MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

5 Relawan MER-C Mulai Layani Kesehatan Pengungsi Sinabung

Medan – Selasa subuh ini (14/1), MER-C Medan memberangkatkan 5 relawannya yang terdiri dari 2 dokter, 2 perawat, dan 1 relawan non medis ke lokasi bencana erupsi Sinabung. Ini adalah tim ke-5 yang telah dikirimkan MER-C Cabang Medan ke gunung yang terletak di Kabupaten Karo. Saat menuju Sinabung, ambulans yang dikendarai Tim tiba-tiba mogok di Sibolangit. Dengan pertolongan warga sekitar, tidak berapa lama kendaraan operasional MER-C Cabang Medan ini dapat melanjutkan pemberian bantuan medis kepada para pengungsi korban erupsi.     Setibanya di lokasi, tim langsung mencari titik pengungsian yang masih minim layanan kesehatan. Berdasarkan informasi yang diterima tim, total pengungsi saat ini disemua titik pengungsian terdapat lebih dari 25 ribu jiwa, yang tersebar di 30 titik pengungsian. Sampai dengan Selasa siang, Tim MER-C Medan telah memberikan pengobatan di dua titik pengungsian, yaitu Rumah Kabanjahe dan Masjid Taqwa Kabanjahe. Jumlah pasien terdiri dari 70 orang dari total 200 orang pengungsi yang ada. Selain melakukan pengobatan,tim juga menyerahkan bantuan berupa bahan makanan berupa beras. Ketua MER-C Cabang Medan, dr. Ahmad Handayani mengingatkan anggota timnya agar senantiasa berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan dan minuman selama di lokasi bencana. Hal ini dikarenakan erupsi dapat mencemarkan sumber air dan tanah. “Sebisa mungkin minum air mineral dan makan yang higienis,” tuturnya. Dr. Ahmad Handayani juga berpesan kepada anggotanya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjaga higienitas dengan baik walau dengan sumber air dan makanan seadanya.                

MER-C Siaga Banjir Jakarta

Jakarta – Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu malam (11/1) hingga Senin pagi (13/1) telah mengakibatkan bencana banjir di sejumlah wilayah. MER-C sebagai lembaga medis, telah menyiagakan relawannya khususnya relawan medis untuk mengantisipasi penyakit-penyakit yang biasanya bermunculan pasca banjir.  Seperti tahun-tahun sebelumnya, Tim MER-C akan menyusuri dan mencari wilayah banjir yang belum atau masih minim bantuan medis.     Bantuan untuk korban bencana banjir Jakarta dapat disalurkan melalui rekening donasi amanah Kemanusiaan MER-C sbb: BCA, 686.0099339 BSM, 701.5658899 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee                

MER-C Cabang Medan Turunkan Tim ke-5 Untuk Korban Sinabung

Medan – “Bapak/Ibu Penasehat, relawan, sahabat MER-C. Kami sampaikan bahwa hari ini (Senin, 13 Januari 2014), InsyaAllah MER-C akan memberangkatkan tim medis untuk ke 5 kalinya dalam rangka memberikan pertolongan medis bencana erupsi Gunung Sinabung. Tim terdiri dari 1 orang dokter, 2 perawat, dan 2 paramedis, dan masih membuka kesempatan seluas-luasnya kepada saudara-saudara dan sahabat-sahabat kami khususnya dokter / perawat / paramedic dan rekan-rekan mahasiswa kesehatan yang ingin turut berpartisipasi, mengingat hari Selasa adalah hari Libur nasional,” demikian isi pesan singkat dr. Ahmad Handayani, Ketua MER-C Cabang Medan yang diterima MER-C Pusat pagi ini.   Masih dalam pesan yang sama, dr. Ahmad Handayani menyampaikan bahwa sebaran info ini bukan untuk membesarkan nama organisasi, atau untuk menyebutkan bahwa MER-C adalah organisasi yang paling peduli, namun pesan ini ada untuk menyampaikan ajakan dan menggelorakan semangat kepedulian kita kepada saudara-saudara kita di sekitar gunung Sinabung yang saat ini sedang ditimpa kesulitan dan kesedihan. Lebih lanjut katanya, “Kami sadari bahwa MER-C Medan sendiri masih jauh dari optimal untuk memberikan bantuan, untuk itu kami harapkan dukungan, kami mohonkan bantuan, dan kami pasrahkan semua upaya ini semata-mata mengharap ridho Ilahi.” Bagi Bapak/Ibu yang ingin memberikan donasi, MER-C cabang Medan menerima donasi dalam bentuk bahan pangan, uang tunai, dan obat-obatan untuk disalurkan langsung kepada para pengungsi.   Untuk informasi lebih lengkap dapat menghubungi Kantor MER-C Cabang Medan : Alamat              : Jl. Setiabudi Kompleks Ruko Milala Blok C-6 Contact Person : Ruslan (085362976538)/Sekretaris Eksekutif MER-C Cabang Medan Pin BB              : 28C45767 Rek. Donasi      : Bank Syariah Mandiri, No. Rek. 7019895167, atas nama MER-C Cab. Medan                

Sinabung Awas, MER-C Medan Turunkan Tim Medis

Medan, Sumatera Utara – “… Saat ini status Sinabung adalah AWAS yang merupakan status tertinggi dari gunung api. MERC Medan pada subuh ini (26 November 2013) memberangkatkan tim medis terdiri dari 2 dokter dan 2 perawat untuk melakukan bantuan medis dan sekaligus penyaluran bantuan sembako, selimut dan masker. Mohon doa dan dukungan kita semua untuk misi kemanusiaan ini…bantuan yang saat ini dibutuhkan antara lain: obat-obatan, makanan siap konsumsi dan air bersih… Bantuan dalam bentuk uang dapat dikirimkan via transfer ke Bank Mandiri, Rek 1060010570243, A.n. Rinaldi Sani Nst dan konfirmasi ke CP kami. Terima kasih…CP: RINALDI 085275025138,” demikian penggalan isi pesan singkat dari relawan MER-C Cabang Medan, dr. Rinaldi Sani Nasution. Saat ini Tim MER-C Medan mengabarkan bahwa mereka sudah tiba di kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo. “Di sini suasana kondusif, dan hari ini tidak ada abu vulkanik,” ujar Ketua Tim medis MER-C Medan dr. Rahmad Gunawan. Lebih lanjut ia melaporkan bahwa kegiatan tim hari ini adalah melakukan assessment lapangan. “Saat ini ada 31 titik pengungsian dengan jumlah pengungsi 17 ribu. Tapi pengungsi ini kalau pagi beraktivitas biasa, sore malam mereka ke pengungsian,” tambahnya. Hari ini Tim MER-C akan melakukan rapat koordinasi dengan posko bencana BNPB, karena saat ini BPBD daerah Karo belum dibentuk. Dari hasil koordinasi dan pengamatan sementara Tim MER-C di lapangan, ada 3 titik di luar kota Kabanjahe yang perlu jadi perhatian, karena jauh dari akses Puskesmas atau RS, yakni di wilayah Payung, Tiga Binanga, dan Berastagi.

Prinsip Netralitas dan Rahmatan Lil’alamin untuk Korban Bencana Sinabung

Medan – Kamis (19/9), MER-C Cabang Medan kembali menurunkan tim medisnya untuk memberikan bantuan pengobatan bagi pengungsi korban bencana letusan gunung Sinabung. Ini adalah Tim ke-2 yang diturunkan MER-C Cabang Medan, setelah Tim pertama yang turun saat awal letusan Sinabung, Minggu (15/9) lalu dengan lokasi pengobatan di Masjid Raya Kabanjahe. Lokasi pengungsian yang dipilih kali ini adalah Komunitas Ora et Labora Kabanjahe yang sebagian besar merupakan warga nonmuslim. Prinsip netralitas dan rahmatan lil’alamin tidak membedakan ras, suku, agama dan ideologi adalah dua prinsip yang senantiasa dipegang teguh oleh para relawan MER-C dalam memberikan bantuan bagi korban perang, konflik dan bencana alam di manapun. Kamis malam setibanya di lokasi, Tim MER-C langsung melakukan peninjauan ke beberapa titik pengungsian. Titik pengungsian Komunitas Ora et Labora Kabanjahe yang sebagian besar terdiri dari pengungsi nonmuslim ini akhirnya dipilih oleh Tim MER-C Cabang Medan karena belum terjamah bantuan sama sekali baik bantuan medis maupun makanan dari pihak manapun termasuk pemerintah setempat. Sementara, beberapa titik pengungsian lainnya tampak pengungsi sudah tertangani dan sudah mendapat bantuan.   Jumlah pengungsi di komunitas ora et labora sekitar 170 orang, banyak diantaranya adalah balita dan lansia. Para pengungsi rata-rata menderita ISPA, Dispepsia dan Darah tinggi.   “Selain bantuan pengobatan di posko maupun sistem door to door visit, kami juga menyalurkan sumbangan barang dari donatur berupa makanan, minuman, makanan bayi dan masker yang kami terima dari Mode Grup. Bantuan ini kami salurkan langsung ke pengungsi yang diterima oleh Bapak Markus Ginting,” ujar dr. Rinaldi, Ketua Tim Medis MER-C untuk Bencana Sinabung.   Esoknya, hari Jum’at (20/9) pagi sekitar pukul 01.00 dini hari, terjadi lagi gempa vulkanik. Debu vulkanik menyebar ke arah barat, timur dan selatan puncak gunung Sinabung. BMKG SUMUT belum berani memastikan status gunung Sinabung yang statusnya masih siaga 3.  Meskipun ada gempa, namun masih ada warga di daerah Lau Kawar, sekitar 6 km dari puncak gunung Sinabung yang enggan mengungsi.   Sementara itu, hingga Jum’at siang, status gunung Sinabung  masih siaga 3, tetapi para pengungsi yang bermukim lebih dari 3 km dari puncak gunung sudah diperbolehkan pulang. Walau sudah diijinkan pulang tapi masih banyak warga yang memilih tinggal di pengungsian karena erupsi gunung Sinabung yang tidak bisa terprediksi. Tim ke-2 MER-C untuk bencana Sinabung memutuskan kembali ke Medan setelah adanya informasi dari Komandan TNI Andika selaku Pimpinan Koordinasi Bantuan Sinabung yang menyatakan bahwa gunung Sinabung sudah kondusif dan warga yang bermukim lebih dari 3 km dari puncak sudah diperbolehkan pulang.   “Kami akan terus memantau dan siaga untuk bencana ini. Terima kasih kepada para donatur dan relawan untuk sumbangsihnya, semoga menjadi amal ibadah bagi kita semua,” tutur dr. Ahmad Handayani, Ketua MER-C Cabang Medan

MER-C Medan Terus Pantau dan Siagakan Tim Medis untuk Bencana Sinabung

Medan – Minggu (15/9) sekitar pukul 02.00 dini hari gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo provinsi Sumatera Utara meletus. Menyusul kejadian tersebut, MER-C cabang Medan segera menyiapkan Tim Advance tanggap bencana untuk melakukan assesment dan pertolongan medis darurat kepada para korban. Pada Minggu sore, Tim yang terdiri dari 3 dokter, 3 perawat dan 1 tenaga kesehatan masyarakat berangkat ke lokasi bencana dengan menggunakan ambulans operasional MER-C Cabang Medan.  Tim pimpinan dr. Rinaldi Sani Nst tiba di wilayah Kabanjahe yang berada sekitar 5 km dari gunung Sinabung pada Minggu malam sekitar pukul 19.30 waktu setempat. Tim langsung mengunjungi Masjid Raya Kabanjahe yang merupakan salah satu lokasi pengungsian. Sekitar 60-an warga mengungsi di masjid ini dan jumlahnya terus bertambah. Terdapat 5 titik pengungsian lagi di Jambur. Jumlah pengungsi di Kabanjahe dan Berastagi diperkirakan sebanyak 2.500 orang. Malam itu juga, Tim langsung melakukan kegiatan pelayanan kesehatan di Masjid Raya Kabanjahe.  Keesokan harinya, Senin (16/9) tim mulai bergerak ke arah gunung Sinabung untuk melihat langsung kondisi bencana dan warga di sana, tepatnya di kecamatan Nemanteran. “Sebagian warga sudah mengungsi ke kota Kabanjahe, sebagian lainnya masih ada yang menetap,” ujar dr. Rinaldi, Ketua Tim Advance Bencana Sinabung.   Lebih lanjut dr. Rinaldi, yang juga Ketua Divisi Yankes MER-C Cabang Medan memaparkan bahwa dari pantauan tim, warga cukup mendapatkan pengobatan dan makanan dari pemerintah setempat. Untuk mengecek kesehatan warga, Tim MER-C melakukan pelayanan medis dengan mobile clinic (pelayanan medis keliling). “Alhamdulillah, kondisi warga yang kami jumpai sehat-sehat saja,” tambah dr. Rinaldi. “Berdasarkan hasil evaluasi Tim Advance MER-C, maka untuk saat ini kami belum membuka posko. Namun kami tetap memantau dan siap turun ke lokasi apabila gunung Sinabung mulai aktif kembali,” ujar Ketua MER-C Cabang Medan, dr. Ahmad Handayani.  “Bantuan pakaian, logistik serta dana kita tutup sementara karena penyalurannya belum bisa dipastikan, melihat situasi Sinabung,” tambahnya.   MER-C Cabang Medan: Hp : 087768591522 BB : 28c45767 Rek. Donasi : BSM, 7019895167 an. MER-C Cabang Medan

Tim MER-C Medan Tiba di Lokasi Bencana Sinabung

Medan – Alhamdulillah Tim Advance Tanggap Bencana Medical Emergency Rescue Committee Cabang Medan yang terdiri dr 3 dokter, 3 perawat & 1 relawan kesehatan masyarakat telah sampai di Kabanjahe (pkl.19.30 tadi malam) kira-kira 5km dari Gunung Sinabung. Tim sampai di Mesjid Agung Kabanjahe. Banyak warga muslim yang mengungsi di mesjid. Sampai sekarang ada 60an warga di Mesjid Agung Kabanjahe dan akan bertambah. Terdapat 5 titik pengungsian lagi di Jambur. Jumlah pengungsi di Berastagi dan Kabanjahe sekitar 2500an orang. Mohon doanya utk para korban & Tim yang bertugas. Smg selalu diberi kemudahan & perlindungan. Amiin Contact MER-C Cab. Medan untuk info dan penyaluran bantuan: Hp 0877 68591522 Pin BB 28C45767 BSM, Rek No. 701.989.5167 a/n MER-C Cabang Medan

MER-C Medan Turunkan Tim Medis Untuk Korban Sinabung

Medan – Gunung Sinabung meletus Minggu dini hari (15/9) pukul 02.00 Wib. MER-C Cabang Medan akan menurunkan Tim Advance untuk assessment dan pertolongan medis darurat.  Insya Allah tim akan berangkat hari ini pukul 16.00 Wib. MER-C Medan membuka posko untuk mernerima bantuan yang akan di salurkan ke para korban Sinabung, berupa pakaian layak pakai, makanan siap saji, dan dana. Bantuan dapat disalurkan ke kantor MER-C Medan  di Jl. Setiabudi Komp Ruko Milala Blok C 6.   Contact MER-C Cab. Medan untuk info dan penyaluran bantuan: Hp 0877 68591522 Pin BB 28C45767 BSM, Rek No. 701.989.5167 a/n MER-C Cabang Medan

MER-C Susuri 25 Desa di Wilayah Gempa Aceh Tengah

Jakarta – Beberapa hari menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, tepatnya tanggal 2 Juli 2013, masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam kembali diuji dengan musibah bencana gempa bumi. Gempa melanda 2 kabupaten di provinsi ini, yaitu Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah. Kamis (4/7), MER-C Cabang Medan sebagai cabang yang terdekat dengan lokasi gempa segera menurunkan Tim medisnya yang terdiri dari 3 perawat, 1 psikolog dan 1 supir. Tim menempuh jalur darat dengan menggunakan kendaraan operasional MER-C Medan berupa ambulans menuju Aceh. Sementara Tim dari MER-C Pusat Jakarta yang terdiri dari 3 dokter, 1 perawat bedah, 1 tenaga logistik dan 1 supir menyusul ke Aceh pada hari Sabtu (6/7).   Perjalanan jalur darat ke lokasi gempa baik dari Medan maupun Banda Aceh harus ditempuh selama belasan jam. Hal ini diakibatkan oleh kondisi jalan yang rusak dan terjadi longsor di sejumlah titik akibat getaran gempa. Terletak di wilayah dataran tinggi membuat kondisi jalan menuju lokasi cukup berbahaya, jurang di satu sisi dan tebing yang rawan longsor di sisi yang lain. Untuk itu, supir kendaraan tim MER-C harus ekstra hati-hati. Lokasi gempa yang pertama dilalui adalah Bener Meriah. Tim MER-C Medan langsung menyusuri dan memberikan pelayanan medis kepada para korban gempa yang ditemui di wilayah ini. Pada hari Minggu siang (7/7), Tim MER-C Medan dan Jakarta telah bertemu dan berkumpul di lokasi gempa dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Tim MER-C dari Medan dan Jakarta sepakat untuk berfokus memberikan bantuan medis bagi korban gempa di Kabupaten Aceh Tengah. Hal ini dikarenakan Kabupaten ini mengalami dampak yang luas akibat gempa.  Dari informasi resmi yang dikeluarkan oleh Bupati Aceh Tengah, gempa melanda 12 kecamatan dari 14 kecamatan di wilayah ini atau sekitar 85,71%. Jumlah kampung yang mengalami dampak kerusakan akibat gempa mencapai 232 kampung dari 352 kampung yang ada atau sekitar 65,50%.  Jumlah warga yang mengungsi diperkirakan 5.000 jiwa, belum termasuk warga yang mengungsi di depan atau halaman rumah mereka dengan membuat tenda sederhana. Tim MER-C diberi kewenangan dan tanggung jawab oleh Pemda dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) wilayah Aceh Tengah untuk memberikan bantuan medis bagi korban gempa di wilayah kecamatan Kute Panang. Di kecamatan ini, sebanyak 25 desa terkena dampak gempa. Dengan kekuatan 11 personil, MER-C menyanggupi tanggung jawab ini dan segera membuka posko utama tepatnya di Desa Ratawali, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah.   Ketua tim langsung dibagi menjadi dua. Tim Pertama memberikan bantuan pengobatan di posko, sementara Tim kedua melakukan mobile clinic dengan menggunakan kendaraan operasional untuk mencari wilayah yang belum terjangkau bantuan. Luasnya wilayah cakupan membuat Ketua Tim Misi Gempa Aceh pada keesokan harinya memutuskan agar pada siang seluruh tim difokuskan pada kegiatan mobile clinic. Sedangkan untuk pengobatan di posko jadwalnya diubah menjadi pagi hari sebelum tim melakukan mobile dan malam hari sepulang Tim dari kegiatan mobile. Dengan sistem ini, diharapkan lebih banyak desa-desa yang terkena dampak gempa bisa terjangkau bantuan medis dengan lebih cepat. Bagi relawan MER-C yang sudah beberapa kali mengikuti misi kemanusiaan ke wilayah bencana lain baik di dalam maupun di luar negeri, misi kali ini termasuk cukup berat. Hal ini dikarenakan cuaca yang dingin dan lokasi gempa yang merupakan dataran tinggi. Gempa membuat jalan banyak yang rusak dan terbelah, sehingga para relawan harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki meskipun tengah berpuasa agar dapat mencapai korban gempa yang berada di desa-desa.   Alhamdulillah, pada hari ke-5 Tim berada di lokasi gempa Aceh Tengah, sebanyak 25 desa wilayah cakupan Tim MER-C yang diamanahkan oleh Pemda dan IDI setempat sudah berhasil dikunjungi oleh Tim. Selain memberikan pengobatan, Tim Medis MER-C juga memberikan edukasi kepada para korban untuk merawat dan membersihkan luka. Dari hasil assessment dan pelayanan kesehatan di kedua puluh lima desa tersebut, Tim MER-C memutuskan tidak diperlukan Tim lanjutan berupa Tim Bedah karena pasien korban gempa yang memerlukan operasi lebih lanjut sudah dapat ditangani oleh Pemda setempat.

MER-C Buka Klinik Keliling Ke Lokasi Terisolir Gempa Aceh

Jakarta, 29 Sya’ban 1434/8 Juli 2013 (MINA) – Tim Medis MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Pusat Jakarta bersama MER-C Cabang Medan sudah mulai membuka posko sejak Sabtu (6/7) di Kampung Ratawali, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah. Saat ini, Tim Medis MER-C melakukan klinik keliling (mobile clinic)  dengan menggunakan ambulans untuk mencari lokasi terisolir yang belum terjangkau bantuan medis. Tim MER-C dipandu Satuan Koordinator Pelaksana (Satkorlak) pemerintah setempat menuju lokasi terisolir, yaitu di Kampung Jaluk, Kecamatan Ketol. Di kecamatan ini tercatat, sebanyak 31 kampung terkena dampak gempa. “Selain memberikan bantuan pengobatan, Tim MER-C juga melakukan pendataan korban gempa yang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti operasi bedah tulang,” kata Manajer Operasional MER-C, Rima, kepada Mi’raj News Agency (MINA). Tim dokter MER-C saat ini berfokus memberikan bantuan medis bagi korban gempa di Kabupaten Aceh Tengah. Hal ini dikarenakan Kabupaten ini mengalami dampak yang luas akibat gempa, katanya. Berdasarkan informasi resmi Bupati Aceh Tengah, gempa melanda 12 kecamatan dari 14 kecamatan di wilayah ini atau sekitar 85,71 %. Jumlah kampung yang mengalami dampak kerusakan akibat gempa mencapai 232 kampung dari 352 kampung yang ada atau sekitar 65,50 %.  Sedangkan jumlah warga yang mengungsi diperkirakan 5.000 jiwa. Belum termasuk warga yang mengungsi di depan atau halaman rumah mereka dengan membuat tenda sederhana. Rima menambahkan, masyarakat yang ingin berpartsiipasi memberikan donasi bantuan bagi korban gempa Aceh melalui Rekening MER-C amanah Aceh BSM 701.5658.937 atas nama Medical Emergency Rescue Committee, atau datang langsung ke Kantor MER-C Pusat Jalan Kramat Lontar J-157 Senen, Jakarta Pusat, telepon dan faksimili (021) 3159235 atau pesan singkat 0811990176. Siap Relawan Sementara itu, warga Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Niyabah Sukabumi, Jawa Barat dalam Ta’lim Niyabah dan Dialog dengan Redaktur Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency) Ahad (7/7), mengatakan kesiapan warga setempat jika diperlukan beramal sholeh sebagai relawan membantu korban gempa Aceh. Warga Sukabumi mengetahui perjalanan Tim Medis MER-C dan informasi perkembangan dunia Islam pada umumnya melalui Radio Silaturahim (Rasil), yang kini telah memiliki pemancar di Sukabumi. “Suaranya terdengar jelas dengan adanya pemancar di sini,” ujar Ahmad Hudaya, tokoh masyarakat setempat. Menurutnya, umat Islam di wilayah Sukabumi merasa tercerahkan dengan kehadiran Radio Silaturahim membawa misi untuk Islam yang satu. Banyak pejabat dan tokoh ulama mendengarkan Rasil melalui radio mobil dalam perjalanannya. (L/R1). Sumber : http://www.mirajnews.com/indonesia/6588-mer-c-buka-klinik-keliling-ke-lokasi-terisolir-gempa-aceh.html  

Silahkan bertanya?