MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Serangan Udara Israel Di Utara Gaza Getarkan RS Indonesia

Jalur Gaza, 14 Rabi’ul Awwal 1435/16 Januari 2014 (MINA) – Bom-bom yang dijatuhkan  pesawat tempur F16 Israel di beberapa titik di Jalur Gaza pada Kamis (16/1) dini hari menggetarkan bangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di utara Gaza.  Koresponden Mi’raj News Agency (MINA) di Jalur Gaza melaporkan serangan bom sekitar 1:OO dinihari diarahkan ke sejumlah titik seperti Gaza City, sebelah timur kota Gaza (Zaitun dan Tuufah), Jalur Gaza Tengah (Nusairot), sebelah Barat Gaza (Maqousi) dan sebelah utara Jalur Gaza (Ashkolan, Beit Lahiya, dan pantai Utara). RSI Gaza yang terletak di Beit Lahiya ikut bergetar akibat tiga kali serangan bom Israel  yang mengenai kamp pelatihan pejuang sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam.  Menurut koresponden MINA, serangan udara tersebut diduga merupakan aksi pembalasan  serangan pejuang Palestina dari Gaza terhadap sasaran di wilayah  Israel beberapa waktu lalu. “Alhamdulillah, bangunan rumah sakit tidak megalami kerusakan sama sekali ,meskipun tiga ledakan yang terdengar menggetarkan bangunan,” lapor koresponden Muhamad Husein.  Sementara itu, pejabat kementerian kesehatan Palestina Ashraf al-Qedra mengatakan, empat anak dan seorang perempuan menderita luka ringan dalam serangan udara di dekat kompleks perumahan Maqousi. Husein mengatakan warga di Tuufah mengalami kerusakan kecil akibat radiasi bom yang mengenai mereka. Jendela-jendela rumah mereka rusak akibatnya.(L/P03/E02) Sumber : http://mirajnews.com/palestina/14080-bom-f16-israel-di-utara-gaza-getarkan-rumah-sakit-indonesia.html                

Mobil Sumbangan Ini Dilelang untuk RS Indonesia

      Jakarta – Membeli mobil Yaris keluaran tahun 2008 ini berarti anda ikut menyumbang untuk program pengadaan alat kesehatan RS Indonesia di Gaza, Palestina. Mengapa? Karena mobil sumbangan dari sepasang suami istri dermawan asal Bintaro ini, kini dijual oleh MER-C dengan cara dilelang selama 1 bulan sampai dengan akhir Januari 2014 nanti. Hasil lelang seluruhnya akan disumbangkan untuk program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza. Cara lelang dilakukan oleh MER-C untuk menambah nilai sumbangan mobil sekaligus mengajak pembeli ikut beramal dalam program ini.     “Harga lelang dibuka mulai Rp 125 juta,” ujar dr. Henry Hidayatullah, Ketua Presidium MER-C. “Saat ini sudah ada yang mengajukan untuk membeli seharga Rp 131 juta. “Semua penawaran kami catat dan tampung sampai masa lelang berakhir pada tanggal 31 Januari 2014 nanti,” tambahnya.   Bagi pembeli sekaligus dermawan yang berminat, silahkan datang ke kantor MER-C yang terletak di Jalan Kramat Lontar No. J-157 Senen Jakarta Pusat mulai Senin – Sabtu pada jam kerja untuk melihat langsung kondisi mobil. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi MER-C di 081199 0176.                

Siswa SMP Islam Al-Azhar 19 Serahkan Donasi untuk RSI

Jakarta – Pagi ini, Kamis (19/12), perwakilan siswa dan guru SMP Islam Al-Azhar 19 yang terletak di Cibubur menyambangi Kantor Pusat MER-C. Maksud kedatangan kali ini adalah untuk menyerahkan sumbangan bagi program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina yang tengah dilakukan oleh MER-C. Kunjungan ini juga dalam rangka memberikan motivasi dan medidik para siswa untuk peduli terhadap sesama khususnya permasalahan Palestina karena Palestina termasuk negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Sumbangan yang diserahkan dari SMP Islam Al-Azhar 19 sebesar Rp 11.630.000,-. “Sumbangan ini dikumpulkan dari kotak amal yang diedarkan ke seluruh siswa selama 2 minggu,” tutur Muchson Muhamad Anasy, salah satu guru yang mendampingi. “Mohon jangan dilihat jumlahnya,” tambahnya. Sumbangan diterima oleh Manajer Operasional MER-C yang menyampaikan bahwa perhatian dan dukungan seperti ini yang semakin menambah semangat MER-C dan khususnya 28 relawan Indonesia di Gaza untuk terus fokus menyelesaikan amanah pembangunan RS Indonesia, sebagai bukti silaturahim jangka panjang rakyat Indonesia dan rakyat Palestina.

MER-C dan BNI Syariah Kerjasama Galang Dana Alkes RSI

Jakarta – Dukungan dan partisipasi datang dari berbagai pihak untuk program pembangunan RS Indonesia (RSI) di Gaza Palestina yang kini sudah mencapai tahap akhir. Salah satunya dari BNI Syariah. Belum lama ini MER-C dan BNI Syariah menandatangani kesepakatan kerjasama penggalangan donasi khusus untuk Alat Kesehatan dan interior RSI melalui kartu kredit iB Hasanah Card. Bagi donatur yang ingin berdonasi melalui cara ini, cukup hubungi BNI call center di 500046 untuk informasi dan pendaftaran. Tersedia tiga pilihan nominal donasi mulai dari Rp 50ribu, Rp 100ribu dan Rp 200ribu per bulan. Untuk jangka waktu donasi pun bisa dipilih antara 6 bulan atau 12 bulan. Setelah itu, sistem melakukan pendebetan donasi sesuai dengan nominal dan jangka waktu yang diinginkan donatur. Selama ini donasi untuk RSI dilakukan melalui donasi langsung ataupun transfer. MER-C menyediakan tiga rekening amanah khusus RSI, yaitu BCA 686.0153678, BSM 7001352061 dan BNI Syariah 0811192973. Pembangunan gedung RSI diperkirakan selesai akhir tahun ini. Ikhtiar selanjutnya adalah penggalangan dana untuk alat kesehatan dan interior ruangan RSI. Dengan adanya kerjasama MER-C dan BNI Syariah ini, diharapkan bisa memberikan alternatif kemudahan bagi masyarakat yang ingin berdonasi.

MER-C Kunjungi Keluarga Relawan RSI

Jakarta – Pada tanggal 17 Desember 2013 tim medis MER-C mengadakan pemeriksaan kesehatan terhadap keluarga relawan Rumah Sakit Indonesia di daerah Bogor dan Cileungsi. Pemeriksaan dilakukan terhadap keluarga dari Edi Siswanto, Sulis Diantoro, Muhammad Arshad Ridho, Suyitno, Edi Wahyudi, Muhammad Husain, dan Muqorobin al Fikri. Tim yang terdiri dari dr Tonggo Meaty Fransisca dan Perawat bedah Lina P Munaf Harun memeriksa tekanan darah, gula darah dan asam urat dari keluarga relawan. Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, MER-C juga memberikan album yang berisikan foto-foto relawan yang sedang membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

Meski Cuaca Ekstrim, Pembangunan RS Indonesia Di Gaza Terus Berlanjut

Proses pemasangan paving block pada halaman RS Indonesia, Bayt Lahiya, utara Jalur Gaza, Palestina. (Foto: MER-C/MINA) Bayt Lahiya, 12 Shafar 1435/15 Desember 2013 (MINA) – Meski kondisi cuaca ekstrim musim dingin  melanda sekitar Jalur Gaza, Palestina, hingga turunnya hujan dan salju, tidak menyurutkan semangat relawan untuk terus melaksanakan pembangunan tahap akhir Rumah Sakit (RS) Indonesia di sana. “Hujan yang mengguyur Jalur Gaza tidak menghentikan proses pembangunan RS Indonesia, mereka menghadapinya dengan semangat,” kontributor Kantor Berita Islam Mi’raj News Agency (MINA), Fikri di Jalur Gaza melaporkan, Sabtu (14/12) malam waktu setempat. Fikri mengungkapkan, para relawan menyiasati rasa dingin suhu minus delapan derajat  dengan memakai pakaian rangkap, jaket, dan pakaian khas musim dingin. “Di mana orang Gaza menyebutnya ‘Long Jhons’,” tuturnya. Tidak hanya itu, hujan turun selama tiga hari terakhir sempat menghambat aktivitas para relawan dalam membangun RS Indonesia. Para relawan hanya mampu mengerjakan pekerjaan bagian dalam, dengan mengganti keramik yang pecah akibat alat-alat berat atau sekedar membersihkan lantai. Sementara pengerjaan pemasangan paving block pada halaman RS Indonesia terhenti jika hujan turun. “Hujan yang tak kunjung berhenti menjadi kendala kami, namun walau demikian kami melanjutkan pekerjaan ketika hujan reda,” kata Sumadi, relawan RS Indonesia asal Wonogiri. Pekerjaan pembangunan RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara Palestina itu dilakukan oleh relawan Indonesia di mana seluruh pekerjanya tidak dibayar (unpaid volunteers). Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebagai inisiator pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, dalam pembangunannya bekerjasama dengan Ma’had Al-Fatah Indonesia telah mengirim 33 relawannya ke Jalur Gaza. Rumah Sakit Indonesia itu sendiri menjadi tempat untuk pemulihan trauma dan rehabilitasi bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang menjadi korban penjajahan Israel atas tanah Palestina.  RS Indonesia di Jalur Gaza menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia. Semua donasi berasal dari rakyat Indonesia yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. Laporan yang diterima oleh MINA, setidaknya empat korban telah tewas akibat cuaca ekstrim di Jalur Gaza, dua di antaranya meninggal karena  kedinginan, sementara yang lainnya meninggal akibat luka-luka setelah banjir yang tinggi melanda. Musim dingin yang disertai banjir di sebagian wilayah Jalur Gaza semakin memperburuk kondisi krisis Gaza di tengah blokade yang dilakukan penjajah Israel terhadap warga Palestina di sana selama lebih dari tujuh tahun, terutama setelah penutupan seluruh terowongan di Rafah yang menjadi alternatif penyaluran kebutuhan pangan sekitar 1,8 juta jiwa di area tepi laut itu. Pada Sabtu (14/12) kemarin, Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah mendesak masyarakat internasional untuk membantu warga Jalur Gaza yang terkena dampak bencana banjir yang sedang melanda wilayah yang diblokade Israel tersebut. (L/P08/P02) Sumber : http://mirajnews.com/palestina/12884-pembangunan-rsi-terus-berlanjut-meski-kondisi-cuaca-gaza-ekstrim.htmlA

Indonesian Guest House Segera Dibangun

Jakarta – Pada tanggal 4 Desember MER-C akhirnya menandatangani sebuah surat kesepakatan tentang pangadaan sebuah gedung di dalam kompleks RSI yang akan diberi nama Indonesian Guest House. Bangunan yang akan dibangun di atas tanah seluas 250m2 ini akan berfungsi sebagai kantor cabang MER-C di Gaza, selain menjadi rumah singgah bagi relawan MER-C yang ditugaskan ke Gaza untuk tamu-tamu MER-C di Gaza. Presidium MER-C Ir. Faried Thalib menjelaskan bahwa Indonesian Guest House akan memakan waktu pembangunan selama dua setengah bulan sebelum bangunan ini dapat digunakan.

Tenang Di Sekitar RSI

Gaza – Pada hari Kamis, 21 November 2013, Ir Edy Wahyudi kembali memberi kabar mengenai Gaza lewat bbm, akan tetapi kali ini kabar yang disampaikan merupakan kabar gembira. “Alhamdulillah malam ini di wilayah sekitar RSI tidak ada serangan Israel. Sejak serangan serentak, relawan Indonesia tetap melakukan amal sholih berkarya membangun RSI. Serangan bukan hanya terihat jelas tapi juga getarannya sampai ke RSI. Semoga kita semua dalam lindunganNYA Aamiin yaa Rabb.” (Ir. Edy Wahyudi-Pimpinan Proyek Pembangunan RS Indonesia di Gaza, Palestina) Saat ini pembangunan RSI sedang berada dalam tahap penyelesaian, sementara MER-C masih terus menggalang dana untuk keberadaan alat medis bagi RSI.

Kunjungan dan Pemeriksaan Keluarga Relawan RSI di Lampung

Lampung – Selasa, 19 November 2013 MER-C mengirimkan 3 orang relawannya yang terdiri dari dr. Zacky Eko Wahyudi MARS, dan dr. Hadiki Habib, perwakilan MER-C ini untuk menghadiri acara Grand launching Suffah Al Quran Abdullah bin Masud Online di desa Muhajirun, Negarabatu, Natar, Lampung. Selain menghadiri acara grand launcing, tim juga mengadakan pemeriksaan kesehatan salah satu anggota pondok pesantren Al Fattah dengan diagnosa Bening Prostat Hiperlapsia. Presidium MER-C Ir. Faried thalib ikut bergabung dengan tim MER-C mengadakan kunjungan ke keluarga dari Bukhori Muslim Sadeli dan Syuhada Busyro, yang merupakan relawan MER-C dari pondok pesantren al Fattah yang saat ini sedang bertugas  merampungkan pembangunan RSI di Gaza, Palestina. Selain mengadakan pemeriksaan para dokter juga memberikan edukasi medis di salah satu rumah relawan RSI.

Kembali Israel Serang Gaza

Gaza, Palestina – Rabu 20 November 2013, sekitar pukul 10.57 pagi waktu Gaza, salah seorang relawan pembangunan  RSI, Edy Abu fikri menyampaikan kabar terakhir tentang Gaza . “Serangan serentak Israel bombardir dg Drone, Apache dan F16 ke wilayah Gaza dari utara hingga selatan sejak terbenamnya matahari selasa malam rabu ini. mohon doanya,” demikian pesan singkat yang disampaikan Edy Abu Fikri melalui BBM. Saat ini pembangunan RSI masih menjalani tahap penyelesaian pembangunan fisik, sementara MER-C masih terus menggalang dana untuk keberadaan alat medis bagi RSI.

Silahkan bertanya?