MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Ketua Presidium MER-C Hadiri FGD UGM, Bahas Peran Indonesia dalam Isu Palestina

Jakarta – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, DR. dr. Hadiki Habib, SpPD., SpEm, ikut berpartisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Institute of International Studies, Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Gadjah Mada (UGM), di Jakarta, Senin (6/10). FGD ini merupakan rangkaian dari kegiatan penelitian berjudul “Diplomasi Indonesia dalam Merespons Krisis Kemanusiaan di Palestina” yang dipimpin oleh Dr. Ririn Tri Nurhayati, dengan peneliti Muhadi Sugiono, MA.  Dalam kesempatan itu, dr. Hadiki memperkenalkan serta menjelaskan kiprah MER-C dalam berbagai misi kemanusiaan, khususnya di Palestina. Ia menekankan pentingnya dukungan Indonesia dalam merespons krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza. Penelitian tersebut berupaya menelaah sejauh mana diplomasi kemanusiaan Indonesia berkontribusi dalam penyelesaian krisis kemanusiaan di Palestina, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan untuk merumuskan strategi diplomasi yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa depan. Selain MER-C dan tim peneliti UGM, hadir pula berbagai lembaga dan organisasi, di antaranya Muhammadiyah (LAZISMU), NU CARE-LAZISNU, BRIN, BAZNAS, Kementerian Luar Negeri, Hubungan Internasional Universitas Indonesia, serta perwakilan The Boycott, Divestment, Sanctions (BDS). Kehadiran berbagai pihak ini diharapkan dapat memperkaya diskusi dan menghasilkan gagasan konkret untuk memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi kemanusiaan, khususnya mendukung perjuangan rakyat Palestina. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DPi1L6BE70y/?igsh=MTB3MjEzZ2czYzc2dg==  https://www.facebook.com/share/p/1BEbm5ACKi/?mibextid=wwXIfr  https://x.com/merc_indonesia/status/1975865495594397901?s=46  https://vt.tiktok.com/ZSU2KMhev/  http://youtube.com/post/UgkxJnd-uGIwuEbCNg3fLb_u9m52ptlq9glx?si=J81iR8y-QNnBSfQo  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Ucapan Selamat Dubes Palestina Dr. Zuhair Al Shun untuk Milad ke-26 MER-C Indonesia

Jakarta, Duta Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia, Dr. Zuhair Al Shun, dengan rasa hormat dan kasih sayang tulus, menyampaikan ucapan selamat yang terhangat atas peringatan 26 tahun Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) Indonesia.  Selama lebih dari dua dekade, MER-C telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dan menyalurkan bantuan kemanusiaan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai belahan dunia, termasuk tanah suci kita tercinta, Palestina. Kami, rakyat Palestina, tidak akan pernah melupakan keberanian, pengorbanan, dan solidaritas yang ditunjukkan oleh para relawan MER-C, terutama dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Rumah sakit ini merupakan simbol nyata persaudaraan dan cinta antara rakyat Indonesia dan Palestina. Semoga MER-C terus berjaya, tetap kuat, dan selalu menjadi mercusuar harapan bagi mereka yang membutuhkan. Terima kasih atas semua yang telah dan akan terus Anda lakukan. Selamat ulang tahun ke-26 MER-C Indonesia. -Dr. Zuhair Al ShunDuta Besar Palestina untuk Republik Indonesia   Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DN5Yn1TE_jD/ 

Pesan Tokoh untuk Milad ke-26 MER-C: Meneguhkan Semangat Kemanusiaan

Memasuki usia 26 tahun, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia kembali mendapat doa, harapan, dan dukungan dari berbagai tokoh bangsa. Semangat kemanusiaan yang telah menjadi jati diri MER-C terus digaungkan agar senantiasa memberi manfaat, baik di dalam negeri maupun di berbagai belahan dunia. Menteri Kesehatan RI periode 2004-2009, Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) menyampaikan apresiasi mendalam atas kiprah MER-C. Ia berharap agar semangat pengabdian kemanusiaan yang telah ditunjukkan selama ini tidak pernah surut. “MER-C diharapkan untuk tetap istiqomah dalam segala kegiatan kemanusiaan sebagaimana yang telah dilakukan selama ini baik di Indonesia maupun di luar negeri,” pesannya. Doa dan Harapan dari Pemimpin Redaksi Republika Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-26 untuk MER-C. Dalam pesannya, ia menegaskan pentingnya semangat kemanusiaan yang senantiasa menyala di tubuh MER-C. “Selamat Milad ke-26 MER-C. Semoga semangat kemanusiaan ini menginspirasi dan menguatkan bangsa,” ungkapnya. Pesan Penasihat MER-C, Ahmad Michdan Sebagai salah satu penasihat MER-C, Ahmad Michdan berpesan agar para relawan tetap menjaga spirit perjuangan meski menghadapi berbagai tantangan di usia yang semakin matang. “Usia 26 tahun adalah usia yang penuh cobaan. Mudah-mudahan anggota MER-C akan terus melakukan kegiatannya, darma baktinya, ibadahnya, serta melanjutkan cita-cita MER-C,” ucapnya. https://www.instagram.com/p/DNhbic8z28b/  Rois DSKS, Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir:  Seiring Bertambahnya Usia MER-C, maka semoga semakin bertambah pula kebermanfaatannya untuk Ummat https://www.instagram.com/p/DNW63B0zFqY/  Pesan Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, untuk Milad MER-C ke-26 “Mudah-mudahan MER-C istiqomah di jalan kemanusiaan, semua upayanya menjadi amal baik dan diridhoi Allah Swt.” https://www.instagram.com/p/DNXM5EVTbvf/  Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina dr. Munir Al-Bursh dan dr Yousif Salaf Alfarra selaku Direktur Klinik Al Aqsa B, menyampaikan doa dan harapan untuk Milad MER-C ke-26 “MER-C Indonesia, lembaga hebat yang  menginisiasi berdirinya RS Indonesia di Gaza, Kami mendoakan semoga sukses, dan Kami berharap semoga MER-C melanjutkan perjuangan dan kontribusnya untuk Palestina. Rakyat Palestina mengucapkan selamat untuk MER-C pada hari peringatan Milad ke-26” https://www.instagram.com/p/DNe9oewzJl8/ 

MER-C Hadiri Perayaan Idul Adha 1446 H di Lhokseumawe, Perkuat Misi Kemanusiaan dan Persaudaraan Umat

Lhokseumawe — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) turut hadir dalam kegiatan kemanusiaan perayaan Idul Adha 1446 H yang diselenggarakan oleh Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) di Dayah Zurriyatul Qur’ani Al Ma’arif (ZQA), Buket Rata, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Aceh. Kehadiran MER-C dalam acara ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam misi kemanusiaan.  Dalam kesempatan tersebut, Koordinator MER-C wilayah Aceh, Ira Hadiati, menegaskan pentingnya momen Idul Adha sebagai sarana mempererat solidaritas dan persaudaraan antarumat Islam, termasuk kepedulian terhadap para pengungsi seperti etnis Rohingya yang kini menetap sementara di Aceh. Kegiatan yang digelar oleh YKMI bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan asal Prancis, Secours Islamique France (SIF), ini menyalurkan ratusan paket daging qurban kepada masyarakat miskin dan prasejahtera di beberapa gampong di Kota Lhokseumawe, termasuk Gampong Alue Awe, Ulee Blang Manee, Meunasah Manyang, dan Mesjid Peunteut, serta kepada guru-guru Dayah Zurriyatul Qur’ani. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH., yang turut hadir, menyampaikan apresiasi kepada YKMI, SIF, dan seluruh pihak pendukung atas kontribusi nyata kepada masyarakat. Ia juga menyerahkan secara simbolis paket daging qurban kepada masyarakat penerima manfaat. Ia mengatakan, acara ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan harus terus dipelihara, terlebih dalam konteks Aceh yang dikenal sebagai masyarakat pemulia jamee (memuliakan tamu).  Selain Wali Kota dan perwakilan MER-C, acara turut dihadiri oleh Ketua YKMI Elfi Hasnita, Project Coordinator YKMI Turmizi Ali, Camat Blang Mangat Safriadi, S.STP., M.SM, Sekretaris Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Lhokseumawe Tgk. Ihwansyah, keuchik setempat, serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

Ustaz Abu Bakar Ba’asyir: MER-C, jadilah Pemaaf dan Penolong

Saat bersilaturahim ke kediaman Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, Tim MER-C mendapat sejumlah nasihat dan wejangan dari beliau. Salah satu pesan yang beliau sampaikan adalah agar MER-C senantiasa menjadi  pemaaf dan penolong. Menurut beliau, dalam hal menolong, MER-C telah banyak mengamalkannya melalui program-program kemanusiaan yang dijalankan. Karena itu, beliau menekankan pentingnya sikap memaafkan apabila ada perkataan atau perbuatan yang menyakitkan. Semoga Allah senantiasa merahmati dan menjaga kesehatan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, serta memberikan keikhlasan dan kemudahan bagi MER-C dalam menjalankan setiap misi kemanusiaan. —————————————– Ustaz Abu Bakar Ba’asyir: MER-C, Be Forgiving and Helpful During a visit to Ustaz Abu Bakar Ba’asyir’s residence, the MER-C team received valuable advice and guidance from him. One of the messages he conveyed was for MER-C to always be forgiving and helpful. According to him, in terms of helping, MER-C has done a great job through its humanitarian programs. Therefore, he emphasized the importance of forgiveness when faced with hurtful words or actions.  May Allah always bless and protect Ustaz Abu Bakar Ba’asyir’s health, and grant MER-C sincerity and ease in carrying out every humanitarian mission.   Selengkapnya  https://youtu.be/cQAk4PHs-D8?si=ZxogDsbTB2VQlo1k https://www.instagram.com/reel/DJlgYMgzLfT/?igsh=dWR2azh5b291a3o5 https://www.facebook.com/share/v/1P4vcK2wbZ/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZShm8Uxer/

Dukung Advokasi Pengungsi, MER-C Hadiri Workshop JRS di Banda Aceh

Banda Aceh, 5-7 Mei 2025 – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) baru-baru ini mengikuti Workshop Advokasi Pengungsi dari Luar Negeri “Menuju Penanganan dan Perlindungan yang Partisipatoris”, yang diselenggarakan oleh Jesuit Refugee Service (JRS) di Banda Aceh.  Dalam workshop ini, MER-C diwakili oleh Ira Hadiati selaku Project Manager MER-C for Rohingya.  Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas lembaga kemanusiaan dan pemerintah dalam menangani pengungsi, khususnya di Aceh dan sekitarnya. Dalam satu tahun terakhir, kondisi pengungsi Rohingya di Aceh dan sekitarnya semakin menjadi perhatian, dan workshop ini menjadi sarana penting untuk berbagi informasi dan pengalaman antara daerah dan pusat. MER-C aktif dalam menangani pengungsi Rohingya dan telah mengajukan upaya untuk mendorong perbaikan Perpres Nomor 125 Tahun 2016 berupa Policy Brief yang disampaikan melalui Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kemenhum RI. Workshop ini menjadi kesempatan bagi MER-C untuk berkolaborasi dengan lembaga kemanusiaan dan pemerintah lainnya dalam menangani pengungsi. Pembicara dalam kegiatan ini meliputi unsur pemerintahan, lembaga internasional, dan lembaga kemanusiaan, seperti Kombes Pol. Benny M Saragih, S.I.K., S.I. (Satgas Kemenkopolham), Prof Tri Nuke Pudjiastuti (Peneliti Pusat Riset BRIN), perwakilan UNHCR, dan perwakilan IOM. Ira Hadiati  berharap workshop ini dapat menjadi langkah penting dalam meningkatkan penanganan pengungsi yang lebih holistik dan partisipatoris, serta memperkuat kolaborasi antara lembaga kemanusiaan dan pemerintah dalam menangani krisis pengungsi.

MER-C Hadiri Aksi Solidaritas “Simpul Warga dari Bekasi untuk Palestina”

Bekasi — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia turut hadir dalam aksi solidaritas, talkshow, doa bersama, dan penggalangan donasi untuk Palestina yang diinisiasi oleh komunitas Salam Setara pada Minggu (27/3). Bertempat di Creative Center Kota Bekasi, acara bertajuk “Simpul Warga dari Bekasi untuk Palestina” ini dihadiri oleh masyarakat Bekasi yang menunjukkan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina. Relawan MER-C dr. Wahyu Bimantoro, Sp.An yang baru saja kembali dari Jalur Gaza bersama sejumlah narasumber lainnya hadir sebagai pembicara dalam talkshow.  Dalam kesempatan tersebut, dr. Wahyu Bimantoro membagikan pengalamannya selama bertugas sebagai bagian dari Emergency Medical Team (EMT) ke-8 MER-C di Gaza, Palestina. Ia menceritakan berbagai kegiatan kemanusiaan yang dijalankan, seperti layanan kesehatan, pembangunan kembali Rumah Sakit Indonesia di Gaza, hingga pembagian paket makanan untuk masyarakat terdampak.

MER-C Berpartisipasi dalam Aksi “Lindungi Tenaga Medis Gaza” di Jakarta

Jakarta — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) turut ambil bagian dalam aksi damai bertajuk “Lindungi Tenaga Medis Gaza” yang digelar di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (7/4).  Aksi ini merupakan inisiatif gabungan dari berbagai lembaga kesehatan dan dikoordinasi langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebanyak 10 relawan dari MER-C dikerahkan untuk mengikuti aksi solidaritas ini, yang merupakan bagian dari gerakan global untuk mengecam pembunuhan terhadap tenaga kesehatan yang sedang bertugas di Gaza, Palestina. Ketua Presidium MER-C Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em menyampaikan pernyataan sikap di hadapan peserta aksi, menegaskan bahwa Israel telah berulang kali melakukan kejahatan kemanusiaan dengan membunuh tenaga medis Gaza yang sedang aktif melakukan pelayanan kesehatan.  “Keadaan ini harus terus disuarakan, karena diam adalah bentuk pembiaran,” tegasnya dalam orasi. Selain itu, relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C yang pernah bertugas di Gaza juga turut menyampaikan orasi yaitu dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma, Sp.PD., drg. Elisabeth L. Sarri  serta Presidium MER-C dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.O.T., SubSp.C.O.(K)., M.A.R.S., Ketiganya menekankan pentingnya kesadaran global atas situasi genting yang dialami tenaga medis di Gaza, Palestina.  

Relawan MER-C jadi Narasumber di Talkshow Inspirasi Ramadhan Masjid Salman ITB

Bandung – Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Reyfal Khaidar menjadi narasumber dalam Talkshow Inspirasi Ramadhan (IRAMA) yang digelar di Masjid Salman ITB, Selasa (11/3).  Acara yang mengusung tema “Menyatukan Iman, Ilmu, dan Amal dalam Perjuangan dan Kemanusiaan” ini berlangsung secara luring dan disiarkan langsung melalui YouTube Masjid Salman.  Dr. Reyfal Khaidar, yang pernah bertugas sebagai relawan medis di Emergency Medical Team (EMT)MER-C ke-1 pada Maret–April 2024, menceritakan pengalamannya saat turun langsung memberikan layanan medis di tengah situasi konflik.  Sementara itu, pembicara lainnya Syaikh Belal Alhabil, mahasiswa S2 Teknik Sipil ITB asal Gaza, turut berbagi pandangannya mengenai peran ilmu dan pendidikan dalam perjuangan rakyat Palestina.  Ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga alat strategis dalam membangun masa depan Palestina yang lebih baik. Acara yang berlangsung di Ruang Utama Masjid Salman ITB ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa ITB dan universitas lainnya, dosen, karyawan profesional, serta masyarakat umum. Dalam suasana Ramadhan, talkshow ini menjadi momen refleksi bagi peserta untuk memahami bagaimana iman, ilmu, dan amal dapat bersinergi dalam menghadapi tantangan hidup dan memberikan kontribusi nyata bagi kemanusiaan.  Melalui kisah-kisah inspiratif para narasumber, diharapkan peserta dapat lebih termotivasi untuk mengaplikasikan nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan, baik di bidang akademik, sosial, maupun kemanusiaan.

MER-C Indonesia: Perlindungan Hak Anak Pengungsi Harus Jadi Prioritas

Banda Aceh – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mengirimkan perwakilannya dari cabang Medan untuk mengikuti Pelatihan “Perlindungan Hak-hak Anak dalam Konteks Kedaruratan dan Penanganan Pengungsi Luar Negeri” yang digelar oleh Yayasan Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia.  Pelatihan ini digelar selama dua hari, 11-12 Februari 2025 di Banda Aceh dan diikuti oleh sejumlah perwakilan dari lembaga kemanusiaan dan advokasi HAM.  Manajer Operasional MER-C Medan Ade Andrian, S.Kep., Ns., M.Kep mengatakan, materi pokok dalam pelatihan ini yaitu konvensi hak anak, perlindungan anak, memahami kerentanan anak, dukungan psikososial, pencegahan kekerasan pada anak, sistem rujukan manajemen layanan terpadu, dampak kekerasan pada anak dan manajemen kasus. Ia mengatakan, dalam proses pelatihan peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk membahas resiko dan mitigasi dalam penanganan pengungsi luar negeri utamanya pada anak.  “Resiko dan mitigasi dalam pembahasan mulai dari resiko dan mitigasi sebelum mendarat, resiko dan mitigasi di pos sementara, dan resiko serta mitigasi saat dipindahkan ke tempat pengungsian,” ujarnya.  Dalam sesi diskusi, Ade Andrian juga menyampaikan gagasan untuk dijadikan pertimbangan pelatihan ini.  Pertama, MER-C mendorong adanya peraturan dari pemerintah minimal di daerah, untuk mendukung seluruh hak asasi manusia pengungsi dapat terpenuhi utamanya pada anak-anak. “Peraturan tersebut nantinya dapat mendukung kerja lintas sektor agar ada arahan yang jelas setidaknya dari gubernur, bupati, camat, kepala desa, kepala dusun hingga sampai pada lapisan masyarakat, dan seluruh sektor yang menangani pengungsi,” kata Ade.  Ia juga menekankan pentingnya pembuatan SOP dalam setiap fase pengungsi, baik saat baru tiba, saat di pos pengungsian serta saat dilakukan perpindahan. Lebih lanjut ia mengatakan, menyiapkan gizi sesuai dengan kelompok usia anak, ketika janin dalam kandungan juga harus disiapkan makanan dan vitamin untuk ibu hamilnya, begitupun anak usia di bawah 6 bulan.  “Ketika anak usia delapan bulan akan berbeda kebutuhan gizinya dengan anak lima tahun, maka gizi untuk setiap kelompok umur juga peru diperhatikan,” tuturnya.

Silahkan bertanya?