatal-gatal di kulit karena memang sumbernya dari irigasi. Kendala lainnya adalah jadwal pengalirannya yang kurang diperhatikan, kadang rebutan hingga ada kejadian pengrusakan pipa-pipa sehingga hampir beberapa waktu air tidak bisa masuk ke desa ini,” tambahnya. Sumber air ke-2 menurut Nur Ikhwan, berasal dari arah barat. Namun, lagi-lagi kendalanya adalah pengaturan atau jadwalnya pengalirannya yang kurang diperhatikan oleh pengurus. Kemudian timbul ide dari Tim untuk melakukan pengeboran guna mencari sumber air bersih bagi keperluan masjid, sekolah dan warga sekitar. Dari informasi yang didapat, ada 2 perusahaan yang biasa melakukan pengeboran di daerah Gumantar, asalnya dari Mataram. “Baik perusahaan bor pertama maupun kedua mengatakan bahwa daerah Gumantar adalah daerah yang sulit untuk mencari air. Kedalaman bor harus minimal 100 m ke bawah, baru kemungkinan ada air, itupun terkadang tidak ada.,” papar relawan yang pernah bertugas di Jalur Gaza – Palestina tersebut. “Harga yang ditawarkan pun cukup fantastis, mencapai hampir 200 juta rupiah Mereka akan mengebor hingga kedalaman 110 m, namun tidak menjamin sepenuhnya akan ada air, kalaupun ada air, debitnya sangat sedikit. Sehingga kalau dipaksakan, jika tidak ada, maka akan sia-sia,” jelasnya. Tidak putus asa, relawan asal Lampung ini bersama Tim terus mencari alternatif sumber air lainnya. Ada sumber air dari PAM, namun pihak sekolah agak keberatan karena biaya operasional sekolah yang minim, sehingga pihak sekolah khawatir akan sulit nanti ke depannya untuk membayar biaya air PAM. Alterhatif ini pun tidak dipilih. Akhirnya Tim mendapat informasi bahwa ada satu pipa lagi yang diurus secara lebih baik, yaitu sambungan pipa dari gunung. Jadi airnya benar-benar dari sumber mata air di gunung. Awalnya, Tim ingin memasang dan mempunyai pipa air sendiri dari gunung. Tapi setelah dihitung-hitung jaraknya lumayan jauh, yaitu 4 – 5 km dari gunung, bisa habis ratusan juta juga. Akhirnya setelah meminta arahan dan berdiskusi dengan MER-C Pusat Jakarta, diputuskan untuk menyambung dari pipa terdekat milik warga yang sudah ada. Jaraknya kurang lebih 200 m dari ground tank sekolah/masjid. “Bersama pihak sekolah, Tim MER-C lebih dahulu menuemui pengurus sumber air gunung, baik pengurus bagian hulu, tengah dan hilir. Kami duduk bersama dan meminta untuk bisa menyambungkan pipa. Alhamdulillah pengurus menyetujui. Kami pun meminta semacam jaminan dari pengurus agar air ini bisa masuk ke dalam sekolah sehingga bisa dimanfaatkan baik untuk sekolah, masjid dan warga sekitar. Akhirnya dibuat surat pernyataan yang ditanda tangani bersama antara pihak pengurus, pihak sekolah, dan kami dari MER-C,” ungkap Nur Ikhwan yang pernah memimpin pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State/Rohingya, Myanmar. Setelah adanya izin, Tim membeli pipa-pipa. Kemudian bersama warga sekitar dan anak-anak sekolah, Tim bergotong royong memasang dan menyambung pipa. Sementara itu, ground tank sekolah yang tadinya pecah, lumayan hancur dan lumpurnya tebal karena lama tidak digunakan, juga bersama-sama dibersihkan dan diperbaiki dengan menambahkan adukan beton, kawat, diaci dan diberikan waterproof agar tidak bocor. “Sudah beberapa hari ini kita coba isi ground tank. Alhamdulillah, air mengalir lancar dan deras, sehingga untuk memenuhi groud tank dengan panjang 6 m, lebar 3,7 m, dan kedalaman 1,8 m, dalam 2- 3 jam sudah bisa terisi penuh,” ucap Nur Ikhwan penuh rasa syukur. “Intinya kita yang banyak air harus benar-benar bersyukur, daerah lainnya di Indonesia mungkin hanya menggali 8 – 10 m sudah mendapat air. Kalau di sini, Subhanallah, air sebagai sumber kehidupan sangat sulit didapat. Kami sempat membeli air di awal-awal pembangunan, menampung air irigasi bahkan air hujan dengan membuat kolam penampungan dari terpal. Air sekecil apapun tetap kami tampung karena sangat berharga,” kenang Nur Ikhwan. “Mari bersama-sama kita bersyukur kepada Allah atas nikmat air yang luar biasa, karena tanpa air kita tidak bisa hidup. Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sumbangan dan bantuan dari semua pihak sehingga air yang dibutuhkan untuk sekolah, masjid dan warga sekitar bisa terlaksana. Mudah-mudahan menjadi amal jariyah yang akan mendapat ganjaran besar dari Allah karena sudah menyediakan air bagi kebutuhan masyarakat dan umat manusia,” pungkasnya. Sementara itu, proses pembangunan masjid di Lombok sudah mencapai 90% lebih, ditargetkan minggu pertama Oktober bisa selesai, minggu berikutnya masjid bisa resmikan dan diserah terimakan untuk dimanfaatkan bagi warga sekolah dan masyarakat setempat.
Gempa Tapanuli Utara MER-C Kirimkan Tim Assessment

Sehubungan dengan bencana alam Gempa Bumi yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara pada Tanggal 01 Oktober 2022, MER-C kirimkan relawan guna assessment pada tanggal 02 – 04 Oktober 2022, tim yang dikirimkan yaitu dr. Miftahul Masruri (Koordinator), Ns. Kipa Jundapri, M.Kep, Bima Anggara, S.Kep dan Budi. Selain assessment tim juga menyiapkan perlengkapan medis yang nantinya dapat digunakan untuk layanan kesehatan dasar. Do’akan kami bantu kami, mari kita ringankan bebang saudara kita yang tertimpa musibah. Info : MER-C Cabang Medan Jl. Setia Budi Kompleks Ruko Milala Mas No. B22, Kel. Tanjung Rejo, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan. Telp : 0811 648 1408 FB : Relawan MER-C Medan IG : MER-C MEDAN Email : mercmedancenter@gmail.com Rekening Kemanusiaan : Bank Mandiri Syariah (BSM), 7074585099 Atas nama : MER-C Cabang Medan
Seminar Hybrid & Workshop mass Casualities Management in Conflict Area

SEMINAR HYBRID & WORKSHOP“MASS CASUALITIES MANAGEMENT IN CONFLICT AREA“ SUNDAY, OCTOBER 2nd 2022AUDITORIUM RS ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIHCOLLABORATION MER-C – RS ISLAM CEMPAKA PUTIH – ILUNI FKUI – PPNI BACKGROUND The world often experiences conflicts and wars that will cause many victims who require medical treatment. In some parts of the world, such as Palestine, Afghanistan and even Indonesia, they are often faced with the management of conflict victims due to war. Therefore, it is necessary to learn from each other and share experiences in terms of mass casualty management. At this time we are holding a collaborative seminar between Indonesia, Afghanistan and Palestine. PURPOSE To increase , capacity building of experience in mass casualties management at conflict area ACTIVITY We invite distinguished expert from Afghanistan, Palestine (gaza) and local speakers to share their experiences in mass casualties management at conflict area ; Emal Wardak, MD, MBBS, M.S (Orthopaedic Surgery) , Assistant ProfessorHead of Orthopaedic & Trauma Departement Wazir Mohammad Akbar Khan Hospital, Kabul AfghanistanStaf of Orthopaedic Training Programme in Kabul Afghanistan Yogi Prabowo, dr, SpOT(K), SpEm , Associate ProfessorHead of Emergency Departement Ciptomangunkusumo National Hospital, Jakarta IndonesiaPresidium of Medical Emergency Rescue Committee Indonesia Indragiri, dr, SpAnMedical Emergency Rescue Committee IndonesiaAnesthesia specialist & Intensive care Pondok Kopi Islamic Hospital, Jakarta Jajang Rahmat, Skep, Ners, SpKep.Kom, MKepChief of PPNI (Indonesian Nurse Organization)Emergency Departement RS Indonesia in Gaza Palestine Hadiki Habib,dr, SpPD, SpEmMedical Emergency Rescue CommitteeEmergency Departement Ciptomangunkusumo National Hospital, Jakarta Indonesia This seminar was held in a hybrid manner on Sunday, October 2, 2022, at the Meeting Room of the Islamic Hospital Cempaka Putih, Central Jakarta Indonesia The seminar will also be streamed via YouTube to Afghanistan and Palestine The seminar will be delivered in English MATRIX OF ACTIVITY NO TIME TOPIC SPEAKERS 1 07.30 – 08.30 registration 2 08.30 – 08.40 Opening MC 3 08.40 – 08.45 Organizing Committee Report Zecky Eko Triwahyudi, dr, SpOT, MARS 4 08.45 – 08.50 Welcome Speech Chief of MER-C Presidium Sarbini A Murad, dr 5 08.50 – 08.55 Welcome Speech CEO of RS Islam Jakarta Cempaka Putih Pradono Handojo, dr, MARS, MM 6 09.00-09.05 Welcome Speech Chief of ILUNI FKUI Wawan Mulyawan, Kolonel (Kes), DR, dr, SpBS, SpKP, FINNS, FINPS, AAK 7 09.05 – 09.10 Welcome Speech Chief of PPNI DKI Jakarta Jajang Rahmat, Skep, Ners, SpKep.Kom, MKep Moderator Session 1 Guntur Utama Putera, dr, SpOT 8 09.10 – 09.25 Mass Casualties Management Overview Yogi Prabowo, dr, SpOT(K), SpEm 9 09.25 – 09.55 Mass Casualites Management : Afghanistan Experience Emal Wardak, MD, MBBS, M.S, Asst Prof 10 09.55 – 10.25 Mass Casualties in Rural Area, Mollucas Conflict 1999 Management Indragiri,dr, SpAn 11 10.25 – 10.35 Discussion moderator Moderator Session 2 Arief Rahman, dr, SpRad 12 11.05 – 11.35 Role of Nurse in Mass Casualties Management Jajang Rahmat, Skep, Ners, SpKep.Kom, MKep 13 11.35 – 12.05 Role of Indonesian Hospital Gaza Palestine in Mass Casualties Management Head of Indonesian Hospital in Gaza Palestine 14 12.05 – 12.15 Discussion moderator Praying & Coffe Break 15 13.00 – 15.00 Workshop Triage in Mass Casualties Hadiki Habib, dr, SpPD, SpEm 16 15.00 Closing Organizing Committee ORGANIZING COMMITTEE This seminar was organized by a collaboration between MER-C, Cempaka Putih Islamic Hospital, ILUNI FKUI and PPNI.
Warga Antusias Datangi Posko MER-C di Mentawai
Setelah menempuh dua kali perjalanan laut selama 7,5 jam dari Muara Padang, Tim Medis MER-C yang terdiri dari empat orang relawan akhirnya sekitar pkl 15.30 tiba di wilayah pasca gempa Simalegi, Kec. Siberut Barat, Kab. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa/20 September 2022. Kedatangan Tim disambut hangat oleh Camat dan warga setempat. Bahkan mengetahui kehadiran Tim Medis, warga antusias mendatangi posko MER-C untuk berobat. “Kami disambut sangat baik oleh Bapak Camat dan diarahkan untuk menginap di salah satu rumah warga,” ujar Khoirul Mustafa, Ketua Tim MER-C untuk Misi Kemanusiaan Gempa Bumi Mentawai. “Kira-kira setengah jam kami istirahat, warga mulai berdatangan ke posko kami untuk berobat. Mereka antusias untuk mendapatkan pengobatan. Hingga pkl 18.30, kami memberikan pelayanan kesehatan bagi 36 warga,” tambah relawan yang sudah berpengalaman melakukan misi kemanusiaan di Mentawai saat gempa beberapa tahun lalu. Malamnya, Tim langsung memenuhi undangan pertemuan dengan pejabat setempat yang dihadiri oleh Camat, Sekretaris Camat, Kepala Puskesmas, Danramil, Babinkamtibmas dan beberapa staf kecamatan serta perwakilan LSM. Agenda pertemuan malam itu selain untuk menyambut kedatangan tim sekaligus membicarakan rencana kegiatan Tim Medis MER-C di Mentawai. Dari hasil pertemuan didapatkan informasi bahwa wilayah gempa terparah adalah Simalegi dan Simatalu, kecamatan Siberut Barat, Kab. Kepulauan Mentawai. Tidak ada korban jiwa di wilayah ini. Namun jumlah KK yang terdampak bencana sebanyak 553 KK atau sekitar 6.232 jiwa yang tersebar di 10 dusun. “Warga setiap hari masih mengungsi karena takut terjadi gempa susulan,” ungkap Mustafa. Relawan asal Lampung ini menyebutkan bahwa kebutuhan yang mendesak adalah pendampingan psyco social, MCK di tempat pengungsian, shelter dan pelayanan kesehatan. Untuk itu, dalam beberapa hari ke depan, Tim MER-C akan melakukan pelayanan kesehatan di Desa Simatalu. “Atas arahan pejabat setempat, kami mobile ke Dusun Bojo dan Saikoat yang berada di desa Simatalu. Kami akan terus menyisiri wilayah-wilayah terdampak gempa terparah dengan sistem mobile clinic, sesuai prinsip kerja MER-C,” imbuhnya. Tim MER-C yang terdiri dari satu dokter, satu perawat dan dua relawan non medis, bertolak ke Padang Sumbar pada hari Senin/19 September 2022. Senin pagi/20 September 2022, tim melanjutkan perjalanan melalui jalur laut dari Muara Padang menuju Sikabaluan dengan jarak tempuh selama 4,5 jam. Dari Sikabaluan, tim masih harus melanjutkan perjalanan dengan long boat selama 3 jam untuk mencapai Simalegi. Tim dijadwalkan akan bertugas selama 2 minggu untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak bencana gempa dan melakukan assessment kebutuhan warga korban gempa. Bantuan dan Donasi bagi Misi Kemanusiaan MER-C bagi Korban Gempa Bumi di Mentawai, Sumbar dapat disalurkan melalui: Bank Syariah Indonesia (BSI), 303.2000.922 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut: Call Center MER-C 0811990176