MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Bertemu Dubes Palestina Sampaikan Rencana Pembangunan Poli Spesialis RS Indonesia

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad bertemu dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, Kamis/24 Juni 2021. Bertempat di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, dalam pertemuan tersebut Ketua Presidium MER-C menyampaikan rencana pembangunan Poli Spesialis RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Jalur Gaza bagian Utara. “Kami menjadikan program di Palestina sebagai program yang berkelanjutan, terus menerus. Kami fokus pada pembangunan rumah sakit di Palestina, terutama di Jalur Gaza,” ungkap Sarbini. “Alhamdulillah RS Indonesia di Gaza sudah beroperasional dan insya Allah ke depan kami akan membangun poli spesialis yang akan dibangun di depan RS Indonesia. Tanah wakaf untuk pembangunan Poli Spesialis sudah kami terima seluas kurang lebih 7.000 meter persegi,” tambahnya. Untuk merealisasikan rencana tersebut, menurutnya, MER-C akan mengirimkan Tim Medis dan Tim Insinyur ke Jalur Gaza guna melakukan penjajakan pembangunan poli spesialis RS Indonesia. Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun menyampaikan apresiasinya terhadap upaya-upaya yang telah dilakukan oleh MER-C Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh MER-C Indonesia berupa pembangunan fasilitas kesehatan untuk kemaslahatan warga Palestina, terlebih setelah serangan Israel terhadap Palestina dan rakyat sipil,” ujarnya. Duta Besar Palestina selanjutnya menegaskan dukungannya pada program ini dan akan melakukan yang terbaik untuk dapat memfasilitasi rencana pengiriman Tim MER-C ke Jalur Gaza guna terwujudnya rencana tersebut. Sebelumnya, pada tahun 2019 – 2020, MER-C telah menyelesaikan pembangunan tahap 2 RS Indonesia, yaitu pembangunan 2 lantai tambahan berupa lantai 3 dan lantai 4 RS Indonesia. Saat ini, MER-C tengah melakukan proses pengadaan alat kesehatan untuk kedua lantai tersebut. Sebagai wujud komitmen jangka panjang untuk Palestina, pengembangan RS Indonesia akan terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan, rencana terdekat adalah pembangunan Poli Spesialis yang posisinya akan berada di depan bangunan RS Indonesia saat ini. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait rencana ini terus dilakukan. Sarbini berharap izin untuk Tim MER-C dapat segera didapat dan Tim bisa berangkat dalam waktu dekat.

Qurban Peduli Gaza 2021

MER-C melalui Cabangnya di Jalur Gaza insya Allah siap menjalankan niat Bpk/Ibu/Sahabat yang ingin berqurban untuk  saudara-saudara kita di  Gaza – Palestina. Harga Hewan Qurban :???? Domba Kambing = Rp. 5.500.000,-???? Sapi = Rp. 33.500.000,- Konfirmasi : Call Center MER-C :0811990176 (Telp/wa) Rekening Program Qurban MER-C:BSM, Cab. TangerangNo. Rek. 700.2905.803A/n. Medical Emergency Rescue Committee – Batas akhir pentransferan hari Rabu, 15 Juli 2021 “Maka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Daging daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Al Hajj : 36-37) Wassalam,MER-C Indonesiawww.mer-c.org Info:Facebook : MER-C IndonesiaInstagram : @mercindonesiaTwitter : @mercindonesiaYoutube : MER-C Indonesia #qurbanpeduligaza #savegaza#savepalestine#mercgaza#mercindonesia#qurbangaza#donasipalestine#donasigaza#donasigazapalestina#amanahbagikemanusiaan

Bagaimana Menyalurkan Solidaritas dan Membangun RS di Palestina ?

Serangan Israel di penghujung bulan Ramadan dan Idul Fitri terhadap Palestina membangkitkan reaksi warga negara Indonesia dan Internasional. Solidaritas dunia diwujudkan dalam bentuk kepedulian ingin membantu donasi kepada Palestina. Hal tersebut membutuhkan wadah penyaluran bantuan yang amanah dan memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai. Untuk menyalurkan bantuan ke Palestina tidaklah mudah, apalagi ke Gaza. MER-C membutuhkan waktu 5 tahun untuk merampungkan pembangunan RS Indonesia di Gaza sampai diresmikan pada tahun 2016 oleh Pak Jusuf Kalla sebagai wakil dari pemerintah. Hingga kini genap 5 tahun RS Indonesia di Gaza memberikan banyak manfaat bagi warga Gaza untuk menolong korban-korban konflik dan peperangan. Suka duka pembangunan RS Indonesia di Gaza begitu mewarnai perjuangan relawan MER-C. Mulai dari pengumpulan donasi yang berasal dari seluruh rakyat Indonesia baik yang miskin hingga yang kaya, dari majlis taklim, ibu-ibu arisan, tabligh akbar, hingga gereja-gereja ikut mendonasikan. Kisah-kisah anak-anak sekolah SD, SMP yang mengumpulkan uang recehan untuk disumbangkan, tukang-tukang kaki lima yang ikut menggalang dana demi terwujudnya RS Indonesia di Gaza. Pembangunan RS Indonesia adalah pertolongan Allah SWT semata, bukan karena kehebatan manusia. Tak terbayangkan membangun RS di Gaza, suatu tempat yang diisolasi dan penuh dengan konflik. Untuk masukpun tidak mudah apalagi membangun RS. Untuk datangnya pertolongan Allah SWT tersebut tentu ada syaratnya, keikhlasan, kesungguhan, upaya keras, menjaga amanah harus dilakukan. Para sukarelawan harus “stay” di dalam 1 – 2 tahun untuk melakukan dan mengawal proses pembangunan. Proses pembangunan dimulai dengan melakukan lobi yang alot kepada pemerintah Palestina di Gaza. Rasa curiga warga Gaza yang tinggi terhadap orang asing yang baru masuk membuat upaya tidak mudah. Bisa dipahami mengapa rasa curiga mereka tinggi. Selain banyak spionase yang menyamar organisasi kemanusiaan, juga banyaknya orang-orang yang “jualan” penderitaan rakyat Gaza untuk menarik donasi tanpa jelas penyaluran amanahnya. Mereka ini para broker, bisa perorangan solo karir, bisa juga berupa organisasi. Sementara itu mereka tahu bahwa animo warga dunia untuk membantu Palestina sangat besar, namun tidak bisa masuk ke Gaza atau Palestina. Alhamdulillah MER-C sudah melalui ujian tersebut dan mendapatkan tempat di hati warga Gaza, karna wujud nyata bantuan berupa RS megah di Gaza. Untuk mendapatkan tanah tempat dibangunnya RS juga memerlukan lobi yang alot. Tidak akan bisa kalau kita hanya transfer dana mempercayakan kepada orang lokal untuk mewujudkan RS. Tarik menarik, tawar menawar mulai dari posisi tanah, status tanah, tender pekerjaan dll harus dihadapi dengan keteguhan hati dan tekad membaja. Setiap pekerjaan harus dikawal sendiri oleh para sukarelawan, walaupun ada juga memperkerjakan orang lokal Akhirnya alhamdulillah di penghujung tahun 2015 RS tersebut rampung, menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Jadi sebagai hikmah pelajarannya dalam mendonasikan dan membangun apapun di Palestina : 1. Harus “stay” di dalam Palestina, mengawal2. Jangan menggunakan broker-broker solo karir tanpa audit atau organisasi yang banyak beriklan sementara tidak ada wujud nyata bantuan3. Mengetahui situasi geopolitik di Palestina, status kepemilikan tanah dll4. Berjamaah, bahu membahu dengan para sukarelawan5. Niat ikhlas, tangguh dan istiqomah Semoga niat-niat baik rakyat Indonesia dalam membantu warga Palestina bisa terealisasikan dengan baik dan amanah. Dan mudah-mudahan para dermawan yang mendonasikan untuk pembangunan RS Indonesia di Gaza mendapat pahala selayaknya para pejuang Palestina Aamiin YRA Salam Kemanusiaan Dr. Yogi Prabowo, SpOTPendiri, Presidium dan Relawan MER-C

Kami Bersama Palestina, Stop Agresi Israel Sekarang Juga

Siaran Pers Penghujung bulan suci Ramadhan yang mulia sedianya dilalui dengan khidmat dan sukacita menyambut hari kemenangan. Namun, bulan yang sakral bagi umat muslim di seluruh dunia kembali dinodai dengan serentetan aksi brutal yang dilakukan pasukan Israel terhadap warga sipil Palestina. Jum’at/7 Mei 2021, pasukan zionis Israel melakukan penyerangan terhadap jamaah sholat tarawih di kompleks situs suci Masjid Al-Aqsa dan pengusiran serta penggusuran pemukiman warga Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Aksi brutal ini telah menyebabkan ratusan warga sipil mengalami luka-luka. Kami mengutuk keras aksi brutal Israel dan menyatakan bahwa tindakan ini sebagai penghinaan terhadap umat muslim di dunia dan penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Tidak hanya wilayah Palestina di Tepi Barat, Senin/10 Mei 2021 di kala warga Gaza bersiap untuk berbuka puasa, pasukan zionis Israel membombardir Jalur Gaza, Palestina. Serangan merata pada wilayah Gaza Utara hingga Gaza Selatan. Sampai dengan Selasa malam/11 Mei 2021, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza merilis jumlah korban akibat serangan Israel mencapai 28 orang, termasuk 10 orang diantaranya adalah anak-anak dan satu wanita, semantara 152 orang lainnya mengalami luka-luka. Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, yang berjarak sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel menjadi rumah sakit rujukan untuk korban-korban agresi Israel di Gaza Utara. Korban jiwa dan luka sejak Senin malam (10 Mei 2021) berdatangan ke RS Indonesia untuk mendapatkan penanganan medis. Pagi hari ini (12 Mei 2021) kami mendapat informasi dari Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza bahwa serangan Israel menyasar sebidang tanah di sebelah Rumah Sakit Indonesia di provinsi utara Jalur Gaza yang berdampak kerusakan sebagian pada ruang administrasi Rumah Sakit Indonesia.Untuk itu, MER-C Indonesia menyatakan : 1.    Mengutuk serangan Israel terhadap warga sipil di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Palestina, terlebih serangan ini dilakukan di bulan suci Ramadhan; 2.    Mengutuk serangan terhadap Palestina yang berdampak pada kerusakan, khususnya Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang merupakan darah bangsa Indonesia yang diperuntukkan bagi rakyat Palestina; 3.    Menuntut dihentikannya segala bentuk agresi terhadap Palestina; 4.    Jika eskalasi terus meningkat, MER-C siap mengirimkan Tim Bedah ke Jalur Gaza, Palestina untuk memberikan bantuan kepada para korban. Jakarta, 12 Mei 2021 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua Presidium MER-C   Pernyataan Pers selengkapnya : https://youtu.be/CpB-ht6AdBQ Info:www.mer-c.orgCall Center : 0811 99 0176Facebook & Youtube : MER-C IndonesiaInstagram & Twitter : @mercindonesia #savealaqsa#savesheikhjarrah#savegaza#savepalestine#mercgaza#mercindonesia#rsindonesiagaza —————— Rekening Donasi Amanah Kemanusiaan Gaza, Palestina : BCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 Bank Syariah Mandiri (BSM), 700.290.5803 Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee

Berpulangnya Ir. Ahmad fauzi Salah satu Insinyur Pembangunan RS Indonesia di Gaza dan Myanmar

Siap sedia ketika tugas kemanusiaan datang memanggil…Kapanpun…Dimanapun…Menunaikan tugas-tugas kemanusiaan yang diberikan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab… Hal ini dibuktikan dengan…Sekian tahun menjadi relawan di wilayah konflik dan terblokade Gaza Palestina untuk Pembangunan RS Indonesia…Dilanjutkan dengan sekian tahun menjadi relawan di wilayah konflik Rakhine State Myanmar untuk Pembangunan RS Indonesia di sana. Inna lillaahi wa inna ilaihi roojiuun Di hari yang baik dan bulan yang mulia, Rabb mu memanggilmuSalah satu sahabat terbaik dan relawan terbaik yang pernah kami miliki Ir. Ahmad Fauzi Relawan untuk Pembangunan Tahap 1 RS Indonesia di Gaza – Palestina Relawan untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar Pada hari Jum’at/23 April 2021, pkl. 13.15 waktu setempatdi ICU RS Kanuyoso, Balikpapan, Kalimantan Timur Engkau telah menyelesaikan tugasmu di duniaKami menjadi saksi atas kebaikan-kebaikan yang telah engkau lakukanSemoga akan terus bermunculan sosok-sosok sepertimu yang selalu peduli kepada sesama yang membutuhkan Insya Allah Rumah Sakit Indonesia yang telah kau bangun akan terus memberi manfaat dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir Hanya doa yang dapat kami panjatkan semoga Allah SWT merahmatimu dan memberikan tempat yang mulia di Syurga-Nya InfoWebsite : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesiaTweeter : @mercindonesiaYoutube : MER-C Indonesia

Ramadhan di Tengah Pandemi di Gaza

Ramadhan adalah bulan mulia yang dinanti semua umat muslim di dunia, tak terkecuali umat muslim di Jalur Gaza, Palestina. Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, warga Gaza menyambut Ramadhan kali ini masih dengan berbagai krisis kemanusiaan yang melanda akibat blokade. Harga kebutuhan pokok meningkat. Beberapa warga yang masih cukup mampu, menghias rumah-rumah mereka dengan lampion Ramadhan dan lampu-lampu tali. Dari sektor keamanan masih kondusif. Tidak ada serangan meski pesawat tempur tanpa awak milik zionis Israel masih terus beroperasi di langit Gaza selama 24 jam.   Tidak hanya krisis kemanusiaan, ramadhan di Gaza juga diwarnai dengan jumlah kasus Covid-19 yang masih terus bertambah. Per tanggal 21 April 2021, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza merilis penambahan kasus baru di Gaza dalam 24 jam terakhir sebanyak 1.268 sehingga total kasus Covid-19 terkonfirmasi di Gaza sebanyak 93.910. Sementara kasus aktif 19.178, sembuh 73.924 dan sebanyak 808 meninggal dunia.   Relawan MER-C di Gaza, Reza Aldilla Kurniawan menyampaikan bahwa Pemerintah Palestina di Gaza kembali menerapkan sejumlah pembatasan kepada warganya untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayah ini. Pembatasan yang diterapkan diantaranya pemberlakuan aturan jam malam untuk kendaraan bermotor selepas shalat maghrib setiap hari. Bahkan pada hari Jum’at dan Sabtu, penggunaan kendaraan bermotor dihentikan secara total. “Warga hanya boleh berkeliaran ke luar rumah tanpa kendaraan,” ujarnya.   Sementara aktifitas ibadah di masjid untuk Ramadhan tahun ini masih diperbolehkan. “Pemerintah membolehkan warga sholat berjamaah di masjid dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu shaf berjarak, menggunakan masker dan membawa sajadah dari rumah,” ungkap Reza. Hal ini dimanfaatkan Reza dan dua relawan Indonesia lainnya untuk shalat taraweh berjamaah di masjid terdekat dengan Wisma dr. Joserizal Jurnalis, SpOT yang mereka tempati, yaitu masjid Glebo yang berjarak sekitar 200 meter dari Wisma.

Selalu Ada Jalan Keluar

Catatan Dokter Ben Sejarah membuktikan bahwa MER-C berangkat dengan semangat dan ketulusan. Dua kata itulah yang telah menjadi energi MER-C dalam mengukir sebagian sejarah panjang anak bangsa ini. Banyak kisah-kisah inspiratif yang MER-C alami. Kisah ini saya angkat kembali untuk memotivasi kita semua dalam menapaki tantangan ke depan yang terus kita jalani. Sebagai NGO yang kenyang dengan asam garam perjuangan, sudah tentu memberikan terbaik dalam segenap aktivitas kemanusiaan baik suasana terencana ataupun tidak. Sering langkah berani yang MER-C ambil membuat mata susah merem. Langkah berani MER-C yang paling spektakuler adalah membangun rumah sakit di Palestina.       Bangunan Tahap 1 RS Indonesia di Gaza, Palestina          Awalnya banyak yang menyebutkan ini langkah impossible, membangun sebuah rumah sakit di tanah yang penuh pergolakan yang tidak berujung penyelesaian. Keputusan sudah diambil, janji sudah dibuat, MOU sudah ditandatangani dengan Palestina. Layar sudah dikembangkan, bahtera pantang berlabuh. Pak Faried Thalib dan Pak Idrus M. Alatas, komandan lapangan yang nekat dan inspiratif membuat kami yakin pekerjaan besar ini akan bisa dan mungkin diselesaikan. Dalam perjalanan suka duka bersama kami alami. Bagaimanapun dana menjadi penyambung proyek besar ini. Dengan modal hanya Rp 10 Milyar dan biaya rumah sakit diperkirakan mencapai Rp 110 M, sungguh membuat jantung berdegub kencang. Sebagai orang lapangan, Pak Faried yang langsung berinteraksi dengan kontraktor Palestina dan mereka tidak mau tahu tentang kesulitan keuangan yang MER-C alami. Dalam kepusingan tiba-tiba beliau meminta rapat presidium mendadak karena ada hal krusial yang harus diputuskan saat itu juga. Dengan pasti dan tanpa panjang lebar beliau menegaskan, “Saya mau hutang Rp 15 milyar ke seorang pengusaha besar, dia sahabat dekat saya. Nanti MER-C yang bayar, kalau MER-C tidak sanggup, saya dan dr. Jose yang akan tanggung jawab.” Terjadi diskusi antara kami apakah menerima tawaran ini atau tidak. Keputusan rapat akhirnya menerima keinginan ini dengan segenap pertimbangan. Tapi sejarah berkata lain. Takdir Allah, rencana itu tidak pernah terwujud sampai rumah sakit diresmikan. Lima hari kemudian tiba-tiba Israel menyerang Gaza. Serangan begitu dahsyat  dan lama. Pemberitaan perang begitu masif. Korban sipil berjatuhan. Dunia internasional mengutuk kebiadaban Israel. Simpati dalam negeri begitu besar. Tak disangka donasi rumah sakit yang awalnya lambat dan sedikit, tiba-tiba donasi masif. Di Gaza, hanya ada relawan MER-C yang sedang membangun rumah sakit, maka mayoritas donasi rakyat Indonesia ditujukan ke Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza. Dalam waktu singkat, dana yang dibutuhkan untuk bangun RSI tercukupi. Jadi ingat firman Allah SWT dalam Al-Qur’an : “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. 94:5). Sejarah membuktikan bahwa MER-C berangkat dengan semangat dan ketulusan. Dua kata itulah yang telah menjadi energi MER-C dalam mengukir sebagian sejarah panjang anak bangsa ini. 26 November 2020dr. Sarbini Abdul MuradKetua Presidium MER-C    

Kepulangan 19 Relawan MER-C Al-Fatah dalam Misi Pembangunan RS Indonesia (RSI) Tahap 2 di Gaza, Palestina

PRESS RELEASE   Sebanyak 19 relawan dari lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tiba di tanah air pada Selasa, 29 September 2020 pukul 13.30 WIB. Para relawan kembali ke tanah air usai menunaikan tugas selama lebih dari 1,5 tahun di Jalur Gaza, Palestina untuk pembangunan tahap 2, yaitu membangun lantai tiga dan empat- Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Sebelumnya, sembilan relawan sudah tiba di tanah air terlebih dahulu pada pertengahan Agustus 2020 lalu. Kepulangan mereka disambut oleh Presidium MER-C, Ir. Faried Thalib dan dr. Arief Rachman, SpRad serta Imaam Yakhsyallah Mansur dan tim dari pondok pesantren Al-Fatah, Bogor. Tim relawan pembangunan tahap 2 RS Indonesia berangkat ke Jalur Gaza pada Februari 2019 silam, dilepas oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Seluruh relawan berasal dari jaringan pondok pesantren Al-Fatah yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka berasal dari beberapa daerah seperti Lampung, Palembang, Medan (Sumatera Utara), Pontianak (Kalimantan Barat), Samarinda (Kalimantan Timur) dan Wonogiri, Jawa Tengah. Berikut adalah nama-nama relawan yang pulang pada hari ini: 1.    Ir. Edi Wahyudi Darta2.    Abdul Hadi Bujang3.    Ade Jalaluddin Didi4.    Agus Manja Husaini5.    Agus Supriyono6.    Edy Siswanto7.    Mustaqim Darkan8.    Nasrullah Saukani9.    Osamah Dakam M10.    Parmo Abdurrahman11.    Sobar Muslim12.    Sumadi13.    Wahyo14.    Jamari Tamrin15.    Luthfi Paimin16.    Miyanto Modo17.    Muhamad Gulam18.    Mulkan Muhamad19.    Mulyadi bin Sono Menyusul pembangunan fisik lantai 3 dan 4- RS Indonesia yang sudah selesai, proses pengadaan alat kesehatan dan furniture RS Indonesia telah dimulai untuk mengisi dua lantai tambahan tersebut. Sementara itu, saat ini sebanyak tiga relawan Indonesia masih berada di Jalur Gaza menunggu tim lanjutan datang dari Indonesia. Jakarta, 29 September 2020MER-C Indonesiawww.mer-c.orgCall Center : 0811990176

RS Indonesia di Gaza jadi Rujukan Pasien COVID-19

Gaza, MINA – Melonjaknya jumlah kasus Covid-19 di jalur Gaza menyebabkan Rumah Sakit Indonesia yang belum rampung pembangunannya menjadi rumah sakit rujukan bagi pasien positif COVID-19. Ir. Edy Wahyudi Site Manager Pembangunan RS Indonesia tahap dua yang saat ini berada di Gaza mengatakan, sejak meletusnya serangan berupa virus secara tiba-tiba dan jatuhnya 100 korban positif hanya dalam waktu satu malam di luar karantina di jalur gaza yaitu pada hari Selasa 25 Agustus lalu, maka pihak Manajemen Rumah Sakit meminta lantai tiga RS Indonesia yang belum diserahterimakan oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kepada Kementrian Kesehatan Gaza. “Awalnya hanya dua ruangan yang diminta tetapi begitu ada ledakan jumlah korban serangan virus COVID-19 yang begitu besar akhirnya hampir seluruh lantai tiga RS Indonesia diminta untuk digunakan,” ujar Edy kepada MINA pada Jumat (4/9). “Petugas RS Indonesia baik dokter dan paramedis terus bekerja siang dan malam menerima masyarakat yang sempat berinteraksi dengan korban meninggal akibat COVID-19,” tambahnya. Edy juga mengatakan, saat ini petugas kesehatan RS Indonesia sedang mengalami kelelahan karena harus menangani pasien selama 24 jam. Setidaknya dua dokter, satu paramedis dan satu petugas kebersihan dari RS Indonesia juga terinfeksi COVID-19. Data dari Kementerian Kesehatan  Sektor Gaza per Kamis (3/9), Jumlah sampel baru yang diperiksa ada 1421 sampel, sekitar 98 orang  terinfeksi dalam 24 jam terakhir, total kumulatif terinfeksi 581 kasus orang, pasien sembuh 76 orang dan Kematian 5 orang (4 dari dalam masyarakat dan 1 dari yang kembali). RS Indonesia di Gaza merupakan inisiasi Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang dalam pembangunannya bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia. Pada Pembangunan tahap kedua, sebanyak 31 relawan dikirimkan ke Jalur Gaza. (L/R7/P2) Sumber : https://minanews.net/rs-indonesia-di-gaza-jadi-rujukan-pasien-covid-19/

Direktur RSI di Gaza Melepas Relawan Pulang ke Indonesia

Gaza, MINA – Dalam acara pelepasan dan penghormatan kepada sembilan relawan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza yang akan kembali ke Tanah Air, Direktur RSI Dr. Sauqi Ibrahim Salim menyampaikan sejumlah pesan. “Kita telah dapat bahu-membahu bekerja sama hingga dapat mewujudkan RSI ini hingga membawa manfaat luas. Nama RSI ini dan segenap orang yang terlibat dalam pembangunannya akan selalu dikenang oleh warga Gaza, dulu, sekarang dan yang akan datang, bahkan akan disebut hingga di akhirat,” kata Salim kepada para relawan, Ahad (5/7). Pada kesempatan itu, ia juga menyatakan bahwa sukarelawan harus saling memaafkan atas segala kesalahan yang mungkin terjadi selama mereka bersama-sama di Gaza, Palestina, yakni selama 1,5 tahun. “Tidak lupa kami atas nama RSI dan segenap karyawan menyampaikan terimakasih atas kehadirannya di sini. Jazakumullahu khaira dan teriring doa, semoga perjalanannya Allah mudahkan bertemu dengan keluarga dalam keadaan selamat sentosa, khusus untuk Paidi bin Kromojoyo, semoga diberi kesabaran dan istri yang telah berpulang dirahmati oleh Allah dan husnul khatimah,” katanya, merujuk kepada relawan yang istrinya baru saja meninggal di kampung halaman. “Semoga kita bersama dapat segera shalat di Masjidil Aqsha dalam keadaan merdeka. Aamiin. Orang menganggap kemerdekaan ini masih jauh tapi mungkin Allah melihatnya telah dekat,” tambahnya. Direktur RSI itu juga mendoakan empat relawan yang ditinggal meninggal orang yang dicintainya saat dalam tugas di Gaza, Palestina. Mereka yang meninggal adalah ibunda relawan Ir. Edy Wahyudi dan Lutfi, ayah Sodikin dan istri Paidi. (L/RI-1/P2) Sumber : https://minanews.net/pesan-ditektur-rsi-di-gaza-saat-melepas-relawan-indonesia/

Silahkan bertanya?