MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Hadiri Seminar Nasional Perlindungan Pengungsi Luar Negeri dalam Perspektif Agama dan Hukum

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Rabu (11/12) menghadiri Seminar Nasional terkait Perlindungan Pengungsi Luar Negeri dalam Perspektif Agama dan Hukum Indonesia, yang digelar oleh UIN Ar-Raniry Aceh.  Seminar ini di menghadirkan tiga narasumber yaitu Akademisi Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Syamsul Rijal, M. Ag., Hendra Saputra dari JRS Indonesia, Mellana dari Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia, serta Ketua Prodi Sosiologi Musdawati, S. Ag., M.A. MER-C diwakili oleh Project Manager MER-C for Rohingya Ira Hadiati, yang saat ini tengah fokus menangani program bantuan MER-C untuk pengungsi Rohingya di sejumlah kamp Pengungsian di Aceh.  MER-C sendiri telah menyerahkan sejumlah bantuan untuk pengungsi Rohingya berupa sembako, pembangunan sumur dan MCK, peralatan ibadah, perlengkapan self hygiene serta keperluan lainnya. Beberapa hal baik terkait penanganan pengungsi Rohingya yang dibahas dalam Seminar ini adalah sudah adanya surat edaran Kementerian Pendidikan nomor 75253/Α.Α.4/HK/2019 tentang Pendidikan bagi anak pengungsi luar negeri, sudah ada surat edaran dari Kementerian Tenaga Kerja, yang memberikan peluang bagi pengungsi untuk bisa terlibat dalam pelatihan kerja.  Kemudian pencatatan kelahiran bagi anak pengungsi luar negeri yang lahir di Indonesia, kolaborasi pelatihan keahlian pengungsi dengan masyarakat lokal, pembentukan Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Luar Negeri di Level Provinsi serta adanya kearifan lokal Aceh “Adat Pemulia Jame”. Adapun tantangan penanganan pengungsi antara lain, budaya literasi kita masih sangat lemah, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, Isu TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang), smuggler versus kemanusian, pendekatan keamanan versus pendekatan kemanusiaan, ego sektoral, isu kewenangan dalam penanganan pengungsi, regulasi yang belum sepenuhnya berjalan serta kerjasama internasional untuk solusi jangka panjang belum terbaca.

Berpulangnya Ir. Nur Ikhwan Abadi Salah satu Insinyur Pembangunan RS Indonesia di Gaza dan Myanmar

Innalillahi wainnailaihi rajiun, (Sesungguhnya kami milik Allah, kepada-Nya kami kembali). Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ir. Nur Ikhwan Abadi (Ketua Presidium Aqsa Working Grup/ AWG) pada tanggal 30 November 2024. Sebelumnya, Ir. Nur Ikhwan Abadi menjadi relawan MER-C untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza dan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State, Myanmar. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya dan menerima amal ibadahnya ————————————————————— Innalillahi wainnailaihi rajiun,(From Allah we belong, to Him we shall return). Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) expresses our deep condolences on the passing of Eng. Nur Ikhwan Abadi (Chairman of the Aqsa Working Group Presidium) on November 30th, 2024.  Previously Eng. Nur Ikhwan Abadi was volunteering with MER-C for the construction of the Indonesia Hospital in Gaza and Indonesia Hospital in Rakhine State, Myanmar. May Allah SWT forgive all his sins and accept his good deeds.  

[Breaking News] Pasukan Penjajah Kembali Serang Rumah Sakit Indonesia, Sejumlah Fasilitas Rusak

Pasukan penjajah Israel sejak Rabu (27/11) pagi kembali mengepung dan menembaki Rumah Sakit Indonesia di Bait Lahia, Gaza Utara, yang menyebabkan sejumlah fasilitas rusak. Staf lokal Rumah Sakit Indonesia mengatakan, tank dan drone pasukan penjajah menembaki semua jendela, atap rumah sakit, tangki air, dan fasilitas lainnya. Listrik juga sempat padam akibat serangan tersebut. Relawan MER-C di Jalur Gaza Ir. Edy Wahyudi sebelumnya juga melaporkan, ada sekitar 26 tank penjajah Israel yang melakukan pengepungan di Rumah Sakit Indonesia. MER-C masih terus berupaya untuk dapat kembali mengirimkan tim medis dan bantuan ke Gaza Utara, yang terblokade sejak perintah evakuasi paksa penjajah Israel pada awal Oktober 2024. Tim EMT MER-C ke-6 yang saat ini bertugas di dua Rumah Sakit di Gaza City yaitu RS Al-Shifa dan Public Aid Hospital telah lima kali mengajukan izin melalui WHO untuk bisa masuk ke Gaza Utara dan membantu memberikan pelayanan di Rumah Sakit Indonesia dan Kamal Udwan, namun hingga kini penjajah Israel masih belum memberikan izin. Tim EMT MER-C ke-6 berhasil masuk ke Jalur Gaza pada akhir Oktober 2024. Di tengah kekurangan tenaga medis di Jalur Gaza terutama dokter spesialis, Tim recananya akan bertugas dalam jangka waktu lebih panjang, yaitu selama tiga bulan.

Siaran Pers : MER-C Desak Penjajah Israel Membuka Blokade Bantuan Medis dan Logistik ke Gaza Utara

Sejak perintah evakuasi paksa yang dikeluarkan oleh penjajah pada awal Oktober 2024, maka seluruh relawan MER-C meninggalkan RS Indonesia dan wilayah Gaza Utara menuju ke posko MER-C di Deir al-Balah, Gaza Tengah. Hingga kini, pengepungan dan pennyerangan di Gaza Utara terus berlangsung, menargetkan kamp pengungsian warga dan rumah sakit Kamal Adwan yang masih beroperasi. Sedangkan Rumah Sakit Indonesia  telah di blokade dengan dipasangnya check point disekitar jalan masuk. Rakyat palestina yang terluka dan sakit akibat blokade serta penyerangan penjajah juga tidak mendapatkan pertolongan kesehatan yang layak karena rumah sakit telah kehabisan bahan bakar, dirusak sumber oksigen, listrik, dan suplai obat di stop.  Rakyat Palestina lainnya harus berjuang ditengah kondisi kelaparan, risiko penyakit menular karna rusaknya suplai air bersih, sistem limbah, dan musim dingin Tenaga medis lokal, dengan panggilan kemanusiaan dan rasa tanggung jawab profesional, tetap bertahan memberikan pelayanan kepada pasien yang membutuhkan. Hal ini dilakukan meskipun banyak dari sejawat mereka telah menjadi korban serangan, syahid, terluka, atau ditangkap. MER-C Indonesia terus berupaya mengirimkan relawan medis dan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Saat ini, sebanyak tujuh relawan yang tergabung dalam Tim EMT MER-C ke-6 masih berada di Gaza City, bertugas di dua rumah sakit, yaitu RS Al Shifa dan Public Aid Hospital. Tim EMT MER-C ke-6 telah berulang kali mengajukan izin melalui WHO untuk masuk ke wilayah Gaza Utara yang terkepung. Namun hingga kini, penjajah belum memberikan izin bagi tim medis internasional untuk membantu pelayanan di RS Indonesia dan RS Kamal Udwan. Mempertimbangkan situasi di lapangan khususnya Gaza Utara yang terus memburuk, MER-C Indonesia Mendesak Penjajah Israel untuk: 1.    Membuka blokade agar Tim Medis Internasional  masuk ke Gaza Utara, khususnya ke RS Indonesia dan RS Kamal Udwan 2.    Membuka blokade agar bantuan logistik kemanusiaan masuk ke Gaza Utara; 3.    Menghentikan penyerangan terhadap RS Kamal Udwan di Gaza Utara dan membuka blokade terhadap RS Indonesia 4. Menghentikan serangan militer terhadap tenaga kesehatan yang sedang bertugas, dan membebaskan tenaga kesehatan yang ditahan Komunitas Internasional harus terusMemberikan tekanan guna menghentikan pembantaian dan membuka blokade Gaza utara oleh penjajah untuk mencegah kematian massal. Jakarta, 26 November 2024 ———————————————————————————————————————————- Press Release MER-C Urges the Israel Occupation to Open Blockade of Medical Aid and Logistics to Northern Gaza Since the latest forced evacuation order issued by the occupation in early October 2024, all of the MER-C’s volunteers had left the Indonesia Hospital and any area of Northern Gaza, then headed to the MER-C post centre in Deir al-Balah, the Central of Gaza. To this day, the siege and attacks in the North of Gaza have continued, targeting refugee camps, and the Kamal Adwan Hospital, which is now still operating. Meanwhile, the Indonesia Hospital has been blockaded with several checkpoints installed at vicinity of the hospital. Palestinian injured people and sick could not receive proper medical assistance because the hospital has been damaged, and run out of fuel, oxygen sources, and electricity, also the supply of medicine has been stopped, all due to the blockade and attacks by the occupation. Another displaced person, have to struggle amidst the conditions of hunger, and the risk of infectious diseases due to the damage through the supply of clean water, sewage systems, and winter. Local medical health workers, with their call to humanity and their sense of professional responsibility, continue to provide services to patients in need. This has been done even though many of their colleagues at work have become victims of attacks, martyrs, injured, or arbitrary detention. MER-C Indonesia continues striving to send medical volunteers and humanitarian aid to the Gaza Strip. Currently, seven volunteers – 5 among them are medical team,  still working in two hospital namely Al Shifa Hospital and Public Aid Hospital. The 6th EMT Team from MER-C has repeatedly applied for permissions through the WHO to enter the besieged Northern Gaza region. However, to this very day, the occupation has not given any permission for an international medical team to assist in services at the Indonesia Hospital and the Kamal Adwan Hospital. Considering the situation on the ground, especially in the North of Gaza which continues to worsen, MER-C Indonesia urges the Occupation of Israel to:1. Open the blockade for the International Medical Team to be able to enter and working in the North of Gaza, especially the Indonesia Hospital and Kamal Adwan Hospital. 2. Open the blockade of humanitarian logistical aid and for them to be able to enter the North of Gaza; 3. End all military campaign to health facilities and staffs, and release those who have been detained. 4. End the military attacks towards the on-duty health workers, and release the detained medical personnel. The international community must continue on putting pressure to stop the massacre, open the blockade of Northern Gaza by the occupation, and prevent the mass killing of civilians. Jakarta, November 26th, 2024

BREAKING NEWS : Statement by the Director of Kamal Adwan Hospital due to Attack from the Occupation Entity

Which Continues to Deliberately Target Medical Facilty in the Gaza Strip (11/23/24) ⦁    The truth is, this is a war of extermination.⦁    There are no longer any (just) laws, in fact, all their laws are imaginary.⦁    Our medical humanitarian mission is continually being attacked and destroyed in plain view for the whole world and not a single voice has spoken out.⦁    This does not yet include all the humiliation, arbitrary detention, and persecution.⦁    They are hitting us on all fronts for the sake of the politics of destruction.⦁    There are no tools or resources to protect and serve civilians.⦁    Through what happened yesterday, the day before, and what will continue to happen (the truth is that), this entity (Israel) will continue to do what it wants because no one is standing up for humanitarianism and the human rights of civilians (in the Gaza Strip).⦁    The targeting of our healthcare system is purposeful and relentless, to make us submit and (as if) tell the world that we want to surrender.⦁    However, what they don’t realise is that we would die here to continue, to serve our medical duty, because our message (our job) is one of humanitarianism, one that everyone in north Gaza has a right to.⦁    We have sent our humanitarian message to the world, so (whatever is going to happen) as long as there are civilians in North Gaza, we will continue to provide our humanitarian service. One that the world should have protected from this criminality.⦁    We will continue to stay, we will continue to be steadfast, and we will continue to serve, even to the very minimum.⦁    If only the world knew that under all of these democratic and humanitarian structures, we are now being exterminated. Please spread this message widely.⦁    Before I conclude, in the last few days our civilians have been calling us, along with their children, from under the rubble. We were powerless to help them. They have now gone silent. I spoke to Dr. Hussam and to Dr Eid yesterday. They are exhausted and wondering,If anyone in the world can hear them?  

Ketua Presidium MER-C Jadi Keynote Speaker dalam Seminar Internasional ICIPSY 2024

Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia Dr.dr. Hadiki Habib, SpPD, SpEm., menjadi keynote speaker dalam Seminar Internasional Psikologi The 2nd International COnference on Islamic Psychology (ICIPSY) 2024. Seminar Internasional ini digelar oleh Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta secara online, pada 16, 20-21 November 2024. Tahun ini, Seminar digelar dengan mengangkat tema “Psychology for the Ummah: Faith, Resilience, and Humanity”. Ketua Presidium MER-C Indonesia dalam acara tersebut menyampaikan permasalahan psikososial di Gaza yang semakin meluas karena pembantaian berkepanjangan oleh pihak penjajah.  Dr. Hadiki mengatakan tatanan sosial kemasyarakatan di Jalur Gaza semakin rusak akibat kehancuran permukiman, kelaparan dan krisis air.  Untuk itu, MER-C mengimbau agar forum-forum akademik terus dibuat guna mengkaji fenomena kejahatan kemanusiaan abad ini di Gaza, yang dilakukan oleh pihak Israel, agar sejarah dapat dicatat dengan akurat sesuai dengan fakta dan analisis ilmiah yang benar.  MER-C sebagai lembaga kegawatdaruratan medis terus berkomitmen untuk dapat membantu dan menyalurkan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.  Sejak serangan 7 Oktober 2023, MER-C telah memberikan sejumlah bantuan seperti obat-obatan, sembako, makanan siap saji, air bersih dan kebutuhan dasar lainnya, hingga bantuan tim medis yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT).  Tim EMT MER-C pertama kali berhasil masuk ke Jalur Gaza pada 18 Maret 2024 dan sampai saat ini sudah ada enam tim yang dikirimkan, terdiri dari dokter umum dan spesialis, bidan serta perawat.

Relawan MER-C Berbagi Pengalaman saat Bertugas di Gaza dengan Mahasiswa FK UIN Jakarta

Relawan MER-C berbagi pengalaman bertugas di Gaza dengan mahasiswa FK UIN Jakarta.

Relawan medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Reyfal Khaidar pada Jumat (15/11) menjadi pembicara dan membagikan pengalaman saat bertugas di Jalur Gaza dalam acara Rehat Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Rehat sendiri adalah program mentoring rutin dua kali sebulan bagi mahasiswa baru muslim Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperdalam ilmu tahsin, murojaah, hingga diskusi integrasi kedokteran dan Islam.    Dalam kesempatan tersebut, dr. Reyfal yang juga dosen FK UIN Jakarta menyampaikan materi tentang sejarah Palestina dan peristiwa genosida yang terjadi hingga saat ini. Dr. Reyfal berbagi pengalaman nyatanya selama di Palestina dan bertugas sebagai tim medis, di mana ia menyaksikan secara langsung kondisi Masyarakat yang sangat menderita di bawah blokade dan agresi. Ia juga menekankan akan pentingya peran umat Islam dan masyarakat secara umum dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.   Dr. Reyfal bergabung dengan Emergency Medical Team (EMT) MER-C pertama dan berhasil masuk ke Jalur Gaza pada hari Senin, 18 Maret 2024 bersama sepuluh relawan medis MER-C lainya. Tim EMT MER-C ke-1 bertugas di Jalur Gaza selama hampir satu bulan dan kembali ke Indonesia pada 11 April 2024.

Update MER-C terkait kondisi di Gaza Utara

Update MER-C terkait kondisi di Gaza Utara 1. Musim dingin akan datang di Gaza Utara 2. Pihak penjajah terus mengusir semua masyarakat palestina di sekolah dekat RS Indonesia, diikuti pembakaran 3. Informasi evakuasi terbaru adalah, warga yang terusir diminta berkumpul oleh militer penjajah di sekitar RS Indonesia 4. Kondisi RS Indonesia tidak terbakar, namun sempat dikhawatirkan sebaran api mencapai ruang generator yang dekat dengan sekolah 5. Gambar dan info yang beredar tentang RS Indonesia terbakar (lantai 3 dan 4) adalah kejadian Desember 2023 6. Saat ini seluruh staf medik  dan pasien (sekitar 50 orang warga palestina) tanpa pasokan makan, air dan obat-obatan 7. Selasa pagi (22 oktober waktu gaza) generator RS berhasil dihidupkan dan sedang diusahakan mendapatkan sumber air dari sumur dekat rumah sakit   Selasa, 22 Oktober 2024Divisi HumasMER-C Indonesia   —————————————————————————————————————————————- MER-C Update on Conditions in Northern Gaza 1. Winter is coming to Northern Gaza; 2. The occupation continues to expelled all Palestinians in schools near the Indonesian Hospital, followed by burning; 3. The latest evacuation information is that the expelled residents were asked to gather around the Indonesian Hospital by the occupation military forces; 4. Indonesian Hospital is not in the condition of burning, but there are concerns that the spread of fire could reach the generator room that is close to the school; 5. The images and information circulating online about the Indonesian Hospital burning recently (3rd and 4th floors) were the incidents from December 2023; 6. Currently all medical staffs and patients (around 50 Palestinians) are living without food, water and medicine supplies; 7. On Tuesday morning (October 22, 2024 Gaza Time) the generator of the Indonesian Hospital was successfully turned on. Efforts are now being made to obtain a water source from a well near the hospital. Tuesday, October 22nd, 2024Public Relations DivisionMER-C Indonesia    

Pernyataan Sikap MER-C Indonesia terhadap Serangan Militer Penjajah ke Rumah Sakit Indonesia

*SIARAN PERS*   1. Gaza Utara kembali mengalami penghancuran massal oleh penjajah sejak 7 Oktober 2024 dan tiga fasilitas Kesehatan Utama yaitu RS Indonesia, RS Al-Awda dan RS Kamal Adwan juga menjadi sasaran yang direncanakan;   2. Penjajah secara sistematis telah melakukan pengepungan selama 15 hari (sejak 4 Oktober 2024) sampai saat ini di RS Indonesia, sehingga semua pasokan bahan bakar, logistik medis, dan logistik dasar terhenti, menimbulkan kelaparan bagi staf dan pasien yang berlindung di dalam rumah sakit, dua pasien telah syahid;   3. Penjajah telah melakukan serangan militer ke dalam RS Indonesia pada tanggal 19 Oktober 2024, tanpa alasan pertempuran, setelah 15 hari memutus jalur logistik, merusak fasilitas kemanusiaan ini dengan dampak yang belum bisa kami estimasi;   4. Relawan medis MER-C dari Indonesia telah bertugas selama 2 bulan terakhir di dalam RS Indonesia untuk melakukan pertolongan medis khususnya kasus trauma kepada masyarakat terusir di Gaza Utara, semua relawan MER-C di utara telah dievakuasi ke Gaza Tengah, mereka menyaksikan bahwa selama ini Rumah Sakit Indonesia digunakan untuk kerja-kerja kemanusiaan medis;   5. Rumah Sakit Indonesia diinisiasi oleh MER-C tahun 2009, mulai dibangun 2011, didanai dari kumpulan donasi masyarakat Indonesia yang mendukung semangat “bahwa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan”. Serah terima ke pemerintah Palestina tahun 2016. Rumah Sakit Indonesia telah menjadi fasilitas kesehatan utama di Gaza Utara, dan simbol harapan masyarakat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan. Pengembangan pelayanan terus dilakukan MER-C sampai pecah pembantaian dalam Jalur Gaza oleh penjajah tahun 2023;   6. Oleh karena itu, MER-C Indonesia menyatakan sikap :  Kejahatan kemanusiaan terencana dan berulang-ulang terhadap manusia dan fasilitas yang mendukung hak-hak dasar kemanusiaan oleh pihak Zionis Penjajah harus dihentikan, tidak ada argumen pendukung atau rasionalisasi apapun yang bisa diterima.   Jakarta, 20 Oktober 2024 Atas nama relawan MER-C INDONESIA   ———————— *PRESS RELEASE*   *MER-C Indonesia’s Statement on Military Occupation Attack to Indonesia Hospital*   1. North Gaza has experienced mass destruction again since October 7 2024 and three last operating health facilities, which is the Indonesia Hospital, Al-Awda Hospital and Kamal Adwan Hospital, are also planned targets;   2. The Occupation Forces have systematically carried out a siege for 15 days (since 4 October 2024) until now at the Indonesia Hospital, so that all fuel supplies, medical logistics and basic logistics have stopped, causing hunger for the staff and patients who have taken refuge in the hospital, two patient was martyred;   3. The Occupation Forces continue strike a military attack on the Indonesia Hospital at October 19 2024, without any reason for fight, after 15 days cutting off logistical routes, destroying this humanitarian facility with impacts that we cannot yet estimate;   4. MER-C medical volunteers from Indonesia have been on duty for the last 2 months in Indonesia Hospitals to provide medical assistance, especially trauma cases to displaced people in North Gaza, all MER-C volunteers in the north have been evacuated to Central Gaza, they have witnessed that during this time Indonesia hospitals are used for medical humanitarian works;   5. The Indonesia Hospital was initiated by MER-C in 2009, started construction in 2011, funded from a collection of donations from the Indonesian people who support the spirit “that independence is the right of all nations, so colonialism in the world must be abolished”. Handover to the Palestinian government in 2016. Indonesia Hospital has become the main health facility in North Gaza, and a symbol of the Palestinian people’s hope for independence. MER-C continued to develop services until the massacre broke out in the Gaza Strip by the Occupiers in 2023;   6. Therefore, MER-C Indonesia stated its position:  Planned and repeated crimes against humanity, against humans and facilities that support basic human rights by the Zionist Occupiers must be stopped, no supporting arguments or rationalizations can be accepted.   Jakarta, October 20, 2024 On behalf of MER-C INDONESIA volunteers

BREAKING NEWS: Israel Bom Lantai Atas RS Indonesia di Gaza Utaral

Wakil Menteri Kesehatan Gaza dr. Yousef Abu Rish mengatakan, penjajah Israel kembali menyerang Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, yang menyasar lantai atas Rumah Sakit pada Sabtu (19/10).  “Saya baru saja selesai menelepon staf medis di rumah sakit Indonesia. Lantai atas rumah sakit menjadi sasaran tembakan artileri,” kata Abu Rish.  Ia mengatakan saat ini ada lebih dari 40 pasien serta staf medis di RS Indonesia. Sekelompok orang yang mengungsi juga menjadi sasaran di depan gerbang rumah sakit. “Tidak ada listrik. Saya mendengar suara tembakan keras selama panggilan berlangsung. Ada kepanikan besar di antara pasien dan staf medis,” ujar Abu Rish.  Kementerian Kesehatan Palestina menyerukan kepada semua staf medis di rumah sakit di seluruh dunia untuk mengorganisir aksi solidaritas dengan rumah sakit di Jalur Gaza utara dan melawan genosida di sana.  “Lantai atas rumah sakit Indonesia sedang dibom saat ini!” tegasnya. MER-C menghubungi Direktur RS Indonesia dr. Marwan Al Sultan dan ia juga mengatakan lantai atas rumah sakit Indonesia terkena serangan yang menyebabkan listrik padam.  “Ada sekitar 40 pasien dan 15 staf medis semuanya dalam bahaya. Jadi saya memanggil Anda untuk menyelamatkan Rumah Sakit dan juga staf medis,” ujarnya.  Penjajah Israel telah melakukan serangan dan pengepungan di Gaza Utara selama hampir dua pekan sejak 5 Oktober lalu.  Kementerian Kesehatan Gaza kemudian mengumumkan tentara Israel telah memperingatkan tiga rumah sakit untuk mengevakuasi staf dan pasien, mengancam akan membunuh, menghancurkan, dan menangkap, seperti yang mereka lakukan di Rumah Sakit Al-Shifa beberapa bulan lalu. Perintah evakuasi ini juga memaksa dua relawan MER-C yang berada di RS Indonesia Gaza Utara terpaksa kembali mengungsi ke posko MER-C di Deir Balah Gaza Tengah, bergabung dengan dua relawan lainnya. Saat ini terdapat total empat relawan MER-C yang masih berada di Jalur Gaza. Jakarta, 19 Oktober 2024MER-C Indonesia

Silahkan bertanya?