Metro TV Siap Kawal Program Kemanusiaan MER-C

Jakarta – Medical Emergency Rescue Committee MER-C melakukan kunjungan ke Kantor Metro TV pada Selasa (13/5). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam program-program kemanusiaan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV, Erwin Setiawan, menyatakan kesiapan Metro TV untuk terus mendukung dan mengawal program kemanusiaan yang dijalankan MER-C. “Mudah-mudahan MER-C selalu diberi kemudahan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaannya, dan Metro TV siap mengawal setiap bantuan kemanusiaan yang akan dijalankan,” ujarnya. Erwin juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin cukup lama antara Metro TV dan MER-C dalam berbagai misi kemanusiaan. “Kita tahu MER-C sudah besar dalam dunia kemanusiaan. Kita sudah ke mana-mana bersama MER-C—ke Afghanistan, Gaza, Somalia, dan lainnya. Hal itu menunjukkan bahwa standing point kita sejalan di bidang kemanusiaan,” tambahnya. Presidium MER-C, dr. Tonggo Meaty Fransisca, dalam kesempatan tersebut memaparkan sejumlah program kemanusiaan yang tengah dijalankan oleh MER-C, terutama di Jalur Gaza. dr. Meaty, yang baru saja kembali dari tugas kemanusiaan di Gaza pada akhir April lalu, membagikan kisahnya saat bertugas di tengah agresi yang masih berlangsung. MER-C berharap kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama yang sudah terjalin dan mendorong kolaborasi yang lebih baik ke depannya. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Dept. Head News Talent Metro TV Indra Maulana, Manajer Peliputan Pramono, Produser News Hadiah, Wartawan Senior Desi Fitriani, serta Public Relations Metro TV Azalea A. Natasya Anien. Sementara dari Tim MER-C hadir pula Presidium dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.O.T., SubSp.C.O.(K), M.A.R.S., serta tim Humas Riny Nurmarita dan Natasya Hikma Kamila. Selengkapnya :
Serangan Bom Kembali Hantam Area Dekat RS Indonesia, Lebih dari 15 Syahid dan Puluhan Luka Berat

Gaza — Bom besar penjajah Israel dilaporkan menghantam sebuah masjid kecil yang digunakan sebagai tempat penampungan pengungsi UNRWA di wilayah At-Taubah, Gaza, Kamis (15/5). Masjid yang terletak sekitar 500 meter dari Rumah Sakit Indonesia menyebabkan sedikitnya lebih dari 15 orang syahid dan 20 lainnya mengalami luka berat. Serangan terjadi hanya berselang sekitar tiga jam setelah bom pertama dijatuhkan di lokasi lain, sekitar 200 meter dari RSI. Beruntung, dalam insiden pertama tidak ada korban jiwa karena warga di sekitar lokasi telah lebih dulu mengungsi ke daerah yang dianggap lebih aman. Namun, serangan kedua yang menyasar masjid ini menyebabkan korban berjatuhan. ——————————————— Bomb Attack Hits Area Near Indonesia Hospital Again, Over 15 Martyred and Dozens Seriously Injured Gaza – A large bomb reportedly struck a small mosque used as a UNRWA refugee shelter in the At-Taubah area of Gaza on Thursday (15/5). The mosque, located approximately 500 meters from the Indonesia Hospital, resulted in at least 15 people martyred and 20 others seriously injured. The attack occurred just three hours after the first bomb was dropped in another location, about 200 meters from the Indonesia Hospital. Fortunately, there were no fatalities in the first incident as residents in the surrounding area had already evacuated to safer locations. However, the second attack targeting the mosque resulted in numerous casualties. Selengkapnya: – https://www.instagram.com/p/DJrQiSYTfV5/?img_index=1
Ledakan Besar Hantam Area Sekitar Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Warga Panik

BREAKING NEWS Pada tanggal 15 Mei 2025, sebuah ledakan besar terjadi sekitar 200 meter dari Rumah Sakit Indonesia (RSI) di daerah Tal Zataar. Ledakan ini diduga akibat serangan penjajah yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Meskipun belum ada laporan tentang korban jiwa, ledakan ini menyebabkan kerusakan pada beberapa jendela di Wisma Joserizal. Sebelumnya, penjajah telah mengeluarkan perintah peringatan evakuasi di daerah sekitar Tal Zataar, termasuk RSI dan Wisma, sehingga warga setempat segera bergegas keluar dari rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman. Situasi ini tentu sangat mengkhawatirkan dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga. —————————————————— BREAKING NEWS Massive Explosion Hits Area Around Indonesia Hospital in Gaza On May 15, 2025, a massive explosion occurred approximately 200 meters from the Indonesia Hospital (RS Indonesia) in the Tal Zataar area. The explosion is suspected to be the result of an occupation forces’ attack that occurred several hours earlier. Although there are no reports of casualties, the explosion caused damage to several windows at Wisma Joserizal. Prior to the explosion, the occupation forces had issued an evacuation warning in the surrounding area, including Indonesia Hospital and Wisma, prompting residents to quickly leave their homes in search of safer locations. This situation is certainly alarming and has caused panic among residents. Selengkapnya : – https://www.instagram.com/p/DJrEwoTzlOQ/?img_index=1
50 Jenazah Syuhada Dimakamkan dengan Layak: Tim Pemulasaran RS Indonesia, Gaza

Di tengah sistem kesehatan yang nyaris lumpuh akibat agresi dan blokade penjajah Israel, Rumah Sakit Indonesia terus berjuang menangani para korban, baik yang terluka maupun yang syahid. Terbaru, sebanyak 50 jenazah syuhada dari serangan brutal di Kamp Jabalia pada Rabu (13/5) dievakuasi ke RS Indonesia. Dengan segala keterbatasan, tim pengurus jenazah berusaha agar mereka dimakamkan secara layak. Abu Utsman, salah satu tim pemulasaran jenazah RS Indonesia, menyampaikan terima kasih kepada MER-C dan masyarakat Indonesia atas perhatian dan bantuan yang diberikan, terutama bantuan ruang penyimpanan dan pemulasaran jenazah. Selain itu, MER-C juga baru saja mengirimkan 710 lembar kain kafan yang sangat dibutuhkan di tengah kelangkaan dan harga yang tinggi. Selengkapnya :
Serangan Brutal di Kamp Jabalia, Puluhan Korban Syahid dan Luka-luka Dilarikan Ke RS Indonesia

BREAKING NEWS Gaza — Sedikitnya 50 warga Gaza dilaporkan syahid dan 54 orang lainnya mengalami luka berat akibat serangan udara terbaru penjajah Israel di Kamp Jabalia, Gaza utara, Rabu (14/5). Seluruh korban serangan yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak dievakuasi ke Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia, Gaza utara. Jenazah para syuhada disemayamkan dan dikafani di ruang jenazah yang berada di depan Wisma Joserizal Jurnalis. Serangan di Kamp Jabalia ini menimbulkan duka mendalam di tengah keterbatasan pasokan medis dan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Salah satu staf lokal MER-C mengatakan, sebelumnya juga terjadi pembantaian besar di Khan Yunis, dekat Rumah Sakit Eropa. Ia menambahkan, saat ini tim pertahanan sipil dilarang melakukan penyelamatan di daerah yang diserang. Pasukan Israel memberlakukan blokade udara yang ketat dan mengklaim bahwa ini adalah operasi pembunuhan besar. “Blokade udara ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari untuk memastikan target operasi benar-benar tewas. Kemungkinan akan ada kemajuan pasukan darat dan pengepungan total daerah tersebut,” ujarnya.
Kolaborasi MER-C Medan dan TBM FK UMSU dalam Meningkatkan Kapasitas Penanganan Bencana

Medan — Relawan MER-C Indonesia Cabang Medan turut berperan sebagai pemateri dan pelatih dalam kegiatan “SALVAGE – First Step to Save” yang diselenggarakan oleh Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FK UMSU) pada Minggu, 11 Mei 2025. Dalam kegiatan ini, sebanyak 53 calon anggota TBM FK UMSU dibimbing langsung oleh relawan MER-C Medan. Materi pelatihan meliputi manajemen bencana (Disaster Management), Bantuan Hidup Dasar (BHD), evakuasi dan transportasi pasien, serta triase bencana. Para relawan juga melakukan observasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan simulasi bencana yang dilakukan oleh peserta. MER-C Medan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan TBM FK UMSU atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada relawan MER-C untuk berperan sebagai pemateri dalam kegiatan Simulasi Bencana ini. Semoga kolaborasi ini dapat memberikan manfaat yang besar dan berkelanjutan kedepannya.
Liaison Officer EMT MER-C Pulang ke Tanah Air Usai Setahun Jalankan Misi Kemanusiaan di Gaza

Jakarta – Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT) MER-C, Marissa Noriti, tiba di Indonesia pada Ahad (11/5), usai setahun menjalankan misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina. Sejak agresi militer pecah pada 7 Oktober 2023, Marissa telah beberapa kali memasuki wilayah Gaza guna mendukung pelaksanaan program-program kemanusiaan MER-C, termasuk pengiriman relawan medis ke wilayah tersebut. Marissa pertama kali masuk ke Jalur Gaza pada 18 Maret 2024. Setelah sempat pulang ke Indonesia, ia kembali bertugas dan memasuki Gaza untuk kedua kalinya pada 16 Juli 2024. Dalam misi terakhirnya, ia bertugas selama enam bulan sebelum akhirnya kembali ke tanah air pada 11 Mei 2025. Selama bertugas, Marissa aktif memberikan informasi terkait kondisi terkini di Gaza, mengoordinasikan bantuan dan program-program kemanusiaan MER-C, serta menjalin kerja sama dengan World Health Organization (WHO) untuk mendukung pengiriman relawan medis dari MER-C Indonesia. Meski merasa bahagia bisa kembali ke tanah air, Marissa mengaku berat meninggalkan Gaza yang masih berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. “Serangan masih terjadi. Yang lebih memprihatinkan, sejak awal Ramadhan tidak ada satu pun bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza. Masyarakat mengalami kelaparan yang sangat parah, kesulitan mendapatkan bahan makanan, harga-harga kebutuhan pokok sangat mahal. Tapi di sisi lain, mereka tetap teguh untuk bertahan di tanah kelahirannya, apa pun risiko yang dihadapi,” ungkap Marissa. Ia menambahkan bahwa saat ini, sejumlah program kemanusiaan MER-C masih di Jalur Gaza masih terus berjalan, di antaranya proses renovasi Rumah Sakit Indonesia di Gaza masih berlangsungnya dengan dukungan staf lokal MER-C. Kemudian program Klinik Al Aqsa B di Khan Younis Gaza Selatan juga tetap beroperasi. MER-C juga berkomitmen akan kembali mengirimkan tim medis untuk mendukung layanan kesehatan di Gaza. Marissa menyatakan kesiapannya untuk kembali ditugaskan dalam misi kemanusiaan ke Gaza. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan nyata bagi rakyat Palestina. “jangan pernah berhenti memberi dukungan untuk warga Gaza, jangan pernah lelah karena ini memang perjuangan yang sangat panjang. Jangan biarkan saudara kita sendirian. Dengan tetap bersama mereka memberikan harapan untuk bertahan, untuk lebih semangat lagi berjuang demi kemerdekaan bangsanya,” tutur Marissa.
Ustaz Abu Bakar Ba’asyir: MER-C, jadilah Pemaaf dan Penolong

Saat bersilaturahim ke kediaman Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, Tim MER-C mendapat sejumlah nasihat dan wejangan dari beliau. Salah satu pesan yang beliau sampaikan adalah agar MER-C senantiasa menjadi pemaaf dan penolong. Menurut beliau, dalam hal menolong, MER-C telah banyak mengamalkannya melalui program-program kemanusiaan yang dijalankan. Karena itu, beliau menekankan pentingnya sikap memaafkan apabila ada perkataan atau perbuatan yang menyakitkan. Semoga Allah senantiasa merahmati dan menjaga kesehatan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, serta memberikan keikhlasan dan kemudahan bagi MER-C dalam menjalankan setiap misi kemanusiaan. —————————————– Ustaz Abu Bakar Ba’asyir: MER-C, Be Forgiving and Helpful During a visit to Ustaz Abu Bakar Ba’asyir’s residence, the MER-C team received valuable advice and guidance from him. One of the messages he conveyed was for MER-C to always be forgiving and helpful. According to him, in terms of helping, MER-C has done a great job through its humanitarian programs. Therefore, he emphasized the importance of forgiveness when faced with hurtful words or actions. May Allah always bless and protect Ustaz Abu Bakar Ba’asyir’s health, and grant MER-C sincerity and ease in carrying out every humanitarian mission. Selengkapnya
MER-C Salurkan Donasi Kain Kafan ke RS Indonesia di Gaza Utara

Gaza – Pada 8 Mei 2025, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali menyalurkan donasi berupa kain kafan ke Rumah Sakit Indonesia. Donasi diterima oleh staff lokal MER-C, Abeed dan Durghom, di Wisma Joserizal Jurnalis, Beit Lahiya, Gaza Utara. Donasi kain kafan ini berjumlah 2600 meter persegi atau sekitar 710 lembar. Kain kafan ini merupakan hasil donasi dari masyarakat Indonesia yang sangat peduli dengan kondisi kemanusiaan di Gaza. Setelah diterima, kain kafan tersebut langsung diserahkan ke RS Indonesia dan kamar jenazah yang terletak di depan Wisma Joserizal. Donasi ini sangat dibutuhkan karena persediaan kain kafan di Gaza sangat menipis, bahkan pernah mengalami kekosongan akibat banyaknya serangan dari penjajah Israel yang menyebabkan korban syahid terus berdatangan. Harga kain kafan yang diberikan ini juga sangat mahal, yaitu mencapai 20 ribu shekel atau setara dengan Rp 92 juta, karena kelangkaan pasokan bahan tersebut. Donasi ini diharapkan dapat membantu RS Indonesia dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada para korban serangan Israel.
Dewan Syari’ah Kota Surakarta Serahkan Donasi untuk Palestina Lewat MER-C

Surakarta — Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS) menyerahkan donasi kemanusiaan sebesar Rp600 juta untuk rakyat Palestina kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Jumat pagi, 9 Mei 2025. Penyerahan donasi ini dihadiri oleh perwakilan MER-C pusat Presidium MER-C dr. Tonggo Meaty Fransisca, Kepala Divisi Humas Diana Caroline, dan anggota tim humas Riny Nurmarita, serta sejumlah perwakilan pengurus MER-C Yogjakarta. Dari pihak DSKS, acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Rois DSKS Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir, Sekretaris Dewan Syuro Ustaz Muhammad Yusuf Soeparno, Anggota Dewan Syuro Ustaz Shobarin Syakur, serta para ulama seperti Ustaz Muhammad Halim, KH. Abdul Halim, dan Ustaz Wasono Nurhadi. Gaffar Ismail selaku staf bendahara DSKS juga turut hadir. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh DSKS dalam kegiatan “Malam Keprihatinan dan Solidaritas Gaza” yang digelar pada 13 April di Surakarta, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina. “Alhamdulillah pada hari ini kita serahkan kepada MER-C sejumlah 600 juta rupiah dan tentu ini adalah sebuah harapan dan bentuk daripada kebersamaan umat Islam Surakarta untuk saudara saudara kami kaum muslimin yang berada di Jalur Gaza,” ujar Rois DSKS Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir. Ia juga mengatakan, semua ini adalah bentuk kecintaan kepada warga Gaza, dan berharapan semoga Allah Swt segera memberikan kemerdekaan dan kebebasan kepada mereka. “Begitu juga kepada tim MER-C yang terus berjuang menyalurkan bantuan bantuan dan dan memberikan fasilitas serta pelayanan kesehatan untuk saudara-saudara kita di Gaza, semoga Allah Swt memberikan kekuatan kepada tim MER-C dan memberikan pahala yang begitu besar disisi Allah Swt, serta terus mencurahkan keberkahan kepada siapapun yang terlibat dalam membantu saudara-saudara kita di Gaza,” tuturnya.