MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Seleksi 11 Relawan Gaza

Pendiri organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), Joserizal Jurnalis REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia, kembali menyeleksi relawan yang akan diberangkatkan ke Jalur Gaza, Palestina. Keberangkatan ini untuk melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) tahap kedua.Kali ini Tim Seleksi MER-C menyiapkan 11 orang relawan untuk pengerjaan Mechanical Electrical (ME).  “Kita niatkan semua karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, jangan bertujuan untuk selain mengharap ridha-Nya,” kata Nur Ikhwan Abadi, Koordinator Tim Seleksi MER-C, saat memberikan pembekalan pada para peserta di Ponpes Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5). Sementara itu, Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis,Sp.OT mengatakan, pemberangkatan 11 relawan tersebut dijadwalkan sebelum  Ramadhan atau ketika Ramadhan tahun ini. Komitmen kita jelas bahwa RSI Gaza ini sebagai tanda persaudaraan rakyat Indonesia, yang harus kita selesaikan, katanya menegaskan kepada Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency) di Jakarta. Joserizal mengharapkan proses pembangunan RSI Gaza selesai pada tahun ini dan dapat mulai dioperasikan pada pertengahan tahun depan.Insya Allah mudah-mudahan proses pembangunan RSI Gaza selesai tahun ini dan diharapkan berfungsi pertengahan tahun depan, tambahnya. Sebelumnya, MER-C memberangkatkan relawan, Ir. Edy Wahyudi untuk membantu mengawasi pekerjaan pembangunan RSI tahap kedua.  berupa pekerjaan arsitektur dan Mechanical Electrical pada 16 Februari 2013 lalu. Ia berangkat beserta tiga utusan Pesantren Al-Fatah, Ustaz M.Sholeh Iskandar, Reza Addila Kurniawan dan Muqorrobin Al-Fikri, yang mendapat tugas mengikuti program Tahfidzul Quran metode Tajul Waqar di Mahad Tahfidzul Quranul Karim was Sunnah Gaza. Dalam pembangunan RSI Gaza, bekerja 33 relawan Indonesia dari berbagai keahlian pekerjaan, dari tukang batu, ahli listrik, ahli air, mahasiswa, hingga insinyur sipil. Seluruh relawan berasal dari Pondok Pesantren Al-Fatah binaan Jama’ah Muslimin (Hizbullah), yang berpusat di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, sebagai mitra dakwah dan ukhuwah MER-C.  Reporter : Indah Wulandari Redaktur : A.Syalaby Ichsan Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/05/23/mn8qrv-merc-seleksi-11-relawan-gaza

RSI di Gaza Pelipur Lara Muslim Palestina

Bandar Lampung, 10 Rajab 1434/20 Mei 2013 (MINA) – Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza menjadi pelipur lara bagi warga muslim Palestina. Waleed Hasan Ahmad, anggota Haiah Ulama Filistine mengatakan hal itu kepada wartawan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency) di sela acara konser penggalangan dana untuk Palestina di Bandar Lampung, Ahad, (19/5). RSI di Gaza, seolah menjadi pelipur lara kami. Sehingga kami warga Palestina merasa sudah sembuh. Kami sangat bersyukur dan berterimakasih terhadap masyarakat Indonesia, kata Waleed. Waleed juga menekankan peran penting masyarakat Indonesia untuk pembebasan Palestina dan dalam memperhatikan Masjid Al-Aqsha. Warga Palestina mungkin hanya 12 juta jiwa saja, namun kami tidak takut, karena di belakang kami ada ratusan juta masyarakat Indonesia yang terus membantu kami, katanya. Yahudi terus melakukan Yahudisasi, mereka akan membagi Masjid Al-Aqsha menjadi dua bagian, selain itu mereka terus membangun permukiman penduduk Yahudi di sekitar Masjid Al-Aqsha dengan menghancurkan rumah-rumah warga Palestina, papar Waleed. Sementara itu, saat dihubungi MINA, Ir. Nur Ikhwan Abadi, Manajer Lapangan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Pembangun RSI di Gaza menjelaskan, kemajuan pembangunan RSI di Gaza sekarang memasuki tahap penyelesaian akhir, berupa pemasangan hajar Qudsi (batu alam yang didatangkan khusus dari Hebron, Tepi Barat Palestina), pengerjaan pemasangan AC, kamar jenazah dan sumur bor. Dengan mohon pertolongan Allah dan jika tidak ada halangan insya-Allah akhir tahun 2013 ini pekerjaan bangunan fisik selesai, kata Ikhwan. Ia juga menambahkan, untuk menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit persembahan umat Islam Indonesia tersebut, masih memerlukan dana sekitar Rp65 miliar, terutama untuk pengadaan peralatan medis. (L/K1/R2). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/5103-rsi-gaza-pelipur-lara-muslim-palestina.html

Drone Israel Kembali Serang Gaza, Satu Warga Syahid

Haytsam Mishaal (29), Syahid diserang drone Zionis (MINA/Husein) Jakarta, 21 Jumadil Akhir 1434/1 Mei 2013 (MINA) Sebuah serangan pesawat tanpa awak (Drone) Zionis Israel telah membunuh seorang pemuda Palestina di Gaza Barat, Palestina. Haytsam Mishaal (29) menjadi korban dalam serangan tersebut. Pihak Israel mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Mereka beralasan bahwa Haytsam Mishaal adalah seorang peluncur serangan roket dari jalur Gaza ke Israel. Seorang petugas keamanan setempat yang menjadi saksi mata kejadian dan tidak mau disebutkan namanya mengatakan, serangan tersebut terjadi pada selasa pagi, pukul 10 waktu Gaza. “Beberapa menit sebelum menemui syahidnya, pemuda itu sempat berjalan melintas dihadapan saya seorang diri, kemudian mengucapkan salam saat melewati pos tempat saya jaga ini,” kata petugas keamanan itu kepada wartawan MINA, Muhammad Husain. “Setelah pemuda itu berjalan kurang lebih 50 meter, terdengar dua suara ledakan, awalnya saya kira itu suara latihan para pejuang, ternyata setelah saya lihat ke arah utara, saya menyaksikan asap mengepul dan terlihat seorang tergeletak di tengah jalan, dan saya yakini adalah pemuda tersebut” tegasnya. “Kemudian saya segera berlari mendatangi kepulan asap itu sambil menghubungi ambulan, ketika saya sampai saya melihat pemandangan yang mengenaskan terhadap tubuh pemuda itu,” tambahnya. Menurut keterangan dokter kepada MINA, jenazah Haytsam kemudian dibawa menuju ke Rumah Sakit Asy-Syifa, setelah akhirnya Jenazah Haytsam di bawa menuju kediaman keluarga sang korban yang terletak di sebuah daerah di tepi pantai jalur Gaza barat bernama “Mu’askar As-Syati”.  Ribuan masyarakat menanti sejak beberapa jam sebelumnya di Masjid As-Syuhada As-Syathi untuk ikut melakukan sholat jenazah.  Wartawan MINA juga turut mengiringi jasad seorang syahid tersebut bersama ribuan masyarakat Gaza menuju pemakaman bernama “Makam Para Syuhada” di sebuah daerah bernama An-Nashr, Gaza Barat. Dia melihat tidak ada tangis kesedihan pada pemakaman tersebut, yang ada melainkan ucapan-ucapan selamat yang dilantunkan seorang pria dengan mikrofon di tangannya. Selamat menempuh hidup baru wahai syahid, selamat karena engkau telah mendahului kaum muslimin lainnya menghadap Rabb-mu sebagai syahid yang mulia,” tutur pria itu. Pria itu juga membacakan ayat Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 169, yang artinya “janganlah kamu mengira orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati, melainkan di sisi Rabb mereka diberi rizqi”. Dengan serangan tersebut, Zionis Israel semakin mempertegas usaha mereka melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dicapai oleh pihak Israel dengan pejuang Palestina pasca perang delapan hari lalu. (L/K9/P015/P02) Sumber : http://mirajnews.com/palestina/4496-drone-israel-kembali-serang-gaza-satu-warga-palestina-syahid.html

Asosiasi Ikatan Insinyur Gaza Lakukan Studi Banding ke RS Indonesia

Gaza, Palestina Salah satu asosiasi ikatan insinyur Gaza Association of Engineers, Gaza Governorates Palestine, Sabtu (27/04) siang sekitar pukul 15.00 waktu Gaza, dengan anggota sekitar 15 orang datang berkunjung ke RS Indonesia yang terletak di kota Bait Lahiya Gaza Utara. Tujuan kunjungan mereka dalam rangka melakukan studi banding ke RS Indonesia. Di dampingi Ir. Edy Wahyudi sebagai perwakilan dari MER-C, salah satu perwakilan dari asosiasi insinyur, Mr. Wahid, mengungkapkan tujuan mereka memilih studi banding ke RS Indonesia. Keunikan konstruksi bangunan Rumah Sakit Indonesia yang berbeda dengan bangunan-bangunan di Gaza pada umumnyalah yang membuat asosiasi yang didirikan pada 19 Desember 1976 ini memilih Rumah Sakit Indonesia sebagai objek yang menantang untuk dipelajari. Sangat terlihat jelas antusiasme dari raut muka kelima belas orang insinyur ini menerima arahan dan penjelasan baik dari Mr. Wahid selaku pimpinan kelompok maupun dari Ir. Sulis Dian serta Ir. Edy Wahyudi yang dengan gamblang menjelaskan hal-hal yang perlu diketahui oleh para insinyur ini. Mereka mengelilingi semua ruangan di RS Indonesia yang mereka anggap wajib untuk mereka gali pengetahuannya. Berawal dari meneliti bagian basement RS Indonesia, kelompok insinyur ini melanjutkan kunjungan ke lantai satu, kemudian ke lantai dua dan kunjungan berakhir di sumur bor RS Indonesia yang baru saja selesai proses pengeborannya sehari sebelumnya. Mengakhiri kunjungannya ke RS Indonesia para insinyur ini memperlihatkan senyum dan salam hangat yang menandakan kepuasan mereka selama sekitar satu setengah jam lebih berkeliling di RS Indonesia. Dengan menggunakan tansportasi mobil carry ala Gaza dan motor mereka kemudian berpamitan untuk pulang. Seperti kepuasan para rekan-rekan insinyur Gaza ini, kami sebagai relawan Indonesia yang mengemban amanah pembangunan RS Indonesia juga puas atas pelayanan kami menjamu tamu-tamu yang datang silih berganti ke RS Indonesia baik siang maupun malam.

Perjuangan Relawan MER-C Dirikan Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Relawan MER-C dan para pekerja tengah melakukan pengecoran lantai tiga bangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza, di Jalur Gaza, Palestina, Selasa (20/3). (Doc MER-C) REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang dirintis Tim relawan Mer-C ternyata tak semudah yang dibayangkan. Bahkan relawan Indonesia hampir saja putus asa menghadapi berbagai rintangan yang ada. Salah satu rintangan yang terberat adalah menempuh birokrasi di Palestina. Hal itu dikemukakan salah seorang relawan Mer-C, Nur Ikhwan yang baru saja kembali dari Palestina, di Kantor Pusat Mersi, Sabtu (27/4). Pada kesempatan itu Ikhwan berkisah pengalamannya selama 2,5 tahun di Palestina. Ikhwan mengatakan, kala itu ia bersama relawan lainnya sudah berencana untuk kembali ke Indonesia jika kementrian kesehatan Palestina tidak juga memberikan izin proyek rumah sakit mereka. Ikhwan mengatakan, kementerian kesehatan Palestina menginginkan desain rumah sakit diubah sesuai keinginan mereka. Mereka berkeinginan, gambar tersebut diputar posisinya dan diulangi lagi modelnya. “Jadi setiap mendirikan bangunan, gambarnya harus disetujui oleh persatuan engineer (insinyur) setempat,” papar Ikhwan. “Kita udah maksimal. Kita udah tawakal saja,” tambah Ikhwan. Ketika sudah berusaha semaksimal mungkin dan mereka bertawakal, saat itulah Allah membukakan jalan bagi mereka.  Saat gambar rumah sakit mereka dibawa ke tempat persatuan insinyur tersebut. Disanalah Allah membukakan jalan. Ternyata para insinyur tersebut langsung setuju dengan gambar mereka. “Ini gambar udah oke, Bismillah jalan,” kata Ikhwan meniru jawaban dari persatuan insinyur tersebut. Akhirnya, proyek mereka berhasil dan mulai di eksekusi pembangunannya. Namun kementrian kesehatan tidak melepaskan mereka begitu saja. Proyek senilai 30 miliar itu terus dipantau. “Setelah dua minggu kita kerjakan, kita diundang rapat lagi. Mereka bertanya, sudah sampai dimana pembangunannya? Mereka kaget karena kita ternyata sudah mempersiapkan semuanya,” papar Ikhwan. Namun hambatan tidak sampai di situ. Pihak Kementrian Kesehatan Palestina merasa ditinggalkan oleh Tim Mer-c. Pihak kemudian akhirnya mengirim satu orang untuk memantau segala hal yang berkaitan dengan pembangunan rumah sakit. “Mereka minta, segala sesuatu yang berhubungan dengan rumah sakit tolong mereka dikasih tahu. Mereka juga mengirim satu orang untuk mengawasi kita,” jelas Ikhwan. Namun kini semua perjuangan mereka terbayar. Rumah sakit Indonesia di Gaza sudah memasuki tahap akhir. Terlebih, selama dua tahun pembangunan rumah sakit tersebut mereka mendapat bantuan dari warga sekitar. Reporter : Hannan Putra Redaktur : Hazliansyah Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/04/27/mlx82s-perjuangan-relawan-merc-dirikan-rumah-sakit-indonesia-di-gaza

Perwakilan HAMAS Kunjungi Relawan RSI Gaza

Gaza, 12 Jumadil Akhir 1434/22 April 2013 (MINA) – Rombongan petinggi Hamas malam Senin kemarin bersilaturahim kepara relawan Indonesia yang sedang membangun Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Palestina. Suasana hangat menyambut kunjungan bersejarah itu, kata Husain satu di antara 30 relawan Indonesia di Gaza. Kedatangan para petinggi Hamas itu disambut 30 relawan Indonesia yang sedang mengawal pembangunan RSI di Gaza. Terlihat wajah-wajah penuh senyum para relawan begitu bahagia menyambut langsung kedatangan saudara-saudaranya dari petinggi Hamas itu. Kami sangat bahagia bisa mendapat kunjungan istimewa ini, tambah Husain. Rombongan yang mewakili gerakan Hamas yang terdiri dari 15 orang itu punya profesi bermacam-macam antara lain; ada arsitek, dosen, wakil rektor Universitas Al Al-Aqsa, staf kementrian kesehatan dan juga pendidikan.  Setelah berkenalan satu sama lain, pimpinan proyek pembangunan RSI Gaza, Edy Wahyudi mewakili para relawan bahkan seluruh Muslim Indonesia yang jumlahnya sekitar 200 juta orang, memberikan kata sambutan kepada para tamu istimewa itu. Dalam sambutannya, Wahyudi mengatakan betapa senang dan bahagia perasaannya dan para relawan atas kunjungan silaturahim yang terjalin itu. Saya sangat bahagia dan berterimakasih sekali atas kunjungan saudara semua kepada kami yang mendapat amanah membangun RSI di Gaza ini, ujarnya terharu. Rasa haru dan bahagia itu diungkap pula oleh salah satu rombongan tamu yakni Abu Bilal Al Ja’bir. Dia mengatakan bahwa kunjungan mereka merupakan wujud rasa syukur dan terima kasih atas kedatangan para relawan yang telah menempuh jarak ribuan kilo demi membantu saudara Muslimnya di Gaza. Saya dan teman-teman semua juga merasa sangat bersyukur. Kami semua rakyat Gaza sangat berterima kasih kepada para relawan dari Indonesia. Saya yakin, kedatangan saudara semua ke Gaza atas dasar hubungan akidah. Karena itu meski kita dipisahkan jarak yang begitu jauh tapi kita tetap dekat secara akidah. Kita tak bisa dipisahkan oleh jarak. Sebab kita bersaudara atas dasar akidah yang satu, katanya dengan nada penuh haru. Bilal menambahkan bahwa pertolongan Allah untuk Islam ini sudah sangat dekat. Hal ini menurutnya dibuktikan dengan fenomena negeri-negeri Muslim yang semakin dengan dengan persatuan umat. Tak bisa dipungkiri, kesatuan umat Islam diseluruh negeri ini mulai terasa, ujar pensiunan akuntan Universitas Islam Gaza (UIG) ini. Sementara itu, ketua rombongan Abu Ahmad Suhair juga menyampaikan beberapa poin dari kedatangan mereka tersebut. Dia menegaskan bahwa kedatangan mereka merupakan kunjungan resmi mewakili gerakan Hamas wilayah Utara Gaza. Dia juga menyampaikan salam dari pimpinan tertinggi Hamas yang tak lain Ismail Haniya, PM Palestina. Secara khusus kami sampaikan salam dari pimpinan kami, Ismail Haniya untuk para relawan yang sedang membangun RSI ini, ujarnya. Perbincangan antara tamu dan para relawan terasa kian hangat. Terlebih saat para tamu yang rata-rata punya berpendidikan itu banyak bercerita tentang sejarah Indonesia dan perkembangan Islam nusantara. Selain bercerita tentang sejarah Indonesia yang mereka pahami, sajian informasi baru tentang kondisi umat Islam Indonesia yang disampaikan para relawan semakin menghidupkan suasana silaturahim itu. Puncak dari kunjungan itu ditutup dengan makan malam bersama. Para tamu yang juga tokoh-tokoh yang dituakan di daerah Gaza ini sengaja membawa makan malam berupa “syawarma” (makanan khas gaza) untuk setiap relawan RSI dan rombongan. Sebelum berakhir, Abu Bilal memanjatkan doa bersama dan menyampaikan rasa optimisnya bahwa kelak kita akan di kumpulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala di masjid Al Aqsa baik itu sebagai mujahid yang membebaskan Al Aqsa  atau pun sebagai syahid fie sabilillah.(K9/R2). Sumber : http://mirajnews.com/palestina/4149-hamas-utara-kunjungi-relawan-rsi-gaza.html

UI Adakan konser Peduli Palestina

Festival Timur Tengah, Sabtu (20/4) Jakarta. Foto: Miraj News Agency (MINA) Jakarta, 11 Jumadil Akhir 1434/21 April 2013 (MINA) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan acara konser musik dimana dananya disalurkan untuk membantu perjuangan rakyat Palestina. Konser musik tersebut merupakan puncak acara dari “Festival Timur Tengah 2013” yang diselenggarakan pada 16 – 20 April 2013. Rakyat Indonesia sangat perlu untuk membantu perjuangan rakyat Palestina yang saat ini dijajah oleh Israel. Kalau kita belum bisa membantu secara fisik, mungkin kita bisa membantu dengan menyediakan dana dan fasilitas kesehatan kepada mereka, kata Yogi Reinaldi selaku ketua panitia Festival Timur Tengah 2013 di Jakarta, Sabtu (20/4). Kepada wartawan Miraj News Agency (MINA), Yogi mengatakan, Festival Timur Tengah itu sudah diadakan di UI selama empat kali sejak 2009. Festival Timur Tengah 2013 adalah Festival Timur Tengah keempat yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM), Ikatan Keluarga Asia Barat (IKABA) selaku Himpunan Mahasiswa Jurusan Program Studi Arab Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI. Menutut Yogi, tujuan utama dari acara konser musik yang bertemakan “Pesona Negeri 1001 Malam” itu untuk menghimpun dana yang selanjutnya akan disalurkan melalui Medical Emergency Rescue Commette (MER-C) yang saat ini sedang membangun Rumah Sakit Indonesia di wilayah Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. MER-C mempunyai proyek pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Kami sangat mendukung sekali program tersebut, kemudian kami berinisiatif menyumbangkan beberapa persen dari penjualan tiket untuk membantu pembangunan Rumah Sakit persembahan rakyat Indonesia di Jalur Gaza, ujarnya. Selanjutnya, mahasiswa semester enam berasal dari Bandar Lampung itu berharap dengan adanya acara Festival Timur Tengah tersebut bisa menjadikan inspirasi semangat peradaban untuk Indonesia. Dimana peradaban arab yang sangat dekat dengan peradaban Islam itu juga sangat menginspirasi peradaban-peradaban dunia diantaranya peradaban Eropa, peradaban Persia, peradaban Melayu, dan peradaban Cina selama 14 abad lamanya. Dan kita sebagai manusia yang berbudaya dan beradab sebisa mungkin kita mengambil semangat peradaban itu yaitu dari Timur-Tengah, tegas Yogi. Lembaga-lembaga baik luar maupun dalam negeri sangat mengapresiasi acara tersebut. Lembaga-lembaga yang mendukung Festival Timur Tengah 2013 antara lain, Kedutaan Besar Arab Saudi, kedutaan Besar Yaman, kedutaan Besar Irak, Kedutaan Besar Uni Emirat Arab, kedutaan Besar Maroko, Kementerian Agama, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (L/P04/P015/P02) Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/4100-ui-adakan-konser-peduli-palestina.html

Sarana Pendukung RS Indonesia di Gaza Terus Dilengkapi

Gaza, Palestina – Jum’at (19/4) atau bertepatan dengan 8 Jumadil Akhir 1434 H MER-C sebagai organisasi yang memikul amanah dari rakyat Indonesia kembali menapakkan penambahan sebuah bangunan di bumi para nabi Palestina Gaza. Bangunan tersebut adalah Mortuary and Technical Room atau Bangunan Kamar Mayat dan Teknis dengan luas bangunan 356 m2 sebagai sarana pelengkap RS Indonesia (RSI) di Gaza. Bangunan yang terletak di sebelah Barat RSI tersebut juga dilengkapi dengan berbagai ruangan yang akan menjadi satu kesatuan fungsi yang terdiri dari beberapa ruang, yaitu  gas, pumpa, R.O (Reverse Osmosis), workshop, 4 ruang toilet, 2 ruang kantor, kantor utama, penyimpanan mayat, washing gowning dan administrasi.   Ruang pumpa adalah untuk menghisap air dari ground tank kemudian dialirkan menuju tangki-tangki penampung air rumah sakit yang diletakkan pada lantai atap. Kamar Mayat dipersiapkan untuk tempat menyimpan atau meletakkan sementara jenazah sebelum diambil oleh keluarganya.

Progres Pembangunan Deep Well RS Indonesia Di Gaza Dimulai

Gaza, Palestina – Salah satu agenda pelaksanaan pembangunan RS Indonesia di Gaza adalah tahapan pembangunan pekerjaan Deep Well. Tahapan ini merupakan rangkaian Pekerjaan Mekanikal. Deep Well adalah sumur bor yang mengambil sumber air tertekan dari lapisan Aquifer atau Zona Jenuh di bawah tanah. Kedalaman pengeboran di Gaza umumnya berkisar antara 60 s.d 200 meter atau tergantung dari kondisi hidrogeologi.  Keuntungan menggunakan Deep Well adalah ketersediaan airnya yang lebih banyak dari sumur pantek atau sumur dangkal. Selain itu, lapisan akifer yang mengandung air asin maupun payau dapat dihindari. Keberadaan jalur air yang disalurkan oleh pemerintahan Gaza melalui pipa-pipa kecil ke lokasi pembangunan RS Indonesia tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan air di lokasi proyek. Selain keperluan air untuk pembangunan, air juga untuk memenuhi keperluan air sehari-hari 30 relawan RS Indonesia di Gaza Palestina. Pelaksanaan pekerjaan Deep Well RS Indonesia di Gaza dimulai pada hari Rabu/17 April 2013 yang sampai dengan hari Jum’at 19 April 2013 pengeboran sudah mencapai 47 meter dari 80 meter yang direncanakan. Casing steel deep well RS Indonesia di Gaza menggunakan pipa steel berdiameter 8 inch direncanakan mencapai kedalaman 70 meter kemudian dianjutkan dengan Pipa Nurustho berdiameter 8 inch sedalam 10 meter. Pada bagian pipa Nurustho dilengkapi dengan pengisian hasma sebanyak tiga ton sebagai filter. Pompa yang digunakan adalah jenis Pompa Submersible yang ditempatkan pada kedalaman 70 meter. Sedangkan pipa air dari pompa ke Groundtank melalui manhole menggunakan pipa Galvanis dua inch. Seiring perkembangan progress Pembangunan RS Indonesia, kebutuhan air bersih kian meningkat. Musim panas di Gaza pernah mencapai suhu antara 38 sampai dengan 43 derajat celcius membuat jalur-jalur air dari pemerintahan Gaza biasanya akan terhenti atau dipadamkan secara bergilir setiap tiga hari. Kesulitan warga Gaza tidak hanya listrik yang hanya menyala 8 jam/harinya, ketersediaan gas dan termasuk juga untuk mendapatkan air bersih disebabkan oleh aksi Israel yang menempatkan mesin-mesin penyedot air tanah di sekitar perbatasannya dengan Jalur Gaza.

Kelangkaan Gas Kembali Terjadi Di Gaza

Gaza – Penutupan kembali perlintasan Gaza oleh zionis Israel sejak Senin (8/4) pada jalur Karem Shalom berimbas dengan kembalinya kelangkaan gas melanda Gaza. Abu Ali sebagai pemilik pangkalan Gas terbesar di Gaza tepatnya di daerah Sijaiah juga telah menutup pangkalan gasnya setelah pangakalan-pangkalan gas yang lebih kecil lainnya tutup. Kelangkaan gas di Gaza sudah berjalan 7 hari ini sehingga salah seorang relawan RS Indonesia saudara Abdurrahman belum juga mendapatkan gas walaupun sudah setiap hari terus mencari hingga seluruh Gaza. Syuhada salah seorang relawan RSI yang bertugas memimpin tim dapur relawan RS Indonesia mengatakan bahwa beberapa hari kedepan gas stok dapur relawan akan habis sehingga perlu dicari alternatip penggantinya untuk masak di dapur umum relawan. Dalam waktu satu bulan dibutuhkan delapan sampai dengan sembilan tabung 12 kilogram. Kebutuhan gas itu untuk penyediaan konsumsi 30 relawan RS Indonesia di Gaza. Harga setiap tabung gas ukuran 12 kg di Gaza sekitar 65 sheikel atau setara dengan Rp. 169.000,- Sementara kebutuhan gas dua juta penduduk di Gaza memerlukan tujuh kontainer per harinya. Bila satu kontainer gas menampung 21.800 kg gas maka berarti Gaza memerlukan 152.600 kg gas perharinya. Sampai saat ini militer Israel masih menahan tidak kurang dari seribu armada truk pengangkut pangan dan kebutuhan sandang milik organisasi bantuan internasional di perbatasan. Akibatnya, jutaan sipil di Gaza terancam kekurangan pangan dan kebutuhan sehari-hari.

Silahkan bertanya?