MER-C Bergerak di Kelud

Jakarta – 14 February 2014. MER-C bergerak untuk memberi bantuan kemanusiaan di bidang medis menyusul meletusnya gunung Kelud, Jawa Timur. Bantuan untuk korban gunung Kelud dapat dikirimkan ke Rekening Bencana – Kemanusiaan: BCA, Cab Kwitang, 686.0099339, BSM, Cab Salemba, 701.5658899 an. Medical Emergency Rescue Committee.
MER-C Bergerak di Gunung Kelud

Jakarta – 14 Februari 2014 MER-C bergerak untuk memberi bantuan kemanusiaan di bidang medis menyusul meletusnya Gunung Kelud, Jawa Timur. Bantuan untuk korban Gunung Kelud dapat dikirimkan ke Rekening Bencana Kemanusiaan : BCA, Cab. Kwitang, 686.0099339 BSM, Cab. Salemba, 701.5658899 a.n Medical Emergency Rescue Committee
MER-C dan Rasil bantu Korban Banjir Muara Gembong

Bekasi – Pada tanggal 28 Januari 2014 MER-C bekerjasama dengan Rasil (Radio Silaturahim 720 AM) memberikan bantuan medis Dan sembako kepada para korban banjir di Cabang Dua, Muara Gembong, Bekasi Utara. Di daerah ini banjir yang terendah tercatat setinggi 1,5 m. Sementara jumlah warga yang terimbas banjir di daerah ini tercatat sebanyak 500 KK (6000 orang).
Peduli Kesehatan dan Peduli Sinabung

Medan – Satgas MER-C yang merupakan relawan dari beberapa mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Keperawatan yang ada di Sumatera Utara mengadakan kegiatan “Peduli Kesehatan dan Peduli Sinabung”. Kegiatan ini rencananya akan diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu di Lapangan Merdeka yang telah dimulai sejak hari Minggu, 19 Januari 2014. Adapun rangkaian kegiatan terdiri dari pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol. Donasi yang telah dikumpulkan pada kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kesehatan khususnya dan juga kepedulian kepada para korban letusan Gunung Sinabung. Dana yang terkumpul sepenuhnya disalurkan langsung kepada masyarakat korban bencana yang berada di beberapa titik pengungsian. Info lebih lanjut mengenai kegiatan ini dan bencana alam Sinabung dapat menghubungi: Berikut daftar contact person relawan MER-C Medan di beberapa kampus kesehatan di Sumatera Utara terkait bencana Sinabung:
MER-C Dan FIM Bantu Korban Banjir

Jakarta – pada tanggal 25 Januari 2014 MER-C bekerjasama dengan FIM RESCUE (Forum Indonesia Muda) mengadakan pengobatan bagi korban banjir di kamp pengungsian di lantai basement Carrefour MT Haryono Cawang. Tim yang terdiri dari 3 dokter, 1 pengemudi turun di wilayah ini. Tercatat jumlah pasien sebanyak 85 warga
MER-C, Berjibaku Bantu Korban Banjir Manado

Jakarta, 24 Rabi’ul Awwal 1435/25 Januari 2014 (MINA) – Pagi itu, Ahad 19 Januari 2014, tim MER-C dari Jakarta tiba di Bandara Sam Ratulangi Sulawesi Utara tepat pukul 09.30 wita. Kurang lebih setengah jam, tim medis yang sudah melahirkan sejarah besar dengan mendirikan Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza itu menunggu tim medis Makasar hingga pukul 11.15 wita dengan rencana menuju Kantor BASARNAS. Setelah berkumpul dan saling melepas rindu, tim langsung menuju Kantor BASARNAS Manado. Di BASARNAS, tim MER-C mendapatkan informasi mengenai letak posko utama penanganan bencana banjir Manado, tepatnya di Kantor Walikota Manado. Sekitar pukul 12.00 wita, tim medis itu, walikota beserta wakilnya bersiap untuk berkordinasi. Selepas kordinasi itulah tim MER-C segera diarahkan ke beberapa titik bencana di Kota Manado. Untuk memudahkan dalam memberi bantuan di lapangan, tim itu dipandu oleh RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Rescue Manado. Menurut tim MER-C, sepanjang perjalanan menuju titik bencana, terlihat para warga yang menjadi korban bahu-membahu bersama TNI membersihkan rumah dan jalanan yang tertutup lumpur. Gundukan sampah seperti pakaian, perabotan rumah dan serpihan genting serta tembok rumah yang hancur pun tertimbun lumpur. Jalan-jalan utama menjadi padat akibat timbunan lumpur dan sampah sehingga memperlambat sampai titik bencana. Pukul 15.00 waktu setempat, tim akhirnya sampai di titik pengungsian pertama, tepat di Taman Makam Pahlawan Kai Ragi Weru. Di tempat itulah tim mulai memberikan bantuan medis kepada 20 pasien. Sebagian besar pasien itu berusia dibawah 18 tahun. Mayoritas pasien di titik pertama itu menderita penyakit dermatitis, cephalgia, hipertensi dan diare. Di titik ini juga, tim selesai menjalankan tugasnya sekitar pukul 16.30 wita. Tanpa menunda-nuda, tim kemudian berlanjut menuju titik kedua dari bencana banjir tersebut yang terletak di Kampung Kumoraka, Kecamatan Werang. Di titik itu, tim memberikan bantuan kepada 30 warga. Mayoritas pasien di titik ini berusia dibawah 18 tahun. Para pasien di tempat ini kebanyakan menderita ISPA, hipertensi dan dermatitis. Sekitar pukul 18.15 wita, tim ke penginapan untuk melepas lelah. Pembagian Tim Di hari kedua, Senin (20/1), untuk memaksimalkan memberikan bantuan kepada korban, tim MER-C dibagi menjadi dua. Tim pertama beranggota dr. Andi Fajar Wela dan Yan Adhitya Kusuma, sedang tim kedua dr. Rifki Hidayat dan dr. Fathul Rochman. Tim pertama bertugas melakukan survey ke Tomohon, wilayah yang terkena longsor. Sementara tim kedua melakukan mobile clinic bersama RAPI Rescue. Sekitar pukul 08.30 wita tim berangkat menuju posko utama untuk melakukan kordinasi dengan walikota dan jajarannya. Setelah melakukan kordinasi, dengan kendaraan bermotor, tim pertama menuju dinas kesehatan Kota Manado untuk mengambil obat-obatan yang dibutuhkan pasien. Obat-obatan itu lalu dibawa tim pertama menuju daerah pengungsi di Tinoor, Tomohon. Kurang lebih 90 menit, tim sampai di tempat tujuan. Tak mudah rupanya menuju tempat pengungsi di hari kedua itu. Meski jalannya beraspal, namun mendaki, licin dan rusak. Meski jalan sepertinya tak bisa dilalui, namun akses untuk mencapai lokasi masih bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat. Walau berat, akhirnya tim pertama sampai juga di lokasi. Bantuan medis pun segera diberikan. Sementara itu, tim kedua bersama RAPI Rescue melakukan mobile clinic di Gereja GKBP Sidan Hosanna, Tikala Kumaran. Tak kurang 30 orang korban ditangani tim kedua itu. Sebagian besar pasien itu adalah wanita berusia di atas 18 tahun. Penyakit yang diderita antara lain; dermatitis, ISPA, hipertensi, dan diabetes mellitus. Setelah selesai memberikan pengobatan, tim melanjutkan perjalanan untuk memberi bantuan kepada korban di Sindulan, Manado Utara. Sekitar 30 pasien bisa ditangani dengan baik. Di lokasi kedua ini, jenis penyakit yang diderita pasien hampir sama dengan pasien di lokasi sebelumnya. Memasuki hari ketiga, Selasa (21/1), tim MER-C melakukan kegiatan bersama dengan anggota Korem 131 Manado. Seperti hari sebelumnya, tim tetap dibagi dua dengan tugas sama seperti hari sebelumnya. Yang membedakan, tim kedua pada hari ketiga ini bekerja sama dengan FKPPI (Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan Indonesia) menuju beberapa titik bencana di wilayah Manado Utara. Sementara itu, tim pertama melakukan survey ke Kampung Merdeka, Dendengan Dalam. Dengan berjalan kaki, kurang lebih 30 menit untuk menempuh lokasi yang dituju. Menurut pengamatan tim, daerah yang dituju itu merupakan wilayah terparah yang diterjang bencana akibat luapan Sungai Tondano. Menurut penuturan korban, air meluap hingga mencapai ketinggian lebih kurang 4 meter. Akibatnya, sebagian besar rumah warga tenggelam. Beruntung, luapan air itu tak menelan korban jiwa. Sekitar pukul 12.00 wita, tim pertama tiba di posko bencana, tepat di sebuah masjid di Kampung Merdeka. Selepas shalat Dzuhur, tim MER-C bersama tim Calcaneus Universitas Hasanudin (Unhas) memberikan bantuan medis kepada masyarakat sekitar. Menurut tim MER-C, penyakit yang diderita warga kebanyakan penyakit kulit dan ISPA. Jumlah pasien yang ditangani sekitar 20 orang. Tepat pukul 14.00 wita, bantuan medis selesai diberikan. Kerjasama yang Baik /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Memasuki hari keempat, Rabu (22/1), baik tim pertama maupun tim kedua bergerak menggunakan kendaraan bermotor menuju daerah bencana. Tim pertama membuka posko di salah satu rumah warga di Kampung Merdeka. Tidak seperti hari sebelumnya, posko kali ini jauh dari masjid. Untuk mempersiapkan perlengkapan bantuan, tim baru bisa membuka layanan medis pukul 10.00 – 12.30 wita. Di hari keempat itu, pasien yang datang berobat berjumlah 10 orang, dengan usia dibawah 18 tahun. Sebagian besar menderita penyakit kulit. Sementara itu, tim kedua melakukan survey ke beberapa titik di Sario, Ketang Baru dan Tanjung. Namun kali ini tim kedua tidak memberikan bantuan medis karena di lokasi itu sudah banyak didirikan posko kesehatan. Selesai melakukan tugas di lokasi masing-masing, semua tim kembali ke Korem untuk melakukan kordinasi. Kali ini yang menjadi tujuan survey adalah daerah Pakowa. Tim berangkat sekitar pukul 15.30 wita menggunakan dua motor. Perjalanan menuju Pakowa memakan waktu sekitar 35 menit. Tiba di lokasi, tim langsung memberikan bantuan kepada pengungsi di masjid yang ada di Pakowa. Memasuk hari kelima, Kamis (23/1), dr. Wela dan dr. Fathul sudah kembali lebih awal ke Makasar. Sementara, dr. Rifki Hidayat dan Yan A Kusuma untuk sementara tetap di posko bencana. Sekitar pukul 14.00 wita, tim yang tersisa melakukan kunjungan kepada para warga untuk memeriksa kesehatan mereka. Setelah itu, tim menuju Kampung Bugis di Kecamatan
MER-C Menurunkan Tim Medis di Kebon Baru

Jakarta – Hujan yang terus turun selama hampir seminggu mengakibatkan beberapa tempat di Jakarta mengalami kebanjiran, bahkan beberapa akses jalan protokol di Jakarta tidak bisa dilalui karena tingginya volume air yang menggenang di ruas-ruas jalan di Jakarta. Hari senin (20/1) tim medis MER-C yang terdiri dari 2 dokter dan 2 perawat dengan sistem mobile clinic menyambangi daerah kebon baru di daerah Tebet, untuk memberikan pengobatan kepada para pengungsi korban banjir yang berasal dari wilayah Rt. 1 – Rt.8. Jumlah pasien yang di tangani tim tercatat sebanyak 105 warga, dan tim sempat melakukan 1 tindakan medis terhadap seorang warga yang terkena pecahan kaca di tangan kanan sehingga harus di jahit. Penyakit yang banyak di tangani tim MER-C terdiri dari diare, penyakit kulit, ISPA, dan hipertensi.
MER-C Kirimkan Tim ke Manado

Jakarta – Empat relawan MER-C dikirimkan ke Manado untuk memberi bantuan medis bagi warga korban banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah ini. Relawan yang dikirimkan semua medis terdiri dari dokter & dokter muda yang berasal dari Makassar, Jakarta dan Mataram. Di Manado, Tim akan berkoordinasi dengan instansi terkait kebencanaan dan kesehatan serta mendatangi wilayah-wilayah yang terkena dampak bencana terparah yang masih membutuhkan bantuan kesehatan. “Lama misi dijadwalkan satu minggu, namun hal ini akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan dan hasil assessment teman-teman tim,” ujar dr. Arief Rachman, salah satu Presidium MER-C. Bantuan untuk korban bencana alam Manado dapat disalurkan melalui rekening amanah kemanusiaan MER-C: BCA, Cab Kwitang, 686.0099339 BSM, Cab Salemba, 701.5658899 an. Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Medan Buka Posko Penerimaan Bantuan Bencana Sinabung

Medan – Salam Kemanusiaan. Seiring kita melakukan aktivitas hari ini, kami dari MER-C Medan mengajak kita semua untuk turut bersimpati dan sambung rasa kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah di sekitar Gunung Sinabung. Mari kita doakan dengan sepenuh hati kepada Tuhan semesta alam, agar kiranya bencana ini segera usai dan Sinabung kondusif kembali. Mari pula kita salurkan bantuan Logistik & Medis kepada para pengungsi. Mari kita advokasi bersama kepada pihak pemerintah mulai dari pusat hingga daerah, untuk melakukan langkah-langkah penanganan bencana yang lebih komprehensif, termasuk melakukan upaya relokasi penduduk. Kita lihat hari ini terdapat lebih dari 25.000 jiwa pengungsi, jika 1 jiwa membutuhkan konsumsi sekitar Rp 5.000 – 10.000 per hari, maka sehari dibutuhkan Rp 125 – 250 juta per harinya. Doa, harapan, dan kerja kita semua membantu nyawa dan kualitas hidup saudara-saudara kita. Mari membantu dan selamatkanlah sesama manusia, karena pada hakikatnya itulah tujuan kehidupan manusia. MER-C Medan telah berkoordinasi dengan MER-C Indonesia untuk kesiapsiagaan pengiriman Tim Bedah jika terjadi gempa vulkanik yang lebih besar. Juga kami bersama dengan seluruh relawan mahasiswa FK, membuka posko penerimaan bantuan bencana, dalam bentuk uang tunai, bahan pangan, dan medis. Posko Utama : Kantor MER-C Medan : Jl. Setiabudi Kompleks Ruko Milala Blok C-6 contact person : Ruslan (085362976538) BBM MER-C Medan pin 28C45767 Rek. Donasi Kemanusiaan : Bank Syariah Mandiri, Rek. 7019895167, Atas nama MER-C Medan Contact Person di beberapa Kampus Kesehatan di Sumatera Utara: CP: FK USU – M. Naufal (085270922694) CP: FK UISU – Al Munawarah Yani (085270191155) CP: FK UISU – Al Manar Mustawa (081396303202) CP: FK UMSU – Zulfadli (085297383067) CP: Poltekkes Kemenkes RI – Syarif (082369153320) (Dr. Rahmad Gunawan/Sekretaris Umum MER-C Cabang Medan)
MER-C Dispatches Medical Team to Manado

Jakarta – As much as four MER-C volunteers went to Manado to delivered medical assistance to the victims of floods and land slide that hit the area. The team is made of four medical volunteers, where some of them are doctors from Makassar, Jakarta and Mataram. In Manado, the team will coordinate with institutions handling local natural disaster and public health, as well as visiting the areas worst hit that highly need medical help. “The team is scheduled to stay for one week? But this will depend on the condition of the field and the team’s assessment,” explained dr. Arief Rachman, one of MER-C presidium. Donations for Manado natural disaster may be delivered to MER-C’s Humanitarian mandate: BCA, Kwitang branch, 686.0099339 BSM, Salemba branch, 701.5658899 Under the name of Medical Emergency Rescue Committee