MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Program Covid Semesta

Menjelang akhir tahun, resiko terjadinya kerumunan perayaan tahun baru dikhawatirkan banyak kalangan. Kita lihat di berbagai wilayah Jabodetabek, kepatuhan masyarakat menjalan Prokes masih minim. Di jalan-jalan, di rumah ibadah, di pasar banyak yang belum patuh menggunakan masker dan masih banyak tempat-tempat makan restoran yang belum menjalankan protokol kesehatan. Informasi tentang covid kurang infiltratif ke daerah-daerah pedesaan. Dokter-dokter, ahli-ahli kesehatan hanya banyak melakukan edukasi di medsos saja, itupun banyak informasi yang simpang siur tentang covid yang membuat masyarakat kurang dapat mencerna apa yang disampaikan atau bahkan malah nakes bertolak belakang pemahamannya dengan masyarakat. Akibatnya masyarakat kurang mau kerjasama atau terlibat dalam penanganan covid. Peluang yang ada untuk mensukseskan program covid semesta belum digarap dengan baik yaitu: 1.    Melibatkan pemuka-pemuka agama, tokoh-tokoh masyarakat untuk mengkampanyekan penanggulangan covid dan pentingnya menjalankan protokol kesehatan. Contoh teranyar adalah kasus kerumunan yang melibatkan seorang ulama. Begitu yg bersangkutan menyadari pentingnya protokol kesehatan, maka para pengikutnya langsung membatalkan acara-acara yang akan menimbulkan kerumunan. Masyarakat akan cenderung lebih patuh kepada ulama atau pemuka agama atau tokoh masyarakat ketimbang omongan nakes atau pemerintah. Bahkan juga mereka kurang takut dengan ancaman peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, pemerintah justru harusnya merangkul para ulama dan tokoh agama untuk mengkampanyekan penganggulangan covid dan protokol kesehatan. 2.    Penguasaan Jalur Informasi dan KomunikasiMedia dan perundang-undangan kurang digunakan secara maksimal untuk mengkampanyekan penanggulangan covid, memberikan informasi covid yang benar dan protokol kesehatan. Kecenderungannya media, informasi dan hukum lebih banyak digunakan untuk kepentingan politik dan kekuasaan ketimbang untuk penanggulangan pandemi covid. 3.    Organisasi Pemda, Organisasi Masyarakat dan Pamong Praja.Adanya struktur organisasi di pemerintahan daerah dan masyarakat kurang dimanfaatkan secara optimal untuk penanggulangan pandemi covid-19. Atensi yang diberikan masih meliputi pentingnya tracing dan mendata saja ketimbang menyelesaikan dan mengelola aspek-aspek yang timbul akibat covid seperti aspek psikososiekonomi pada masyarakat. Sehingga, pada akhirnya masyarakat kurang merasakan manfaatnya atau bahkan merasa terganggu dengan pendataan dan tracing yang menimbulkan stigmatisasi penderita covid di masyarakat. Ditambah lagi cara komunikasi petugas kesehatan yang kurang berempati kepada masyarakat yang terkena covid. Program covid semesta adalah suatu upaya mengajak dan melibatkan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan pandemi covid sehingga meningkatkan kepedulian untuk mensukseskan program. Salam Dr. Yogi Prabowo, SpOTPemerhati & Penyintas Covid-19Pendiri, Presidium dan Relawan MER-C

MER-C Penuhi Panggilan Kedua Polres Kota Bogor

Bogor, MINA – Lembaga Kemanusiaan Medical Emergency Rescue – Committee (MER-C) memenuhi panggilan kedua dari Polres Kota Bogor, Rabu, 16 Desember 2020. Mereka dimintai keterangan selama enam jam.   Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan, pihaknya datang memenuhi panggilan sebagai saksi. Relawan MER-C, kata dia, mendapat 38 pertanyaan soal posisi dan kedudukan tim medis MER-C dan hubungannya dengan pimpinan FPI. “Kami datang sebagai saksi. Saya dalam hal ini bersama relawan MER-C dipanggil untuk memberikan kesaksian. Ada sekitar 38 pertanyaan yang menyangkut tentang tugas dan fungsi saya sebagai Ketua Presidium, juga hubungan MER-C dengan FPI,” kata Sarbini usai pemeriksaan. Sarbini mengatakan, pihaknya terbuka memberikan informasi yang dibutuhkan kepolisian. MER-C, kata dia, akan selalu transparan, independen, dan tidak pernah ragu untuk melaksanakan tugas dan profesi selama dalam jalur yang benar. “Kami mendukung apa yang mereka lihat, mereka periksa, dan mereka lakukan. Kami terbuka untuk semua itu. Kami juga meminta semua pihak untuk menghormati independensi dokter, sehingga tidak mengganggu independensi dokter dari arah hal yang bisa menimbulkan kegaduhan,” katanya. Dia menegaskan, dokter bekerja sesuai dengan Undang-Undang (UU), kode etik, dan juga sumpah sebagai dokter. “Ini pelajaran bagi semua agar bisa melihat sesuatu secara proporsional, terutama menghormati setiap profesi,” katanya. (L/R2/RI-1) Sumber : https://minanews.net/mer-c-penuhi-panggilan-kedua-polres-kota-bogor/

Joe Biden dan Harapan Palestina

Terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS menjadi secercah harapan bagi Palestina. Harapan yang pernah redup akibat kebijakan Trump yang secara vulgar memihak Israel. Keberpihakan Presiden-Presiden AS sebelumnya masih “malu-malu”, tetapi keberpihakan Trump kepada negara zionis ini begitu membabi buta. Jelas ini membuat Palestina berang dan menganggap perundingan yang selama ini dilakukan menjadi sia-sia. Merasa tidak dianggap oleh AS maka secara sepihak Palestina menarik diri untuk berunding dengan Israel karena kepercayaan yang tersisa kepada AS telah lenyap. Trump membuat lubang kekecewaan yang begitu menganga. Pemindahan Kedubes AS ke Jerussalem menjadi titik nadir kemarahan Palestina dan umat Islam. Jared Kushner, menantu Trump sekaligus konseptor dan negosiator untuk memuluskan proposal besar Trump dengan “halus” menawarkan proposal ini kepada negara-negara Arab yang memiliki pengaruh politik kuat di Timur Tengah. Strategi merangkul negara-negara Arab bertujuan untuk menekan dan memaksa Palestina agar suka atau tidak mesti menerima proposal sesat tersebut. Begitu besar tekanan yang dialami oleh Palestina selama Trump menjadi presiden. Belum lagi rencana aneksasi Israel terhadap Tepi Barat dan Lembah Yordan yang sudah lama menjadi incaran Israel karena tanahnya yang subur. Ditambah persoalan negara-negara Arab yang begitu rumit. Lantas isu Palestina menjadi tidak menarik dan dianggap hanyalah persoalan internal Palestina vs Israel. Namun sebaliknya, kekuatan internal menjadi solid pada titik nadir kekecewaan dan lenyapnya harapan solusi dua negara. Tak disangka, kekuatan perlawanan yang dominan di Palestina, dalam hal ini Hamas dan Fatah, kembali merajut persatuan nasional yang selama ini selalu ada kendala untuk mewujudkannya. Menurut saya, persatuan Hamas dan Fatah menjadi hadiah besar bagi perjuangan ke depan. Beberapa kali Persatuan Nasional digelar, tetapi ujungnya justru terjadi perpecahan. Sulit mengajak dua pihak tersebut untuk duduk dan berdiskusi dalam menempuh jalan menuju kemerdekaan. Ketika kami diundang oleh Kedubes Palestina, selalu kami sampaikan tentang Persatuan Nasional yang dapat menjadi senjata dan kekuatan perlawanan oleh Palestina terhadap penjajahan Israel. Dengan adanya Persatuan Nasional, jalan menuju kemerdekaan akan jauh lebih mudah. Segala kendala dapat dipikul bersama. Joe Biden Harapan Baru Banyak analis politik yang agak skeptic terhadap Joe Biden. Berbagai argumen dibedah. Bagaimanapun, Joe Biden adalah sahabat lama Israel berdasarkan pengakuan Benyamin Netanyahu. Selain itu, selama menjadi Wapres Obama, mereka digadang-gadang menjadi harapan bagi Palestina. Namun, dalam perjalannnya mereka juga tidak mampu berbuat banyak untuk solusi dua negara. Akan tetapi, mungkin kali ini kita bisa berharap akan ada cerita baru bagi Palestina. Bagaimanapun, Joe Biden terpilih sebagai Presiden AS karena didukung oleh mayoritas umat Islam AS. Kita akan lihat apakah dia akan memindahkan Kedubes AS kembali ke Tel Aviv atau tidak. Memang saat kampanye, dia mengatakan bahwa Kedubes AS tidak akan dipindahkan ke Tel Aviv. Namun, bisa jadi ini hanya trik untuk menenangkan Israel. Jika Biden mengembalikan Kedubes AS ke Tel Aviv, ini merupakan isyarat kuat AS untuk menjadi perunding yang serius dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah. Tetapi sebaliknya, jika Biden tetap membiarkan Kedubes AS di Jerussalem, jelas kebijakannya ke depan tidak jauh berbeda seperti saat dia menjadi Wapres Obama. Memang dalam Pemilu AS kali ini, Israel habis-habisan mem-back up Trump karena dianggap berjasa mendukung semua permintaan Israel dan tutup mata atas segala risiko yang mesti diterima AS. Solusi dua negara dianggap tidak ada oleh Trump. Jadi, wajar sekarang harapan tertuju pada Biden. Kita semua berharap agar Biden bisa mengembalikan marwah dan kepercayaan Palestina terhadap AS yang selama ini lenyap. Semoga ….     Hati-hati Trik Licik Israel Ada hal yang dikhawatirkan Israel ketika kelompok perlawanan, seperti Fatah, Hamas, Jihad Islam, dan kelompok perlawanan lain menyatukan langkah dalam menghadapi tekanan Israel. Tak dipungkiri, figur Trump yang sangat memihak Israel menimbulkan kesadaran kolektif dari faksi perlawanan untuk saling bergandengan tangan dalam menghadapi tekanan dari pihak AS dan Israel. Memang selama ini sulit mengikat faksi-faksi perlawanan  tersebut dalam wadah persatuan. Telah berkali-kali diadakan perdamaian, tetapi dalam waktu relatif singkat, ikatan perdamaian itu putus dan saling bertentangan lagi. Seruan Persatuan Nasional yang kerap diserukan oleh negara-negara yang bersimpati pada perjuangan Palestina, termasuk juga Indonesia, menjadi mantra rutin. Tokoh-tokoh muslim dunia juga tak kalah gencarnya menyerukan soliditas antarfaksi di Palestina. Namun, cara pandang kelompok-kelompok perlawanan tersebut berbeda dalam mencapai kemerdekaan, ditambah ideologi islamis-nasionalis, nasionalis-sekuler,bahkan juga sosialis-nasionalis. Warna-warni ideologi menjadi sandungan yang tidak ringan dalam menyusun barisan menghadapi tekanan Israel. Sekali lagi kami sampaikan bahwa solusinya adalah Persatuan Nasional yang permanen karena kami meyakini dengan persatuan yang kokoh tak ada rintangan yang tak bisa diatasi. Beberapa hal yang menurut kami mesti diperhatikan untuk mengantisipasi langkah Biden ke depan. 1.    Kampanye Biden lebih-kurang sama dengan Obama: tetap pro-Israel, tetapi masih menimbang perasaan Palestina. Ujung proses perdamaian akan dimulai lagi dengan catatan Palestina harus memutuskan hubungan politik dengan Hamas. Pasti ini syarat yang akan diminta Israel. Andai Palestina mengikuti, akan masuk skenario selanjutnya, yaitu mempermainkan perdamian dengan mencari kesalahan Palestina yang ujung-ujungnya tidak ada hasil. 2.    Ekspektasi harus terukur dan tidak menggantung berlebihan pada Biden. Walau bagaimanapun, Biden adalah sahabat Israel. Kepentingan Israel tetap menjadi prioritas kebijakan politik luar negeri AS. 3.    Melakukan rekonsiliasi nasional di Palestina dengan mengadakan pemilu. Kepada semua pihak, diharapkan dapat menerima hasil pemilu karena pemilu adalah pilihan demokrasi untuk rujuk nasional. dr. Sarbini Abdul MuradKetua Presidium MER-C   Ditampilkan di : https://www.republika.id/posts/11866/biden-dan-harapan-palestina Versi Cetak di : Harian Republika, Edisi Senin 23 November 2020

RS Indonesia di Gaza jadi Rujukan Pasien COVID-19

Gaza, MINA – Melonjaknya jumlah kasus Covid-19 di jalur Gaza menyebabkan Rumah Sakit Indonesia yang belum rampung pembangunannya menjadi rumah sakit rujukan bagi pasien positif COVID-19. Ir. Edy Wahyudi Site Manager Pembangunan RS Indonesia tahap dua yang saat ini berada di Gaza mengatakan, sejak meletusnya serangan berupa virus secara tiba-tiba dan jatuhnya 100 korban positif hanya dalam waktu satu malam di luar karantina di jalur gaza yaitu pada hari Selasa 25 Agustus lalu, maka pihak Manajemen Rumah Sakit meminta lantai tiga RS Indonesia yang belum diserahterimakan oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kepada Kementrian Kesehatan Gaza. “Awalnya hanya dua ruangan yang diminta tetapi begitu ada ledakan jumlah korban serangan virus COVID-19 yang begitu besar akhirnya hampir seluruh lantai tiga RS Indonesia diminta untuk digunakan,” ujar Edy kepada MINA pada Jumat (4/9). “Petugas RS Indonesia baik dokter dan paramedis terus bekerja siang dan malam menerima masyarakat yang sempat berinteraksi dengan korban meninggal akibat COVID-19,” tambahnya. Edy juga mengatakan, saat ini petugas kesehatan RS Indonesia sedang mengalami kelelahan karena harus menangani pasien selama 24 jam. Setidaknya dua dokter, satu paramedis dan satu petugas kebersihan dari RS Indonesia juga terinfeksi COVID-19. Data dari Kementerian Kesehatan  Sektor Gaza per Kamis (3/9), Jumlah sampel baru yang diperiksa ada 1421 sampel, sekitar 98 orang  terinfeksi dalam 24 jam terakhir, total kumulatif terinfeksi 581 kasus orang, pasien sembuh 76 orang dan Kematian 5 orang (4 dari dalam masyarakat dan 1 dari yang kembali). RS Indonesia di Gaza merupakan inisiasi Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang dalam pembangunannya bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia. Pada Pembangunan tahap kedua, sebanyak 31 relawan dikirimkan ke Jalur Gaza. (L/R7/P2) Sumber : https://minanews.net/rs-indonesia-di-gaza-jadi-rujukan-pasien-covid-19/

Laporan Ir. Edy Wahyudi: Suasana Idul Adha di Jalur Gaza

Gaza, MINA – Gema takbir terdengar dari pengeras suara di masjid-masjid yang bersahutan sejak Kamis Subuh, atau sehari sebelum Idul Adha. Tepatnya sejak 9 Dzulhijjah atau pagi hari Arafah. Demikian  Ir. Edy Wahyudi, seorang relawan Indonesia  yang merupakan Site Manager Pembangunan RS Indonesia di Gaza, memberikan informasi terkait suasana Idul Adha di Jalur Gaza, Palestina, Jumat (31/7). Edy menyampaikan hal ini dalam laporan pada program info terkini Gaza, Palestina, yang disiarkan Radio Silaturahim AM 720, edisi 10 Dzulhijjah 1441 H atau bertepatan pada Jumat pagi (31/7). Dia mengatakan selanjutnya, pelaksanaan sholat Idul Adha di Gaza dilakukan di masjid-masjid, namun ada juga yang melaksanakan di tanah lapang atau jalan raya yang ditutup sementara waktu saat sholat Id berlangsung. “Bagaimana dengan suasana ibadah kurban di Gaza Palestina? Gaza, negeri ini miskin dan diblokade darat, laut dan udara yang sudah 13 tahun lamanya,” ujar Edy. Pengangguran mencapai 60 persen, Jalur Gaza sudah mengalami tragedi ekonomi. Kehidupan dan kemanusiaan yang dahsyat akibat blokade sampai datang krisis pandemi Corona yang sampai memperburuk keadaan. “Akan tetapi Allah memenuhi Gaza dengan penuh keberkahan. Terbukti, puluhan sapi sudah masuk dalam daftar pemotongan kurban apalagi domba lebih banyak lagi ditambah lagi binatang kurban lainnya yaitu unta yang biasa dipotong untuk kurban di Gaza,” kata Edy. Para relawan di Gaza aktif untuk penyembelihan hewan kurban pada tahun 1441 H ini, walau pun tidak sebanyak tahun lalu. Tahun ini tercatat ada tujuh ekor domba/kambing yang disalurkan melalui Jama’ah Muslimin (Hizbullah), kemudian yang disalurkan oleh MER-C di Gaza Palestina terdiri dari 31 domba/kambing ditambah satu ekor sapi dan satu ekor unta. “Idul Adha atau hari raya kurban adalah hari libur keagamaan di Gaza, di mana umat Islam memperingati hari ujian iman Nabi Ibrahim dengan menyembelih hewan dan ternak, serta membagikan daging kepada orang-orang yang miskin,” katanya. Edy menambahkan, warga Gaza mempunyai kebiasaan melakukan silaturahim usai sholat Idul Adha, biasanya pada hari pertama sikaturahim dilakukan kepada keluarga terdekat seperti orangtua dan mertua, hari berikutnya baru mengunjungi kerabat lainnya. “Saat bertemu silaturahim mereka saling mengucapkan ‘kullu am wa antum bi khoir’ yang berarti semoga sepanjang tahun ini Anda mendapatkan kebaikan. Ucapan itu dijawab dengan ‘Kullu am wa antumun toyyibin’ itulah Idul Adha dengan cita rasa Gaza,” ucap Edy. (L/R6/P1) Sumber : https://minanews.net/laporan-ir-edy-wahyudi-suasana-idul-adha-di-jalur-gaza/

Direktur RSI di Gaza Melepas Relawan Pulang ke Indonesia

Gaza, MINA – Dalam acara pelepasan dan penghormatan kepada sembilan relawan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza yang akan kembali ke Tanah Air, Direktur RSI Dr. Sauqi Ibrahim Salim menyampaikan sejumlah pesan. “Kita telah dapat bahu-membahu bekerja sama hingga dapat mewujudkan RSI ini hingga membawa manfaat luas. Nama RSI ini dan segenap orang yang terlibat dalam pembangunannya akan selalu dikenang oleh warga Gaza, dulu, sekarang dan yang akan datang, bahkan akan disebut hingga di akhirat,” kata Salim kepada para relawan, Ahad (5/7). Pada kesempatan itu, ia juga menyatakan bahwa sukarelawan harus saling memaafkan atas segala kesalahan yang mungkin terjadi selama mereka bersama-sama di Gaza, Palestina, yakni selama 1,5 tahun. “Tidak lupa kami atas nama RSI dan segenap karyawan menyampaikan terimakasih atas kehadirannya di sini. Jazakumullahu khaira dan teriring doa, semoga perjalanannya Allah mudahkan bertemu dengan keluarga dalam keadaan selamat sentosa, khusus untuk Paidi bin Kromojoyo, semoga diberi kesabaran dan istri yang telah berpulang dirahmati oleh Allah dan husnul khatimah,” katanya, merujuk kepada relawan yang istrinya baru saja meninggal di kampung halaman. “Semoga kita bersama dapat segera shalat di Masjidil Aqsha dalam keadaan merdeka. Aamiin. Orang menganggap kemerdekaan ini masih jauh tapi mungkin Allah melihatnya telah dekat,” tambahnya. Direktur RSI itu juga mendoakan empat relawan yang ditinggal meninggal orang yang dicintainya saat dalam tugas di Gaza, Palestina. Mereka yang meninggal adalah ibunda relawan Ir. Edy Wahyudi dan Lutfi, ayah Sodikin dan istri Paidi. (L/RI-1/P2) Sumber : https://minanews.net/pesan-ditektur-rsi-di-gaza-saat-melepas-relawan-indonesia/

Menkes Gaza Lepas Kepulangan Sembilan Relawan RS Indonesia

Gaza, MINA – Menteri Kesehatan Gaza Dr. Abdullatif Al Haj pada Kamis (2/7) melepas kepulangan sembilan relawan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza. “Kepada segenap relawan RSI yg akan pulang, kalian telah mengukir sejarah melukis RSI dengan tangan-tangan kalian, suatu amal yang luar biasa, panjang dan sulit. Jauh dari istri dan keluarga bahkan sampai ada yang ditinggal wafat istrinya, mudah-mudahan husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” ujar Abdullatif di Kantor Kementerian Kesehatan Gaza. “Tidak lupa kami sampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya atas amal besar ini. Semoga Allah mudahkan perjalanan kalian sampai di Indonesia berjumpa keluarga dengan selamat. Aamien,” kata Abdullatif. “Saya mewakili Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya untuk MER-C (Medical Emergency Rescue – Committee) dengan segenap relawannya yang telah bersungguh-sungguh mempersembahkan Rumah Sakit Indonesia untuk rakyat Palestina, khususnya yang berada di Gaza utara,” tambahnya. Ia juga mengatakan, MER-C telah berhasil menjadi ujung tombak perantara tersampaikannya bantuan rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina. RSI telah memberikan layanan kesehatan untuk Gaza utara yang berpenduduk padat. “Saya lihat kerja sama antara Kemenkes Gaza dan MER-C berjalan dengan baik, terbukti telah dapat mewujudkan RSI di Gaza utara menjadi rumah sakit markazi (pusat),” katanya. “Kami berharap tahap kedua ini segera selesai dan dapat dilanjutkan tahap ketiga berupa klinik dan training center dan di lanjutkan terus programnya bahkan sampai setelah Palestina merdeka,” pungkasnya. Site Manager Pembangunan RS Indonesia di Gaza, Ir. Edy Wahyudi, mengatakan kepada MINA sebelumnya, ada 33 relawan Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia yang dikirimkan ke Gaza untuk melakukan pembangunan RS Indonesia tahap dua yang diinisiasi oleh lembaga kemanusiaan MER-C, bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah. “Dengan kembalinya sembilan relawan ini maka kini tersisa 22 relawan untuk melanjutkan RS Indonesia tahap kedua,” tambahnya. (R/R7/RI-1) Sumber : https://minanews.net/menkes-gaza-lepas-kepulangan-sembilan-relawan-rs-indonesia/

MER-C: Aneksasi Tepi Barat Bisa Perparah Kondisi Kemanusiaan

Jakarta, MINA – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue – Committee (MER-C) dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan, rencana Israel yang akan mencaplok wilayah Tepi Barat, Palestina, bisa memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah itu. Menurut dr. Sarbini, dunia Barat, Timur, hingga dunia Islam menolak dan mengecam langkah Israel. Dia menegaskan, hanya Amerika Serikat yang sangat mendukung rencana aneksasi Israel yang sesuai jadwal akan dilakukan pada 1 Juli mendatang. “Kami secara tegas mengecam langkah aneksasi karena sangat berbahaya bagi kemanusiaan. Kami sebagai lembaga kemanusiaan mengapresiasi AWG yang merespons tindakan sepihak Israel,” kata dr. Sarbini dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/6). Konferensi pers itu dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun, mantan Direktur LKBN Antara Dr. Aat Surya Syafaat, dan Ketua AWG Agus Sudarmadji. Dalam konferensi pers yang digelar Aqsa Working Group (AWG) bertema “Menolak Aneksasi Israel atas Tanah Palestina di Tepi Barat”, dr. Sarbini mengungkapkan, di Amerika Serikat sendiri tidak satu suara. Partai Demokrat yang menjadi oposisi Trump sangat menentang aneksasi. “Di Amerika, Partai Demokrat dan Partai Republik saling bertentangan. Jika Republik mendukung aneksasi, Demokrat justru menentang keras langkah tersebut,” katanya. Dr. Sarbini juga mengapresiasi respon Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi yang langsung mengirim surat kepada 30 kepala negara untuk menolak aneksasi. Baru-baru ini, Indonesia juga baru saja memprakarsai pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang dilakukan secara virtual pada Rabu, 24 Juni 2020. “Sudah terlalu lama, rakyat Palestina mengalami ketidakadilan, pelanggaran HAM dan situasi kemanusiaan yang buruk.  Aneksasi Israel merupakan ancaman bagi masa depan bangsa Palestina,” ucap Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi mengawali pernyataan tegasnya pada pertemuan terbuka tersebut. Dalam pertemuan yang dipimpin Prancis selaku Presiden DK PBB Juni 2020 ini, Retno menyampaikan sebuah pertanyaan, ”Pilihan ada di tangan kita, apakah akan berpihak kepada hukum internasional, atau menutup mata dan berpihak di sisi lain yang memperbolehkan tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional?” Sebagaimana keterang pers yang diterima MINA, Kamis (25/6), setidaknya ada tiga alasan yang disampaikan Retno pada pertemuan itu mengapa masyarakat internasional harus menolak rencana Israel terkait aneksasi Tepi Barat itu. Pertama, rencana aneksasi formal Israel terhadap wilayah Palestina merupakan pelanggaran hukum internasional.  Memperbolehkan aneksasi artinya membuat preseden dimana penguasaan wilayah dengan cara aneksasi adalah perbuatan legal dalam hukum internasional. Kedua, rencana aneksasi formal Israel ini merupakan ujian bagi kredibilitas dan legitimasi Dewan Keamanan PBB di mata dunia internasional. DK PBB harus cepat mengambil langkah cepat yang sejalan dengan Piagam PBB. Ketiga, aneksasi akan merusak seluruh prospek perdamaian. Aneksasi juga akan menciptakan instabilitas di Kawasan dan dunia. Untuk itu, terdapat urgensi adanya proses perdamaian yang kredibel dimana seluruh pihak berdiri sejajar. (L/R2/RI-1) Sumber : https://minanews.net/mer-c-aneksasi-tepi-barat-bisa-perparah-kondisi-kemanusiaan/

Israel Serang Gaza Targetkan Kelompok Perlawanan

Gaza, MINA – Pasukan artileri pendudukan Israel pada Senin (15/6) malam melancarkan serangan yang menargetkan pos-pos perlawanan Palestina, di sebelah timur Rafah, di selatan Jalur Gaza. Pesawat pengintai pendudukan menembakkan dua rudal yang menarget di sekitar lapangan di daerah yang sama. Kedua serangan tersebut menurut laporan Ramallah News yang dikutip MINA tanpa menimbulkan jatuhnya korban jiwa. Sementara menurut media daring Hadshoot Betakhon Sdei melaporkan, sebuah tank Israel mengebom sebuah pos milik Hamas, di Jalur Gaza selatan.Israel berdalih serangan itu untuk menanggapi peluncuran roket dari Jalur Gaza yang diluncurkan dan mengarah ke permukiman Israel pada malam itu.Media itu juga menyebutkan serangan artileri menargetkan titik-titik perlawanan Palestina di timur kamp pengungsi Al-Bureij di dekat daerah “Abu Qatrun”, yang menyebabkan kerusakan parah. (T/B04/RS2) Sumber : https://minanews.net/israel-serang-gaza-targetkan-kelompok-perlawanan/

MER-C ajak masyarakat Indonesia bekerja sama menangani COVID-19

Jakarta (ANTARA) – Lembaga medis dan kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) mengajak seluruh elemen masyarakat dan para tenaga kesehatan untuk saling bahu membahu bekerja sama dalam menangani pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia agar bisa segera terbebas dari penyakit virus corona baru tersebut. Pendiri sekaligus prresidium dan relawan medis MER-C Dr Yogi Prabowo, SpOT dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, mengatakan penanganan COVID-19 di Indonesia harus dilakukan dengan manajemen krisis yang baik agar tidak menimbulkan masalah baru di tengah perjuangan semua pihak dalam menghadapi pandemi.Terlebih lagi, kata Yogi, bangsa yang terpecah belah di dalam menghadapi suatu masalah dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk kepentingan golongan tertentu.“Sejatinya negara yang terdampak bencana sedang menjadi lokus minoris bagi kekuatan asing lain menginvasi negeri untuk dikuasainya. Mari kita sesama anak bangsa segera menyadarinya. Lebih baik bersatu menyelamatkan negeri ini dari keterpurukan dan ancaman pihak-pihak lain yang berusaha menguasai negeri,” kata Yogi. Dia mendorong agar proses pemeriksaan laboratorium untuk COVID-19 dipercepat agar tidak terjadi friksi antara masyarakat dengan tenaga kesehatan di lapangan.Yogi menerangkan kegelisahan masyarakat butuh kepastian akan anggota keluarganya yang sakit apakah terinfeksi COVID-19 atau bukan akan berdampak pada aspek sosial dan spiritual. Dari sisi tenaga medis yang sudah bekerja keras menangani pasien harus menjelaskan kepada keluarga pasien dalam situasi yang rumit dan menunggu hasil tes yang cukup lama bisa menjadi benturan.Selayaknya harus ada penjelasan aspek hukum kebencanaan oleh pemerintah kepada masyarakat, sehingga bukan hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan yang dihadapkan pada keluarga pasien yang gelisah. “Di tengah situasi tersebut sangat rentan emosi para tenaga kesehatan menghadapi situasi,” kata dia.Namun Yogi mengajak agar seluruh pihak harus bekerja sama dan tidak menambah masalah baru di tengah kondisi yang masih terjadi pandemi.“Selayaknya kedua belah pihak bisa menahan diri, sebab dalam konsep manajemen bencana salah satu kunci keberhasilan adalah ‘jangan membuat masalah di tempat yang sedang bermasalah’ atau jangan memantik api di dekat bensin. Crisis management akan menentukan keberhasilan penanganan bencana. Hendaklah pemerintah, organisasi profesi, tokoh masyarakat bisa memberikan imbauan tentang pentingnya kerja sama dalam menangani bencana,” kata Yogi.   Sumber : https://www.antaranews.com/berita/1542344/mer-c-ajak-masyarakat-indonesia-bekerja-sama-menangani-covid-19  

Silahkan bertanya?