MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Hakim MA : Bantu Palestina Lebih Utama Karena Belum Merdeka

Jakarta, 27 Jumadil Awwal 1435/28 Maret 2014 (MINA) – Hakim Tinggi Mahkamah Agung Pri Pambudi Teguh  menilai rakyat Palestina seharusnya lebih utama mendapat bantuan dari rakyat Indonesia karena negeri itu satu-satunya yang belum merdeka di dunia hingga sekarang.  Hal itu disampaikan oleh Pri Pambudi kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) seusai menyalurkan donasinya untuk rakyat Palestina melalui lembaga kemanusiaan di bidang kegawatdaruratan, MER-C (Medical Emergency Rescue – Committee) di Jakarta, Jumat. “Alasan saya berdonasi untuk rakyat Palestina, karena mereka belum merdeka. Jika di negara-negara lain, Muslimin sudah merdeka tapi mereka teraniaya di negerinya. Berbeda untuk Palestina, selain mereka teraniaya, mereka juga sedang memperjuangkan kemerdekaannya,” kata Hakim Tinggi yang juga mengajar di beberapa universitas itu. Pri mengaku, dirinya sudah lama simpati dengan perjuangan rakyat Palestina dan secara pribadi ia hanya bisa berdoa kepada Allah. Baru pada kesempatan ini ia akhirnya mendonasikan sebagian hartanya untuk rakyat Palestina melalui MER-C. Menurut pria asli Jawa Tengah itu, sudah sepatutnya rakyat Indonesia mendukung dan membantu perjuangan rakyat Palestina, karena jauh sebelumnya, rakyat Palestina sudah membuat dukungan terbuka bagi kemerdekaan Republik Indonesia. “Itu wujud nyata pengorbanan rakyat Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia,” kata Pri. Ia mengungkapkan, sebelum Indonesia merdeka, sudah ada pengusaha kaya raya Palestina yang mengorbankan hartanya untuk kemerdekaan Indonesia. Pri juga menyampaikan apresiasinya kepada MER-C yang dinilainya telah memberikan sumbangsih terhadap apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Gaza dengan pelaksanaan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang merupakan rumah sakit traumatologi khusus untuk korban perang. “Pembangunan rumah sakit traumatologi yang diprakarsai oleh MER-C adalah tepat sasaran. Sebab, setelah Perang Gaza 2008-2009, di mana wilayah yang terblokade digempur habis-habisan oleh Israel, hampir tidak ada rumah sakit yang sanggup menangani trauma akibat perang itu,” katanya. Pembangunan Rumah Sakit Indonesia oleh MER-C yang bekerjasama dengan relawan dari jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah se-Indonesia, telah selesai dalam pembangunan. Kini memasuki tahap ketiga, yaitu pengadaan alat kesehatan. Dana pembangunan tersebut murni berasal dari rakyat Indonesia yang mayoritas dari kalangan menegah ke bawah. Meski dibangun di daerah konflik yang sewaktu-waktu penjajah Israel menembakkan roket, namun sejak pembangunan dimulai pada 14 Mei 2011, rumah sakit tidak pernah mengalami serangan. Melalui MINA, Pri juga menghimbau para donatur yang lain agar tidak pernah berhenti membantu saudara-saudara mereka di negeri lain, khususnya bagi rakyat Palestina. “Meskipun hanya sekedar doa di dalam hati. Saya juga melihat, ada saudara-saudara kita yang hanya bermodal tenaga, dengan ikhlas meninggalkan keluarganya untuk membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza sesuai dengan keahliannya,” tambahnya. (L/P09/P04/EO2). Sumber : http://www.mirajnews.com/indonesia/nasional/16748-hakim-ma-bantu-palestina-lebih-utama-karena-belum-merdeka.html              

Slank Galang Dana Untuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Slank selalu tertarik dengan kegiatan sosial. Mereka antusias melakukan penggalangan dana untuk membantu sesama manusia. Sekarang, mereka bekerjasama dengan relawan Mer-C guna membantu pengadaan isi atau peralatan rumah sakit Indonesia di Gaza, Palestina.   “Kami bersama Mer-c galang dana untuk rumah sakit di Palestina. Sekarang kami mau kumpulkan lagi dana untuk mengisi isinya rumah sakit di rumah sakit Indonesia di Palestina,” ucap Bimbim, Jumat, (28/3/2014), di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Begitulah personel Slank. Mereka mengaku lebih tertarik mengikuti kegiatan kemanusiaan, ketimbang kegiatan kampanye yang biasanya berlangsung menjelang pemilu. “Dari Januari, kami selalu manggung di acara sosial. Karena kami percaya dengan kedahsyatan sedekah. Kami percaya Tuhan akan memberikan yang lebih,” ucapnya. Ivanka, sang bassis menambahkan Slank ingin selalu hadir dalam kegiatan sosial untuk membantu orang yang membutuhkan. Misalnya, untuk mereka yang menjadi korban bencana. “Kalau untuk ke depannya mengalir saja,” tandasnya. Sumber : http://www.tribunnews.com/seleb/2014/03/28/slank-galang-dana-untuk-rumah-sakit-indonesia-di-gaza                

Naif Band Peduli Derita Palestina

Jakarta, 15 Jumadil Awwal 1435/16 Maret 2014 (MINA) – Grup musik pop Indonesia, Naif Band, menunjukkan jiwa sosialnya dengan turut serta dalam kampanye peduli untuk warga Palestina melalui program “Gerakan Rp 50 Ribu/Orang”.  Di sela-sela acara panggungnya di ARTE Indonesia Art Festival 2014, Jakarta, Sabtu malam (15/3), Naif menyempatkan diri dalam pengambilan video kampanye penggalangan dana untuk pengadaan alat-alat kesehatan Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang bertujuan membantu dan meringankan penderitaan warga Gaza yang selalu menjadi sasaran tembak militer Israel. Band yang terbentuk pada 22 Oktober 1995 di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu terdiri dari David (vokal), Emil (bass), Jarwo/Mr. J (gitar), dan Pepeng (drum). Bagi David, vokalis Naif, memberi adalah suatu kenikmatan yang lebih dari pada menerima. “Karena ada yang berkurang di sana (Palestina). Memang tujuan hidup kita memenuhi yang kurang di tempat yang lain,” katanya. “Ketika terjadi perang Gaza, saya merasa bahwa ini akan terjadi terus,” tambah David. Senada dengan rekannya, Emil mengatakan bahwa tidak ada alasan menolak untuk ikut terlibat dalam kampanye bantuan untuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Apa lagi untuk rumah sakit, tentunya karena alasan kemanusiaan. Apa lagi di negeri yang dijajah oleh ‘tamu’ (Israel), karena menyelamatkan satu manusia sama dengan menyelamatkan seluruh umat manusia,” katanya dengan mengutip sebuah ayat Al-Quran. Menurut putera (alm.) KH. Hussein Umar, mantan Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) itu, peran serta Naif dalam membantu rakyat Palestina dinilai masih sangat kecil. “Saya pribadi, ini hanya secuil yang bisa kita lakukan untuk Palestina dan kemanusiaan,” tambah Emil kepada MINA. Naif sendiri adalah band yang sudah sering terlibat dalam kegiatan sosial untuk korban bencana alam dan pelestarian lingkungan. Rumah Sakit Indonesia di Gaza dibangun oleh para relawan Medical Emergency Rescue Comitte (MER-C) dengan dana murni dari rakyat Indonesia sebagai bentuk peduli dan bantuan bagi rakyat Gaza. Bangunan Rumah Sakit Indonesia sudah selesai dibangun dan memasuki tahap pengadaan alat-alat kesehatan agar bisa segera dioperasikan. (L/P09O2). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/nasional/16244-naif-band-peduli-derita-palestina.html                

Jihan Fahira : Bantu Rakyat Palestina Ibadah

Jakarta, 15 Jumadil Awwal 1435/16 Maret 2014 (MINA) – Menganggap membantu rakyat Gaza adalah ibadah, aktris dan model Jihan Fahira, turut berpartisipasi dalam kampanye “Gerakan Rp 50 Ribu/Orang” untuk pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza. “Terlibat dalam kampanye kemanusiaan ini, bagi saya adalah ibadah kepada Allah, apa lagi ini tidak sulit,” kata Jihan saat ditemui Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di kediamannya, Jakarta, Sabtu (15/3).   Menurut pesinetron di salah satu stasiun televisi swasta itu, dengan mengeluarkan Rp 50 ribu per-orang untuk membantu pembelian alat-alat kesehatan RS Indonesia, tidaklah begitu sulit. Ia juga menyimpulkan bahwa solidaritas rakyat Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina di Jalur Gaza  ada kemajuan, namun belum maksimal dan signifikan. “Saya berharap, dengan adanya kampanye seperti ini, hati kami semua lebih tergugah untuk membantu para umat yang terzalimi di sana,” kata isteri aktor Primus Yustisio itu. Dalam kampanye pengadaan alat kesehatan RS Indonesia di Gaza itu, Jihan menghimbau rakyat Indonesia agar bukan hanya umat Islam yang perduli terhadap penderitaan warga Gaza, tapi juga umat agama yang lainnya. Organisasi kemanusiaan di bidang medis, Medical Emergency Rescue Comitte (MER-C), telah membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza menunaikan amanat rakyat Indonesia untuk membantu meringankan penderitaan rakyat Gaza yang selalu terancam oleh serangan militer Israel sewaktu-waktu. Anggota Presidium MER-C, Ir. Faried Thalib mengatakan ketika kepulangannya dari Gaza tiba di Bandara Internasional Soekano-Hatta, semua dana pembangunan RS Indonesia murni berasal dari rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, terutama golongan menengah ke bawah. Rumah sakit yang terletak sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel itu, secara fisik pembangunannya sudah selesai. Agar rumah sakit tersebut bisa beroperasi, maka dibutuhkan alat-alat kesehatan dengan perkiraan dana sekitar 65 milyar, dua kali lipat dari biaya pembangunan fisiknya yang sudah selesai, Karena itulah, MER-C melibatkan banyak figur publik untuk menggalang dana agar pengadaan alat kesehatan dapat cepat tercapai. (L/P09/EO2). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/nasional/16239-jihan-fahira-membantu-rakyat-gaza-adalah-ibadah.html                  

RS Indonesia Di Gaza, Dari Rakyat Indonesia Untuk Palestina

Jakarta, 13 Jumadil Awwal 1435/14 Maret 2014 (MINA) – Ketua tim pembangunan rumah sakit (RS) Indonesia di Gaza, Faried Thalib mengatakan pembangunan RS Indonesia itu bukti kecintaan rakyat Indonesia untuk perjuangan rakyat Palestina. Faried yang baru saja datang dari Gaza bersama enam relawan lainnya tiba di Jakarta, Kamis malam, pukul 23.00 WIB. Keenam relawan itu adalah Edy Wahyudi (Ketua Tim), Tata Lukita, Karidi, Rochman, Luthfi Paimin, dan M. Arsyad Ridho (semuanya berasal dari Pondok Pesantren Al Fatah, Bogor).  Faried mengucapkan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendermakan hartanya untuk pembangunan RS Indonesia di Gaza itu. “Semua dana pembangunan RS Indonesia murni berasal dari rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, terutama golongan menengah ke bawah,” paparnya. “Mudah-mudahan tahun 2014 ini RS Indonesia sudah bisa beroperasi. Mohon dukungan dan doa semua masyarakat Indonesia,” tambah Faried. Mengenai penanganan operasional RS Indonesia, Faried mengatakan, akan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah setempat sebagai tuan rumahnya. ”Mereka yang lebih tahu sasaran dan manajemennya, kita hanya menyediakan peralatan dan gedungnya,” katanya. Sementara itu, Edy Wahyudi dalam sambutan pelepasan relawan mengatakan, pembangunan fisik RS Indonesia sudah selesai, saat ini timnya tengah berkonsentrasi menyediakan alat kesehatannya. Pembangunan RS Indonesia itu di motori oleh Medical Emergency Rescue Commettee (MER-C), Radio Silaturahim (RASIL), Pondok Pesantren Al Fatah Indonesia yang berpusat di Bogor, Aqsa Working Group (AWG), dan Kantor Berita Islam Internasional Mi’raj Islamic News Agency/MINA. RS Indonesia, menjadi sejarah dan bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia bisa mewujudkan solidaritas internasional dalam bentuk nyata. Karena itu, kaum muslim harus menyempurnakan apa yang sudah dicapai dengan melengkapi rumah sakit tersebut melalui pengadaan peralatan kesehatan mutakhir agar bisa berfungsi secara optimal untuk membantu kemanusiaan. “Ini merupakan wujud semangat ke-Islaman kita melawan kolonialisme Israel,” tambah Edy. Sementara itu, Kepala Divisi Penggalangan Dana MER-C, Luly Larisa mengatakan, pengadaan alat kesehatan untuk RS Indonesia Gaza membutuhkan anggaran Rp 60 milyar lebih atau dua kali lipat dari biaya pembangunan gedungnya. Untuk mendapatkan anggaran sebesar itu pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk grup band Slank untuk program Gerakan Rp 50 ribu per orang. Pembangunan fisik RS Indonesia Gaza mulai dikerjakan sejak 14 Mei 2011, dibangun di atas tanah seluas 16.261 m2, berasal dari wakaf pemerintah Palestina di Gaza. Lahan untuk RS Indonesia Gaza itu diserahkan oleh Menteri Kesehatan Palestina Baseem Naem kepada Ketua Presidium Mer-C Joserizal Jurnalis sebagai pihak pembangun pada 23 Januari 2009. Lokasi RS Indonesia itu berada sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel, sehingga sering dipantau oleh pesawat tempur tanpa awak (drone) AU penjajah Zionis Yahudi tersebut. Meski selalu dipantau, namun sejauh ini pembangunan RS Indonesia terus berjalan tanpa gangguan dan hambatan. RS Indonesia di Jalur Gaza ini menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina, di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia, sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. (L/P04/P015/R2). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia-mb/16174-rs-indonesia-di-gaza-dari-rakyat-indonesia-untuk-palestina.html        

Relawan RS Indonesia Kembali

Tanggerang – pada tanggal 13 Maret 2014 sebanyak enam orang relawan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza telah kembali ke tanah air. Karidi, Edy Wahyudi, Luthfi Paimin, M. Arsyad Ridho, Tata Lukita S dan Rochman tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada Pukul 22.20 Wib dengan menaiki maskapai Etihad Airways. Ke enam relawan kembali ke tanah air bersama-sama dengan tim yang diberangkatkan MER-C untuk melakukan Assessment terhadap alat kesehatan untuk RS Indonesia, yang terdiri dari Ir. Faried Thalib, Ahya Sodri, serta wartawan Yoebal Ganesha Rasyid dari Republika dan Subhan Hariadi Putra TV One.   Saat ini fisik RS Indonesia telah dapat dikatakan rampung, akan tetapi selain pembangunan Wisma Rakyat Indonesia  dan renovasi masjid yang terletak di dekat RS Indonesia, MER-c juga masih menggalang dana untuk pengadaan alat kesehatan yang berjumlah sekitar 65 miliar rupiah              

Ombat dukung Penggalangan Dana untuk RS Indonesia Di Gaza

Jakarta, 11 Jumadil Awal 1435/12 Maret 2014 (MINA) – Vokalis grup band ‘Tengkorak’ Ombat  yang biasa membawakan lagu-lagu underground (metal) mengajak penggemarnya dan seluruh rakyat Indonesia menyukseskan pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza Palestina. “Allahu Akbar, ayo kita dukung pengadaan alat kesehatan untuk penyelesaian pembangunan RS hdonesai Gaza Palestina,” katanya kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jakarta, Rabu (12/3).  Ombat yang punya nama asli Muhammad Hariadi Nasution sebagai ‘komandan’  band ‘Tengkorak’ salah satu band metal yang mengusung tema islami dalam lagu-lagunya ini menunjukkan kepeduliannya dengan mendukung program Gerakan Rp 50 ribu per orang untuk pengadaan alat kesehatan (Alkes) RS Indonesia Gaza. “Ini amal nyata yang harus kita dukung untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina,” kata Ombat yang juga menjadi ketua Lembaga Bantuan Hukum Muslim Indonesia (LBHMI). Ombat sangat mendukung pembangunan RS Indonesia di Gaza sebagai bentuk silaturahim, dukungan dan  bantuan rakyat Indonesia pada rakyat Palestina. Dia juga ikut ambil bagian dalam pembuatan video untuk kampanye program Gerakan Rp 50 ribu per orang yang dimotori oleh Medical Emergency Rescue Comitte (MER-C). “Untuk kemanusian terlebih untuk Palestina kita harus dukung dan suskseskan pengadaan Alkes RS Indonesia di Gaza,” katanya. Sementara itu, Kepala Divisi Penggalangan Dana MER-C, Luly Larisa, mengatakan, pengadaan Alkes untuk RS Indonesia Gaza membutuhkan anggaran Rp 65 milyar, atau dua kali lipat lebih dari biaya pembangunan gedungnya. Untuk mendapatkan anggaran sebesar itu MER-C bekerja sama dengan berbagai pihak untuk program Gerakan Rp 50 ribu per orang. “Guna suksesnya program Gerakan Rp 50 ribu per orang ini untuk pengadaan Alkes RS Indonesia Gaza dan kami kerjasama dengan banyak pihak termasuk Ombat Tengkorak,” kata Luly. Pembangunan fisik RS Indonesia Gaza mulai dikerjakan sejak 14 Mei 2011, dibangun di atas tanah seluas 16.261 m2, berasal dari wakaf pemerintah Palestina di Gaza. Lahan untuk RS Indonesia Gaza itu diserahterimakan oleh Menteri Kesehatan Palestina Baseem Naem kepada Ketua Presidium Mer-C Joserizal Jurnalis sebagai pihak pembangun pada 23 Januari  2009 lalu. Lokasinya berada sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel sehingga sering dipantau oleh pesawat tempur tanpa awak (drone) AU negara Yahudi tersebut, namun sejauh ini pembangunan RS Indonesia terus berjalan tanpa gangguan dan hambatan. RS Indonesia di Jalur Gaza ini menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia, sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke (L/P07/EO2 ). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/nasional/16129-ombat-tengkorak-dukung-galang-dana-untuk-alkes-rs-indonesia-di-gaza.html                

Vadi Akbar Ajak Masyarakat Bantu Pengadaan Alkes RS Indonesia Di Gaza

Jakarta, 10 Jumadil Awal 1435/11 Maret 2014 (MINA) – Artis dan penyanyi muda berbakat, Vadi Akbar Kalamata mengajak masyarakat Indonesia mendukung pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza Palestina. Vadi mengajak untuk andil dalam dalam program Gerakan Rp 50 ribu per orang untuk pengadaan alat kesehatan (Alkes) RS Indonesia Gaza. “Pembangunan RS Indonesia Gaza merupakan kegiatan amal rakyat Indonesia untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina,” katanya kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Selasa (11/3) di Jakarta.  Vadi yang juga pendiri dan ketua Komunitas Suara Anak Bangsa ini mengatakan, kepeduliannya pada pembangunan RS Indonsia di Gaza atas dasar kemanusian semata. Terlebih pembangunannya dilakukan oleh putra-putra Indonesia yang dimotori oleh Medical Emergency Rescue Comitte (MER-C) yang selama ini banyak kiprah dalam membantu sesama. “Saya percaya dengan MER-C yang amanah dan profesional dalam setiap program amalnya,” kata adik kandung dari vokalis Vidi Aldiano ini. Dukungan penyanyi yang telah merilis single perdananya, “Jangan Salah” ini juga dibuktikan pada kesediaannya terlibat dalam pembuatan video kampanye program Gerakan Rp 50 ribu per orang yang dibuat MER-C. “Sebaik-baik orang adalah yang bisa memberi manfaat pada sesama, mari kita bantu pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Indonesia di Gaza,” kata Vadi saat pengambilan gambar. Sementara itu, Kepala Divisi Penggalangan Dana MER-C, Luly Larisa, mengatakan, pengadaan Alkes untuk RS Indonesia Gaza membutuhkan anggaran Rp 65 milyar, atau dua kali lipat lebih dari biaya pembangunan gedungnya. Untuk mendapatkan anggaran sebesar itu MER-C bekerja sama dengan berbagai pihak untuk program Gerakan Rp 50 ribu per orang. “Guna suksesnya program Gerakan Rp 50 ribu per orang ini untuk pengadaan Alkes RS Indonesia Gaza dan kami kerjasama dengan banyak pihak termasuk artis Vadi Akvar,” kata Luly. Pembangunan fisik RS Indonesia Gaza mulai dikerjakan sejak 14 Mei 2011, dibangun di atas tanah seluas 16.261 m2, berasal dari wakaf pemerintah Palestina di Gaza. Lahan untuk RS Indonesia Gaza itu diserahterimakan oleh Menteri Kesehatan Palestina Baseem Naem kepada Ketua Presidium Mer-C Joserizal Jurnalis sebagai pihak pembangun pada 23 Januari  2009 lalu. Lokasinya berada sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel sehingga sering dipantau oleh pesawat tempur tanpa awak (drone) AU negara Yahudi tersebut, namun sejauh ini pembangunan RS Indonesia terus berjalan tanpa gangguan dan hambatan. RS Indonesia di Jalur Gaza ini menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia, sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke (L/P07/R2). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/nasional/16085-vadi-akbar-ajak-masyarakat-bantu-pengadaan-alkes-rs-indonesia-di-gaza.html                

MER-C held Palestine Talkshow at Islamic Book Fair

Jakarta, 9/3, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) held a Talkshow titled “Palestine as the Focus of Uniting  the Struggle of Muslims “ at Islamic Book Fair at Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. The event presented speakers ex- Indonesian Cooperative Minister and ICMI member, Mr. Adi Sasono and MER-C’s Presidium Dr Joserizal Jurnalis. An hour and half talkshow moderated by Angga Aminudin of Radio Silaturahim 720 am, discussing about the reason behind Palestine becoming the unity of Muslims Struggle in the world. Joserizal, as one of MER-C founders and pioneer of Rumah Sakit Indonesia at Gaza said that struggle for Palestinian liberation is the struggle of people who love peace and welfare of mankind. Furthermore, Joserizal added that Jerusalem liberation has also been supported by non-muslims like The Pope and Catholics, also the Jews who do not approve Israel Zionism. Meanwhile, Adi Sasono also mentioned about MER-C important role in building Indonesia Hospital at Gaza, Palestine, becoming the benchmark of justice and humanity in the world. He also added that the action marked a strong commitment from Indonesian people for Palestinian, mainly for Gaza people, that the struggle must keep going on and has been fully supported by Indonesian people from Sabang to Merauke. Joserizal explained that MER-C building such a hospital instead of worship house since it will be more beneficial to the people of Gaza. He then added that the hospital would need a sustainable program, skills of volunteers, hospital management and etcetera. Joserizal also uttered that the hospital building has been fully funded from Indonesian people, built by the spirit of Indonesian for Palestinian struggle for Independence The talkshow also presented AbdelRahim Shihab of Islamic Society of Gaza, a Palestinian, that he and Palestinian people showed their gratitude to Indonesian people for their support for all Palestinians. The event concluded with question-and-answer session and also taking picture between participants and the speakers.                

MER-C selenggarakan Talkshow “Palestina Fokus Pemersatu Perjuangan Umat Islam” di Islamic Book Fair

Jakarta, 9/3, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengadakan Talkshow bertopik “Palestina Fokus Perjuangan Pemersatu Umat Islam pada acara Islamic Book Fair di Panggung Selasar,  Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Acara ini menghadirkan narasumber Mantan Menteri Koperasi dan anggota ICMI, Adi Sasono dan Presidium MER-C Dr Joserizal Jurnalis SpOT.   Talkshow berdurasi satu setengah jam yang dimoderatori oleh Angga Aminudin dari Radio Silaturahim  720 am mendiskusikan tentang mengapa Palestina menjadi pemersatu umat Islam di dunia. Dr Jose sebagai salah satu pendiri MER-C dan pelopor Rumah Sakit Indonesia di Gaza mengemukakan bahwa perjuangan terhadap pembebasan Palestina merupakan perjuangan manusia yang cinta akan perdamaian dan kemaslahatan umat. Selanjutnya Dr Jose juga menambahkan bahwa pembebasan tanah Jerusalem ini didukung oleh umat non Muslim, seperti umat Katholik dan Paus, sebagai perwakilan dari umat Katholik di dunia serta warga Yahudi yang tidak menyetujui Zionisme Israel. Sementara itu, Adi Sasono juga menyebutkan, peranan penting MER-C dalam membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina menjadi tolak ukur akan penegakan keadilan dan kemanusiaan di dunia. Ditambahkannya lagi, hal tersebut juga merupakan sebuah komitmen yang kuat dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina dan Gaza khususnya, bahwa perjuangan ini  harus tetap berlangsung dan mendapat dukungan sepenuhnya dari masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Ketika ditanyakan lebih lanjut mengenai atas dasar apa MER-C membangun Rumah Sakit di Gaza dan bukan dalam bentuk rumah ibadah, Dr Jose menjelaskan bahwa dengan dibangunnya rumah sakit di Gaza ini diperlukan program berkesinambungan, seperti keperluan akan keahlian dari para relawan, manajemen rumah sakit, dan sebagainya yang nantinya akan lebih bermanfaat bagi rakyat Gaza.  Dr Jose juga mengemukakan pembangunan rumah sakit ini 100 persen disokong oleh dana dari warga Indonesia, serta dibangun dengan spirit dan semangat rakyat Indonesia untuk perjuangan rakyat Palestina. Talkshow ini juga menghadirkan AbdelRahim Shihab dari Islamic Society of Gaza yang merupakan warga Palestina, yang mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada rakyat Indonesia atas perjuangan dan bantuannya untuk masyarakat Palestina. Acara ditutup dengan acara tanya jawab dengan peserta yang hadir serta foto bersama dengan nara sumber.        

Silahkan bertanya?