MER-C Jajaki Kerjasama dengan BNI Syariah untuk Program Pelayanan Kesehatan di Papua

Papua merupakan salah satu wilayah yang masih sangat membutuhkan perhatian kita bersama di berbagai bidang, khususnya di bidang pelayanan kesehatan. Untuk itu, sejak Februari 2006 silam, MER-C mulai membuka program klinik sosial di Papua dan Papua Barat. Kiprah MER-C di wilayah ini telah berlangsung selama 13 tahun dan MER-C bertekad untuk tetap menjadikan Papua sebagai salah satu wilayah misi medis kemanusiaan jangka panjangnya. Kerjasama dengan berbagai pihak terus dijalin, mengajak pihak-pihak yang peduli untuk memberikan dukungan agar program dapat terus berlanjut. Senin/18 Maret 2019, MER-C mengadakan pertemuan dengan BNI Syariah untuk menjajaki kerjasama Program Pelayanan Kesehatan khususnya di Papua Barat. Dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk selaku Koordinator MER-C di Papua memaparkan gambaran kegiatan program kepada BNI Syariah yang diantaranya diwakili oleh Bapak Ilham Syahputra dari Yayasan Hasanah Titik, yayasan pengelola ZIS BNI Syariah. “Saat ini kami fokus pada pelayanan kesehatan di Papua Barat, yaitu kabupaten Sorong dan Raja Ampat. Pelayanan kesehatan yang diberikan MER-C berbasis klinik dan mobile. Program MER-C juga bersifat berkelanjutan dan pembinaan bukan baksos yang ‘hit and run’,” jelas Zackya. Dokter spesialis okupasi lulusan FKUI ini juga manyampaikan bahwa misi MER-C adalah rahmatan lil’aalamiin. Semua masyarakat mendapat pelayanan yang sama baiknya tanpa melihat latar belakang, agama dan lainnya. “Tim MER-C di lapangan sudah mendata kampung-kampung dan warga yang belum terjangkau pelayanan kesehatan. Kampung yang sudah terjangkau pelayanan kesehatan dari Puskesmas akan kami lepas, sementara kampung yang belum, masih akan terus menjadi wilayah binaan kami,” tambahnya. Zackya berharap adanya dukungan dan kerjasama dari pihak-pihak yang turut peduli dengan saudara-saudara sebangsa di Papua Barat, sehingga dapat melanjutkan dan memperluas wilayah jangkauan program. Target MER-C satu tahun ke depan di Papua Barat adalah meng-cover sebanyak 23 kampung di dua kabupaten dengan jumlah jiwa mencapai lebih dari 10.200 orang. Tidak hanya perusahaan atau lembaga, masyarakat yang secara pribadi tergerak untuk mendukung program pelayanan kesehatan MER-C di Papua Barat dapat menyalurkan donasinya melalui : Rekening amanah “Satu untuk Papua”: BCA, 686.066.6608 BNI Syariah, 081.119.2962 Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercindonesia#blessingforuniverse
MER-C Salurkan Qurban untuk Muslimin di Rakhine, Myanmar

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan sejumlah hewan Qurban secara langsung kepada muslimin Rohingya di sejumlah desa, negara bagian Rakhine, Myanmar. Hewan qurban terdiri dari 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing yang disalurkan langsung oleh para relawan MER-C kepada kaum muslimin pada Iedul Adha 1439 H lalu. “Alhamdulillah kami bisa menerima daging qurban dari muslimin indonesia, terima kasih,” kata Muhammad Shamin bin Abdul Aziz salah seorang warga Muslimin di desa Kaing Do, Rabu/22 Agustus 2018. “Disini banyak orang miskin, dan qurban ini sangat bermanfaat untuk mereka,” tambahnya. Relawan MER-C yang menyalurkan langsung kepada warga menyaksikan kebahagiaan terpancar dari wajah warga yang menerima daging hewan Qurban tersebut. “Senang sekali melihat kebahagian meraka, kehidupan meraka sangat sederhana, banyak warga miskin disini, kami bersyukur sekali bisa bertemu dan menyalurkanya secara langsung kepada mereka,” ujar salah seorang relawan MER-C. Sebanyak lebih dari 240 kepala keluarga dari 5 desa menerima daging hewan qurban. “Alhamdulillah kami salurkan di beberapa desa yang masuk di Mrauk u Township, sebanyak lebih dari 240 kk dari 5 desa bisa menerima manfaat dari hewan qurban ini,” tambahnya. Kami bersyukur hewan qurban dari masyarakat Indonesia bisa kami salurkan kepada muslimin disini” pungkasnya. Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176
Qurban Indonesia untuk Gaza

MER-C Indonesia kembali mengadakan program qurban di Gaza, Palestina. Alhamdulillah amanah qurban sebanyak tujuh ekor kambing dan satu ekor sapi dari masyarakat Indonesia melalui MER-C telah disalurkan secara langsung kepada warga Gaza yang hingga saat ini masih hidup dalam blokade. Hewan qurban sapi dan kambing dibagi menjadi 374 kantong dengan berat per kantong sebesar 1 kg. Relawan Indonesia di Gaza, Reza Aldilla Kurniawan dibantu beberapa relawan lokal menyalurkan daging qurban secara langsung kepada warga Gaza yang layak menerimanya baik di Gaza City maupun di Gaza bagian Utara. Untuk Gaza bagian Utara wilayah penyaluran daging qurban mencakup Tal Azza’tar, Bayt Lahiya, Bayt Hanoon dan Jabalya. Terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan amanah qurbannya melalui MER-C Semoga dengan momentum hari raya qurban, kita senantiasa dapat mengingat dan meneladani kembali ketaatan, keikhlasan dan kesabaran Nabi Ibrahim dan keluarganya dalam menjalankan perintah-perintah Allah SWT. Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176
Dubes RI untuk Myanmar Kunjungi RS Indonesia di Rakhine

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Myanmar Prof. Dr. Iza Fadri mengunjungi lokasi pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Myaung Bwe Village, Mrauk U Township, Rakhine State, Myanmar, Selasa (3/7). Didampingi sekretaris duta besar dan sejumlah staf, Duta Besar yang baru menjabat sejak Maret 2018 meninjau langsung pembangunan RS Indonesia dan menyatakan kegembiraanya atas terlaksananya proyek tersebut, serta berharap akan sangat bermanfaat untuk warga di sekitar lokasi. “Saya sangat gembira. Karena proyek ini benar-benar diperuntukan bagi masyarakat di sekitar dan difikirkan secara matang sehingga efektif dan efisien,” kata mantan gubernur PTIK tersebut. Lebih lanjut mantan Kapolda Sumatera Selatan (2014) itu menyatakan bahwa rumah sakit ini benar-benar telah difikirkan kemanfaatannya, sehingga bengunan tersebut sudah sangat tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat Rakhine. “Kita tahu ketika membangun sesuatu itu harus sesuai dengan kebutuhannya. Setelah saya mengecek, dan saya juga berdiskusi dengan manager proyeknya bahwa itu sudah difikirkan, itu nanti akan sangat bermanfaat untuk masyarakat Myanmar,” katanya. Lulusan Akademi Kepolisian angkatan 85 ini pun mengharapkan dengan didirikanya Rumah Sakit Indonesia bisa menambah erat hubungan kedua negara. “(RS Indonesia) Ini juga akan menambah hubungan baik kita dengan Myanmar ke depan sehingga menambah ikatan serta akan terus dikenang,” ujarnya. Kedatangan Duta Besar ini disambut oleh Ketua Divisi Konstruksi MER-C yang sekaligus juga Manajer Proyek RSI, Dr. Ir. Idrus M. Alatas, MSc. Idrus yang sudah berpengalaman membangun di daerah konflik termasuk RS Indonesia di Gaza Palestina tersebut menyatakan bahwa diharapkan RS ini akan selesai pada akhir tahun 2018. Selain mengunjungi RS Indonesia, rombongan Dubes dan MER-C juga mengunjungi dua camp pengungsi yang ada di Sittwe, ibukota Rakhine State, 150 km dari Mrauk U Township. Dubes juga melakukan dialog langsung dengan muslimin di dua camp pengungsi tersebut. Dia berpesan agar kaum muslimin bisa bersabar dalam menghadapi ujian dan konflik yang terjadi. “Di Indonesia juga terdiri dari berbagai macam etnis, dan setiap ada konflik, Indonesia bisa menyelesaikannya sendiri, mudah-mudahan Myanmar juga bisa menyelesaikan konfliknya sendiri,” ujarnya. Dubes juga menyerahkan bantuan sejumlah beras kepada para pengungsi tersebut. Bantuan yang secara simbolis diserahkan kepada perwakilan para pengungsi di Sittwe. Info:Website : www.mer-c.orgFacebook : MER-C IndonesiaInstagram : @mercindonesiaHP : 0811990176
Progress Pembangunan RS Indonesia di Myanmar Capai 31 Persen

Memasuki minggu ke-18 pembangunan bangunan utama RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar mencapai lebih dari 31 persen. Pekerjaan yang sudah dilakukan adalah pekerjaan kolom baja untuk bangunan 1 lantai sebelah timur yang dilanjutkan dengan pemasangan atap. Untuk bangunan 2 lantai pekerjaan yang sudah dilakukan adalah pengecoran kolom dan pemasangan dinding bata. Kemudian untuk sisi sebelah barat sedang dilakukan pengecoran tie beam dan jika material kolom baja dan atap tiba, maka akan segera dilakukan pemasangan kolom dan atap di sisi sebelah barat. Berbeda dengan membangun di wilayah aman, pembangunan di wilayah konflik seperti Rakhine State, Myanmar kerap menghadapi berbagai kendala seperti situasi keamanan, perizinan, material dan jumlah SDM pekerja lokal. Hal ini membuat progress pembangunan kadang terlambat dari jadwal yang seharusnya. Penambahan dua relawan Divisi Konstruksi yg telah diberangkatkan pada Senin (2/4) kemarin diharapkan dapat mengejar progress pembangunan dan pembangunan bisa selesai sesuai jadwal. Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Ikuti kami di: Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 (WA) |Humanity for Peace| |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|
Sungai, Sumber Air RS Indonesia Rakhine di Musim Kemarau

Selain listrik yang kerap mati, air pun menjadi kendala terlebih saat musim kemarau seperti sekarang ini, air di sekitar lokasi pembangunan RS Indonesia (RSI) yang terletak di desa Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar pun menjadi kering. Salah satu usaha untuk mendapatkan air adalah lewat sungai yang berada di dekat RSI. Pipa sepanjang lebih dari 500 m dari sungai ke lokasi RSI pun harus dipasang untuk mendapatkan air yang akan digunakan baik untuk kebutuhan proyek atau pun untuk kebutuhan sehari-hari. Hari ini, Ahamdulillah, pipa air sudah terpasang,” ungkap Nur Ikhwan penuh syukur dalam pesan singkatnya. “Dengan menggunakan pompa, air sudah mulai mengalir ke bak penampungan yang dibuat di bagian belakang lokasi RSI. Perlu waktu sekitar 3 jam hingga bak penampungan ini penuh,” tambahnya. Ditengah berbagai kendala yang ada, pembangunan RS Indonesia di wilayah konflik Rakhine State, Myanmar terus berjalan dan diharapkan dapat selesai sesuai jadwal pada bulan September 2018 mendatang. Doa dan dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan demi terwujudnya RS Indonesia yang diharapkan dapat menjadi sebuah langkah kemanusiaan untuk memberikan bantuan jangka panjang bagi masyarakat korban konflik di Myanmar. Dukungan dan Donasi Sahabat untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Humanity for Peace| |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|
Pengawas Pembangunan RS Indonesia di Rakhine Manfaatkan Kayu Bakar untuk Memasak

“Dari tadi pagi sih Mba. Sampai sore ini listrik belum hidup juga”, sepenggal kalimat yang masuk ke wa MER-C saat MER-C Pusat menanyakan kondisi dua pengawas pembangunan dan perkembangan pembangunan RS Indonesia yang sedang berlangsung di Mrauk U, Rakhine State, Myanmar. Ir. Nur Ikhwan Abadi, Site Manager RS Indonesia menginformasikan bahwa sehari-hari listrik di lokasi pembangunan RS Indonesia sering mendadak mati, namun biasanya hanya sekitar satu sampai dua jam, kemudian hidup kembali. Tapi beberapa hari ini listrik mati dari pagi sampai sore. Untuk mensiasatinya, Nur Ikhwan mengaku mereka memanfaatkan kayu-kayu sisa pembangunan yang sudah tidak terpakai untuk membuat tungku yang mereka gunakan untuk memasak makanan. Ketergantungan warga Rakhine dan Mrauk U akan listrik memang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan warga masyarakat menggunakan listrik untuk kebutuhan sehari-hari termasuk memasak, begitupun dengan kedua pengawas pembangunan RS Indonesia. Penggunaan gas ada, tapi pasokan gas tidak sampai ke wilayah Mrauk U. Ditanya tentang pengaruh matinya listrik dengan pekerjaan pembangunan rumah sakit, menurut Nur Ikhwan pekerjaan tetap berjalan karena tersedianya genset di lokasi pembangunan. Dukungan dan Donasi Sahabat untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Humanity for Peace| |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|
Pembangunan RS Indonesia di Rakhine Masuki Tahap Pengecoran Tie Beam

Pembangunan bangunan utama RS Indonesia yang tengah berlangsung di Rakhine State, Myanmar pada Minggu, 25 Februari 2018 sudah mulai tahap pengecoran tie beam, yaitu pengecoran balok pengikat antar pondasi. Menurut Ir. Nur Ikhwan Abadi, Site Manager RS Indonesia di Rakhine, pekerjaan pengecoran tie beam diperkirakan akan memakan waktu hingga bulan Maret 2018. Pekerjaan selanjutnya dari bangunan utama RS Indonesia yang akan terdiri dari 2 lantai adalah pekerjaan kolom yaitu pemasangan besi, bekisting dan pengecoran. Pembangunan RS Indonesia dijadwalkan akan selesai pada bulan September 2018 mendatang. Pembangunan RS Indonesia adalah bagian dari Diplomasi Kemanusiaan yang sudah dilakukan MER-C sejak membangun RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Dukungan dan Donasi Sahabat untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Humanity for Peace| |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|
MER-C dan Masyarakat Galela Bersama-Sama Bangun RS

Selain pembangunan sarana kesehatan di Gaza (Palestina) dan Rakhine (Myanmar), MER-C juga tengah melakukan pembangunan sarana kesehatan di dalam negeri, tepatnya di sebuah daerah bernama Galela, yang terletak di kabupaten Halmahera Utara, provinsi Maluku Utara. Berbeda dengan pembangunan sarana kesehatan di wilayah lain, pembangunan RS di Galela dilakukan MER-C bersama-sama dengan masyarakat setempat. Sejak awal masyarakat setempat sangat bersemangat dan ikut bergotong royong membantu pekerjaan pembangunan juga penggalangan dana bagi Rumah Sakit ini. Di atas tanah seluas 4.000 m2 wakaf dari salah seorang warga, pembangunan struktur rumah sakit yang tepatnya berada di desa Towara sudah mencapai 70%. Sementara untuk bagian bangunan yang sudah dapat difungsikan baru mencapai 30%. Keberadaan sebuah rumah sakit memang sangat dibutuhkan oleh warga Galela. Hal ini dikarenakan belum terdapat Rumah Sakit di wilayah ini. Apabila masyarakat membutuhkan pengobatan dan penanganan medis lebih lanjut, maka mereka harus menempuh perjalanan ke Tobelo atau bahkan ke Ternate. Dengan donasi yang ada, saat ini pekerjaan pembangunan terus berlanjut berupa plesteran dinding bangunan bagian belakang yang dikerjakan oleh para pekerja dari warga lokal. MER-C bersama-sama masyarakat setempat terus berupaya untuk merampungkan pembangunan dan pengadaan alat kesehatan agar RS Galela dapat segera berfungsi memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Galela dan sekitarnya yang membutuhkan. Dukungan dan donasi Sahabat bagi pembangunan dan pengadaan alat kesehatan RS Galela di Halmahera Utara, Maluku Utara, dapat disalurkan melalui : BNI, 014.060.0983 BCA, 686.033.9933 Mandiri, 124.000.8111990 BNI Syariah, 888.7775.583 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk Orang-orang yang Paling Membutuhkan|
Lika-liku Pembangunan RS Indonesia di Rakhine, Myanmar

Membangun di daerah konflik memang berbeda dengan membangun di daerah aman, dimana semua bisa diprediksi atau diperkirakan sesuai dengan yang direncanakan. Tidak terkecuali pembangunan sarana kesehatan RS Indonesia yang saat ini sedang dibangun di Rakhine State, Myanmar, tempat dimana banyak terjadi konflik horizontal. Site Manager RS Indonesia, Ir. Nur Ikhwan Abadi melaporkan bahwa pembangunan Rumah Sakit Indonesia tepatnya di Myaung Bwe Village, Mrauk U Township, Rakhine State, sudah mencapai lebih dari 21 persen. Setelah pekerjaan fondasi selesai, tahap berikutnya adalah pekerjaan timbunan dan tie beam yang diperkirakan akan selesai dalam dua minggu kedepan. Direncanakan pembangunan bangunan seluas 2.100 meter persegi ini akan selesai dalam waktu 10 bulan. Namun pekerjaan sempat beberapa kali terhambat akibat situasi yang tidak bisa diprediksi. Seperti perizinan material untuk datang ke Mrauk U. Material-material khusus seperti plate, h beam, anchor bolt dan lainnya harus didatangkan dari luar Rakhine. Material tersebut memerlukan perizinan khusus dari pemerintah yang memerlukan waktu. Ditambah lagi setidaknya diperlukan 2-3 hari perjalanan darat untuk mengangkut material tersebut ke lokasi pembangunan RS Indonesia di Myaung Bwe. Material lain yang memerlukan perizinan khusus adalah tanah timbunan. Mengambil tanah untuk timbunan bangunan seluas lebih dari 2.000 meter persegi tersebut memang tidak mudah. Hal ini dikarenakan tanah timbunan diambil dari bukit-bukit yang mengelilingi Mrauk U dimana di atasnya banyak terdapat peninggalan bersejarah. Untuk mendapatkan izin pengambilan tanah urugan ini diperlukan perizinan 3 departeman, salah satunya adalah Departemen Arkeologi, yang sangat ketat membatasi pengambilan tanah yang dianggap akan merusak situs bersejarah. Namun semua ini tidak menyurutkan semangat tim pembangunan RS Indonesia. Pekerjaan harus terus dilakukan dan amanah dari rakyat Indonesia harus segera disampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan di Rakhine. Semoga Allah memberikan pertolongan dan kemudahan agar amanah rakyat Indonesia berupa bangunan Rumah Sakit ini bisa segera terealisasi. Dukungan dan Donasi Sahabat untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Humanity for Peace| |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|