MER-C held Palestine Talkshow at Islamic Book Fair

Jakarta, 9/3, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) held a Talkshow titled “Palestine as the Focus of Uniting the Struggle of Muslims “ at Islamic Book Fair at Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. The event presented speakers ex- Indonesian Cooperative Minister and ICMI member, Mr. Adi Sasono and MER-C’s Presidium Dr Joserizal Jurnalis. An hour and half talkshow moderated by Angga Aminudin of Radio Silaturahim 720 am, discussing about the reason behind Palestine becoming the unity of Muslims Struggle in the world. Joserizal, as one of MER-C founders and pioneer of Rumah Sakit Indonesia at Gaza said that struggle for Palestinian liberation is the struggle of people who love peace and welfare of mankind. Furthermore, Joserizal added that Jerusalem liberation has also been supported by non-muslims like The Pope and Catholics, also the Jews who do not approve Israel Zionism. Meanwhile, Adi Sasono also mentioned about MER-C important role in building Indonesia Hospital at Gaza, Palestine, becoming the benchmark of justice and humanity in the world. He also added that the action marked a strong commitment from Indonesian people for Palestinian, mainly for Gaza people, that the struggle must keep going on and has been fully supported by Indonesian people from Sabang to Merauke. Joserizal explained that MER-C building such a hospital instead of worship house since it will be more beneficial to the people of Gaza. He then added that the hospital would need a sustainable program, skills of volunteers, hospital management and etcetera. Joserizal also uttered that the hospital building has been fully funded from Indonesian people, built by the spirit of Indonesian for Palestinian struggle for Independence The talkshow also presented AbdelRahim Shihab of Islamic Society of Gaza, a Palestinian, that he and Palestinian people showed their gratitude to Indonesian people for their support for all Palestinians. The event concluded with question-and-answer session and also taking picture between participants and the speakers.
MER-C selenggarakan Talkshow “Palestina Fokus Pemersatu Perjuangan Umat Islam” di Islamic Book Fair

Jakarta, 9/3, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengadakan Talkshow bertopik “Palestina Fokus Perjuangan Pemersatu Umat Islam pada acara Islamic Book Fair di Panggung Selasar, Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Acara ini menghadirkan narasumber Mantan Menteri Koperasi dan anggota ICMI, Adi Sasono dan Presidium MER-C Dr Joserizal Jurnalis SpOT. Talkshow berdurasi satu setengah jam yang dimoderatori oleh Angga Aminudin dari Radio Silaturahim 720 am mendiskusikan tentang mengapa Palestina menjadi pemersatu umat Islam di dunia. Dr Jose sebagai salah satu pendiri MER-C dan pelopor Rumah Sakit Indonesia di Gaza mengemukakan bahwa perjuangan terhadap pembebasan Palestina merupakan perjuangan manusia yang cinta akan perdamaian dan kemaslahatan umat. Selanjutnya Dr Jose juga menambahkan bahwa pembebasan tanah Jerusalem ini didukung oleh umat non Muslim, seperti umat Katholik dan Paus, sebagai perwakilan dari umat Katholik di dunia serta warga Yahudi yang tidak menyetujui Zionisme Israel. Sementara itu, Adi Sasono juga menyebutkan, peranan penting MER-C dalam membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina menjadi tolak ukur akan penegakan keadilan dan kemanusiaan di dunia. Ditambahkannya lagi, hal tersebut juga merupakan sebuah komitmen yang kuat dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina dan Gaza khususnya, bahwa perjuangan ini harus tetap berlangsung dan mendapat dukungan sepenuhnya dari masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Ketika ditanyakan lebih lanjut mengenai atas dasar apa MER-C membangun Rumah Sakit di Gaza dan bukan dalam bentuk rumah ibadah, Dr Jose menjelaskan bahwa dengan dibangunnya rumah sakit di Gaza ini diperlukan program berkesinambungan, seperti keperluan akan keahlian dari para relawan, manajemen rumah sakit, dan sebagainya yang nantinya akan lebih bermanfaat bagi rakyat Gaza. Dr Jose juga mengemukakan pembangunan rumah sakit ini 100 persen disokong oleh dana dari warga Indonesia, serta dibangun dengan spirit dan semangat rakyat Indonesia untuk perjuangan rakyat Palestina. Talkshow ini juga menghadirkan AbdelRahim Shihab dari Islamic Society of Gaza yang merupakan warga Palestina, yang mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada rakyat Indonesia atas perjuangan dan bantuannya untuk masyarakat Palestina. Acara ditutup dengan acara tanya jawab dengan peserta yang hadir serta foto bersama dengan nara sumber.
Salma Arsitek Cilik Bandung Peduli Palestina

Bandung – Semilir angin sore Kota Kembang menghembuskan hawa sejuk yang membuai, membawa kedamaian dan ketenangan. Nampak di sebuah rumah, seorang anak perempuan berpakaian serba putih dengan jilbab yang juga putih sedang asyik melukiskan beberapa sketsa kehidupan. Ketika ditengok lebih dekat, ternyata anak perempuan itu sedang menggambarkan sebuah sketsa bangunan berbentuk segi delapan dengan serius. Saya langsung sadar, itu bukan sembarang bangunan, itu bukan sembarang gambar, itu bangunan bersejarah yang bahkan sejak belum dibangun, bangunan tersebut sudah membuat sejarah. Ya, bangunan segi delapan itu adalah bangunan Rumah Sakit Indonesia yang berada di wilayah perang Gaza, Palestina. Saat ini MER-C sedang mengkampanyekan gerakan 50 ribu rupiah untuk membantu pengadaan alat kesehatan di RS Indonesia yang sudah selesai dibangun. Pada Jumat (7/3), Miraj Islamic News Agency (MINA) bersama MER-C berkesempatan bersilaturahim ke rumah orang tua Salma di kawasan Arcamanik, Bandung. Nampak sekali rumah itu penuh dengan karya-karya jenius Salma yang dipajang maupun dibundel. Ketika saya mencoba berkenalan, anak itu menjawab dengan tersipu malu khas gaya anak perempuan seusianya. “Namanya siapa neng?” sapaku. “Salma…,” jawabnya dengan malu-malu. Siti Salma Khairannisa Soemadiredja yang lebih akrab dipanggil Salma, saat ini duduk di kelas V SD Muhammadiyyah 7 Bandung. Putri dari Bapak RM Zainal Hasan Soemadiredja dan Ibu Anarita Devi ini lahir di Bandung, 26 Juli 2003. Sejak kecil Salma memang senang bereksplorasi terutama menggambar. Awalnya dari gambar orang lalu kemudian arsitek. Tingkahnya memang tidak jauh berbeda dengan anak seusianya yang masih gemar bermain, tapi ada suatu yang istimewa dari Salma, dia sudah tergerak untuk membantu anak-anak Palestina dengan jerih payahnya sendiri. Sejak tahun 2007 sampai 2013, Salma sudah menghasilkan lebih dari 2000 gambar dengan berbagai tema. Lomba yang pernah diikuti diantaranya Lomba Gambar di Museum Geologi Bandung. Gambar-gambar Salma juga pernah dipamerkan di pentas Reuni Arsitektur Universitas Parahyangan angkatan 87 di Bandung, 2012. Mewarisi keahlian arsitek dari orang tuanya, karya-karya Salma mampu mengundang decak kagum arsitek yang saat ini menjabat sebagai Walikota Bandung, M. Ridwan Kamil. Salma dan Om Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil), berkolaborasi mendesain sebuah rumah tinggal yang saat ini digunakan oleh penduduk Cibodas Lembang, Bandung. Salma berharap bisa bertemu lagi dengan Om Emil untuk kembali berkolaborasi mendesain. Sikap solidaritas tinggi Salma terlihat ketika memberikan karya gambar untuk pasien kanker dalam rangka Hari Kanker Anak Internasional pada 2013 yang dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar. Dan sekarang, Salma pun kembali terlibat dalam aksi solidaritas tinggi membantu rakyat Palestina yang terjajah dengan mendukung program pembangunan RS Indonesia di Gaza. Ada sebuah cerita menarik dari Salma ketika dia melihat foto-foto anak Palestina korban agresi militer Israel yang ada di ponsel pintar ibunya, Salma pun menangis. Mata kecil polos itu meneteskan butiran air mata yang mengundang tanya buat sang ibu, Anarita Devi. “Kenapa Salma?” tanya sang ibu. “Salma sedih bu,,,” ucap mulut mungil Salma menjawab pertanyaan sang ibu. Akhirnya Anarita pun berinisiatif menghubungi pihak Medical Emergency Rescue-Committee (MER-C) untuk menyumbangkan karya sketsa Salma kepada MER-C dan Salma pun mengaku senang bisa membantu menguruangi kesedihan rakyat Palestina melalui MER-C. Salma mengaku senang bisa berbuat yang bermanfaat bagi saudara-saudaranya di Palestina. (L/P01/EO2). Sumber : http://mirajnews.com/artikel/feature/16015-salma-arsitek-cilik-asal-bandung-peduli-palestina.html
Adi Sasono : Berikan Yang Terbaik Bantu Palestina

Jakarta, 7 Jumadil Awal 1435/8 Maret 2014 (MINA) – Mantan Menteri Koperasi dan UKM pada era Presiden BJ Habibie, Adi Sasono mengimbau bangsa Indonesia untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat Palestina dengan tindakan-tindakan dan sumbangan yang nyata. Adi merujuk pada wujud bantuan masyarakat Indonesia melalui Medical Emergency Rescue-Comittee (MER-C) kepada Palestina berupa Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang baru saja dibangun. Saat ini, MER-C tengah mencoba menggalang dana untuk pengadaan alat kesehatan untuk melengkapi fasilitas RS Indonesia. “Pembangunan RS Indonesia ini menjadi bukti solidaritas rakyat Indonesia dalam bentuk nyata,” ungkap Adi kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) saat ditemui di Jakarta, Jumat (7/3). RS Indonesia, ujarnya, menjadi bukti sejarah bahwa masyarakat Indonesia bisa mewujudkan solidaritas dalam bentuk yang nyata. Karena itu kita harus menyempurnakan apa yang sudah dicapai dengan melengkapi melalui pengadaan peralatan mutakhir agar bisa berfungsi secara optimal untuk membantu kemanusiaan. “Ini wujud semangat ke-Islaman yang harus kita jaga, sekarang kita ditantang oleh kolonialisme Israel sehingga kita harus buktikan dengan langkah nyata,” lanjut Adi. Sementara itu, Kepala Divisi Penggalangan Dana MER-C, Luly Larisa mengatakan, pengadaan alat kesehatan untuk RS Indonesia Gaza membutuhkan anggaran Rp 60 milyar lebih atau dua kali lipat dari biaya pembangunan gedungnya. Untuk mendapatkan anggaran sebesar itu pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk grup band Slank untuk program Gerakan Rp 50 ribu per orang. “Untuk suksesnya program Gerakan Rp 50 ribu per orang ini untuk pengadaan alat kesehatan RS Indonesia Gaza dan kami kerjasama dengan Slank dan juga lainnya,” katanya. Pembangunan fisik RS Indonesia Gaza mulai dikerjakan sejak 14 Mei 2011, dibangun di atas tanah seluas 16.261 m2, berasal dari wakaf pemerintah Palestina di Gaza. Lahan untuk RS Indonesia Gaza itu diserahterimakan oleh Menteri Kesehatan Palestina Baseem Naem kepada Ketua Presidium Mer-C Joserizal Jurnalis sebagai pihak pembangun pada 23 Januari 2009. Lokasinya berada sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel sehingga sering dipantau oleh pesawat tempur tanpa awak (drone) AU negara Yahudi tersebut, namun sejauh ini pembangunan RS Indonesia terus berjalan tanpa gangguan dan hambatan. RS Indonesia di Jalur Gaza ini menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia, sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. (L/P01/EO2). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/nasional/15980-adi-sasono-berikan-yang-terbaik-bantu-palestina.html
Gelombang Pertama Relawan RS Indonesia dari Gaza Palestina Tiba di Tanah Air

Siaran Pers Setelah bertugas selama kurang lebih 1,5 tahun di wilayah terblokade Gaza, Palestina, meninggalkan keluarga tercinta dan pekerjaan yang menjanjikan di tanah air, dalam rangka Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di sana, sebanyak 19 orang relawan yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia tiba di Jakarta siang ini pukul 13.55 wib dengan menggunakan maskapai penerbangan Etihad Airlines. Rombongan ini adalah gelombang pertama kepulangan relawan RS Indonesia dari dua gelombang yang direncanakan, dimana gelombang ke-2 akan tiba di tanah air pada awal Maret 2014 mendatang. Kedatangan para relawan akan disambut oleh Tim MER-C, Pesantren Al Fatah serta keluarga. Kepulangan relawan Indonesia sebanyak total 25 orang dimungkinkan setelah pembangunan tahap 2 berupa pekerjaan Arsitektur dan Mekanikal Elektrikal RS Indonesia selesai. Dengan selesainya tahap ini, maka secara fisik bangunan RS Indonesia yang terdiri dari 2,5 lantai dengan total luas mencapai hampir 10.000 m2 telah rampung. Rumah Sakit Indonesia sumbangan dari rakyat Indonesia telah berdiri dengan kokoh dan indah di Jalur Gaza, Palestina, sebuah wilayah yang masih terblokade dan terjajah hingga detik ini. Sebagai tahapan selanjutnya dari program ini adalah pemenuhan Alat Kesehatan dan Interior ruangan Rumah Sakit Indonesia yang akan berfokus pada Rumah Sakit Traumatologi dan Rehabilitasi. Untuk keperluan ini, MER-C tengah mengirimkan relawan ahli bidang peralatan kesehatan (Medical Technologist) yang melakukan survei alat kesehatan di Gaza (Palestina) dan Kairo (Mesir). MER-C juga menempatkan relawan-relawan yang akan bertugas di Gaza selanjutnya untuk mengawal tahap pemenuhan alat kesehatan ini. Sebelumnya, dengan gerakan Rp 20 ribu/orang, rakyat Indonesia terbukti mampu bersatu membangun Rumah Sakit yang akan menjadi bukti silaturahim jangka panjang rakyat Indonesia – Palestina. kini MER-C kembali meluncurkan dan mengajak rakyat Indonesia untuk bergabung dalam gerakan Rp 50 ribu per orang untuk Alat Kesehatan RS Indonesia. Cukup 1,2 juta orang yang menyumbang agar RS Indonesia dapat segera bermanfaat bagi masyarakat korban perang di Jalur Gaza, Palestina. Jadilah bagian dari sejarah program Pembangunan RS Indonesia melalui: BNI Syariah, 081.119.2973 BSM, 700.135.2061 BCA, 686.015.3678 BMI, 301.00521.15 BRI, 033.501.0007.60308 an. Medical Emergency Rescue Committee Atau melalui: iB Hasanah Card dari BNI Syariah Hubungi BNI Call Center 500046 Jakarta, 27 Februari 2014 Divisi Humas MER-C INDONESIA
WALI Ajak Penggemarnya Bantu Alkes RS Indonesia Gaza

Jakarta, 26 Rabi’ul Akhir 1435/26 Februari 2014 (MINA) – Grup musik terkenal, Wali, yang memiliki jutaan penggemar di kalangan anak muda, mendukung pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, Palestina, dan penggemarnya atau yang lazim disebut para wali untuk menyumbang dana melalui Medical Emergency Rescue Comitte (MER-C). “Pembangunan RS Indonesia Gaza merupakan kegiatan amal yang wajib didukung karena jelas untuk kepentingan ummat khususnya saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Apoy salah satu perosnil Wali, kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Selasa (25/2) di Jakarta. Menurutnya, kepedulian dan dukungan Wali untuk membantu pembangunan RS Indonesia di Gaza yang kini memasuki tahap pengadaan alat kesehatan (Alkes) didasarkan pada kepentingan ummat. Besarnya grup musik Wali yang kini memiliki jutaan penggemar tidak lepas dari doa dan dukungan ummat pula. “Tidak ada alasan bagi Wali untuk tidak membantu pembangunan RS Indonesia di Gaza, Wali sangat mendukung penggalangan dana yang dilakukan oleh MER-C untuk melanjutkan pembangunan dengan pengadaan Alkes,” kata Apoy. Dikatakan, dukungan penggalangan dana oleh MER-C melalui program Gerakan Rp 50 ribu per orang untuk pengadaan Alkes RS Indonesia Gaza diwujudkan dengan mengajak para wali ikut menyumbang. Dukungan grup musik Wali yang memiliki empat personil, yakni: Faank (vokal), Apoy (gitar), Tomi (drum), dan Ovie (keyboard) nantinya tidak sebatas ajakan pada penggemarnya saja, tapi dapat terus berlanjut dengan program-progam kemanusiaan lainnya. “Dukungan Wali pada MER-C akan terus berlanjut, tidak hanya ikut mengajak Para Wali untuk menyumbang saja, tapi alan terus berlanjut denang program kemanusian,” kata Apoy. Sementara itu, Kepala Divisi Penggalangan Dana MER-C, Luly Larisa, mengatakan, pengadaan alat kesehatan untuk RS Indonesia Gaza membutuhkan anggaran Rp 65 milyar dua kali lipat lebih dari biaya pembangunan gedungnya. Untuk mendapatkan anggaran sebesar itu pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk grup musik Wali juga lainnya untuk program Gerakan Rp 50 ribu per orang. “Guna suksesnya program Gerakan Rp 50 ribu per orang ini untuk pengadaan Alkes RS Indonesia Gaza dan kami kerjasama dengan Wali dan juga lainnya,” kata Luly. Pembangunan fisik RS Indonesia Gaza mulai dikerjakan sejak 14 Mei 2011, dibangun di atas tanah seluas 16.261 m2, berasal dari wakaf pemerintah Palestina di Gaza. Lahan untuk RS Indonesia Gaza itu diserahterimakan oleh Menteri Kesehatan Palestina Baseem Naem kepada Ketua Presidium Mer-C Joserizal Jurnalis sebagai pihak pembangun pada 23 Januari 2009. Lokasinya berada sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel sehingga sering dipantau oleh pesawat tempur tanpa awak (drone) AU negara Yahudi tersebut, namun sejauh ini pembangunan RS Indonesia terus berjalan tanpa gangguan dan hambatan. RS Indonesia di Jalur Gaza ini menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia, sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke.(L/P07/EO2). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia-mb/15519-wali-ajak-penggemarnya-bantu-pengadaan-alkes-rsi-gaza.html
Tim Peninjau Rumah Sakit Indonesia Masuki Gaza

Jakarta, 24 Rabi’ul Akhir 1435/24 Februari 2014 (MINA) – Tiga dari tim peninjau Rumah Sakit Indonesia di Gaza dan dua orang wartawan Indonesia, akhirnya berhasil masuk ke Jalur Gaza, Ahad (23/2). Anggota Presidium Medical Emergency Rescue Comitte (MER-C), Dr. Joserizal Jurnalis yang selalu memantau perjalanan tim RSI dari Jakarta, Ahad dini hari menulis dalam akun facebooknya perkembangan mereka. “Alhamdulillah, akhirnya tim konstruksi MER-C bisa masuk Gaza, setelah beberapa hari tertahan di El Arish karena ada kontak senjata di sekitar Rafah,” tulis Joserizal. Tim akan melakukan peninjauan dan pengaksesan pengadaan alat-alat kesehatan, di mana pembangunan fisik bangunan rumah sakit sudah selesai dan memasuki tahap pengadaan alat kesehatan. Pihak berwenang Mesir telah setuju membuka perbatasan Rafah (perbatasan Mesir – Gaza Palestina) selama dua hari ke depan sejak Ahad untuk mengizinkankan para musafir yang terlantar di Mesir. Perlintasan Rafah, merupakan satu-satunya penghubung menuju dunia luar bagi sekitar 1,5 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza. Gerbang ini biasanya dibuka oleh pemerintah Mesir untuk memberikan kesempatan bagi warga Palestina yang terjebak di wilayah Mesir untuk kembali ke rumah mereka. Terakhir kali penyeberangan dibuka dua pekan lalu untuk jangka waktu tiga hari, sehingga memungkinkan 1.922 orang meninggalkan Jalur Gaza. Sebelumnya, Helikopter Apache Mesir militer melancarkan beberapa serangan udara pada Kamis di desa-desa Badui, utara Semenanjung Sinai di dekat Jalur Gaza. Serangan menargetkan desa Al-Mahdiya, Rafi’a, Al-Midfana, Al-Muqata’a dan Al-Hilwa yang terletak di sebelah timur dan selatan kota Rafah dan Shiekh Zowayid. Aktivis Mesir yang berbasis di Sinai, Ihab Salim, mengatakan helikopter apache meluncurkan setidaknya sepuluh roket ke sasaran tak dikenal di Rafah dan Sheikh Zowayid. Serangan menyebabkan warga sipil ketakutan. Saksi di perbatasan Rafah bagian Palestina melaporkan bahwa mereka mendengar suara tembakan dan ledakan. Mereka mengatakan militer Mesir menembakkan AK-47 di sepanjang perbatasan antara Sinai dan Jalur Gaza. (L/P09/R2). /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Sumber : http://mirajnews.com/palestina-mb/15438-tim-peninjau-rumah-sakit-indonesia-masuki-gaza.html
SLANK Ajak Jutaan Slankers Bantu Pembangunan RSI Gaza

Jakarta, 23 Rabi’ul Akhir 1435/23 Februari 2014 (MINA) – Grup musik terkenal, Slank, menyatakan mendukung pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina, dengan mengajak jutaan fansnya atau yang lazim disebut Slankers untuk menyumbang dana melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). “Kami sangat mendukung penggalangan dana MER-C ini dengan mengumpulkan sumbangan Rp. 50 ribu per orang, untuk pembangunan RSI di Gaza yang saat ini memasuki tahap akhir yakni pengadaan alat kesehatan,” kata Bimbim, salah satu personil Slank kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Hotel Sulthan, Jakarta, Ahad (23/2). Menurutnya, Slank sangat mendukung pembangunan RSI di Gaza sebagai bentuk silaturahim, dukungan dan bantuan rakyat Indonesia pada rakyat Palestina. Pembangunan RSI di Gaza kini memasuki tahap pengadaan alat kesehatan membutuhkan biaya dua kali lipat dari pembangunan fisik yang menghabiskan biaya Rp 30 milyar lebih. “Kami mengajak para penggeramar Slank atau Slankers untuk ikut berpartisipasi menyumbang dana Rp 50 ribu per orang untuk pengadaan alat kesehatan tersebut,” kata Bimbim sang drumer Slank ini. Grup band Slank yang memiliki lima personil, yakni: Bimbim (drum), Kaka (vokal), Ivanka (bass), Ridho (gitar) dan Abde (gitar), mendukung MER-C dan bersedia menjadi bintang dalam pembuatan video kampanye untuk program Gerakan Rp 50 ribu per orang untuk pembelian Alat Kesehatan RSI Gaza. Kerja sama antara MER-C dan Slank juga telah lama terjalin, sebelumnya Slank juga pernah menyalurkan sumbangan sosialnya lewat MER-C. “Dari tahun 2000 kita sudah kenal dengan MER-C dan kita dukung untuk terus membantu. Program MER-C juga jelas dan profesional, ada bukti kerjanya tidak hanya bicara,” kata Bimbim. Sementara itu, Kepala Divisi Penggalangan Dana MER-C, Luly Larisa, mengatakan, pengadaan alat kesehatan untuk RSI Gaza membutuhkan anggaran Rp 60 milyar lebih atau dua kali lipat dari biaya pembangunan gedungnya. Untuk mendapatkan anggaran sebesar itu pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk grup band Slank untuk program Gerakan Rp 50 ribu per orang. “Untuk suksesnya program Gerakan Rp 50 ribu per orang ini untuk pengadaan alat kesehatan RSI Gaza dan kami kerjasama dengan Slank dan juga lainnya,” katanya. Pembangunan fisik RSI Gaza mulai dikerjakan sejak 14 Mei 2011, dibangun di atas tanah seluas 16.261 m2, berasal dari wakaf pemerintah Palestina di Gaza. Lahan untuk RSI Gaza itu diserahterimakan oleh Menteri Kesehatan Palestina Baseem Naem kepada Ketua Presidium MER-C Joserizal Jurnalis sebagai pihak pembangun pada 23 Januari 2009. Lokasinya berada sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel sehingga sering dipantau oleh pesawat tempur tanpa awak (drone) AU negara Yahudi tersebut, namun sejauh ini pembangunan RS Indonesia terus berjalan tanpa gangguan dan hambatan. RSI di Jalur Gaza ini menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia, sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. (L/P07/IR ) Sumber : http://mirajnews.com/indonesia-mb/15416-slank-ajak-slankers-bantu-bangun-rsi-gaza.html
MER-C Berangkatkan Lima Relawan Ke Gaza

Jakarta, 17 Rabi’ul Akhir 1435/17 Februari 2014 (MINA) – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberangkatkan lima relawannya ke Palestina untuk menuntaskan operasionalisasi Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Senin (17/2). Ketua Tim Konstruksi pembangunan RSI Gaza Ir. Faried Thalib mengatakan kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jakarta, Senin, keberangkatan relawan kali ini untuk menyempurnakan kelengkapan RSI terutama perlengkapan medis sebelum diserahkan ke pemerintah setempat. “Keberangkatan kami ke Gaza untuk menyelesaikan pengadaan dan pemasangan kelengkapan RSI Gaza terutama alat-alat kesehatan,” katanya saat ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta sebelum keberangkatan. Menurutnya, sesampai di Gaza tim akan mengiventarisir kebutuhan alat-alat kesehatan dan selanjutkan mengupayakan pengadaannya. Pengadaan peralatan kesehatan bagi RSI di Gaza tersebut didanai oleh rakyat Indonesia. “Biaya pengadaan peralatan kesehatan seluruhnya berasal dari sumbangan rakyat Indonesia,” kata Faried. Dikatakan, pengadaan peralatan diharapkan tidak menemui kendala meski Gaza sampai saat ini masih diblokade oleh pasukan Zionis Israel. “Akan kami upayakan semaksimal mungkin untuk mengadakan peralatan medis yang utama bagi RSI,” kata Faried. Sementara itu, Ir Ahyahudin Sodri MSc salah satu anggota Tim Relawan yang diberangkatkan mengatakan, tim akan melakukan supervisi bangunan untuk menentukan kesiapannya dan segera memenuhi peralatan utama yang dibutuhkan RSI Gaza, diantaranya untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), perlatan Poliklinik, ruang perawatan, kamar bedah dan juga ICU serta lainnya. Pengadaan peralatan kesehatan kemungkinan besar didatangkan dari Mesir sebagai pilihan utama. “Peralatan-peralatan medis harus sudah terpasang agar RSI dapat segera beroperasi,” kata dosen Pasca Sarjana Teknologi Biomedis, Universitas Indonesia (UI) tersebut. Kelima relawan yang berangkat menuju Gaza tersebut adalah Faried Thalib (Ketua Tim), Ir Ahyahudin Sodri MSc, Nur Ikhwan Abadi dan dua wartawan dari media cetak nasional dan media televisi, Yoebal Ganesha Rasyid dan Subhan Hariadi Putra. Pembangunan fisik RS Indonesia mulai dikerjakan sejak 14 Mei 2011, dibangun di atas tanah seluas 16.261 m2, berasal dari wakaf pemerintah Palestina di Gaza. Lahan untuk RSI Gaza itu diserahterimakan oleh Menteri Kesehatan Palestina Baseem Naem kepada Ketua Presidium MER-C Joserizal Jurnalis sebagai pihak pembangun pada 23 Januari 2009. Lokasinya berada sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel sehingga sering dipantau oleh pesawat tempur tanpa awak (drone) AU negara Yahuidi tersebut, namun sejauh ini pembangunan RS Indonesia terus berjalan tanpa hambatan. RSI di Jalur Gaza ini menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina dimana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia, sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. (L/P07/P09/EO2). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia-mb/15206-lima-relawan-berangkat-untuk-selesaikan-pembangunan-rsi-gaza.html
MER-C’s Equipment Assessment at Gaza, Palestina

Jakarta – MER-C departed a team to Gaza stripe, Palestina on February 17, 2014. The team consists of MER-C’s Presidium Ir. Faried Thalib, Site Manager of Indonesia Hospital in Gaza (RSI) Ir. Nur Ikhwan Abadi, Medical Technologist Ahyahudin Sodri, accompanied by Yoebal Ganesha Rasyid from Republika journal and Subhan Hariadi Putra from TVOne, a national TV station. They took off at 07.45 AM to Cairo, Egypt, by Emirates Airlines, before continuing their journey to Gaza stripe, Palestina. According to MER-C’s Presidium, dr. Joserizal Jurnalis SpOT, the team brought mission to conduct medical equipment assessment for Indonesia Hospital in Gaza, expecting it will be completed around two weeks of time. Joserizal added that although Indonesia Hospital building has been finished, but still MER C will conduct fundraising that of 65 Billion Rupiahs for the hospital’s medical equipment. Meanwhile, the hospital is in need for a fresh fund of 13 Billion Rupiahs for immediate operation.