MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Solidaritas Kemanusiaan untuk Jogja, Jateng dan Pacitan

Intensitas hujan yang tinggi beberapa hari ini telah menyebabkan banjir dan tanah longsor yang menyebabkan kerusakan yang tidak sedikit diwilayah DIY, Jateng dan Pacitan. Mari bantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana diwilayah DIY, Jateng dan Pacitan melalui rekening kemanusiaan MER-C Jogja. No. Rek BSM: 7004995818 a.n MER-C DIJ   Bantuan anda akan disalurkan dalam bentuk bantuan medis untuk korban terdampak dan para relawan. Mari Peduli, Untuk Kemanusiaan Yang Lebih Baik     Medical Emergency Rescue Committee Yogyakarta (MER-C) ❕To help the most vulnerable and the most neglected people ❕   Instagram: @merc_jogja Facebook: MER-C Jogjakarta Line : @vxu3384v Telpon/Whatsapp: 082135258145

Salurkan Donasi Masyarakat, MER-C Bangun TPA bagi Korban Gempa di Pidie Jaya

Aceh – Sebagai tahap lanjut penyaluran bantuan bagi korban pasca gempa di wilayah Pidie Jaya, Aceh, MER-C membangun Ruang Kelas Belajar (RKB) TPA di salah satu wilayah terdampak gempa, tepatnya di Gampong Nangrhoe Barat, kecamatan Ulim, kabupaten Pidie Jaya. Hari ini, Senin/7 Agustus 2017, Tim MER-C melakukan peletakan batu pertama sebagai pertanda dimulainya pembangunan RKB TPA. Acara ini turut dihadiri oleh Camat Ulim, Geucik (Kepala Desa) setempat, beserta perangkat Gampong Nangrhoe Barat. Dr. Sarbini selaku Presidium MER-C Indonesia dalam sambutan singkatnya berharap pembangunan RKB TPA dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu sebagaimana sudah direncanakan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik dari aparatur gampong/desa juga Camat Ulim dalam membantu proses pendirian TPA. Dr. Sarbini berharap RKB TPA nantinya dapat bermanfaat untuk pendidikan anak-anak usia remaja sehingga dapat melahirkan karakter anak-anak yang berakhlakul karimah. Pembangunan ini juga sebagai bentuk kepedulian MER-C terhadap korban gempa yang terjadi di Pidie Jaya. Lebih lanjut, keberadaan TPA diharapkan bisa menjadi simbul ikatan batin antara masyarakat Pidie Jaya dan MER-C Indonesia. Sementara itu, M Rizky Syahdan sebagai Camat di Kecamatan Ulim menyampaikan terima kasih atas bantuan masyarakat melalui MER-C Indonesia yang akan membangun RKB TPA di wilayahnya, apalagi mengingat Pidie Jaya masih membutuhkan bantuan-bantuan dari pihak ketiga dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa yang terjadi pada Desember 2016 silam. Acara peletakan batu pertama ini ditutup dangan makan ketan bersama dan doa.   Rekening Donasi amanah Aceh dapat disalurkan melalui: BSM, 701.565.8937 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee   Info: www.mer-c.org 0811990176

MER-C Bangun TPA di Wilayah Pasca Gempa Pijay Aceh

Menindaklanjuti misi kemanusiaan sebelumnya ke wilayah pasca gempa Pijay Aceh pada Desember 2016 lalu, kini MER-C kembali mengirimkan tim relawannya. Selain melakukan kegiatan pelayanan kesehatan dan konseling bagi masyarakat korban gempa khususnya anak-anak, tim juga melakukan survey lokasi untuk penyaluran bantuan amanah dari para donatur. Tim dipimpin oleh salah satu Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dengan beranggotakan 11 relawan yang merupakan gabungan dari MER-C Pusat Jakarta, Aceh, Medan dan Yogyakarta. Untuk memberikan manfaat jangka panjang dan dalam rangka membantu korban gempa Pijay melengkapi fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat setempat, MER-C akan membangun fasilitas Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA), tepatnya di desa Blangusi, kelurahan Blangusi, kecamatan Ulim, kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Wilayah ini dipilih karena merupakan salah satu wilayah terdampak gempa. “TPA akan dibangun di atas tanah wakaf seluas 20 x 10 meter. Kita telah melakukan koordinasi dengan Pemda setempat dan Pemda sangat mendukung program ini. Setibanya di Jakarta, tim kami akan segera membuat rancangan bangunan TPA. Dengan donasi yang ada, kami berharap TPA ini bisa segera terealisasi dalam waktu dekat,” papar Sarbini Abdul Murad saat kunjungannya ke Aceh.   Ke depan, Tim MER-C dari Medan juga akan mengadakan program trauma healing di TPA ini. Lebih lanjut menurut Sarbini, bangunan TPA juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial atau kegiatan masyarakat lainnya. Selama misi kali ini, Tim MER-C mengadakan bantuan pelayanan kesehatan di empat lokasi di dua kecamatan di kabupaten Pidie Jaya, yaitu kecamatan Ulim dan kecamatan Bandar Baru. Selain pelayanan kesehatan, relawan MER-C juga melalukan konseling, terutama kepada anak-anak korban gempa. Metode yang digunakan adalah konseling sederhana dengan pendekatan personal terhadap pasien dengan melibatkan keluarganya.  

MER-C Bantu Korban Banjir Bandang Bima

Bima, 25 Rabiul Awwal 1438/25 Desember 2016 (MINA) –  Menyusul banjir bandang yang melanda Bima  baru-baru ini, lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui Cabangnya di Mataram menurunkan Tim Relawan Medis untuk membantu para korban. “Tim pertama berangkat ke lokasi pada Kamis 22 Desember 2016 sekitar pukul 16.00 bersama rombongan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Tim terdiri dari tiga relawan, yaitu dr. Muhammad Fadillah, dr. Aten Aswari Putra dan dr. Ivan Aprian Akbar,” demikian keterangan dari MER-C yang diterima MINA Ahad (25/12). Tim tersebut membawa bantuan berupa makanan dan minuman serta obat-obatan.   Dua hari sebelumnya, tim MER-C dari Cabang Mataram diwakili dr. Editia Subihardi berangkat bersama rombongan Ikatan Alumni FK UNRAM (IKA FK UNRAM) sebanyak lima dokter dan anggota Tim Bantuan Medis Bumi Gora sebanyak enam orang. Tim juga membawa bantuan berupa makanan, minuman, pakaian, selimut, terpal dan genset hasil sumbangan dari para donatur ke IKA FK UNRAM dan TBM BG FK UNRAM. Menurut tim di lapangan, saat ini bantuan yang sangat dibutuhkan adalah berupa makanan dan minuman cepat saji atau matang untuk bayi dan dewasa, air bersih, pakaian, kain selimut, dan obat obatan. Tim menyerukan bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan donasi melalui Bank BRI, No Rek 470601011328534, atas nama dr. AD Irma Ramdani. Sedangkan bantuan berupa barang (makanan, minuman, pakaian dan kain selimut) dapat menghubungi nomor tim dr. AD Irma Ramdani (081803614631), dr. Januarman (081805718326), dan dr. Denuna Enjana (089674115662). (L/RE1/R02)   Mi’raj Islamic News Agency (MINA) Sumber : http://mirajnews.com/2016/12/mer-c-turunkan-tim-bantuan-korban-banjir-bandang-bima.html

Tim MER-C Susuri Wilayah-wilayah Gempa di Aceh

Aceh. Menyusul gempa berkekuatan 6,4 SR, MER-C segera menggerakkan relawannya yang berada di Aceh dan Medan untuk menuju lokasi bencana guna melakukan Early Assessment of Disaster. Rabu pagi, relawan MER-C di Aceh mulai bergerak ke lokasi bencana, disusul oleh ambulans dan tim medis dari MER-C Cabang Medan.   Setelah melakukan koordinasi dan assessment, Kamis/8 Desember 2016, Tim MER-C langsung menuju posko Tampung Blang Cut, Meusa Jurung, Kecamatan Meurah Dua. Posko pengobatan di posko ini menangani pasien korban gempa sebanyak 108 orang, terdiri dari 33 pasien anak-anak dan 75 pasien dewasa dengan mayoritas lansia.     Jum’at/9 Desember 2016 Tim MER-C mencari wilayah gempa lainnya yang masih minim bantuan medis. Tim melakukan pelayanan kesehatan di posko Masjid Besar At-Taqarrub Tarienggading. Jumlah pasien yang mendapatkan pengobatan sebanyak 84 orang, yang terdiri dari 28 orang anak-anak dan 56 orang dewasa.       Di hari yang sama, Tim Medis MER-C melanjutkan pengobatan ke posko Desa Gampong Dee. Sesampainya di posko Gampong Dee, Tim sempat merasakan getaran gempa pada pukul 16:50 waktu setempat. Para pengungsi terlihat masih dalam keadaan trauma. Pasca gempa anak-anak dan ibu-ibu pun langsung menangis. Di posko ini, Tim MER-C juga menemukan pasien trauma pasca bencana, yaitu seorang wanita yang tidak dapat menggerakkan anggota gerak bawah. Pasien selanjutnya dirujuk ke RS Sigli untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Jumlah pasien di posko Gampong Dee sebanyak 78 orang, dengan perincian dewasa 48 orang dan anak-anak 30 orang.     Sabtu/10 Desember 2016, Tim MER-C kembali menyusuri wilayah gempa lainnya di Aceh. Kali ini Tim berupaya mencapai desa Temanah, kecamatan Trienggading yang sama sekali belum mendapatkan bantuan medis disebabkan akses yang sulit dan jarak tempuh yang jauh. Tim MER-C berhasil mencapai desa ini dan membuka posko pengobatan. Pada kegiatan ini MER-C kolaborasi dengan Tim Medis dari TNI-AD, TNI-AL, dan TNI-AU. Jumlah pasien korban gempa yang mendapatkan pelayanan medis sebanyak 128 orang.       Pelayanan medis yang dilakukan Tim MER-C selama di lapangan adalah pengobatan dasar, perawatan luka, ekstraksi kuku, eksisi abses, transportasi pasien trauma, serta pemeriksaan dan konsultasi kehamilan  

MER-C Kirimkan Relawan dari Aceh dan Medan Bantu Korban Gempa Pidie

Aceh, Duka kembali menoreh Aceh. Rabu, 07 Desember 2016 sekitar pukul 5 pagi, gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang tiga kabupaten di wilayah Aceh, yaitu Kab Pidie Jaya, Kab. Pidie dan Kab. Bireun. Relawan MER-C wilayah Aceh, yaitu Ira Hadiati, SH yang juga pernah diamanahi sebagai Project Manager MER-C untuk bencana tsunami Aceh beberapa tahun silam, bersama relawan lokal lainnya langsung menuju lokasi gempa untuk melakukan penilaian awal bencana.   Sore harinya di hari yang sama, MER-C Cabang Medan sebagai cabang yang terdekat dengan lokasi bencana, juga segera mengirimkan relawan medisnya dengan menggunakan ambulans menempuh jalur darat menuju Aceh. Tim yang diketuai oleh dr. Rifwanul Basir Nst ini berencana melakukan mobile clinic untuk menjangkau korban-korban gempa yang mengalami luka ringan agar bisa langsung mendapat penanganan medis sehingga tidak perlu dirujuk ke Rumah Sakit.     Laporan sementara dari Tim MER-C di lapangan, korban meninggal akibat gempa sampai sudah mencapai 96 orang, kasus luka berat sebanyak 125 orang dan kasus luka ringan sebanyak 452 orang. Total pengungsi sebanyak 3.200 orang. Saat ini sudah tersedia 21 posko yang tersebar di 5 kecamatan.     Tim Medis MER-C mendapat wilayah tugas di Kampung Blang Cut, Meusa Jurung, kecamatan Meurah Dua. Pelaksanaan yang dilakukan oleh Tim Medis MER-C adalah pemeriksaan dan pengobatan dasar serta pemeriksaan dan konsultasi kandungan.     Tim medis awal ini diperkirakan akan bertugas hingga satu minggu ke depan atau lebih tergantung kondisi di lapangan. Relawan dari MER-C Pusat dan cabang lainnya baik tim medis umum maupun tim bedah bersiaga dan siap diberangkatkan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan berdasarkan hasil penilaian tim yang sudah berada di lapangan.     Bantuan untuk korban bencana gempa bumi Aceh dapat disalurkan melalui : Bank Syariah Mandiri (BSM), 701.565.8937 An. Medical Emergency Rescue Committee   Info : 021-3159235 / 0811990176 www.mer-c.org

Banjir Bandang Melanda Garut, MER-C Turunkan Tim Medis

Setelah mengumpulkan informasi dan berkoordinasi dengan jaringan MER-C di wilayah bencana Garut, Jawa Barat, Jum’at pagi/23 September 2016 MER-C segera mengirimkan relawannya sebagai Tim Advance untuk melakukan penilaian dan pemetaan serta memberikan bantuan pengobatan kepada para korban. Tim yang diturunkan dari Jakarta sebanyak 8 relawan, sementara relawan tambahan, diantaranya Dokter Spesialis Anak langsung bergabung dengan Tim di lokasi bencana.   Dalam bencana banjir bandang di Garut, MER-C kembali bekerjasama dengan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung (Wanadri). Ini bukan yang pertama, MER-C dan Wanadri sebelumnya pernah bekerjasama pada misi kemanusiaan medis untuk korban bencana gempa bumi di Nepal pada tahun 2015 lalu. Setelah berkoordinasi dengan relawan Wanadri yang sudah tiba di lokasi bencana lebih awal, Sabtu pagi/24 September 2016, relawan MER-C dan Wanadri melakukan penyisiran ke wilayah terdampak banjir di Garut yang belum mendapat bantuan medis. Wilayah yang dituju tim adalah desa Banjarsari, kecamatan Bayongbong, salah satu wilayah yang terdampak banjir. Jembatan yang terputus membuat Tim harus melalui jembatan sementara yang ada untuk mencapai lokasi bencana. Melihat kondisi desa Banjarsari dan informasi dari warga setempat, maka Tim memutuskan untuk mengadakan pengobatan bagi warga korban banjir di RW 03 Kampung Pasantren dan RW 05 Kampung Rancamidin yang berada di Desa Banjarsari, Kec. Bayongbong. Warga yang berobat pada hari ini berjumlah 75 orang. Minggu/25 September 2016, tim kembali melakukan penyisiran ke wilayah banjir lainnya. Pada hari ke-3 misi, Tim menuju desa Mekarjaya, kecamatan Cikajang dan menggelar pengobatan bagi warga di wilayah ini. Hasil pengamatan dan evaluasi dari Tim Advance ini akan didiskusikan untuk menentukan langkah lebih lanjut bagi korban bencana banjir bandang Garut.                     

Silahkan bertanya?