MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Pembangunan RSI Gaza Terhambat Pasokan Bahan Bangunan

Jakarta, 15 Syawal 1434/ 21 Agustus 2013 (MINA) – Krisis internal Mesir membawa dampak bagi pembangunana Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza menyusul kekurangan pasokan bahan bangunan dengan melonjaknya harga bahan bangunan akibat penutupan terowongan dan perbatasan Rafah. “Saat ini, harga bahan bangunan bertambah mahal dan ditambah dengan perbatasan Rafah ditutup total akibat pengaruh konflik Mesir maka semakin sulit untuk memasok pengadaan barang dan bahan bangunan dari Mesir ke Jalur Gaza,” kata Edy Wahyudi, seorang relawan RSI Gaza kepada MINA (Mi’raj News Agency), Rabu malam (21/8). Hampir seluruh terowongan ditutup militer Mesir sejak kudeta militer terhadap Presiden Mesir, Muhammad Mursi, Rabu (3/7). Rakyat Palestina di Jalur Gaza terpaksa menggunakan terowongan sebagai satu-satunya urat nadi untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka akibat blokade Israel terhadap daerah kantong itu sejak Juni 2007. Sementara perbatasan Rafah yang menghubungkan wilayah Mesir-Jalur Gaza (Palestina) adalah satu-satunya pintu penyeberangan melalui darat yang tidak dikontrol oleh Israel. Melalui pintu perbatasan inilah warga Gaza dapat terhubung ke dunia luar. Edy mengungkapkan, saat situasi semakin memburuk dengan kebijakan penutupan terowongan dan penutupan perbatasan Rafah mengakibatkan kekurangan pasokan kebutuhan pokok dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), proses pembangunan RSI Gaza masih terus berlangsung dengan dukungan dari penduduk dan pemerintah Palestina di Jalur Gaza.  “Alhamdulillah, penduduk Palestina di Jalur Gaza termasuk Pemerintahnya juga membantu kami dalam pembangunan Rumah Sakit ini. Pemerintah Gaza juga membantu kami dengan memberikan bantuan solar dan gas,” ungkapnya. Dia juga mengatakan, sejauh ini perkembangan RSI Gaza sudah mencapai tahap pekerjaan elektrikal, pemasangan instalasi listrik dan kabel; instalasi pengadaan air bersih; pengecetan bagian luar dan dalam gedung hingga Proses Memasukan pompa air kedalam sumur bor. Saat ini, para relawan RSI juga sedang melakukan pemasangan keramik lantai ruangan RSI berukuran 33,3 x 33,3 cm. Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebagai inisiator pembangunan RSI Gaza, dalam pembangunannya bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia yang telah mengirim 33 relawannya ke Jalur Gaza. Pekerjaan pembangunan RSI yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina itu dilakukan oleh relawan Indonesia yang seluruhnya sukarelawan tidak dibayar (unpaid volunteers). Pembangunan RSI dijadwalkan selesai akhir tahun 2013. Rumah Sakit itu sendiri menjadi tempat untuk pemulihan trauma dan rehabilitasi bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang menjadi korban konflik bersenjata Palestina-Israel. Fasilitas itu dapat menampung sedikitnya 100 pasien. RSI di Jalur Gaza menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia. Semua donasi berasal dari rakyat Indonesia yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. (L/P010/P02) Sumber : http://mirajnews.com/palestina/8428-rsi-gaza-kekurangan-pasok-bahan-bangunan.html

Festival Melayu Untuk RSI Gaza

Jakarta, 7 Syawwal 1434/14 Agustus 2013 (MINA) – Gita Cinta Production dijadwalkan menyelenggarakan Festival Melayu, Konser Kemerdekaan Musik Melayu Seroja, di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat malam (30/8). Menurut Produser Geisz Chalifah, acara itu bukan pertunjukan biasa, membangkitkan musik Melayu yang lama terendam. Namun yang pokok adalah seluruh hasil penjualan tiket akan disumbangkan untuk Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza dan Galela Maluku. “Setidaknya untuk pengobat kerinduan generasi pencinta lama dan generasi pencinta baru. Sekaligus menggugah kepedulian terhadap RSI di Gaza,” ujar Geisz kepada Mi’raj News Agency (MINA). Karena kepedulian terhadap penyelesaian RSI di Gaza, seorang calon pengunjung rela mendonasikan dua rumah di sebuah kompleks perumahan untuk dijual, dan hasilnya untuk RSI. Menurut Geisz, konser memang tidak segegap dan segemerlap dangdut di puncak kejayaannya. Apalagi mampu menyaingi kemeriahan musik rock dan boy band yang marak dewasa ini. Setidaknya menjadi bagian dalam lanskap musik nasional di bulan kemerdekaan Indonesia, seperti dengan tampilnya musikalisasi lagu melayu daerah dari Aceh, Padang, Betawi, hingga Papua, imbuhnya. Dijadwalkan tampil dalam konser, Sulis (Cinta Rasul), Iyeth Bustami, Hamdan ATT, Mustafa Abdullah, Fuad Balfas, Nizar Ali, Fahad Munif, Zapin Performance (Kosentra Sumut) dan Music Director Anwar Fauzi (Orchestra). (L/R1). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/8107-festival-melayu-untuk-rsi-gaza.html  

Kunjungi RS Indonesia Gaza, PM Palestina: Kemenangan Sudah Dekat

Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina, mendapat kunjungan istimewa dengan kedatangan Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah, Selasa 23 Juli 2013 malam waktu setempat. Haniyah datang bersama rombongan parlemen serta ditemani Menteri Dalam Negeri Palestina, Dr Fathi Hamad. Haniyah merasa sangat bahagia dan berterima kasih kepada para relawan dan rakyat Indonesia atas semua usaha dalam meringankan beban rakyat Palestina. “Kami sangat bahagia atas kunjungan kami malam ini ke RSI, Kami berterima kasih atas sambutan kalian semua serta usaha kalian semua dalam meringankan beban seluruh rakyat Palestina,” kata Haniyah di Gaza. Ia mengungkapkan, keberadaan relawan pembangunan RSI di Gaza memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh rakyat Palestina. “Setiap Kami melihat kalian kami merasa yakin bahwa kemenangan kita semakin dekat. Kalian jauh meninggalkan istri, anak, keluarga, harta benda untuk menjadi relawan di negeri ini. Insya Allah, keberadaan kalian semua di sini dicatat di sisi Allah sebagai pahala ribat dan jihad,” ungkap Haniyah kepada relawan dari MER-C yang bekerja sama dengan Pesantren Al-Fatah, Indonesia. (Mirajnews/Adi/Ein) Sumber : http://news.liputan6.com/read/648473/kunjungi-rs-indonesia-gaza-pm-palestina-kemenangan-sudah-dekat  

Haniyah Kunjungi RSI Gaza

Bayt Lahia, 16 Ramadhan 1434/24 Juli 2013 (MINA) – Di antara kesibukannya sebagai kepala pemerintah, Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah menyempatkan diri mengunjungi Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza pada pertengahan Ramadhan, Selasa malam (23/7). Haniyah datang bersama rombongan parlemen serta ditemani oleh Menteri Dalam Negeri Palestina, Dr. Fathi Hamad. Dalam kunjungannya, Haniyah merasa sangat bahagia dan berterima kasih kepada para relawan dan rakyat Indonesia khususnya atas semua usaha dalam meringankan beban seluruh rakyat Palestina. “Kami sangat bahagia atas kunjungan kami malam ini ke RSI, Kami berterima kasih atas sambutan kalian semua serta usaha kalian semua dalam meringankan beban seluruh rakyat Palestina,” kata Haniyah memulai sambutannya. PM Palestina, Ismail Haniyah bersama relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza saat berkunjung ke RSI di Bayt Lahia, Gaza Utara, Selasa (23/4). (Doc. MER-C/MINA) Dia mengungkapkan, keberadaan relawan pembangunan RSI di sana memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh rakyat Palestina di Jalur Gaza. “Setiap Kami melihat kalian kami merasa yakin bahwa kemenangan kita semakin dekat. Kalian jauh meninggalkan istri, anak, keluarga, harta benda untuk menjadi relawan di negeri ini. Insya Allah, keberadaan kalian semua di sini dicatat di sisi Allah sebagai pahala ribat dan jihad,” ungkap Haniyah mengagumi keberadaan para relawan yang merupakan unpaid volunteers dari MER-C bekerja sama dengan Pesantren Al-Fatah, Indonesia. Sementara itu, koordinator kunjungan PM Palestina tersebut, Muhammad Husain mengungkapkan, “Malam pertengahan Ramadhan tahun ini para relawan Indonesia di Jalur Gaza mendapatkan hadiah istimewa. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya mengenai rencana Perdana Menteri Palestina Dr. Ismail Haniyah yang akan berkunjung ke RSI dengan izin Allah terwujud,” kata koordinator kunjungan PM Palestina, Muhammad Husain kepada Mi’raj News Agency (MINA), Rabu dini hari (24/7) waktu Jakarta. “Para relawan yang memang sedang menanti kedatangan beliau tampak sangat bahagia atas kunjungan bersejarah ini,” tambah Husain. Para relawan berusaha memberikan persiapan yang terbaik untuk PM Palestina. Barak tempat mereka tidur pun disulapnya menjadi bentangan lesehan khas masyarakat setempat. Suasana hangat tercipta antara relawan dan PM Palestina saat mereka duduk melingkar, tanpa ada perbedaan. Pertemuan tersebut, menurut Husain, merupakan pertemuan antara Muhajirin dan Anshar pada masa Rasulullah SAW, bukan dalam konteks delegasi Indonesia bertemu kepala negara. (L/P02/P015/P01). Sumber : http://www.mirajnews.com/palestina/7262-haniyah-kunjungi-rsi-gaza.html

Konflik Mesir dan Bulan Suci Ramadhan; Apa Kabar RSI dan Relawan Indonesia di Gaza?

Gaza, Palestina – Telah kita ketahui bersama konflik yang tengah terjadi di Mesir dengan segala kepahitannya bagi ummat Islam. Hal ini bukan tidak berdampak pada pembangunan RS Indonesia (RSI) di Gaza. Krisis beberapa bahan bangunan seperti semen yang saat ini sangat langka, krisis gas, bensin dan solar yang terlebih dahulu menimpa Gaza, bahkan hampir-hampir beras pun sangat sulit didapat. Inilah yang terjadi hingga saat ini di Jalur Gaza. Bahan bangunan berupa semen sangatlah vital dalam suatu proyek khususnya pembangunan RSI ini. Masuknya semen dari Mesir sangatlah terbatas melalui jalur normal. Kecil kemungkinan untuk mendapatkannya seperti sebelum-sebelumnya. Bukan hanya dibatasi untuk masuknya semen ke Jalur Gaza, tetapi juga harga dinaikkan berkali lipat. Yang semula harga perton semen sebesar 400 shekel kini menjadi 1000 shekel. Terwongan-terowongan yang biasa warga Jalur Gaza gunakan sebagai wasilah ke dua untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka pun hancur oleh sebab dampak dari konflik Mesir. Segala usaha dilakukan para relawan RSI agar pembangunan dapat terus berjalan, Alhamdulillah semen bisa didapatkan walaupun tidak sejumlah target normal. Pekerjaan dapat terus berlanjut walaupun agak sedikit tersendat oleh beberapa faktor di atas. Hingga menjelang Ramadhan para relawan tetap fokus pada pekerjaan pembangunan RSI. Jenis pekerjaan yang sedang dilaksanakan adalah mekanikal elektrikal (ME), pengecatan, pemasangan dinding batu alam (hajar quds), perataan jalan dan halaman RSI, pagar dinding, main entrance dan granolitik.   Kegiatan Relawan Kala Ramadhan Menjelang bulan suci Ramadhan para relawan yang saat ini berjumlah 33 orang berunding mengenai waktu kerja yang akan mereka jalankan. Pada umumnya saat Ramadhan warga Gaza berkerja malam hari setelah shalat tarawih hingga menjelang sahur. Berdasarkan kesepakatan bersama akhirnya diputuskan bahwa waktu kerja para relawan RSI pada bulan Ramadhan ini ialah mulai ba’da shubuh jam 05.00 hingga menjelang Dzuhur jam 12.30 dengan sekali istirahat untuk shalat Dhuha pada jam 09.00 hingga setengah jam ke depan. Tersisa waktu sekitar 45 menit dari selesainya waktu kerja menjelang Dzuhur, para relawan menggunakannya untuk beristirahat sejenak kemudian mandi untuk persiapan shalat Dzuhur di masjid. Setelah shalat Dzuhur para relawan menggunakan waktu mereka dengan bertadarrus Al-qur’an di masjid dan ada pula yang di RSI. Diantara mereka yang menetap di masjid dari shalat Dzuhur hingga menjelang buka puasa dengan bertadarrus Al-qur’an diselingi dengan istirahat sejenak. Pada bulan Ramadhan seluruh masjid di Gaza tidak ada jeda waktu setelah adzan Maghrib dan Isya. Iqomah langsung dikumandangkan oleh muadzin setelah adzan. Ini membuat para relawan berangkat ke masjid jauh sebelum waktu adzan Maghrib dikumandangkan dengan membawa bekal bukaan puasa berupa buah wajib bagi mereka setiap harinya, yaitu tiga butir kurma dan buah lainnya yang tersedia seadanya. Usai menunaikan shalat maghrib para relawan langsung kembali ke RSI untuk makan malam bersama, kemudian setelah makan malam mereka melanjutkan tadarrus hingga shalat Isya. Tibalah waktunya Sholat Tarawih berjamaah. Sebagian relawan melakukannya dengan safari sholat Tarawih, yaitu berpindah-pindah masjid setiap harinya. Sebagian lain memilih sholat Tarawih berjamaah di Basement RSI yang dimulai sekitar Jam 2 malam waktu Gaza dengan bacaan murotal Al Qur’an 1 juz setiap malamnya yang diimami oleh Reza Adilla Kurniawan, salah satu relawan RSI asal Pesantren Al Fatah yang hafal 30 juz Al Qur’an. Kegiatan ibadah relawan kemudian dilanjutkan dengan sholat witir yang diimami oleh Ust Abdurrahman, yang sudah dua kali bertugas di Gaza untuk RSI. Doa qunut pun dilantunkan para relawan untuk memohon pertolongan Allah agar kembalinya Palestina dan Masjidil Aqsha ke pangkuan kaum muslimin, juga berharap Allah memenangkan kaum muslimin yang tertindas dan terdzolimi di seluruh negeri muslim lainnya. Kegiatan pembangunan RSI dimulai lagi ketika para relawan selesai melakukan sahur bersama dan sholat Subuh berjamaah. “Alhamdulillah kami tetap terus bersemangat walau setelah Sholat Subuh melanjutkan kembali pekerjaan amal sholih pembangunan RS Indonesia yang kami mulai jam 05.00 pagi sampai dengan jam 12.30 siang nanti,” ujar Ir. Edy Wahyudi, Site Manager Pembangunan RSl di Gaza, Palestina. Dukungan berupa do’a dan lainnya masih sangat diharapkan oleh kami relawan RSI dan harapan kami jangan berhenti berdo’a untuk kelancaran pembangunan RSI demi terjalinnya hubungan silaturahim jangka panjang antara warga Indonesia dan warga Palestina ke depan.   Bagi masyarakat Indonesia yang ingin berdonasi untuk Program Pembangunan RS Indonesia di Gaza, Palestina dapat mengirimkan melalui : BCA, No. Rek. 686.0153.678, a/n. Medical Emergency Rescue Committee BSM, No. Rek. 700.1352.061, a/n. Medical Emergency Rescue Committee BNI Syariah, No. Rek. 0811192973, a/n. Medical Emergency Rescue Committee     RS MER-C di Galela Mulai Pemasangan Atap   Galela, Maluku Utara – Sementara program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina terus berjalan diantara blokade Israel dan konflik yang tengah melanda Mesir, begitu juga dengan pembangunan Rumah Sakit di Galela, Maluku Utara. Di wilayah timur Indonesia yang memiliki sejarah kelam akibat konflik ini, bangunan Rumah Sakit yang dilakukan Divisi Konstruksi MER-C juga semakin hari semakin tampak kokoh dan cantik. Hal ini semua dapat terwujud atas pertolongan Allah SWT juga doa serta donasi dari warga lokal, Pemda dan rakyat Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Seperti RS Indonesia di Gaza, RS MER-C di Galela dengan luas bangunan 2.800 m2 juga tengah memasuki tahap Arsitektur. Setelah sempat terhenti, namun atas donasi dari masyarakat yang masuk ke rekening donasi amanah RS Galela, pekerjaan pembangunan bisa dimulai kembali. Kali ini fokus pekerjaan adalah pemasangan rangkap atap baja ringan dan atap RS yang berwarna biru. Material rangka baja ringan dan atap semua dipesan dan dibuat di Jakarta. Material tersebut kemudian dikirim menggunakan ekspedisi laut yang perjalanannya memakan waktu selama satu bulan. Alhamdulillah pada akhir Juni 2013, material tiba di Pelabuhan Galela sehingga pekerjaan pemasangan atap bisa mulai dilakukan per awal Juli 2013. Untuk mengawasi pekerjaan tahap ini, Divisi Konstruksi MER-C menugaskan satu orang relawan Teknis yang sejak awal sudah terlibat dalam proses pembangunan. Pemasangan atap dijadwalkan selama 1 bulan. Dalam awal pekan depan, Ketua Divisi Konstruksi MER-C dan Tim akan berkunjung ke Galela untuk melakukan supervisi pembangunan. “Awal pekan depan saya dan tim akan berkunjung ke Galela untuk melakukan supervisi pekerjaan atap bangunan RS yang sudah berjalan selama 2 minggu. Setelah Galela, dalam bulan ini juga kami berharap bisa melakukan supervisi pembangunan RS Indonesia di Gaza,” tutur Ir. Faried Thalib, Ketua Divisi Konstruksi MER-C.   Bagi masyarakat Indonesia yang ingin

Relawan RSI Sambut Ramadhan dengan Memuliakan Al-Qur’an dan Para Penghafalnya

Gaza, Palestina – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Ahad, 07 Juli 2013 usai shalat maghrib, MER-C Cabang Gaza mengadakan acara yang melibatkan warga sekitar RSI. Acara yang diadakan usai sholat maghrib ini bertempat di sebuah masjid tua sederhana bernama Zawiyah yang terletak di sebelah utara RSI. Masjid Zawiyah dipilih karena di sinilah sebagian besar relawan RSI biasa menunaikan shalat lima waktu mereka. Atas kerjasama dengan tokoh masyarakat setempat, imam besar masjid dan beberapa pemuda pengurus masjid, acara berlangsung sesuai dengan apa yang diharapkan. Acara dihadiri oleh segenap masyarakat jama’ah masjid dan seluruh relawan RSI yang saat ini berjumlah 33 orang. Rangkaian acara terdiri dari sambutan tokoh masyarakat yang juga Imam Besar masjid, Akram Nashar Abu Al-amin yang menyampaikan keutamaan Ramadhan dan menjaga Al-qur’an dengan menghafalnya. Mewakili pihak MER-C dan relawan RSI, Muhammad Husein menyampaikan pesan dan kesan dari MER-C. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian bingkisan bagi anak-anak penghafal Qur’an di masjid tersebut. Tak lupa para relawan juga memberikan bantuan bagi guru tahfidz dan kegiatan operasional masjid. Niat MER-C Cabang Gaza mengadakan acara ini bukanlah semata hanya untuk memberikan bingkisan atau lain sebagainya, akan tetapi yang terpenting adalah menyatukan tali silaturahmi dan menyampaikan pesan salam dan cinta kasih mewakili rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina terkhusus para anak-anak penghafal Al-qur’an di Gaza. Alhamdulillah pesan tersebut tersampaikan dengan do’a dari seluruh masyarakat yang hadir pada acara tersebut ketika di penghujung acara. Para relawan RSI juga sangat senang menyaksikan kebahagiaan yang tampak dari wajah-wajah para penghafal Al-qur’an yang terpilih menerima bingkisan dari MER-C. Semoga dengan do’a tersebut dapat menambah pahala dan kemudahan serta kelancaran bagi para relawan untuk menunaikan amanah pembangunan RSI di Gaza yang sedang dibangun sebagai persembahan bagi rakyat Gaza-Palestina.

Ketua umum PERSIS Gerakkan Wakaf Umat Untuk RS di Gaza

Ketua Umum PP Persatuan Islam (PERSIS), Prof. Dr. KH. Maman Abdulrahman, M.A. (kiri) dalam pertemuan dengan Ketua Divsi Konstruksi MER-C, Ir. Farid Thalib (kanan) mengenai gerakan wakaf umat Islam di Indonesia dalam membantu pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. (Foto: MAR/MINA). Jakarta, 2 Syaban 1434/11 Juni 2013 (MINA) Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PERSIS) Prof. Dr. K.H.M. Abdurrahman,MA. mengemukakan tekadnya untuk ikut serta menggerakkan wakaf umat Islam Indonesia untuk membantu warga Palestina melalui pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza.  Prof. M. Abdurrahman mengatakan hal itu dalam pertemuan dengan Pimpinan Lembaga Kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) di Jakarta, Selasa (11/6). Kepada wartawan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency), ia bersama organisasinya bermaksud ikut serta mensosialisasikan gerakan wakaf dari umat Islam di Indonesia untuk menyelesaikan pembangunan RS Indonesia di Gaza yang dalam tahap penyelesaian akhir. Di samping ia turut menyampaikan kepada Pimpinan Organisasi Massa, tokoh Islam dan umat Islam pada umumnya untuk membantu pembangunan RS tersebut. Dirinya bahkan ingin berziarah ke Jalur Gaza, Palestina. Saya bahkan ingin berkunjung ke Gaza, Palestina mengunjungi saudara-saudara kita di sana, dan menyaksikan langsung bangunan RSI ini, ujar Ketua Sidang Konferensi Internasional Pembebasan Al-Quds dan Palestina yang diselenggarakan di Bandung Juli 2012 lalu. Sekaligus dalam kunjungan itu, ia dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan sekitar 100 mahasiswa PERSIS yang sedang menuntut ilmu di Kairo, Mesir, ujar Penulis Buku Fiqih Lingkungan itu. Ia yang juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi keumatan berusaha mempersiapkan penyerahan dana bantuan titipan dari umat untuk Palestina melalui RSI di Jalur Gaza. Sementara itu, Kepala Divisi Konstruksi MER-C, Ir. Farid Thalib mengatakan, pembangunan RSI di gaza saat ini memasuki tahap pembangunan Mechanical Electrical (ME). Tahap akhir ini memerlukan dana sekitar Rp65 miliar, terutama untuk penyediaan alat kesehatan. Untuk itu, MER-C tengah menggencarkan gerakan Rp50 ribu untuk penyediaan alat-alat kesehatan RSI. “Kampanye penggalangan dana dari Sabang sampai Merauke yang melibatkan semua lapisan masyarakat,” ujar Farid. Saat ini di RSI Gaza terdapat sejumlah 33 relawan Indonesia dari berbagai keahlian pekerjaan, usia, dan daerah, sedang beramal sholeh menyelesaikan bangunan persembahan rakyat Indonesia untuk warga Palestina. “Semangat kesungguhan, ruhul jihad, dan keshabaran para relawan Indonesia di Gaza, merupakan modal utama sumber daya manusia di sana,” katanya. Bahkan dalam Perang Delapan Hari November 2012 lalu, saat relawan akan ditarik sementara ke luar Gaza, mereka semuanya mengatakan, “Demi ibadah kepada Allah di medan jihad, rasa cinta kepada saudara-saudara karena iman, kami lebih baik syahid di sini daripada harus pulang,” ujar Farid menirukan jawaban para relawan. Para relawan terdiri dari tukang batu, ahli listrik, ahli air, ahli air conditioner (AC), sopir, mahasiswa hingga insinyur sipil. Seluruh relawan berasal dari Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Indonesia, binaan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) sebagai mitra dakwah dan ukhuwah MER-C. (L/P01/P04/P015/R1). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/5783-mer-c-jajaki-kerjasama-pembangunan-rsi-dengan-persis.html

Gaza Gelar Peringatan Tragedi Kemanusiaan Mavi Marmara Ketiga

Gaza, Palestina Peringatan tragedi kemanusiaan Mavi Marmara sudah dua kali diperingati di Gaza-Palestina. Jumat (31/5) kembali dilangsungkan peringatan mengenang tragedi Mavi Marmara yang ke-3 di Gaza, tepatnya di Monumen Mavi Marmara yang terletak di pinggir pantai Gaza. Dihadiri oleh Ketua Insani Yardim Vakfi (IHH) Turki cabang Palestina Mohammed Kaya dan beberapa staffnya, acara berlangsung dengan lancar selama kurang lebih dua jam mulai pukul 09.00 11.00 waktu Gaza. Acara peringatan tersebut dihadiri juga oleh berbagai kalangan masyarakat dan wartawan-wartawan dari berbagai stasiun televisi di Gaza. Dalam wawancaranya ketua IHH ini menyampaikan, Alhamdulillah tiga tahun yang lalu Allah memberikan kami peristiwa yang menyebabkan syahidnya beberapa orang dari kami yang kami bangga dengannya. Itu juga yang menyebabkan kami semakin terikat dengan warga Palestina karena tujuan kami berlabuh pun untuk mereka (warga Palestina). Sesungguhnya kami bersama kalian (warga Palestina) atas izin Allah. Di sela-sela pengerjaan pembangunan RS Indonesia, relawan MER-C Indonesia berkesempatan menghadiri peringatan Mavi Marmara dengan tidak lupa memakai atribut lengkap dan membawa bendera Merah putih. Pekerjaan arsitektur RSI yang terus berjalan dan ME (Mechanical Electrical) yang telah mencapai pembuatan AC, membuat relawan harus terus berkonsentrasi terhadap amanah pekerjaan mereka. Tetapi bukan khas relawan RSI jika tidak mengisi waktu libur hari Jum’at dengan hal-hal yang bermanfaat seperti menghadiri acara seperti ini jika memang bertepatan waktunya.

MER-C Luncurkan Gerakan 50 Ribu untuk RS Indonesia di Gaza

Jakarta (SI ONLINE) – Setelah gerakan Rp 20 ribu perorang untuk pembangunan fisik RS Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, kini MER-C meluncurkan gerakan Rp 50 ribu per orang untuk pengadaan alat kesehatan dan interior RSI. Selain gerakan untuk perorangan, MER-C juga meluncurkan Proposal Alat Kesehatan Ruangan RSI yang ditujukan bagi perusahaan dan instansi dalam negeri yang ingin berpartisipasi. Semua ini adalah bagian dari komitmen MER-C untuk menyelesaikan amanah pembangunan RSI sebagai bukti cinta rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. “Respon rakyat Indonesia pada program Rp 20 ribu per orang untuk RSI sangat besar. Dukungan dan donasi datang dari berbagai kalangan masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Dengan donasi tersebut, pembangunan fisik RSI bisa terus berlangsung hingga saat ini,” papar dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, Presidium MER-C. Progress RSI sendiri sudah dalam tahap 2 berupa pekerjaan arsitektur dan ME (mechanical electrical). Pekerjaan tahap ini dilakukan oleh 33 relawan Indonesia yang seluruhnya unpaid volunteers. Pembangunan RSI direncanakan selesai pada akhir tahun 2013. Ikhtiar selanjutnya adalah pengadaan alat kesehatan dan interior rumah sakit. Berdasarkan perhitungan Tim Relawan Alkes RSI, dana yang dibutuhkan untuk melengkapi RSI sebagai sebuah RS Traumatologi dan Rehabilitasi mencapai Rp 65 Milyar. Untuk itu, MER-C meluncurkan kembali gerakan rakyat untuk RSI, kali ini sebesar Rp 50 ribu per orang. “MER-C menutup bantuan asing untuk program RSI karena kami ingin RSI sebagai simbol persaudaraan Indonesia dan Palestina benar-benar murni dari rakyat Indonesia. Kami juga yakin kita rakyat Indonesia mampu mewujudkan amanah ini,” tegas dr. Sarbini, Ketua Presidium MER-C. Be a part of History… Dukungan bagi program ini dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0153678 BSM, 700.1352.061 a.n Medical Emergency Rescue Committee Red: Syaiful Sumber: www.mer-c.org  Sumber : http://www.suara-islam.com/read/index/7294/MER-C-Luncurkan-Gerakan-50-Ribu-untuk-RS-Indonesia-di-Gaza

MER-C Luncurkan Gerakan Rp 50 ribu/orang untuk Alkes RSI

Jakarta – Setelah gerakan Rp 20 ribu perorang untuk pembangunan fisik RS Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, kini MER-C meluncurkan gerakan Rp 50 ribu per orang untuk pengadaan alat kesehatan dan interior RSI. Selain gerakan untuk perorangan, MER-C juga meluncurkan Proposal Alat Kesehatan Ruangan RSI yang ditujukan bagi perusahaan dan instansi dalam negeri yang ingin berpartisipasi. Semua ini adalah bagian dari komitmen MER-C untuk menyelesaikaan amanah pembangunan RSI sebagai bukti cinta rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.                           “Respon rakyat Indonesia pada program Rp 20ribu per orang untuk RSI sangat besar. Dukungan dan donasi datang dari berbagai kalangan masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Dengan donasi tersebut, pembangunan fisik RSI bisa terus berlangsung hingga saat ini,” papar dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, Presidium MER-C. Progress RSI sendiri sudah dalam tahap 2 berupa pekerjaan arsitektur dan ME (mechanical electrical). Pekerjaan tahap ini dilakukan oleh 33 relawan Indonesia yang seluruhnya unpaid volunteers. Pembangunan RSI direncanakan selesai pada akhir tahun 2013. Ikhtiar selanjutnya adalah pengadaan alat kesehatan dan interior rumah sakit. Berdasarkan perhitungan Tim Relawan Alkes RSI, dana yang dibutuhkan untuk melengkapi RSI sebagai sebuah RS Traumatologi dan Rehabilitasi mencapai Rp 65 Milyar. Untuk itu, MER-C meluncurkan kembali gerakan rakyat untuk RSI, kali ini sebesar Rp 50 ribu per orang. “MER-C menutup bantuan asing untuk program RSI karena kami ingin RSI sebagai simbol persaudaraan Indonesia dan Palestina benar-benar murni dari rakyat Indonesia. Kami juga yakin kita rakyat Indonesia mampu mewujudkan amanah ini,” tegas dr. Sarbini, Ketua Presidium MER-C.   Be a part of History… Dukungan bagi program ini dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0153678 BSM, 700.1352.061 a.n Medical Emergency Rescue Committee

Silahkan bertanya?