MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Misi Kemanusiaan MER-C Wanadri Fokuskan Barat Kathmandu

 Kepala RS Kanthipur sedang memberikan arahan kepada tim MER-C WANADRI.(Foto: Widi/MINA) Kathmandu, 22 Rajab 1435/11 Mei 2015 (MINA) – Lembaga kemanusiaan untuk medis dan kegawatdaruratan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bersama dengan organisasi penjelajah gunung dan rimba WANADRI, akan melanjutkan misi medis ke Desa Capakot, Distrik Pokhara, barat ibukota Kathmandu. “Hari ini, kita sudah mendapat rekomendasi dari Kepala RS Kanthipur, dr. Buddhi Man Shrestha untuk melanjutkan misi kita ke Desa Capakot. Semoga misi kita berhasil,” kata Ketua Tim Saleh Soedrajat kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Kathmandu, Senin (11/5). Desa Capakot terletak di sebelah barat kota Kathmandu. Desa tersebut berjarak 60 km dari desa wisata Pokhara, atau tujuh jam perjalanan darat dari Kathmandu dengan mengggunakan mobil pribadi. Tim MER-C  dan WANADRI terdiri atas sembilan orang dengan satu dokter umum, dr Ratih Citra Sari, dokter spesialis Hadiki Habib, Sp. PD, dua perawat, Rita Tambunan dan Islamiyah Samaun, empat tim rescue, Saleh Soedrajat (ketua tim), Adriansyah Purwasunu, Rohmat Sopian dan Dadang Muhammad serta tim media dan dokumentasi, Widi Kusnadi (MINA). Sementara itu, dr. Buddhi Man menegaskan, kabar rencana datangnya tim medis dari Indonesia yang akan melakukan misi kemanusiaan di Capakot dan Pokhara serta sekitarnya, telah disiarkan melalui radio kepada pihak berwenang di dua daerah itu. Buddhi Man menyediakan fasilitas mobil dinas rumah sakit beserta tim pemandunya untuk mengantar dan menemani tim MER-C WANADRI sampai ke tempat tujuan hingga misi selesai. Dari penuturan Buddhi Man yang merupakan putra daerah Capakot, menyatakan, warga desa kelahirannya itu sampai saat ini masih mengalami trauma akibat gempa pekan lalu. “Ada delapan warga desa yang meninggal dan 255 rumah rusak berat akibat gempa. Warga desa mengirimkan surat permohonan agar ada tim medis yang masuk ke sana,” kata Buddhi Man. Sebelumnya, Kamis (7/5) lalu, MER-C WANADRI  berhasil menjangkau dua desa di puncak pegunungan Ganesh, Kaurani dan Lapgaun di Distrik Halembu, wilayah Sindupalcowk untuk memberikan pengobatan medis. “Warga sangat antusias menyambut kedatangan tim medis kita. Untuk desa Kaurani jumlah pasien mencapai 170 orang, sedangkan di Lapgaun mencapai 120 orang,” kata dr Ratih Citra Sari, salah satu relawan yang mengikuti misi medis MER-C Wanadri itu. Sementara itu, pemandu tim MER-C dan WANADRI yang juga warga asli Kaurani, Ramba Ba mengatakan, warga desa sangat senang dengan kehadiran tim medis Indonesia itu. Bahkan salah seorang warga menyembelih seekor kambing saat malam pertama kedatangan tim. Desa Kaurani merupakan sebuah desa di Sindhupalcowk, tujuh jam perjalanan darat arah barat laut dari ibukota Kathmandu. Sementara desa Lapgaun ditempuh selama satu jam perjalanan darat dari Kaurani. Dari pantauan MINA yang ikut terjun langsung ke lapangan, hampir 100 persen rumah warga hancur total. Warga pegunungan Ganesh itu kini tinggal dengan tenda sederhana terbuat dari dahan-dahan dan daun. (L/R03/R05-P2) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/kemanusiaan-merc-wanadri-untuk-nepal-fokuskan-barat-kathmandu/                

MER-C Bagikan 1000 Paket Sembako Untuk PNS Di Jalur Gaza

Gaza, 4 Rajab 1436/23 April, 2015 (MINA) – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), sebuah lembaga kemanusiaan yang saat ini sedang membangun Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza membagikan sebanyak 1000 paket sembako untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jalur Gaza. “Pembagian sembako ini merupakan yang kesekian kalinya untuk rakyat Gaza. Namun kali ini kita konsentrasikan ke para PNS dan staf pemerintahan di Jalur Gaza,” kata Muqarrabin Al Fikri, ketua MER-C cabang Gaza, kepada Kantor Berita Islam Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis 23/4 di Jalur Gaza.  Fikri menambahkan, PNS di Gaza sudah satu tahun lebih tidak mendapatkan Gaji mereka akibat terjadinya krisis keuangan di Pemerintahan Palestina. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Para Relawan MER-C Sedang Persiapan Pembagian Sembako. FOTO : MINA “PNS di jalur Gaza sudah setahun lebih tidak mendapatkan gaji akibat krisis keuangan, namun mereka tetap bekerja keras melayani rakyat. Kewajiban kita membantu mereka,” ujarnya. Sembako yang terdiri dari makanan pokok seperti, beras, minyak goreng, daging kaleng, keju, tepung, dan lainya tersebut dibagikan kepada beberapa kementrian di Gaza. “Kami membagikan paket sembako ini, kepada beberapa kementrian seperti, Kementrian Kesehatan, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Kehakiman, Rumah Sakit Al Syifa, Rumah Sakit Kamal Udwan, Jabaliya Medical Center serta lainya,” ujar Mahasiswa Universitas Islam Gaza ini. Lajang berusia 25 tahun itu juga mengatakan, pembelian dan pembagian sembako ini dilakukan langsung oleh para relawan MER-C yang sedang bertugas melakukan persiapan akhir pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Bayt Lahiya, sebelah utara Jalur Gaza. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Relawan MER-C diatas Truk bak terbuka yang penuh dengan paket sembako untuk PNS Gaza. foto : MINA “MER-C senantiasa memegang teguh amanah dari rakyat Indonesia. Untuk itu penyaluran bantuan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Gaza dikerjakan langsung oleh para relawan termasuk pembelian dan pembagianya. Jadi kami bisa tahu persis penerima tepat sasaran,” terangnya. Atas bantuan itu, PNS di Gaza mengucakan rasa terima kasihnya kepada rakyat Indonesia yang telah memberikan bantuan tersebut. Omar Al Bursh, Wakil Menteri Kehakiman Pemerintahan Persatuan Nasional Palestina mengucapkan penghargaan kepada MER-C atas bantuan dan usahanya kepada rakyat Gaza. “Kementrian Kehakiman Palestina, mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada MER-C atas usaha besarnya untuk membantu kehidupan yang sangat sulit dari rakyat Gaza,” ujarnya kepada MINA di kantornya. “Kami juga mengapresiasi berdirinya Rumah Sakit Indonesia di Utara jalur Gaza. Semoga Allah membalas semua kebaikan kalian,” ujarnya. Senada dengan itu, Kementrian Palestina melalui Reeham, Shorafa sekretaris Hubungan Luar Negeri Kemenkes mengucapkan apresiasinya kepada MER-C yang telah membangun sebuah Rumah Sakit Besar di Gaza, serta bantuan kemanusiaan lainnya. “Saya hanya ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada anda semua atas usaha yang diberikan kepada rakyat Gaza,” ujarnya. MER-C, adalah sebuah lembaga kemanusiaan yang saat ini tengah membangun RS Indonesia di Utara Jalur Gaza. Sebuah rumah sakit yang saat ini tengah dalam proses akhir penyelesaian, dan sedang menunggu kelengkapan alat-alat kesehatan. Diberitakan sebelumnya, peralatan RS Indonesia saat ini sudah mulai didatangkan ke rumah sakit yang jaraknya hanya 2,5 km dari perbatasan. Ahad 19/4 lalu sebanyak 90 ranjang pasien sudah berdatangan, selain itu peralatan seperti 4 unit meja operasi, 10 ventilator, nebulizer untuk ICU juga sudah tiba. Pihak MER-C sendiri juga sudah merencanakan akan segera membuka RS Indonesia ini agar segera beroperasi. Komunikasi intensif dengan Kementrian Kesehatan Pemerintah Palestina sedang dilakukan. Rumah sakit ini memang sangat dinantikan oleh warga Gaza untuk segera beroperasional. Situasi Gaza yang tidak menentu dan senantiasa dalam ancaman peperangan. MER-C juga membuka kesempatan kepada para dermawan dan donatur yang ingin memberikan dukungan dan bantuan kemanusiaan dan pengadaan alkes RS Indonesia di Gaza Palestina dapat disalurkan melalui: BNI Syariah No. Rek. 08.111.929.73, BCA No. Rek. 686.0153.678, BRI No. Rek. 033.501.0007.60308, BSM No. Rek. 700.1352.061, BMI No. Rek. 301.00521.15, atas nama Medical Emergency Rescue Committee. (K01/R02) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/merc-bagikan-1000-paket-sembako-untuk-pns-di-jalur-gaza/                  

DPR RI APRESIASI PEMBANGUNAN RS INDONESIA DI GAZA

Ketua DPR RI Setya Novanto (tengah), didampingi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah,  dengan Presidium MER-C Joserizal Jurnalis. (Foto: Rendi/MINA) Jakarta, 1 Rajab 1436/20 April 2015 (MINA) – Ketua DPR RI Setya Novanto sangat mengapresiasi pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza Palestina yang digagas lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui sumbangan dana amanah rakyat Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi pendirian Rumah Sakit Indonesia di Gaza sebagai langkah konkret dukungan Rakyat Indonesia untuk Rakyat Palestina,” kata Novanto saat menerima kunjungan delegasi MER-C dipimpin oleh dr. Joserizal Jurnalis, di ruang kerjanya Lantai III Gedung Nusantara III, kompleks DPR/MPR/DPD Senayan, Senin (20/4). Didampingi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Staf Ahli Ketua DPR Nurul Arifin, Ketua DPR lebih lanjut menyambut baik peresmian RS Indonesia yang dijadwalkan pada awal Juni 2015 mendatang dan berniat hadir dalam peresmian itu. MER-C telah melakukan koordinasi intensif bersama pemerintah mengenai rencana peresmian RS Indonesia di Jalur Gaza tersebut. “Kami benar-benar menyambut baik, bangunan RS Indonesia desainnya sangat bagus,” ujar Novanto saat melihat galeri foto proses pembangunan RS Indonesia di Gaza pada hardcopy presentasi MER-C yang diterimanya. Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR bidang Kesejahteraan Rakyat, mengatakan, RS Indonesia merupakan aksi nyata sumbangan rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. Dia juga mengusulkan kepada Ketua DPR agar pemerintah memberikan anggaran untuk mendukung aktifitas RS Indonesia itu dalam perencanaan APBN nanti. “Tentunya ini membawa Indonesia menjadi terdepan dalam dukungan kepada Palestina melalui berbagai bantuan nyatanya,” ujar Fahri. Fahri Hamzah yang akan memimpin sidang pembahasan Palestina dalam Konferensi Parlemen Asia Afrika 2015 tanggal 23 April 2015 mendatang, menyatakan, akan menjadikan pembangunan RS Indonesia, menjadi salah satu bahan presentasi dalam sidang konferensi tersebut. Rumah Sakit Indonesia berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza Utara, merupakan sumbangan rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina yang digagas oleh lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Pekerjaan pembangunan fisik RS Indonesia itu juga dikerjakan sendiri oleh anak-anak bangsa yang datang langsung ke Jalur Gaza, termasuk para insinyur antara lain Ir. Nur Ikhwan Abadi, Ir. Edi Wahyudi. Rombongan relawan terakhir yang ada sekarang juga mengawal proses pengadaan alat-alat kesehatan bernilai Rp. 65,1 miliar lebih. Rumah Sakit itu dibangun di atas areal seluas 16.261 m2 yang merupakan wakaf dari Pemerintah Palestina di Gaza, berlantai dua tambah basement, dengan tipe rumahsakit traumatologi dan rehabilitasi, kapasitas 100 tempat tidur. Proses pembangunan yang cukup sulit, karena terbatasnya material di daerah terblokade tersebut akhirnya bisa terealisasi, meskipun para relawan sempat menghadapi dua peperangan besar pada 2012 dan 2014 saat proses pengerjaan berlangsung, namun demikian para relawan tetap tegar dan terus melanjutkan pembangunan. Warga Gaza sangat menantikan RS Indonesia ini beroperasi. MER-C, mengharapkan dukungan dari rakyat Indonesia dengan memberikan dukungan dan bantuan baik moril maupun material. Tak menerima bantuan asing. Pembangunan RSI dimulai sejak 14 Mei 2011. Pada akhir April 2012, pembangunan tahap 1 untuk struktur RS Indonesia selesai. Pada 1 November 2012, pembangunan tahap 2 RS Indonesia untuk pekerjaan Arsitektur dan ME (Mechanical Elctrical) dimulai dan selesai pada akhir 2014. Diplomasi Kemanusiaan Presidium MER-C Joserizal menyatakan, RS Indonesia yang dibangun anak-anak bangsa adalah rumah sakit terbesar dan terlengkap di Gaza. “RS Indonesia dibangun atas dana amanah dari rakyat Indonesia, ada yang menyumbang Rp 1000, Rp 100.000, hingga 100 juta rupiah. Oleh karena itu, karena dari dana publik, tentunya MER-C perlu melaporkan kepada wakil rakyat,” kata dokter ahli bedah tulang itu. Dalam pertemuan dengan Pimpinan DPR, Joserizal melaporkan total biaya untuk RS Indonesia menghabiskan Rp 120 miliar yang didapat dari pengumpulan dana 100 persen sumbangan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Joserizal menyatakan RS Indonesia di Jalur Gaza Palestina dapat menjadi humanitarian diplomacy (diplomasi kemanusiaan), di mana setelah peresmian Indonesia akan ada pertukaran para ahli Indonesia dan Palestina khususnya di bidang medis. Untuk merealisasikan diplomasi kemanusiaan di Palestina, MER-C juga telah membangun bangunan Wisma Indonesia bersebelahan dengan RS Indonesia di Gaza, sebagai representasi rakyat Indonesia di Palestina. “Meski nantinya RS Indonsia diserahkan ke Palestina, namun dukungan riil rakyat Indonesia akan terus berjalan, tukar menukar knowledge melalui para ahli Indonesia dan Palestina, tentunya menjadikan persahabatan Indonesia-Palestina semakin kokoh,” ujarnya.”(L/R05/P011-P2) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/dpr-ri-sambut-peresmian-rs-indonesia-di-gaza/              

TIBA 90 UNIT RANJANG PASIEN RS INDONESIA DI GAZA

Paket berisi Patiens Beds tiba di halaman Rumah Sakit Indonesia. foto : MINA Gaza, 1 Rajab 1436 / 20 April, 2015 (MINA) – Setelah tertunda selama lebih dari dua bulan, akhirnya 90 unit “patient beds” (ranjang pasien), tiba di Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya Jalur Gaza Palestina, Ahad 19/4. “Alhamdulillah, ranjang untuk pasien sudah tiba, hari ini kita baru terima 45, Senin besok akan tiba lagi 45, jadi semua total 90 unit,” kata Muqarrabbin Al Fikri, Ketua Mer-c Cabang Gaza, kepada Kantor Berita Islam Miraj (MINA) di Bayt Lahiya, Ahad 19/4.  Fikri menjelaskan proses kedatangan alat kesehatan ini sempat tertunda selama beberapa bulan, akibat tertahan di Israel. “Seharusnya ranjang pasien ini datangnya akhir Januari yang lalu, namun proses pengurusan dan perizinan masuk ke Jalur Gaza cukup rumit dan sulit, sehingga tertunda lebih dari dua bulan” terangnya. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Ranjang Patient untuk RS Indonesia. fot : MINA Selain itu, pemuda lajang yang masih menempuh kuliah di Universitas Islam Gaza ini juga menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu alat kesehatan lain yang masih belum tiba. “Kami masih menunggu alat kesehatan yang lain seperti Paket Radiologi, X-Ray, CT Scan dan jika proses perizinan masuk ke Gaza lancar, kita harapkan akhir bulan April ini akan segera tiba” tambahnya. Sementara itu pantauan MINA di lapangan, beberapa alat kesehatan lain sudah ada yang tiba di Rumah Sakit Indonesia, seperti alat kesehatan untuk ruang Operasi dan ICU  berupa ventilator, nebulizer dan meja operasi. Diharapkan dalam waktu dekat Rumah Sakit Indonesaia di Jalur Gaza akan segera beroperasi sehingga bisa segera membantu masyarakat Gaza. Fikri juga mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Rakyat Indonesia yang telah mendukung baik moril dan material, demi berdirinya Rumah Sakit yang mengangkat nama Indonesia di kancah internasional ini. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Paket Patient Beds untuk Rumah Sakit Indonesia. Foto : MINA “Meskipun banyak ujian yang kami alami, namun Insya Allah kami akan terus menjalankan amanah ini, rakyat Indonesia rakyat yang dermawan, terkadang kami haru, banyak penyumbang RSI ini dari yang berasal dari kalangan kurang mampu” ujarnya. Dia menambahkan “untuk itu, saya atas nama relawan Indonesia yang ada di Gaza, menyampaikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada rakyat Indonesia yang telah menyumbangkan rupiah demi rupiah mereka untuk terealisasinya Rumah Sakit ini. dari tanah penuh berkah ini kami mendoakan semoga para donatur diberikan balasan oleh Allah dengan sebaik-baik balasan dari sisi-NYA” Rumah Sakit Indonesia merupakan sumbangan rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina yang digagas oleh lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Proses pembangunan RS Indonesia sendiri dikerjakan oleh anak-anak bangsa yang datang langsung ke Jalur Gaza. Proses pembangunan yang cukup sulit, karena terbatasnya material didaerah terblokade tersebut akhirnya bisa terealisasi, meskipun para relawan sempat menghadapi dua peperangan besar pada 2012 dn 2014 saat proses pengerjaan berlangsung, namun demikian para relawan tetap tegar dan terus melanjutkan pembangunan. Warga gaza sangat menantikan beroperasionalnya RS Indonesia ini, sementara itu para relawan MER-C tengah bekerja keras agar rumah sakit segera beroperasi. MER-C, mengharapkan dukungan dari rakyat Indonesia dengan memberikan dukungan dan bantuan baik moril maupun material. Untuk para dermawan dan donatur yang ingin memberikan dukungan dan bantuan Dukungan dan bantuan untuk pengadaan alkes RS Indonesia di Gaza Palestina dapat disalurkan melalui: BNI Syariah No. Rek. 08.111.929.73, BCA No. Rek. 686.0153.678, BRI No. Rek. 033.501.0007.60308, BSM No. Rek. 700.1352.061, BMI No. Rek. 301.00521.15, atas nama Medical Emergency Rescue Committee. (K01/P2) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/tiba-90-unit-ranjang-pasien-rs-indonesia-di-gaza/              

MER-C KOORDINASI PEMERINTAH PERESMIAN RS INDONESIA DI GAZA

Dari kanan ke kiri: Wamenlu A.M. Fachir, Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad, Farid Thalib, Rima Manzanaris. Foto: Putri/MINA Jakarta, 27 Jumadil Akhir 1436/16 April 2015 (MINA) – Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) terus melakukan koordinasi intensif bersama pemerintah mengenai rencana peresmian RS Indonesia di Jalur Gaza. Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia A.M.  Fachir mengungkapkan apresiasinya kepada MER-C atas upaya menyelesaikan amanah bantuan kemanusian rakyat untuk membangun RS di satu-satunya daerah yang masih terjajah itu. “Saya sangat kagum dan terkesan dengan kemajuan MER-C untuk merealisasikan misi yang mustahil rasanya. Tapi dengan tekad yang tinggi ini bisa di realisasikan, dan tentu ini tidak gampang,” ungkap Fachir, di Kantor Kemenlu Jakarta, Kamis. Sejauh ini, peresmian yang direncanakan Juni mendatang masih mengalami kesulitan, terutama berkenaan dengan perizinan perbatasan Rafah yang berada di bawah kendali intelijen Mesir. Sementara, Manajer Operasional MER-C, Rima Manzanaris mengatakan pihaknya masih menunggu pemerintah Mesir terkait izin masuk melalui perbatasan tersebut. “Pemerintah Mesir mengatakan perkiraan di bulan Mei dan Juni itu aman, tapi kita akan mengambil di bulan Juni untuk peresmiannya,” ujar Rima. Rima juga mengatakan, kondisi terkini RS Indonesia di Gaza, sebagian alat kesehatan sudah ada yang masuk dan sebagian lainnya masih menunggu proses izin masuk. “Kita semua berharap hal ini bisa cepat selesai dan RS Indonesia siap untuk direalisasikan oleh masyarakat, ” kata Rima. Dalam hal ini, Wamenlu A.M. Fachir juga  menjanjikan pemerintah akan membantu kelancaran teknis menjelang peresmian RS Indonesia di Jalur Gaza. “Menyusul  panasnya situasi  Sinai dan Rafah yang berbatasan dengan rute ke Jalur Gaza akhir-akhir ini masih konflik,” ujar Fachir. Kondisi Sinai yang masih dalam situasi darurat menimbulkan kesulitan bagi relawan untuk masuk ke Gaza. Pasalnya, rumah-rumah di Sinai utara menjadi korban operasi tentara Mesir untuk melawan militan di sana. (L/P007/P4) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/merc-koordinasi-pemerintah-peresmian-rs-indonesia-di-gaza/              

RELAWAN INDONESIA DI GAZA: “SEHARI MENJADI DOKTOR”

‘Doktor’ Nur Ikhwan Abadi menyampaikan kuliah ilmiah di hadapan mahasasiswa S2 dan S3 Management & Politics Academy for Postgraduated Studies, di Kota Gaza, Sabtu (21/3). (Foto: Mirajnews) Oleh: Ali Farkhan Tsani, Redaktur Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency) Jalur Gaza – Sungguh tidak disangka, jika seorang relawan Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, mendadak mendapat gelar “doktor” dalam sehari. Tapi, itulah yang terjadi dan diterima oleh Nur Ikhwan Abadi, relawan kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Resque Committee) asal Indonesia yang sedang membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Peristiwa bersejarah itu terjadi Sabtu kemarin (21/3), saat Nur Ikhwan, didaulat memberikan ceramah ilmiah bertajuk “Indonesian role to strengthening the international position of Palestinian issues” (Peran Indonesia untuk memperkuat isu Palestina dalam posisi internasional), di hadapan mahasiswa S2 dan S3 Management & Politics Academy for Postgraduated Studies, di Kota Gaza. “Di hadapan para mahasiswa, juga undangan dari pejabat pemerintah, media, dan perwira tinggi kepolisian Palestina, saya diminta berbicara tentang peran Indonesia, dan saya diberi gelar ‘doktor sehari’ untuk seminar tersebut,” ujar ‘Doktor’ Nur Ikhwan Abadi, yang juga Kepala Biro Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency) Timur Tengah berkedudukan di Palestina. Menurutnya, ada tiga pembicara dalam seminar ilmiah tersebut, yaitu Dr. Tayseer Mehasen (Direktur Jenderal Hubungan Internasional Kementerian Luar Negeri Palestina), Ir. Omar Jomah Shiyam (Manager Aman Palestine Cabang Gaza), dan moderator Dr. Ihab Swaikh. Pada kesempatan itu, Nur Ikhwan, yang juga alumni tarbiyah Pesantren Al-Fatah Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, menyampaikan tentang peran pemerintah dan rakyat Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dan pembebasan Al-Aqsha. “Indonesia pernah melaksanakan Konferensi Internasional untuk Kemerdekaan Palestina dan Pembebasan Al-Quds di Bandung tahun 2012. Seluruh komponen pemerintah dan rakyat Indonesia mendukung penuh kemerdekaan Palestina dan pembebasan Al-Aqsha dari belenggu penjajahan Israel,” ujarnya. Pada Konferensi Internasional Palestina “International Conference for The Freedom of Al-Quds and Palestine”, yang digagas Jama’ah Muslimin (Hizbullah) sebagai Khilafah ‘alaa minhaajin nubuwwah (Khilafah yang mengikuti jejak kenabian), Bandung, 14-15 Sya’ban 1433 H./4-5 Juli 2012 M. menghasilkan Deklarasi Bandung untuk Pembebasan Al-Quds. Isi Deklarasi Bandung antara lain; bahwa untuk suksesnya perjuangan pembebasan Al-Quds dan Palestina dituntut dukungan yang lebih nyata dari kaum Muslimin pada khususnya dan komunitas internasional pada umumnya. Selanjutnya, disebutkan juga guna menyatukan langkah perjuangan pembebasan Al-Quds dan Palestina tersebut, mengamanahkan kepada H. Muhyiddin Hamidy sebagai Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) sebagai pemimpin bagi upaya-upaya untuk mempercepat pembebasan Al-Quds dan kemerdekaan Palestina yang didukung oleh organisasi-organisasi yang peduli dalam permasalahan Palestina. Sidang Konferensi juga merekomendasikan kepada pihak-pihak Pemerintah dan Parlemen untuk menegaskan pesan pembebasan Al-Quds dan Palestina melalui lembaga Negara. Serta melakukan advokasi hukum terhadap bangsa Palestina terutama kaum perempuan dan anak-anak serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengadili kejahatan rezim Zionis Israel atau pemimpin-pemimpinnya yang dzalim. Peserta sidang juga siap menghimpun dan mendayagunakan bantuan-bantuan material dan non material untuk menolong Al-Quds dan Palestina, dan secara khusus mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk membuka Konsulat Pelayanan Diplomatik di wilayah Jalur Gaza. Putusan lain yang penting adalah mempersiapkan pelaksanaan konferensi selanjutnya di Gaza atau tempat-tempat lain sesuai situasi dan kondisi yang berkembang, Mengutus delegasi untuk memfasilitasi perdamaian dan ishlah dari faksi-faksi di Palestina serta mempromosikan kesatuan Muslimin di Palestina dan memprakarsai boikot terhadap produk-produk yang mendukung rezim Zionis Israel. Nur Ikhwan Abadi (Foto: Mirajnews) Konsulat RI di Gaza Nur Ikhwan, alumni Teknik Sipil Universitas Lampung itu, menyampaikan alternatif dukungan politis pemerintah Indonesia untuk Palestina, antara lain adalah dalam bentuk pendirian Konsultas RI di Jalur Gaza. Menurutnya, hal itu sangat memungkinkan, apalagi ada beberapa mahasiswa setempat di Jalur Gaza yang siap mendukung rencana seperti itu. Nur Ikwhan, juga adalah delegasi khusus Jama’ah Muslimin (Hizbullah), wadah kesatuan umat Islam, berpusat di Bogor, Indonesia, yang secara khusus memiliki agenda Ghazwah Fath Al-Aqsha (pembebasan Al-Aqsha) sejak 2007, dan Kepala Koresponden Kantor Berita Islam MINA di Timur Tengah. “Selain kemungkinan pembukaan Konsulat RI di Jalur Gaza, upaya lainnya adalah advokasi hukum oleh Indonesia untuk warga Palestina, terutama wanita dan anak anak atas tindakan kriminal Israel,” paparnya. Upaya lain adalah dengan terus menggencarkan aksi dan kampanye boikot produk-produk Israel, serta upaya melaksanakan konferensi yang dihadiri tokoh-tokoh Indonesia, bertempat di Jalur Gaza. Pada pertemuan pemaparan, ‘Doktor’ Nur Ikhwan juga menyampaikan, salah satu delegasi Konferensi Bandung adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Palestina pada pemerintahan PM Ismail Haniyah sebelum pemerintahan persatuan terbentuk, Dr. Muhammad Al-Madhoun. Mendengar nama itu disebut, hadirin pun riuh dan bersorak. Mereka menyebut dan sambil menunjuk ke sosok yang disebut itu, adalah Direktur Akademi tersebut. Nur Ikhwan sendiri sebelumnya belum tahu hal itu. Lalu, masuklah Dr. Al-Madhoun yang sebelumnya hanya di luar, dan ia pun ikut bicara dengan senyuman. Setelah sebelumnya berangkulan dengan Nur Ikhwan, dengan mesra bak saudara kandung. Al-Madhoun menyarankan agar perwakilan pemerintah Indonesia segera dibentuk saja di Jalur Gaza. “Langkah awal bisa saja tidak dalam bentuk Konsulat resmi, tetapi dapat melalui misalnya Pusat Pendidikan atau Pusat Kebudayaan,” ujarnya bersemangat. Pihaknya juga siap membantu pelaksanaan Konferensi serupa yang pernah diselenggarakan di Bandung, Indonesia, untuk dilaksanakan di Kota Gaza. Ia juga mengapresiasi keberadaan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency – Wakalah Mi’raj lil anba al-islamiyyah), sebagai tindak lanjut dari Konferensi Bandung 2012. Menurutnya, cabang-cabang MINA perlu didirikan di setiap negeri Muslim, agar kaum Muslimin dapat mengikuti perkembangan dunia Islam pada umumnya, serta perkembangan Indonesia pada khususnya, yang mayoritas Muslim sebagai salah satu barometer perjuangan dunia Islam. Sementara itu, Dr. Tayseer Mehasen, Direktur Jenderal Hubungan Internasional Kementerian Luar Negeri Palestina di Jalur Gaza, menyatakan siap membantu merealisasikan pembentukan perwakilan tersebut. Menurutnya, apalagi hubungan Kementerian Luar Negeri antara Jalur Gaza dan Tepi Barat saat ini berjalan baik. Kemenlu di Jalur Gaza berjalan, dan Kemenlu di Tepi Barat juga berjalan. Dari segi keamanaan juga sangat memungkinkan, ujarnya. “Namun yang paling penting dari semuanya adalah bagaimana negeri-negeri Muslimin semakin meningkatkan perannya terhadap Al-Quds dan Palestina,” paparnya. Seret Israel ke Mahkamah Di akhir sesi kuliah ilmiah, seorang mahasiswa bernama Kayd Jarbou, menyatakan seiring pendirian perwakilan di Gaza, dia dan rekan-rekan mahasiswa lainnya siap menghubungkan tim pengacara di Indonesia dengan lembaga-lembaga di Jalur Gaza yang konsen terhadap isu kejahatan Zionis Israel. Mahasiswa yang bekerja di lembaga advokasi juga siap memberikan data-data kepada para pengacara

Banyak Blokade, Gaza Sulit Dapat Bantuan

Anak-anak kecil yang tinggal di Jalur Gaza kondisinya memprihatinkan. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Warga Rafah yang berada di sisi selatan Jalur Gaza dikabarkan kesulitan mendapatkan akses rumah sakit akibat blokade baik itu dari Israel maupun Mesir. Terkait hal itu, salah satu presidium organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Commitee (Mer-C), Joserizal Jurnalis, mengaku proyek pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza sudah selesai namun masih menghadapi permasalahan. ”Rumah Sakit Indonesia sudah selesai, begitu juga Wisma Indonesia dan masjid yang berada di belakangnya juga sudah kita rehab. Masalahnya kami perlu membeli barang, namun terbentur permasalahan dari blokade pintu-pintu ini,” ujar Joserizal kepada Republika.co.id, Rabu (18/3). Dengan adanya blokade, kata Joserizal, warga pun kesulitan mendapat obat-obatan. Untuk menembus perbatasan Rafah, kata Joserizal, pihaknya belum mendapatkan izin dari pihak Mesir karena masih ada operasi militer. Joserizal mengakui kondisi di Sinai memang tidak kondusif. Meski begitu, Joserizal mengaku telah mendapat janji untuk masuk ke Jalur Gaza pada Juni nanti. Pihaknya pun berencana untuk membuat grand opening RSI di Gaza. Sumber : http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/15/03/18/nlezro-banyak-blokade-gaza-sulit-dapat-bantuan        

MER-C: Jangan Lelah Suarakan Pembebasan Blokade Gaza

Blokade Gaza REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Salah satu Presidium organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Commitee (MER-C) Joserizal Jurnalis menilai blokade untuk Jalur Gaza menjadi masalah terpenting untuk meningkatkan kesejahteraan warga Palestina di wilayah tersebut. “Blokade israel ini menjadi masalah. Laut di depan Gaza itu kan laut bebas, seandainya tidak di blokade mereka (warga Jalur Gaza) bisa bebas berdagang dan tidak bergantung pada orang lain,” ujar Joserizal kepada ROL, Rabu (18/3).  Ia menilai, warga tidak akan bergantung pada bantuan-bantuan dari negara donor. Pembukaan blokade, kata Joserizal, akan memberikan kesejahteraan yang lebih baik. Joserizal mengatakan, bantuan yang paling penting adalah untuk selalu menyuarakan tuntutan membuka blokade. “Itu penting karena Palestina sebenarnya bisa mandiri. Kita tidak boleh letih untuk bersuara,” ujarnya. Menurutnya, jika blokade dibuka, Jalur Gaza hanya membutuhkan bantuan pada tahap awal. Ia mengaku yakin dengan hal itu karena menilai warga Palestina sebagai masyarakat yang ulet. Meski begitu, Joserizal mengaku blokade dibuat sehingga menimbulkan problem politis. “Karena blokade, Gaza harus bergantung pada negara negara donor. Padahal, Gaza memiliki pantai dan tentunya bisa digunakan sebagai kota perdagangan,” ujarnya.  Sumber : http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/15/03/18/nlejrf-merc-jangan-lelah-suarakan-pembebasan-blokade-gaza                

MER-C akan Bangun Klinik Kesehatan untuk Pengungsi di Myanmar

Dubes Indonesia untuk Myanmar, Dr Ito Sumardi memberi sambutan saat menerima bantuan dari MER-C untuk pengungsi di Myanmar REPUBLIKA.CO.ID, YANGON, MYANMAR — Tim Medical Emergency Recue Committee (MER-C) telah menuntaskan misi kemanusiaan kedua mereka di Myanmar, tepatnya di Sittwe, Rakhine State, tempat konflik komunal antara Muslim Rohingya dan Buddha Rakhine pecah pada 2012 silam. Misi berlangsung selama 11 hari bulan Februari lalu. Dengan nota diplomatik dan fasilitasi penuh dari KBRI Yangon, tim berhasil masuk ke tujuh kamp Muslim dan Budha dari sekitar 15 kamp yang ada di Sittwe. Di sana tim melakukan berbagai misi kemanusiaan, diantaranya menyalurkan bantuan obat-obatan dan paket alat kesehatan yang diterima langsung Dinas Kesehatan Sittwe serta makanan bagi para pengungsi di dalam kamp. Setelah tim kembali ke Yangon, MER-C menyerahkan bantuan tambahan berupa satu unit ambulans, seprei dan selimut sebanyak 200 paket.  Bantuan itu diserahkan dan diterima langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Myanmar, Ito Sumardi untuk nantinya didistribusi oleh KBRI ke klinik dan rumah sakit. Tidak hanya bantuan tersebut, Mer-C juga memiliki program jangka panjang. Yakni mendirikan klinik kesehatan. Dengan bantuan dan fasilitasi penuh dari pihak KBRI Yangon, klinik kesehatan itu rencananya akan dibangun di Desa Thaykan, Minbya Township, Rakhine State, berdampingan dengan dua dari empat sekolah Indonesia di sana. Dua klinik itu akan berfungsi memberi pelayanan kesehatan bagi para pengungsi Muslim Rohingya dan Budha Rakhine pada khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya. “Dan MER-C juga akan mengirim dokter secara berkala ke sana,” ujar Tonggo Meaty Fransisca selaku ketua tim kemanusiaan MER-C 2 untuk Myanmar. Menanggapi hal ini, Ito Sumardi menyatakan, rencana pembangunan klinik berdampingan dengan sekolah Indonesia di sana merupakan hal yang sangat baik. Selain dapat membantu akses pendidikan dan kesehatan bagi pengungsi dan masyarakat Myanmar pada umumnya, keberadaan klinik MER-C juga akan mempererat hubungan antara Indonesia dan Myanmar. “Ini adalah ide yang brilian. Dan saya akan segera buat konsep klinik untuk sebagai pelengkap sekolah kita,” kata Ito. Pemerintah dalam hal ini KBRI di Myanmar, kata Ito, siap mendukung penuh program tersebut. “Saya siap dukung 1.000 persen. Dan nanti saya sendiri yang akan datang langsung dalam peresmian atau peletakan batu pertama,” kata dia. Sumber : http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/03/16/nlax57-merc-akan-bangun-klinik-kesehatan-untuk-pengungsi-di-myanmar                

Pemerintah Apresiasi Kepedulian MER-C untuk Pengungsi di Myanmar

Dubes Indonesia untuk Myanmar, Dr Ito Sumardi memberi sambutan saat menerima bantuan dari MER-C untuk pengungsi di Myanmar REPUBLIKA.CO.ID, YANGON, MYANMAR — Duta Besar Indonesia untuk Myanmar, Ito Sumardi mengapresiasi berbagai kegiatan yang dilakukan relawan Medical Emergency Rescue and Committee (MER-C) di Myanmar, khususnya bagi para pengungsi di Sittwe, Rakhine. Menurutnya apa yang dilakukan MER-C membantu mempercepat proses rekonsilisasi antara dua kelompok. “Saya melihat betul MER-C adalah organisasi yang berlandaskan kemanusiaan,” ujar Ito Sumardi saat menerima bantuan tambahan dari MER-C, di KBRI Yangon, Myanmar. Pada bulan Februari lalu Mer-C kembali mengirim tim kemanusiaan ke sittwe, Rakhine, Myanmar.  Selama 11 hari relawan MER-C melakukan sejumlah kegiatan sosial, dimana tiga hari diantaranya tim masuk ke dalam lokasi kamp pengungsian. Total ada tujuh kamp pengungsian Muslim dan Budha yang didatangi MER-C. Selama disana, tim MER-C menyalurkan bantuan berupa obat-obatan dan makanan. Serta bantuan tambahan berupa sprei dan selimut yang penyalurannya diserahkan melalui KBRI di Yangon, Myanmar. Lebih lanjut Ito mengatakan, pihaknya siap membantu dan memfasilitasi berbagai program yang akan dilakukan masyarakat Indonesia melalui MER-C untuk pengungsi di Myanmar. “Saya sampaikan bahwa KBRI siap mendukung 1000 persen untuk merealisasikan program-program MER-C,” kata dia. “Silahkan sampaikan ke kami apa saja program-program dari MER-C pasti akan saya dukung, yang penting membawa semangat kemanusiaan,” kata dia lagi. Sumber : http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/03/16/nlawvx-pemerintah-apresiasi-kepedulian-merc-untuk-pengungsi-di-myanmar              

Silahkan bertanya?