MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

BDI Pertamina Serahkan Bantuan untuk Palestina Melalui MER-C

Jakarta –  Badan Dakwah Islam Pertamina Hulu Energy pada hari Minggu (27/4) menyerahkan bantuan sebesar Rp100.000.000 untuk Palestina melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).  Perwakilan dari BDI Pertamina Anes Danubrata mengatakan, pihaknya mempercayakan bantuan ini melalui MER-C karena melihat rekam jejak serta totalitas perjuangannya yang sangat baik. “Saya juga tahu banyak tentang MER-C dan Alhamdulillah kami sepakat memilih MER-C sebagai salah satu lembaga yang dapat membantu kami menyalurkan bantuan ke Palestina,” ujarnya.  Ia berharap, mudah-mudahan bantuan dari BDI Pertamina Hulu Energy bisa membantu warga Gaza, Palestina, dan juga perjuangan relawan MER-C.  Selain menyalurkan bantuan kebutuhan dasar warga Gaza seperti bahan pangan, air, makanan siap saji serta obat-obatan, saat ini MER-C juga tengah menjalankan program pengiriman tenaga medis untuk membantu memberikan pelayanan kesehatan secara langsung di Jalur Gaza.  Selain itu, proses rekonstruksi Rumah Sakit Indonesia yang mengalami kerusakan parah  juga masih berlangsung, meski di tengah keterbatasan dan serangan penjajah Israel yang belum berhenti.

MER-C dan TV One Komitmen Perkuat Sinergi Kampanye Kemanusiaan untuk Gaza

Jakarta – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Selasa (29/4) melakukan kunjungan ke kantor pusat TV One sebagai bentuk silaturahmi sekaligus penguatan kerja sama kampanye kemanusiaan.  Dalam pertemuan tersebut, MER-C dan TV One menyatakan komitmen untuk terus bersinergi dalam penyampaian informasi dari wilayah-wilayah terdampak konflik dan bencana, khususnya Palestina. “MER-C dan TV One sudah panjang, sudah seperti saudara, karena dalam banyak kegiatan liputan-liputan kita terutama di Palestina, kita dibantu oleh relawan MER-C di lapangan, memberikan kabar terbaru dari Palestina,” ujar Wahyu Kustyanto, General Manajer News TV One. Dalam kesempatan itu, Ketua Presidium MER-C Dr. dr. Hadiki Habib, menyampaikan bahwa TV One adalah salah satu mitra strategis.  “Salah satu fokus utama kami adalah pelayanan kemanusiaan di Gaza, Palestina. Tapi kami juga aktif dalam respon bencana di dalam negeri maupun luar negeri seperti di Afghanistan. Melalui aktivitas ini, kami banyak berinteraksi dengan media, khususnya TV One, dan mendapatkan banyak pelajaran dalam menyajikan dokumentasi yang baik kepada masyarakat dan para donatur,” ujarnya. Dr. Hadiki juga menyoroti dua isu penting terkait Gaza yang saat ini menjadi kampanye MER-C. Pertama, krisis pangan akibat blokade yang telah berlangsung selama lebih dari satu setengah bulan, sehingga tidak ada pasokan makanan baru yang masuk ke wilayah tersebut. Kedua, kerusakan serius pada RS Indonesia di Gaza.  “Sebelum agresi, kami telah merencanakan pembangunan tahap tiga RS Indonesia. Namun, dengan kerusakan saat ini, fokus kami bergeser menjadi membangun kembali. RS Indonesia bukan sekadar tempat berobat, tapi juga alat diplomasi kemanusiaan,” tegasnya. Apresiasi terhadap peran media juga disampaikan oleh Ketua Divisi Humas MER-C Diana Caroline.  “Kami sangat terbantu dengan pemberitaan-pemberitaan dari TV One. Hal ini meringankan tugas Public Relations kami dalam mengedukasi masyarakat bahwa donasi yang terkumpul di MER-C telah disalurkan sesuai peruntukannya,” ujarnya.  Ia juga menyatakan harapan agar kerja sama ke depan bisa terjalin dalam bentuk yang lebih konkret. TV One komitmen untuk terus melanjutkan kolaborasi yang telah terjalin.  Pertemuan ini juga dihadiri Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris,Manajer Liputan TV One Ade Pepe serta Irfan Maulana Manager News Production & Live Talkshow sekaligus Analis Timur Tengah TV One.

BDI Pertamina Serahkan Bantuan untuk Palestina Melalui MER-C

Jakarta –  Badan Dakwah Islam Pertamina Hulu Energy pada hari Minggu (27/4) menyerahkan bantuan sebesar Rp100.000.000 untuk Palestina melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). aknya mempercayakan bantuan ini melalui MER-C karena melihat rekam jejak serta totalitas perjuangannya yang sangat baik. “Saya juga tahu banyak tentang MER-C dan Alhamdulillah kami sepakat memilih MER-C sebagai salah satu lembaga yang dapat membantu kami menyalurkan bantuan ke Palestina,” ujarnya.  Ia berharap, mudah-mudahan bantuan dari BDI Pertamina Hulu Energy bisa membantu warga Gaza, Palestina, dan juga perjuangan relawan MER-C.  Selain menyalurkan bantuan kebutuhan dasar warga Gaza seperti bahan pangan, air, makanan siap saji serta obat-obatan, saat ini MER-C juga tengah menjalankan program pengiriman tenaga medis untuk membantu memberikan pelayanan kesehatan secara langsung di Jalur Gaza.  Selain itu, proses rekonstruksi Rumah Sakit Indonesia yang mengalami kerusakan parah  juga masih berlangsung, meski di tengah keterbatasan dan serangan penjajah Israel yang belum berhenti.

Suasana Haru Sambut Kepulangan Tim EMT MER-C Ke-8 dari Jalur Gaza

Jakarta –  Setelah dua bulan menjalankan misi kemanusiaan di Jalur Gaza,relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C Ke-8 akhirnya kembali ke tanah air. Kepulangan mereka disambut hangat dan penuh haru oleh staf, relawan MER-C, serta keluarga di Bandara Soekarno-Hatta. Meski bahagia kembali ke Indonesia, para relawan mengaku sedih harus meninggalkan warga Gaza. Namun, mereka menegaskan bahwa kepulangan mereka bukanlah akhir, melainkan awal untuk terus menyuarakan dan memperjuangkan nasib rakyat Gaza. “Kami melengkapi akhir dari masa tugas Tim 8 pada hari ini dan bahagia bisa kembali ke tanah air kita tercinta yang aman. Namun sedih karena harus meninggakkan mereka. Kami telah menyelesaikan tugas kami dan insyaallah akan diteruskan oleh tim-tim berikutnya. Karena Kami tahu misi Gaza, Palestina ini adalah misi seumur hidup insyaallah,”” ujar Ketua Tim EMT MER-C Ke-8, dr. Tonggo Meaty Fransisca. Selama bertugas, Tim EMT ke-8 telah berhasil melakukan renovasi Rumah Sakit Indonesia di Gaza meski terbatas oleh material dan personel, yang saat ini masih terus berlangsug. Mereka juga berhasil memberikan pelayanan medis hingga distribusi bantuan pangan yang mencakup wilayah Gaza utara dan selatan. Semua ini, menurut mereka, tidak akan terlaksana tanpa doa dan dukungan masyarakat Indonesia. Tim EMT MER-C Ke-8 yang terdiri dari lima relawan: dr. Tonggo Meaty Fransisca (Ketua Tim), dr. Miftahul Masruri (Dokter Umum), dr. Wahyu Bimantoro, Sp.An-TI. (Dokter Spesialis Anestesiologi), Ade Andrian, S.Kep., Ns., M.Kep. (Perawat), dan Indah Meliya Sari, Amd.Keb. (Bidan) berangkat ke Gaza pada 1 Maret 2025. Sebelumnya, dr. Wahyu Bimantoro telah tiba dulu di Indonesia pada Kamis (17/4).

Tim EMT MER-C ke-8 Akhiri Tugas dengan Kunjungan ke Klinik Al Aqsa B di Gaza Selatan

Gaza — Empat relawan Emergency Medical Team (EMT) ke-8 yang masih bertugas di Gaza melakukan kunjungan ke Klinik Al Aqsa B di Al Mawasi, Khan Younis, pada Senin (21/4).  Kunjungan ini menutup masa tugas mereka di Jalur Gaza setelah dua bulan menjalankan misi kemanusiaan. Ketua EMT MER-C ke-8 dr. Tonggo Meaty Fransisca mengatakan, kunjungan ini juga untuk meninjau langsung kegiatan pelayanan medis yang berlangsung di Klinik, serta melihat situasi sekitar yang masih dipenuhi oleh para pengungsi.  Ia mengatakan banyak pihak yang belum mengetahui bahwa Klinik Al Aqsa B merupakan klinik spesialis di Gaza selatan yang didukung penuh oleh MER-C Indonesia sejak Desember 2024. Selain itu, kebutuhan obat-obatan di Klinik ini juga disuplai oleh Kementerian Kesehatan Gaza. Saat ini, Klinik Al Aqsa B memiliki 37 tenaga medis, terdiri dari 11 dokter spesialis, tiga dokter umum, tiga tenaga farmasi, dan satu ahli gizi. Ahli gizi tersebut secara rutin memberikan edukasi kepada para pengungsi sebanyak tiga kali sepekan, khususnya terkait asupan makanan selama tinggal di kamp pengungsian. Dengan rata-rata jumlah pasien harian lebih dari 1.000 orang serta layanan vaksinasi untuk lebih dari 100 anak per hari, Klinik ini menjadi tulang punggung layanan kesehatan di tengah kondisi darurat. Klinik Al Aqsa B memegang peran vital bagi sekitar 400 ribu pengungsi yang saat ini bermukim di Khan Younis, menjadikannya sebagai satu-satunya fasilitas medis spesialis di wilayah tersebut.  

Terima Kunjungan MER-C, Dubes Palestina Tegaskan Pentingnya Dukungan Langsung di Tanah Palestina

Jakarta – Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Zuhair Al Shun, menegaskan pentingnya bantuan langsung ke Palestina di tengah situasi yang semakin kompleks di wilayah tersebut. “Kami sangat membutuhkan dokter-dokter kalian, LSM, dan lembaga kemanusiaan untuk hadir langsung membantu rakyat Palestina di tanah mereka sendiri, bukan memindahkan mereka ke tempat lain,” ujar Dubes Zuhair. Hal ini ia sampaikan saat menerima kunjungan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), yang diwakili oleh Presidium MER-C, dr. Yogi Prabowo, Sp.OT., di Kedutaan Besar Palestina, Jakarta, Senin (21/4). Menurutnya, upaya Israel untuk mengevakuasi paksa warga Palestina adalah bentuk kolonialisasi modern yang harus dilawan dengan tetap memperkuat kehadiran dan kapasitas di wilayah Palestina. “Kita harus memahami bahwa mendukung bukan berarti memindahkan semua orang ke sini. Apakah mereka dijamin bisa kembali ke tanah mereka? Saya rasa tidak,” tambahnya.Dalam pertemuan tersebut, Dubes Zuhair juga menyampaikan bahwa sejak lama, Indonesia selalu berada di sisi Palestina, baik melalui dukungan dari pemerintah, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat luas.  Dubes Zuhair berharap agar tidak ada kesepakatan atau kebijakan yang justru melemahkan hubungan bersejarah antara Palestina dan Indonesia. Ia menegaskan pentingnya menjaga kemurnian dukungan dan menghindari keterlibatan pihak ketiga yang berpotensi memperkeruh situasi.  Ia menyebutkan, berbagai bentuk bantuan dari komunitas internasional, termasuk kontribusi MER-C, telah menunjukkan solidaritas yang nyata terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia pun mengapresiasi keberadaan Rumah Sakit Indonesia di Gaza serta upaya serupa di Kairo, Mesir. Menurutnya, Indonesia dapat terus memainkan peran penting melalui dukungan nyata di lapangan. “Sekali lagi, kami sangat berharap komunitas dan LSM seperti MER-C dapat terus memperkuat dukungan langsung di tanah Palestina,” pungkasnya.

Serangan Terbaru Israel di Jabalia Sebabkan 9 Warga Syahid, 19 Luka Parah

Gaza — Penjajah Israel kembali melancarkan serangan di wilayah Jabalia, Gaza Utara. Staf lokal Rumah Sakit Indonesia melaporkan sedikitnya sembilan warga Palestina dilaporkan syahid dan 19 lainnya mengalami luka berat.  Para korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Indonesia untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Penjajah Israel kembali menggempur Gaza pada 18 Maret lalu, yang sekaligus mengakhiri gencatan senjata yang telah berlangsung sejak 19 Januari 2025. Sejak saat itu, intensitas serangan di wilayah kantong Palestina ini kembali meningkat. Situasi di Gaza berada dalam kondisi darurat, sementara korban dari masyarakat sipil terus meningkat akibat agresi tanpa henti tersebut.

Tim EMT MER-C Bagikan Paket Makanan untuk Staf Klinik Al Aqsa B di Gaza Selatan

Gaza — Tim Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-8 memberikan paket sembako dan makanan ringan kepada staf Klinik Spesialis Al Aqsa B, Al Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan.  Pemberian ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para tenaga kesehatan yang terus melayani masyarakat di tengah kondisi darurat kemanusiaan. Paket bantuan diserahkan pada 18 April 2025 dan sebelumnya di bulan Ramadhan, kepada seluruh staf klinik yang selama ini telah menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan bagi para pengungsi, khususnya mereka yang terdampak langsung dari wilayah Rafah akibat evakuasi paksa. Saat ini, jumlah pengungsi di Khan Younis diperkirakan mencapai hampir 400 ribu jiwa. Klinik Al Aqsa B merupakan satu-satunya klinik yang menyediakan beberapa dokter spesialis dan ahli gizi di Khan Younis. Klinik ini melayani sedikitnya 1.000 pasien setiap hari dan menjadi pusat vaksinasi bagi ratusan anak.  Dengan dukungan dari MER-C Indonesia dan Kementerian Kesehatan Gaza, klinik ini menyediakan layanan medis dari 11 dokter spesialis, tiga dokter umum, tiga tenaga farmasi, dan seorang ahli gizi. Kegiatan ini menjadi bagian dari misi kemanusiaan EMT MER-C ke-8 yang telah berlangsung selama dua bulan di Gaza.

Vaksinasi Terhambat Blokade, Wabah Polio Kembali Ancam Gaza

Gaza – Vaksinasi polio di Jalur Gaza saat ini terhambat akibat konflik berkepanjangan dan blokade total, yang kembali diberlakukan penjajah Israel sejak awal Maret 2025. Faktor lingkungan, konflik bersenjata, dan penurunan cakupan imunisasi menjadi faktor kombinasi yang menyebabkan wabah polio kembali terjadi di Jalur Gaza.  Sebelumnya, Agustus 2024, kasus polio  terdeteksi pada seorang bayi berusia 10 bulan yang mengalami kelumpuhan. Ini menjadi kasus pertama sejak tahun 1999. Virus polio tipe 2 juga ditemukan dalam sampel air limbah di Khan Younis, menandakan sirkulasi aktif virus di lingkungan tersebut .  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF telah meluncurkan kampanye vaksinasi darurat, dengan putaran pertama dimulai pada 1 September 2024, terhadap lebih dari 640.000 anak di Jalur Gaza. Kampanye vaksinasi ini sempat menunjukkan hasil positif. Pada Februari 2025, lebih dari 603.000 anak di bawah usia 10 tahun berhasil divaksinasi menggunakan vaksin oral polio tipe 2 (nOPV2), selama jeda kemanusiaan lima hari yang memungkinkan akses ke seluruh wilayah Gaza . Namun, situasi memburuk dan blokade total yang diberlakukan oleh Israel menghentikan semua pasokan ke Gaza, termasuk vaksin dan peralatan medis. Akibatnya, kampanye vaksinasi polio yang sedang berlangsung terpaksa dihentikan. Apabila hal ini terus berlanjut, risiko penyebaran virus akan meningkat di tengah kondisi sanitasi yang buruk dan sistem kesehatan yang hampir runtuh . Untuk itu, gencatan senjata harus segera disepakati guna memungkinkan dilanjutkannya vaksinasi dan mencegah wabah polio yang lebih luas.

Komunitas Peduli Palestina Masamba Serahkan Donasi untuk Palestina Lewat MER-C

Masamba — Komunitas Peduli Palestina Masamba kembali menunjukkan solidaritasnya terhadap perjuangan rakyat Palestina dengan menggelar Aksi Bela Palestina di Lampu Merah Monumen Masamba Affair pada Sabtu, 20 April 2025. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penggalangan donasi dari masyarakat. Dari aksi tersebut, terkumpul donasi sebesar Rp 33.104.100. Donasi ini kemudian diserahkan secara simbolis oleh Bupati Luwu Utara, Bapak Andi Abdullah Rahim, kepada Ketua Komunitas Peduli Palestina Masamba, Ibu Ratna Sari Dewi, sebelum akhirnya diteruskan kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Sebelumnya, Komunitas Peduli Palestina Masamba juga secara rutin menggalang dana dari masyarakat melalui aksi serupa di sejumlah titik strategis, termasuk lampu merah. Hasil penggalangan sebelumnya telah disalurkan ke MER-C dengan total donasi mencapai Rp 15.940.000.

Silahkan bertanya?