Siaran Pers : MER-C Desak Penjajah Israel Membuka Blokade Bantuan Medis dan Logistik ke Gaza Utara

Sejak perintah evakuasi paksa yang dikeluarkan oleh penjajah pada awal Oktober 2024, maka seluruh relawan MER-C meninggalkan RS Indonesia dan wilayah Gaza Utara menuju ke posko MER-C di Deir al-Balah, Gaza Tengah. Hingga kini, pengepungan dan pennyerangan di Gaza Utara terus berlangsung, menargetkan kamp pengungsian warga dan rumah sakit Kamal Adwan yang masih beroperasi. Sedangkan Rumah Sakit Indonesia telah di blokade dengan dipasangnya check point disekitar jalan masuk. Rakyat palestina yang terluka dan sakit akibat blokade serta penyerangan penjajah juga tidak mendapatkan pertolongan kesehatan yang layak karena rumah sakit telah kehabisan bahan bakar, dirusak sumber oksigen, listrik, dan suplai obat di stop. Rakyat Palestina lainnya harus berjuang ditengah kondisi kelaparan, risiko penyakit menular karna rusaknya suplai air bersih, sistem limbah, dan musim dingin Tenaga medis lokal, dengan panggilan kemanusiaan dan rasa tanggung jawab profesional, tetap bertahan memberikan pelayanan kepada pasien yang membutuhkan. Hal ini dilakukan meskipun banyak dari sejawat mereka telah menjadi korban serangan, syahid, terluka, atau ditangkap. MER-C Indonesia terus berupaya mengirimkan relawan medis dan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Saat ini, sebanyak tujuh relawan yang tergabung dalam Tim EMT MER-C ke-6 masih berada di Gaza City, bertugas di dua rumah sakit, yaitu RS Al Shifa dan Public Aid Hospital. Tim EMT MER-C ke-6 telah berulang kali mengajukan izin melalui WHO untuk masuk ke wilayah Gaza Utara yang terkepung. Namun hingga kini, penjajah belum memberikan izin bagi tim medis internasional untuk membantu pelayanan di RS Indonesia dan RS Kamal Udwan. Mempertimbangkan situasi di lapangan khususnya Gaza Utara yang terus memburuk, MER-C Indonesia Mendesak Penjajah Israel untuk: 1. Membuka blokade agar Tim Medis Internasional masuk ke Gaza Utara, khususnya ke RS Indonesia dan RS Kamal Udwan 2. Membuka blokade agar bantuan logistik kemanusiaan masuk ke Gaza Utara; 3. Menghentikan penyerangan terhadap RS Kamal Udwan di Gaza Utara dan membuka blokade terhadap RS Indonesia 4. Menghentikan serangan militer terhadap tenaga kesehatan yang sedang bertugas, dan membebaskan tenaga kesehatan yang ditahan Komunitas Internasional harus terusMemberikan tekanan guna menghentikan pembantaian dan membuka blokade Gaza utara oleh penjajah untuk mencegah kematian massal. Jakarta, 26 November 2024 ———————————————————————————————————————————- Press Release MER-C Urges the Israel Occupation to Open Blockade of Medical Aid and Logistics to Northern Gaza Since the latest forced evacuation order issued by the occupation in early October 2024, all of the MER-C’s volunteers had left the Indonesia Hospital and any area of Northern Gaza, then headed to the MER-C post centre in Deir al-Balah, the Central of Gaza. To this day, the siege and attacks in the North of Gaza have continued, targeting refugee camps, and the Kamal Adwan Hospital, which is now still operating. Meanwhile, the Indonesia Hospital has been blockaded with several checkpoints installed at vicinity of the hospital. Palestinian injured people and sick could not receive proper medical assistance because the hospital has been damaged, and run out of fuel, oxygen sources, and electricity, also the supply of medicine has been stopped, all due to the blockade and attacks by the occupation. Another displaced person, have to struggle amidst the conditions of hunger, and the risk of infectious diseases due to the damage through the supply of clean water, sewage systems, and winter. Local medical health workers, with their call to humanity and their sense of professional responsibility, continue to provide services to patients in need. This has been done even though many of their colleagues at work have become victims of attacks, martyrs, injured, or arbitrary detention. MER-C Indonesia continues striving to send medical volunteers and humanitarian aid to the Gaza Strip. Currently, seven volunteers – 5 among them are medical team, still working in two hospital namely Al Shifa Hospital and Public Aid Hospital. The 6th EMT Team from MER-C has repeatedly applied for permissions through the WHO to enter the besieged Northern Gaza region. However, to this very day, the occupation has not given any permission for an international medical team to assist in services at the Indonesia Hospital and the Kamal Adwan Hospital. Considering the situation on the ground, especially in the North of Gaza which continues to worsen, MER-C Indonesia urges the Occupation of Israel to:1. Open the blockade for the International Medical Team to be able to enter and working in the North of Gaza, especially the Indonesia Hospital and Kamal Adwan Hospital. 2. Open the blockade of humanitarian logistical aid and for them to be able to enter the North of Gaza; 3. End all military campaign to health facilities and staffs, and release those who have been detained. 4. End the military attacks towards the on-duty health workers, and release the detained medical personnel. The international community must continue on putting pressure to stop the massacre, open the blockade of Northern Gaza by the occupation, and prevent the mass killing of civilians. Jakarta, November 26th, 2024
BREAKING NEWS : Statement by the Director of Kamal Adwan Hospital due to Attack from the Occupation Entity

Which Continues to Deliberately Target Medical Facilty in the Gaza Strip (11/23/24) ⦁ The truth is, this is a war of extermination.⦁ There are no longer any (just) laws, in fact, all their laws are imaginary.⦁ Our medical humanitarian mission is continually being attacked and destroyed in plain view for the whole world and not a single voice has spoken out.⦁ This does not yet include all the humiliation, arbitrary detention, and persecution.⦁ They are hitting us on all fronts for the sake of the politics of destruction.⦁ There are no tools or resources to protect and serve civilians.⦁ Through what happened yesterday, the day before, and what will continue to happen (the truth is that), this entity (Israel) will continue to do what it wants because no one is standing up for humanitarianism and the human rights of civilians (in the Gaza Strip).⦁ The targeting of our healthcare system is purposeful and relentless, to make us submit and (as if) tell the world that we want to surrender.⦁ However, what they don’t realise is that we would die here to continue, to serve our medical duty, because our message (our job) is one of humanitarianism, one that everyone in north Gaza has a right to.⦁ We have sent our humanitarian message to the world, so (whatever is going to happen) as long as there are civilians in North Gaza, we will continue to provide our humanitarian service. One that the world should have protected from this criminality.⦁ We will continue to stay, we will continue to be steadfast, and we will continue to serve, even to the very minimum.⦁ If only the world knew that under all of these democratic and humanitarian structures, we are now being exterminated. Please spread this message widely.⦁ Before I conclude, in the last few days our civilians have been calling us, along with their children, from under the rubble. We were powerless to help them. They have now gone silent. I spoke to Dr. Hussam and to Dr Eid yesterday. They are exhausted and wondering,If anyone in the world can hear them?
Ketua Presidium MER-C Jadi Keynote Speaker dalam Seminar Internasional ICIPSY 2024

Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia Dr.dr. Hadiki Habib, SpPD, SpEm., menjadi keynote speaker dalam Seminar Internasional Psikologi The 2nd International COnference on Islamic Psychology (ICIPSY) 2024. Seminar Internasional ini digelar oleh Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta secara online, pada 16, 20-21 November 2024. Tahun ini, Seminar digelar dengan mengangkat tema “Psychology for the Ummah: Faith, Resilience, and Humanity”. Ketua Presidium MER-C Indonesia dalam acara tersebut menyampaikan permasalahan psikososial di Gaza yang semakin meluas karena pembantaian berkepanjangan oleh pihak penjajah. Dr. Hadiki mengatakan tatanan sosial kemasyarakatan di Jalur Gaza semakin rusak akibat kehancuran permukiman, kelaparan dan krisis air. Untuk itu, MER-C mengimbau agar forum-forum akademik terus dibuat guna mengkaji fenomena kejahatan kemanusiaan abad ini di Gaza, yang dilakukan oleh pihak Israel, agar sejarah dapat dicatat dengan akurat sesuai dengan fakta dan analisis ilmiah yang benar. MER-C sebagai lembaga kegawatdaruratan medis terus berkomitmen untuk dapat membantu dan menyalurkan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza. Sejak serangan 7 Oktober 2023, MER-C telah memberikan sejumlah bantuan seperti obat-obatan, sembako, makanan siap saji, air bersih dan kebutuhan dasar lainnya, hingga bantuan tim medis yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT). Tim EMT MER-C pertama kali berhasil masuk ke Jalur Gaza pada 18 Maret 2024 dan sampai saat ini sudah ada enam tim yang dikirimkan, terdiri dari dokter umum dan spesialis, bidan serta perawat.
Relawan MER-C Berbagi Pengalaman saat Bertugas di Gaza dengan Mahasiswa FK UIN Jakarta

Relawan medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Reyfal Khaidar pada Jumat (15/11) menjadi pembicara dan membagikan pengalaman saat bertugas di Jalur Gaza dalam acara Rehat Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Rehat sendiri adalah program mentoring rutin dua kali sebulan bagi mahasiswa baru muslim Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperdalam ilmu tahsin, murojaah, hingga diskusi integrasi kedokteran dan Islam. Dalam kesempatan tersebut, dr. Reyfal yang juga dosen FK UIN Jakarta menyampaikan materi tentang sejarah Palestina dan peristiwa genosida yang terjadi hingga saat ini. Dr. Reyfal berbagi pengalaman nyatanya selama di Palestina dan bertugas sebagai tim medis, di mana ia menyaksikan secara langsung kondisi Masyarakat yang sangat menderita di bawah blokade dan agresi. Ia juga menekankan akan pentingya peran umat Islam dan masyarakat secara umum dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dr. Reyfal bergabung dengan Emergency Medical Team (EMT) MER-C pertama dan berhasil masuk ke Jalur Gaza pada hari Senin, 18 Maret 2024 bersama sepuluh relawan medis MER-C lainya. Tim EMT MER-C ke-1 bertugas di Jalur Gaza selama hampir satu bulan dan kembali ke Indonesia pada 11 April 2024.
Update MER-C terkait kondisi di Gaza Utara

Update MER-C terkait kondisi di Gaza Utara 1. Musim dingin akan datang di Gaza Utara 2. Pihak penjajah terus mengusir semua masyarakat palestina di sekolah dekat RS Indonesia, diikuti pembakaran 3. Informasi evakuasi terbaru adalah, warga yang terusir diminta berkumpul oleh militer penjajah di sekitar RS Indonesia 4. Kondisi RS Indonesia tidak terbakar, namun sempat dikhawatirkan sebaran api mencapai ruang generator yang dekat dengan sekolah 5. Gambar dan info yang beredar tentang RS Indonesia terbakar (lantai 3 dan 4) adalah kejadian Desember 2023 6. Saat ini seluruh staf medik dan pasien (sekitar 50 orang warga palestina) tanpa pasokan makan, air dan obat-obatan 7. Selasa pagi (22 oktober waktu gaza) generator RS berhasil dihidupkan dan sedang diusahakan mendapatkan sumber air dari sumur dekat rumah sakit Selasa, 22 Oktober 2024Divisi HumasMER-C Indonesia —————————————————————————————————————————————- MER-C Update on Conditions in Northern Gaza 1. Winter is coming to Northern Gaza; 2. The occupation continues to expelled all Palestinians in schools near the Indonesian Hospital, followed by burning; 3. The latest evacuation information is that the expelled residents were asked to gather around the Indonesian Hospital by the occupation military forces; 4. Indonesian Hospital is not in the condition of burning, but there are concerns that the spread of fire could reach the generator room that is close to the school; 5. The images and information circulating online about the Indonesian Hospital burning recently (3rd and 4th floors) were the incidents from December 2023; 6. Currently all medical staffs and patients (around 50 Palestinians) are living without food, water and medicine supplies; 7. On Tuesday morning (October 22, 2024 Gaza Time) the generator of the Indonesian Hospital was successfully turned on. Efforts are now being made to obtain a water source from a well near the hospital. Tuesday, October 22nd, 2024Public Relations DivisionMER-C Indonesia
Pernyataan Sikap MER-C Indonesia terhadap Serangan Militer Penjajah ke Rumah Sakit Indonesia

*SIARAN PERS* 1. Gaza Utara kembali mengalami penghancuran massal oleh penjajah sejak 7 Oktober 2024 dan tiga fasilitas Kesehatan Utama yaitu RS Indonesia, RS Al-Awda dan RS Kamal Adwan juga menjadi sasaran yang direncanakan; 2. Penjajah secara sistematis telah melakukan pengepungan selama 15 hari (sejak 4 Oktober 2024) sampai saat ini di RS Indonesia, sehingga semua pasokan bahan bakar, logistik medis, dan logistik dasar terhenti, menimbulkan kelaparan bagi staf dan pasien yang berlindung di dalam rumah sakit, dua pasien telah syahid; 3. Penjajah telah melakukan serangan militer ke dalam RS Indonesia pada tanggal 19 Oktober 2024, tanpa alasan pertempuran, setelah 15 hari memutus jalur logistik, merusak fasilitas kemanusiaan ini dengan dampak yang belum bisa kami estimasi; 4. Relawan medis MER-C dari Indonesia telah bertugas selama 2 bulan terakhir di dalam RS Indonesia untuk melakukan pertolongan medis khususnya kasus trauma kepada masyarakat terusir di Gaza Utara, semua relawan MER-C di utara telah dievakuasi ke Gaza Tengah, mereka menyaksikan bahwa selama ini Rumah Sakit Indonesia digunakan untuk kerja-kerja kemanusiaan medis; 5. Rumah Sakit Indonesia diinisiasi oleh MER-C tahun 2009, mulai dibangun 2011, didanai dari kumpulan donasi masyarakat Indonesia yang mendukung semangat “bahwa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan”. Serah terima ke pemerintah Palestina tahun 2016. Rumah Sakit Indonesia telah menjadi fasilitas kesehatan utama di Gaza Utara, dan simbol harapan masyarakat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan. Pengembangan pelayanan terus dilakukan MER-C sampai pecah pembantaian dalam Jalur Gaza oleh penjajah tahun 2023; 6. Oleh karena itu, MER-C Indonesia menyatakan sikap : Kejahatan kemanusiaan terencana dan berulang-ulang terhadap manusia dan fasilitas yang mendukung hak-hak dasar kemanusiaan oleh pihak Zionis Penjajah harus dihentikan, tidak ada argumen pendukung atau rasionalisasi apapun yang bisa diterima. Jakarta, 20 Oktober 2024 Atas nama relawan MER-C INDONESIA ———————— *PRESS RELEASE* *MER-C Indonesia’s Statement on Military Occupation Attack to Indonesia Hospital* 1. North Gaza has experienced mass destruction again since October 7 2024 and three last operating health facilities, which is the Indonesia Hospital, Al-Awda Hospital and Kamal Adwan Hospital, are also planned targets; 2. The Occupation Forces have systematically carried out a siege for 15 days (since 4 October 2024) until now at the Indonesia Hospital, so that all fuel supplies, medical logistics and basic logistics have stopped, causing hunger for the staff and patients who have taken refuge in the hospital, two patient was martyred; 3. The Occupation Forces continue strike a military attack on the Indonesia Hospital at October 19 2024, without any reason for fight, after 15 days cutting off logistical routes, destroying this humanitarian facility with impacts that we cannot yet estimate; 4. MER-C medical volunteers from Indonesia have been on duty for the last 2 months in Indonesia Hospitals to provide medical assistance, especially trauma cases to displaced people in North Gaza, all MER-C volunteers in the north have been evacuated to Central Gaza, they have witnessed that during this time Indonesia hospitals are used for medical humanitarian works; 5. The Indonesia Hospital was initiated by MER-C in 2009, started construction in 2011, funded from a collection of donations from the Indonesian people who support the spirit “that independence is the right of all nations, so colonialism in the world must be abolished”. Handover to the Palestinian government in 2016. Indonesia Hospital has become the main health facility in North Gaza, and a symbol of the Palestinian people’s hope for independence. MER-C continued to develop services until the massacre broke out in the Gaza Strip by the Occupiers in 2023; 6. Therefore, MER-C Indonesia stated its position: Planned and repeated crimes against humanity, against humans and facilities that support basic human rights by the Zionist Occupiers must be stopped, no supporting arguments or rationalizations can be accepted. Jakarta, October 20, 2024 On behalf of MER-C INDONESIA volunteers
BREAKING NEWS: Israel Bom Lantai Atas RS Indonesia di Gaza Utaral

Wakil Menteri Kesehatan Gaza dr. Yousef Abu Rish mengatakan, penjajah Israel kembali menyerang Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, yang menyasar lantai atas Rumah Sakit pada Sabtu (19/10). “Saya baru saja selesai menelepon staf medis di rumah sakit Indonesia. Lantai atas rumah sakit menjadi sasaran tembakan artileri,” kata Abu Rish. Ia mengatakan saat ini ada lebih dari 40 pasien serta staf medis di RS Indonesia. Sekelompok orang yang mengungsi juga menjadi sasaran di depan gerbang rumah sakit. “Tidak ada listrik. Saya mendengar suara tembakan keras selama panggilan berlangsung. Ada kepanikan besar di antara pasien dan staf medis,” ujar Abu Rish. Kementerian Kesehatan Palestina menyerukan kepada semua staf medis di rumah sakit di seluruh dunia untuk mengorganisir aksi solidaritas dengan rumah sakit di Jalur Gaza utara dan melawan genosida di sana. “Lantai atas rumah sakit Indonesia sedang dibom saat ini!” tegasnya. MER-C menghubungi Direktur RS Indonesia dr. Marwan Al Sultan dan ia juga mengatakan lantai atas rumah sakit Indonesia terkena serangan yang menyebabkan listrik padam. “Ada sekitar 40 pasien dan 15 staf medis semuanya dalam bahaya. Jadi saya memanggil Anda untuk menyelamatkan Rumah Sakit dan juga staf medis,” ujarnya. Penjajah Israel telah melakukan serangan dan pengepungan di Gaza Utara selama hampir dua pekan sejak 5 Oktober lalu. Kementerian Kesehatan Gaza kemudian mengumumkan tentara Israel telah memperingatkan tiga rumah sakit untuk mengevakuasi staf dan pasien, mengancam akan membunuh, menghancurkan, dan menangkap, seperti yang mereka lakukan di Rumah Sakit Al-Shifa beberapa bulan lalu. Perintah evakuasi ini juga memaksa dua relawan MER-C yang berada di RS Indonesia Gaza Utara terpaksa kembali mengungsi ke posko MER-C di Deir Balah Gaza Tengah, bergabung dengan dua relawan lainnya. Saat ini terdapat total empat relawan MER-C yang masih berada di Jalur Gaza. Jakarta, 19 Oktober 2024MER-C Indonesia
MER-C Gelar Jumpa Pers terkait Kondisi Relawan dan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada hari Rabu (9/10/2024) menggelar jumpa pers terkait kondisi relawan dan situasi terkini Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, di tengah intensitas serangan penjajah Israel yang kembali meningkat di wilayah tersebut sejak Sabtu (4/10//2024). Jumpa pers ini dihadiri oleh Ketua Presidium MER-C DR. dr. Hadiki Habib, SpPD., SpEm., Ketua Emergency Medical Team (EMT) MER-C dr. Arief Rachman, SpRad., Presidium MER-C dr. Tonggo Meaty Fransisca, serta Ketua Tim EMT MER-C ke-5 yang baru saja kembali dari Jalur Gaza, dr. Dany K. Ramdhan, SpBS. Ketua Presidium MER-C Hadiki Habib mengatakan bahwa saat ini RS Indonesia sudah berfungsi meski belum optimal dan telah melakukan pelayanan untuk kasus-kasus trauma khususnya trauma massal (MCI) akibat serangan. Namun informasi terakhir telah terjadi penyerangan di wilayah Gaza Utara. “Tiga hari terakhir ini kami mendapatkan informasi dari relawan yang ada di Gaza bahwa kembali terjadi penyerangan di Gaza Utara, sehingga Tim MER-C yang ada di RS Indonesia harus bergeser ke daerah yang lebih aman ke Gaza Tengah,” kata Hadiki. Selain itu, dalam kesempatan ini MER-C memberikan laporan langsung dari relawan MER-C di Jalur Gaza Fikri Rofiul Haq yang mengatakan Israel telah mengeluarkan ultimatum kepada tiga rumah sakit di Gaza Utara untuk melakukan evakuasi staf dan pasien dalam waktu 24 jam. Fikri mengatakan, Israel mengancam akan membunuh mereka yang masih tetap tinggal di rumah sakit seperti yang mereka lakukan di Rumah Sakit As-syifa. Fikri dan relawan logistik MER-C Ir. Edy Wahyudi pada hari Senin (7/10) telah melakukan evakuasi ke Kota Gaza dan saat ini berada di RS Al-Ahli Al-Arabi menunggu lampu hijau dari WHO untuk melanjutkan perjalanan ke posko MER-C di Gaza Tengah. Liaison Officer MER-C di Jalur Gaza, Marissa Noriti mengatakan ia terus berkordinasi dengan WHO dan mereka sudah mulai bergerak untuk menjemput kedua relawan MER-C. Namun sampai hari ini belum ada green light dari pihak Israel. Dalam jumpa pers ini, MER-C juga menegaskan kembali komitmennya untuk terus membantu krisis kemanusiaan yang ada di Gaza, dengan mengirimkan bantuan logistik dan tim medis secara berkesinambungan.Sejak Maret 2024, MER-C telah mengirimkan 5 tim medis ke Jalur Gaza dengan total 37 relawan yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat bidan, Liaison Officer dan relawan logistik. Jika tidak ada kendala, MER-C akan kembali mengirimkan Tim ke-6 untuk bertugas di Jalur Gaza.
Siaran Pers : Genosida di Gaza, Palestina: MER-C Desak Realisasi Perdamaian

Siaran Pers Genap satu tahun genosida dan pengusiran dalam jalur Gaza, Palestina terjadi. Sampai 5 Oktober 2024, telah gugur 41.825 syuhada, ditambah 96.910 orang luka-luka, ratusan ribu penduduk harus berpindah tinggal di kamp penampungan padat dan terbatas. Okupasi paksa penjajah di tanah Palestina secara ilegal adalah akar masalah yang terus dibiarkan, dan mendapatkan pembenaran negara-negara Adidaya seperti Amerika Serikat dan Sekutunya. Puluhan ribu korban jiwa telah jatuh dan terus bertambah. Eskalasi peperangan yang melibatkan Libanon, Yaman, dan Iran akan memperluas krisis kemanusiaan. Masyarakat Indonesia melalui MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), telah menunjukkan sikap kemanusiaan yang nyata, dengan mendirikan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Rumah Sakit yang menjadi tulang punggung sistem pelayanan kesehatan, namun saat awal perang kali ini, dirusak dan dikosongkan oleh penjajah. Rumah sakit Indonesia adalah bukti bahwa Indonesia ada untuk mendukung kemerdekaan Palestina yang hakiki, karena pengakuan dan kemerdekaan ini adalah kunci dalam penyelesaian konflik. Satu tahun genosida di Gaza, Palestina, menyebabkan kesehatan masyarakatnya tidak hanya rentan, namun juga semakin terabaikan, oleh karena itu, sejak Maret 2023, MER-C secara konsisten mengirimkan lima gelombang Emergency Medical Team (EMT) ke dalam Gaza secara resmi melalui kerjasama dengan World Health Organization (WHO), dan berkomitmen untuk melanjutkan pengiriman tim ke-6 khususnya mengelola kasus-kasus medis di daerah perang. Total 37 relawan MER-C Indonesia, terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, Liaison Officer dan relawan logistik umum telah melakukan rotasi di dalam Gaza sampai 7 Oktober 2024. Tim EMT MER-C bertugas di rumah sakit atau klinik yang direkomendasikan oleh WHO dan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza. Tercatat sebanyak 3.178 pasien korban agresi ditangani oleh Tim EMT MER-C, dengan jumlah pasien terbesar di RS Indonesia, yaitu 1.108 orang. Penyaluran bantuan logistik langsung ke dalam Gaza juga secara simultan dilakukan oleh MER-C sejak awal agresi melalui koordinasi intens dengan pemerintah Gaza, Palestina dalam bentuk donasi makanan, alat-alat operasi, obat-obatan, alat medis habis pakai, linen rumah sakit, kendaraan operasional, solar panel di RS Indonesia serta renovasi wisma dr. Joserizal Jurnalis. Rumah Sakit Indonesia, dengan berbagai kerusakan yang ada, saat ini telah difungsikan dan kembali menangani korban-korban, dan akan kita bangun kembali. Rumah sakit ini, tidak hanya menjadi tempat pertolongan medis, namun telah menjadi simbol diplomasi masyarakat Indonesia untuk perdamaian di bumi Gaza, Palestina. Saat ini masih terdapat empat relawan MER-C di Jalur Gaza, dua relawan berada di Posko MER-C di Gaza Tengah dan dua relawan lainnya masih berada di RS Al-Ahli Al-Arabi Kota Gaza menunggu lampu hijau dari WHO untuk melanjutkan perjalanan ke posko MER-C di Gaza Tengah. Keduanya melakukan evakuasi dari RS Indonesia di Gaza Utara pada hari Senin/7 Oktober 2024, tepat satu tahun genosida, akibat serangan massif di sekitar RS Indonesia. Seiring dengan intensitas serangan udara dan darat yang meningkat, khususnya di Jalur Gaza bagian Utara, dan pengepungan sejumlah rumah sakit yang masih berfungsi dan perintah evakuasi paksa seluruh penghuni rumah sakit baik tenaga medis maupun pasien, maka dengan ini kami menyerukan dan mendesak agar pasukan penjajah: 1. Menghentikan serangan terhadap fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan dan pasien-pasien yang tidak berdaya;2. Membebaskan tenaga kesehatan yang ditahan;3. Memberikan akses bagi bantuan-bantuan medis dan kemanusiaan untuk masuk ke Jalur Gaza;4. Kepada Dunia Internasional agar bersama-sama memberikan tekanan kepada penjajah untuk menghentikan genosida di Palestina. Hal ini juga dalam upaya menghentikan eskalasi peperangan yang semakin meluas ke wilayah lainnya. #BangunKembaliRSIndonesiadiGaza Jakarta, 9 Oktober 2024MER-C Indonesia
MER-C Tetapkan Susunan Presidium Baru Periode 2024-2029

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menetapkan susunan Presidium baru untuk periode 2024-2025. Kelima presidium yang baru terpilih tersebut adalah; dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.O.T., SubSp.C.O.(K)., M.A.R.S, DR. Ir. Ahyahudin Sodri, M.Sc, dr. Tonggo Meaty Fransisca, DR. dr. Hadiki Habib, Sp.P.D, Sp.Em dan dr. Yogi Prabowo, Sp.O.T, SubSp.Onk.Orth.R (K)., Sp.Em. Anggota presidium baru ini ditetapkan berdasarkan Musyawarah Besar ke-6 yang digelar pada Sabtu–Minggu, 24 – 25 Agustus 2024, di Kantor Pusat MER-C, Senen, Jakarta Pusat. Musyawarah ini dihadiri oleh dewan pendiri, pengurus, perwakilan relawan dan cabang-cabang MER-C di Indonesia. Formasi Presidium MER-C periode 2024 – 2029 lebih diwarnai oleh relawan-relawan muda dalam rangka regenerasi kepemimpinan di MER-C. Hanya satu Presidium di periode sebelumnya yang masih diberikan amanah untuk kembali menjadi presidium 5 tahun berikutnya, yaitu dr. Yogi Prabowo yang juga merupakan salah satu pendiri MER-C. Keberadaan Presidium lama diharapkan bisa memberikan bimbingan sehingga proses pendelegasian amanah-amanah yang ada bisa berlangsung lebih baik. Selain beranggotakan relawan medis, dalam formasi presidium MER-C 2024-2029 juga terdapat satu relawan non medis, yaitu DR. Ir. Ahyahudin Sodri, M.Sc, yang mengawali aktifitas kerelawanan dengan menjadi salah satu pendiri MER-C Cabang Jerman pada tahun 2004. Kembali ke Indonesia pada tahun 2007, ia tetap aktif sebagai relawan di MER-C Pusat Jakarta. Bahkan ia menjadi Ketua Tim Pengadaan Alat Kesehatan untuk RS Indonesia di Gaza Palestina dan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar. Sementara tiga Presidium lainnya adalah relawan medis yang meski masih muda, namun telah memiliki pengalaman menunaikan misi kemanusiaan ke berbagai wilayah konflik dan bencana alam di dalam maupun luar negeri. Dr. Hadiki Habib adalah relawan yang telah aktif bergabung di MER-C Cabang Medan sejak 2002, saat ia masih menjadi mahasiswa kedokteran di Sumatera Utara. Setelah pindah ke Jakarta, ia tetap meluangkan waktu menjadi relawan medis ke wilayah konflik dan bencana, bahkan hingga ke Nepal dan Rakhine State Myanmar. Sementara dr. Zecky Eko Triwahyudi adalah relawan yang telah bergabung dengan MER-C sejak 2006 saat masih menjalankan pendidikan kedokteran di Semarang. Beberapa wilayah bencana di Indonesia telah didatanginya bersama Tim MER-C, juga Filipina dan Afghanistan. Berbeda dengan susunan Presidium MER-C sebelumnya yang didominasi oleh relawan laki-laki, pada periode kali ini satu relawan perempuan, dr. Tonggo Meaty mendapat kepercayaan untuk mengemban amanah sebagai salah satu presidium. Aktif di MER-C sejak tahun 2009, berbagai misi kemanusiaan telah diikutinya, mulai dari Somalia, Myanmar, Suriah hingga Afghanistan, serta Poso dan wilayah bencana alam lainnya. Semoga Presidium yang baru terpilih diberikan kekuatan dan kemudahan untuk membawa MER-C menjadi organisasi medis dan kemanusiaan yang lebih baik, lebih amanah dan profesional ke depan. Susunan presidium baru ini menggantikan lima presidium sebelumnya periode 2019 -2024, yaitu; dr. Sarbini Abdul Murad, dr. Yogi Prabowo, Sp.O.T., SubSp.Onk.Orth.R (K)., Sp.Em, Ir. Faried Thalib, dr. Henry Hidayatullah, M.Si dan dr. Arief Rachman, Sp.Rad. MER-C memberikan apresiasi dan penghargaan tertinggi atas pengabdian dan dedikasi tanpa pamrih yang telah diberikan para Presidium MER-C selama mengemban amanah ini. Semoga tenaga, waktu, dan fikiran yang telah disumbangkan selama ini bernilai jihad profesi dan mendapat balasan yang terbaik dari Allah SWT.