MER-C Kembali Salurkan Food Aid untuk Relawan dan Warga Sekitar RS Indonesia di Gaza Utara

Gaza — Di tengah kelangkaan bahan makanan dan melonjaknya harga kebutuhan pokok akibat blokade bantuan kemanusiaan yang masih berlangsung, MER-C Indonesia kembali menyalurkan bantuan makanan (food aid) kepada relawan lokal dan warga di sekitar Rumah Sakit Indonesia, Beyt Lahiya, Gaza Utara. Program bantuan pangan ini disalurkan dalam tiga tahap, yaitu pada 14, 19, dan 21 April 2025. Bantuan berupa 650 paket bahanan makanan yang terdiri dari tepung dan sayur-sayuran. Penyaluran ini dilakukan langsung oleh Tim EMT 8 bersama staf lokal MER-C yang masih berada di Gaza, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah situasi krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Tim Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-8 yang saat ini bertugas di Jalur Gaza mengatakan, kelangkaan dan tingginya harga bahan makanan di pasar menjadi tantangan besar bagi masyarakat Gaza saat ini. Oleh karena itu, distribusi bantuan harus dilakukan secepat mungkin untuk meringankan beban para relawan dan warga. MER-C Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat Gaza, terutama mereka yang berada di sekitar RS Indonesia, yang saat ini menjadi salah satu pusat layanan kesehatan yang masih beroperasi di wilayah utara Jalur Gaza.
Kembali dari Gaza: Dr. Wahyu Bimantoro Ungkap Situasi Mencekam di Balik Serangan Beruntun dari Penjajah

Setelah menjalankan misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina, selama lebih dari satu bulan, salah satu relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-8, dr. Wahyu Bimantoro, Sp.An-TI, telah tiba kembali di Indonesia pada Kamis, 17 April 2025. Dr. Wahyu mengungkap bahwa situasi di Gaza terus memburuk sejak berakhirnya gencatan senjata pada 18 Maret 2025. Puluhan serangan terjadi hampir di seluruh wilayah Gaza setiap harinya, menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka. Bahkan gedung milik PBB juga tak luput dari serangan. Selama bertugas, Tim EMT MER-C ke-8 menghadapi berbagai tantangan, namun tetap mampu menjalankan tugas dengan baik hingga kembali ke Tanah Air. Rekonstruksi Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara juga terus berjalan meskipun di tengah situasi yang tidak menentu . Dr. Wahyu menekankan bahwa serangan yang terus berlangsung di Gaza membutuhkan dukungan dan bantuan yang besar. Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak melupakan Gaza, karena hingga saat ini kondisinya masih sangat memprihatinkan.
Satu Relawan EMT MER-C Tiba di Tanah Air, Lima Lainnya Masih Bertugas di Gaza

Jakarta – Salah satu relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-8, dr. Wahyu Bimantoro, SpAn, telah tiba di Indonesia pada Kamis (17/4), setelah menjalankan misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina. Sementara itu, lima relawan lainnya masih bertugas di Rumah Sakit Indonesia Gaza Utara, menunggu izin keluar dari wilayah tersebut. Dr. Wahyu masuk ke Jalur Gaza pada 4 Maret 2025 bersama tim EMT MER-C ke-8. Usai menjalankan tugas selama lebih dari satu bulan, ia akhirnya dapat keluar setelah melalui proses yang panjang dan penuh tantangan. Pada Minggu (13/4), dr. Wahyu bergerak meninggalkan RS Indonesia menuju Deir Balah di Gaza Tengah, tempat Posko MER-C berada. Ia bergabung dengan konvoi kemanusiaan yang difasilitasi oleh World Health Organization (WHO). Perjalanan sempat mengalami beberapa kali penundaan sebelum akhirnya memperoleh izin melintasi Netzarim Corridor, jalur pemisah yang dijaga ketat. Selanjutnya, pada Selasa (15/4), dr. Wahyu berhasil keluar dari Jalur Gaza melalui Perbatasan Kerem Shalom dan melanjutkan perjalanan ke Amman, Yordania, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia. Kepulangan dr. Wahyu disambut hangat oleh keluarga serta perwakilan dari MER-C. Sementara lima relawan EMT-8 lainnya masih menanti proses izin keluar dari Gaza.
Relawan EMT MER-C Kunjungi Klinik Al Aqsa B di Gaza Selatan

Gaza Selatan, 14 April 2025 — dr. Wahyu Bimantoro, SpAn., relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-8, melakukan kunjungan ke Klinik Al Aqsa B di Al Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan, pada Senin (14/4). dr. Wahyu mengatakan, banyak yang belum mengetahui bahwa Klinik Al Aqsa B merupakan klinik spesialis yang didukung oleh MER-C Indonesia sejak 26 Oktober 2024, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Palestina (MoH) di Gaza. Klinik ini sangat berarti bagi masyarakat Gaza khususnya di selatan, karena pasca gencatan senjata dihentikan tanggal 18 Maret 2025, banyak pengungsi bergerak ke arah selatan terutama Khan Younis. Klinik dengan bangunan menggunakan kontainer ini memiliki 37 staf medis, termasuk 11 dokter spesialis, 3 dokter umum, 3 tenaga farmasi, dan 1 ahli gizi. Klinik ini kini menangani lebih dari 1.000 pasien per hari, memberikan layanan medis kepada warga yang terdampak pascakonflik. Kunjungan dr. Wahyu menjadi bagian dari upaya memastikan keberlanjutan bantuan medis kepada masyarakat Gaza, di mana tim MER-C Indonesia berperan aktif dalam mendukung sistem kesehatan yang tengah mengalami krisis.
MER-C Silaturahim ke Menkes RI Periode 2004–2009, dr. Siti Fadilah Supari

Jakarta, 11 April 2025 – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melakukan kunjungan silaturahim ke Menteri Kesehatan RI periode 2004–2009, dr. Siti Fadilah Supari, pada Jumat (11/4). Kunjungan ini dalam rangka Hari Raya Idul Fitri, di mana dr. Siti merupakan salah satu tokoh yang mendukung berbagai aktivitas kemanusiaan MER-C, khususnya program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina. Hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Presidium MER-C dr. Yogi Prabowo, Sp.O.T, SubSp.Onk.Orth.R (K)., Sp.Em., dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.O.T., SubSp.C.O.(K)., M.A.R.S., relawan MER-C dr. Fahmi Anshori dan dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma, Sp.PD., serta Manajer Operasional Rima Manzanaris . Dalam kesempatan itu, dr. Yogi menyampaikan laporan terbaru terkait aktivitas MER-C di Gaza yang masih berlangsung hingga kini. Ia mengatakan saat ini, enam relawan MER-C masih bertugas di Gaza dan aktif membantu pelayanan medis di Rumah Sakit Indonesia. Dr. Siti Fadilah juga melakukan panggilan vidio dengan tim MER-C di Gaza. Sambungan tersebut diwakili oleh dr. Tonggo Meaty Fransisca, salah satu Presidium MER-C yang juga tergabung dalam tim relawan di Gaza. Melalui panggilan vidio itu, dr. Meaty menyampaikan kondisi terkini di Gaza serta perkembangan aktivitas medis yang dijalankan tim MER-C. Selain itu, dr. Siti Fadilah Supari juga melakukan podcast dengan dr. Yogi, membahas wacana pemerintah Indonesia untuk mengevakuasi 1.000 warga Gaza yang sakit ke Indonesia. Dalam perbincangan tersebut, dr. Yogi memberikan pandangan dari sudut keilmuan emergency medicine mengenai kesiapan, tantangan, dan urgensi dari wacana tersebut.
MER-C Sambangi Kantor Republika, Bahas Kemanusiaan di Gaza dan Peran Media

Jakarta — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor redaksi media nasional Republika di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat, 11 April 2025. Tim MER-C dipimpin oleh Ketua Presidium DR. dr. Hadiki Habib, SpPD, SpEm, didampingi oleh dr. Zecky Eko Triwahyudi, SpOT(K), MARS, dr. Fahmi Anshori, SpOT (Pengurus MER-C Cabang Mataram), dr. Siti Lirih (Relawan Medis), Manajer Operasional Rima Manzanaris serta dari tim Humas Riny Nurmarita. Kunjungan ini disambut langsung oleh Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Stevy Maradona, bersama jajaran redaksi termasuk Fitriyan Zamzami (Asisten Redpel Nasional), Muhammad Hafil (Redaktur Khazanah), serta sejumlah wartawan Republika. Dalam kesempatan itu, Stevy Maradona menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menceritakan kondisi terkini Republika yang tengah berjuang menyesuaikan diri di era digital setelah menutup edisi cetaknya. Meski begitu, ia menyebut perjuangan mereka belum sebanding dengan apa yang dilakukan oleh relawan MER-C di Gaza. “Kalau saat ini, isu utama yang harus diangkat adalah krisis kemanusiaan yang harus dihentikan agar korban tidak bertambah banyak, bertambah berat. Ini poin krusialnya. Gencatan senjata benar-benar bisa dijalankan,” kata Stevy. Menanggapi hal tersebut, dr. Hadiki menekankan pentingnya peran media dalam mendukung kerja-kerja kemanusiaan. “Syiar itu penting. Apa yang kita kerjakan kalau tidak tersiarkan jadi tidak ada maknanya. Kalaupun ada maknanya, impact-nya tidak besar. Salah satu yang bisa memberikan impact adalah media,” ujarnya. Ia juga menyebut media seperti Republika memiliki peran dalam memberikan validasi atas informasi yang disampaikan oleh MER-C. Dalam kesempatan tersebut, dr. Hadiki juga memperkenalkan jajaran pengurus MER-C yang baru dan menegaskan bahwa MER-C merupakan lembaga kemanusiaan profesional berbasis medis, bukan lembaga keagamaan dan tidak hanya fokus pada isu Palestina. “Kami juga terlibat dalam penanganan konflik dan bencana seperti Rohingya di Aceh, gempa di Afghanistan, dan yang terbaru gempa di Myanmar,” ungkapnya. Fokus utama MER-C di tahun 2025, lanjut dr. Hadiki, masih tertuju pada Gaza yang disebutnya sebagai “problem kemanusiaan abad ini”. Sebagai salah satu relawan medis yang baru kembali dari Gaza, ia juga membagikan cerita mengenai situasi terkini, termasuk upaya perbaikan RS Indonesia di tengah meningkatnya serangan militer. Saat ini, enam relawan termasuk dr. Tonggo Meaty Fransisca dari Tim EMT MER-C ke-8 masih aktif bertugas di RS Indonesia, Gaza Utara. Sementara itu, dr. Zecky menyampaikan terima kasih kepada Republika atas dukungan sejak awal pembangunan RS Indonesia di Gaza. “Tidak hanya pemberitaan, tapi juga donasi dari pembaca Republika yang menjadi bagian dari fasilitas rumah sakit tersebut,” ujarnya. Ia berharap kolaborasi antara MER-C dan Republika dapat terus berlanjut, terutama untuk kampanye perbaikan RS Indonesia. Ajakan tersebut pun disambut positif oleh pihak Republika. “Kami siap kampanye bersama kembali untuk perbaikan RS Indonesia di Gaza,” tutur Stevy Maradona.
Rekonstruksi RS Indonesia di Gaza Terus Berlanjut

Sempat berhenti beroperasi karena rusak parah akibat serangan serta pengepungan yang berkali-kali dilakukan oleh penjajah Israel, kini layanan kesehatan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara sudah perlahan kembali. Meski di tengah situasi keamanan yang masih tidak menentu terlebih dengan berakhirnya gencatan senjata sejak 18 Maret 2025, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tetap berkomitmen untuk terus melakukan rekonstruksi Rumah Sakit Indonesia. Hingga saat ini, rekonstruksi masih terus berlanjut di bawah pengawasan langsung relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C di Jalur Gaza. —————————————————————————— Reconstruction of Indonesia Hospital in Gaza Continues After being forced to cease operations due to severe damage from repeated attacks and sieges by Israeli forces, the Indonesia Hospital in North Gaza is slowly returning to providing healthcare services. Despite the uncertain security situation, especially since the ceasefire ended on March 18, 2025, the Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) remains committed to reconstructing the hospital. To date, reconstruction efforts are ongoing under the direct supervision of MER-C’s Emergency Medical Team (EMT) volunteers in the Gaza Strip.
Bantuan 35 Ribu Liter Solar dari Rakyat Indonesia Tiba di RS Indonesia Gaza

Gaza – Satu tangki solar berkapasitas 35.000 liter bantuan rakyat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan listrik Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia, Gaza Utara, akhirnya tiba pada Selasa (24/3). Kedatangan tanki solar ini disaksikan langsung oleh Direktur Utama RS Indonesia, dr. Marwan Sultan. Ketua Emergency Medical Team (EMT) 8 MER-C Indonesia dr. Tonggo Meaty Fransisca mengatakan, bantuan ini menjadi langkah krusial dalam upaya menjaga operasional rumah sakit di tengah krisis listrik yang melanda Gaza akibat blokade Israel. “Sejak agresi terbaru, pasokan listrik di Gaza terputus total, memaksa rumah sakit mengandalkan generator berbahan bakar solar untuk tetap beroperasi. Namun, dengan harga bahan bakar yang semakin mahal dan sulitnya mendapatkan tangki baru, MER-C akhirnya memilih tangki solar bekas berkapasitas besar di daerah Gaza City,” ujarnya. Ia menuturkan, meski kondisinya tidak sempurna, dengan beberapa lubang yang harus diperbaiki, tangki ini tetap menjadi solusi terbaik. Proses perbaikan tangki berlangsung dalam kondisi sulit dan diawasi langsung oleh relawan MER-C setiap hari, bahkan di tengah situasi perang. Setelah selesai diperbaiki, tangki ini dicat dengan warna bendera Indonesia sebagai tanda bahwa ini adalah persembahan dari masyarakat Indonesia untuk rakyat Gaza, khususnya di wilayah utara. Bantuan ini menjadi bukti solidaritas dan dukungan berkelanjutan dari rakyat Indonesia untuk Palestina, terutama dalam menjaga keberlangsungan layanan kesehatan di tengah blokade dan agresi yang terus berlangsung.
MER-C Silaturahim Palestina, Laporkan Kegiatan Kemanusiaan di Gaza

Jakarta, 24 Maret 2025 – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melakukan silaturahim dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Dr. Zuhair Al Shun, di Kantor Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, pada Senin (24/3). Delegasi MER-C dalam pertemuan ini terdiri dari Ketua Presidium MER-C, Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em., relawan EMT MER-C ke-7 dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma, Sp.PD, serta Direktur Utama MER-C Training Center (MTC), dr. Naenda Stasya, MARS. Dalam kesempatan ini, MER-C melaporkan berbagai kegiatan kemanusiaan yang telah dilakukan untuk membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza. Dr. Zuhair Al Shun menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat Indonesia terhadap perjuangan dan penderitaan rakyat Palestina. Ia juga menekankan pentingnya menjaga profesionalitas dan amanah dalam mengelola donasi yang diberikan oleh masyarakat. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen MER-C dalam mendukung Palestina melalui berbagai misi kemanusiaan, termasuk bantuan medis dan pembangunan infrastruktur kesehatan di Gaza. Sejak agresi pertama kali pecah pada 7 Oktober 2023, MER-C terus berupaya menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza. MER-C pertama kali mengirimkan tim medis yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) pada 18 Maret 2024. Hingga kini, MER-C telah mengirimkan puluhan relawan medis yang terdiri dari dokter umum dan spesialis, perawat, serta bidan.
Ketua Presidium MER-C Bagikan Pengalaman Misi Kemanusiaan di Gaza kepada DPP HIMBARSI

Jakarta – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em., dan relawan MER-C Puren Prasetiyadi, Amd.Kep., membagikan pengalaman saat menjalankan misi kemanusiaan di Jalur Gaza kepada Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (DPP HIMBARSI). Melalui acara yang digelar daring pada Jumat, 22 Maret 2024, mereka berbagi pengalaman langsung saat bertugas, termasuk perjuangan tim medis dalam memberikan bantuan serta layanan kesehatan di Gaza, Palestina. Dalam kesempatan ini, MER-C juga memperkenalkan jajaran presidium yang baru kepada pengurus HIMBARSI. DPP HIMBARSI sendiri berencana untuk terus menggalang donasi dari anggotanya agar bantuan yang terkumpul bisa lebih maksimal dan nantinya akan disalurkan melalui MER-C. Dr. Hadiki dan Puren Prasetiyadi, bersama dua relawan medis lainnya, dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma, Sp.PD., serta dr. Eka Budhi Satyawardhana, Sp.BS., sebelumnya tergabung dalam EMT MER-C ke-7 yang bertugas di Jalur Gaza, selama lebih dari satu bulan. EMT MER-C ke-7 bertolak dari Jakarta ke Yordania pada Kamis (23/1) dan berhasil masuk ke Jalur Gaza bersama konvoi WHO pada Selasa (28/1). Selama bertugas di Gaza, tim ini berhasil mengaktifkan kembali sejumlah layanan penting di Rumah Sakit Indonesia, termasuk instalasi gawat darurat (IGD), layanan rawat jalan, serta rawat inap, di tengah proses renovasi yang masih berlangsung. Selain memberikan pelayanan medis, EMT MER-C ke-7 juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, seperti air bersih, sembako, dan makanan siap saji.