MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Berikan Santunan Kepada Keluarga Relawan RS Indonesia

Mer-C Berikan santunan kepada Relawan RS Indonesia (Foto : MINA) Jakarta, 2 Rabi’ul Awwal1436H/24 Desember 2014M (MINA) – Lembaga Swadaya Masyarakat Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) menyalurkan santunan kepada keluarga relawan Rumah Sakit Indonesia yang ada di Indonesia. Sumbangan ini adalah untuk memperkuat kondisi keluarga relawan yang ditinggal sumbangan ini berupa Sembilan bahan Pokok (sembako) yang akan diterima langsung kepada keluarga relawan RS Indonesia yang ada di Indonesia, kata Mer-C kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jakarta. Selasa  Mer-C mengakui sudah berkunjung keluarga-keluarga relawan RS Indonesia di Gaza mereka sangat bangga tugas mulia yang dilakukan didaerah konfilik”. Dia menambahkan, Santuan belam bentuk sembako tersebut diterima langsung kepada keluarga Relawan. Sementara Supdiani yang merupakan Ayah dari Muhamad gulam romdony relawan RS Indonesia mengatakan, “terima kasih atas santunan dari pihak Mer-C yang sudah menyempatkan waktu bersilaturohim ke rumah kami”, ujar Supdiani. Supdiani mengaku Insyallah anak kami ingin menikah, maka jika nanti anaknya pulang akan dilangsungkan pernikahannya, Keluarga terdekat para relawan RS Indonesia di Gaza mengaku sedih ditinggalkan. Namun mereka senang dan bangga karena orang-orang yang dicintai itu berangkat untuk membantu saudaranya di Palestina. Selain itu, Maryam yang merupakan anak relawan Ngatiat (Bogor) mengungkapkan, “Alhamdulillah senang dan bangga, karena Bapak bisa membantu saudara-saudara kita yang di sana (Gaza). Kami mendukung sejak awal, sebab itu perjalanan ibadah yang bagus,” kata Maryam yang masih duduk di kelas dua Madrasah Aliyah . (L/P002/R03) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/merc-berikan-santunan-kepada-keluarga-relawan-rs-indonesia/                

Relawan MER-C Sorong Salurkan Qurban ke Desa Binaan Klinik

Sorong, Papua Barat  –  Momen Idul Adha kali ini di Klinik MER-C Sorong berlangsung dengan suasana berbeda. Alhamdulillah tahun ini Tim Klinik MER-C Sorong bertindak sebagai penyelenggara pembagian daging kurban.  Donatur dari pembagian daging kurban ini adalah beberapa orang rekan yang berdomisili di luar Sorong, berjumlah 14 orang dengan donasi yang terkumpul berjumlah 22 Juta Rupiah. Dibantu oleh beberapa pihak diantaranya Pesantren Darul Istiqamah yang berperan dalam pemotongan hewan kurban serta sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam PC IPNU-IPPNU Kabupaten Sorong yang membantu dalam pembagian daging kurban, Tim Klinik MERC berhasil mendistribusikan daging kurban dari 2 ekor sapi yang kemudian terbagi menjadi 150 kantong.     /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Tiap kantongnya berisi 1 kg daging siap bagi.  Sebanyak 100 kantong dibagikan  kepada Warga Binaan di Desa Klalin 4, 20 kantong dibagikan kepada warga di sekitar Klinik MER-C Sorong , dan sisanya diberikan kepada Pondok Pesantren Darul Istiqamah Sorong.    Raut bahagia terpancar dari wajah Warga Binaan saat Tim MER-C membagikan daging kurban ini. Semoga ke depannya kegiatan ini dapat dilaksanakan kembali dan menjangkau wilayah lain di Papua. Secara  khusus Klinik MER-C mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah memberikan donasinya, juga kepada berbagai pihak yang telah membantu hingga penyelenggaraan pembagian daging kurban ini bias berjalan dengan lancar.   Sebelumnya, Klinik MER-C sudah beberapa kali mengadakan kegiatan serupa di Desa Binaan Klalin 4 ini. Di antaranya Baksos Pembagian Sembako, Perlengkapan MCK, Peralatan Sekolah dan Makanan Sehat kepada anak-anak Warga Desa Binaan. Juga pengobatan gratis yang rutin diadakan setiap satu bulan sekali.          

Relawan MER-C Shalat Idul Adha Bersama Ribuan Rakyat Gaza

Sejumlah relawan MER-C saat melaksanakan Iedul Adha 1435 H di jalur Gaza. foto : mirajnews.com Gaza, 10 Dzulhijjah 1435 /4 Oktober 2014 (MINA) – Sejumlah relawan Indonesia yang tergabung dalam lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melaksanakan shalat Idul Adha 1435 Hijriah bersama rakyat Gaza, dilapangan Yarmouk, Kota Gaza, Sabtu (4/10).  “Alhamdulilah kami merasa terharu dan senang bisa melaksanakan shalat Idul Adha bersama rakyat Gaza dan Mantan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah,” kata Edy Wahyudi, Project Manager pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza.   Pembangunan RS Indonesia terletak di Bayt Lahiya, utara Gaza, diawasi dan dikerjakan langsung oleh relawan Indonesia yang tergabung dalam Divisi Konstruksi MER-C bekerjasama dengan Ma’had Al-Fatah Indonesia. Saat ini, sejumlah 19 relawan Indonesia masih mengemban amanah pembangunan RS Indonesia yang sedang memasuki tahap paling akhir, yakni penyediaan alat kesehatan. Pembangunan RS Indonesia dimulai sejak 14 Mei 2011 dan kini telah selesai pembangunan fisiknya. Bangunan RS Indonesia akan menjadi salah satu pusat trauma dan rehabilitasi terbesar dan terlengkap di Gaza, memiliki dua lantai dan satu lantai basement yang berkapasitas lebih dari 100 tempat tidur dilengkapi dengan alat-alat kesehatan yang berteknologi canggih. Sementara itu relawan lain yang baru pertama kalinya merayakan Idul Adha bersama rakyat Gaza meski pun jauh dari keluarga juga mengaku sangat gembira. “Kami sangat senang bisa berada di tanah penuh berkah ini, Meskipun jauh dari keluarga, namun rakyat Gaza seperti saudara kami sendiri,” ujar Miyanto, salah satu relawan asal Wonogiri, Jawa Tengah. Ia menambahkan “Meskipun baru saja dilanda peperangan, namun mereka tetap semangat melanjutkan kehidupan mereka dan terus berjuang untuk kemerdekaan tanah Palestina”. Lain lagi dengan Ali Karidi yang sudah beberapa kali merayakan Idul Adha di wilayah terblokade itu, relawan yang sehari hari bertugas sebagai teknisi mekanikal elektrikal ini merasakan hal yang berbeda dari hari raya sebelumnya.  “Ini merupakan hari raya Idul Adha ketiga kalinya bagi saya di Gaza, Idul Adha kali ini terasa berbeda karena baru saja sebulan yang lalu terjadi agresi Israel, saya melihat rakyat Gaza tetap optimis dan semangat,” ujar relawan yang berada di Gaza sejak 2012 ini. Seluruh relawan Indonesia mengucapkan salam hangat kepada seluruh Muslimin di Indonesia serta keluarga yang telah beberapa bulan ini ditinggalkan. Sejumlah relawan MER-C saat melaksanakan Iedul Adha 1435 H di jalur Gaza. foto : mirajnews.com “Kami rindu dengan keluarga, namun kami yakin bahwa Allah menjaga mereka dan sebaik baik penjagaan adalah Allah Subhanhu wa Ta’ala,” kata Edy Wahyudi. Sementara itu, salah seorang warga Gaza, Zaid Sharafah menyatakan sangat senang dapat menunaikan shalat Idul Adha bersama saudara-saudara mereka dari Indonesia. “Saya ucapkan selamat hari raya kepada seluruh Muslimin khususnya saudara kami di Indonesia, insya Allah kemenangan Muslimin tidak akan lama lagi, Al-Aqsha Haqquna (Masjid Al-Aqsha milik Muslimin),” tegasnya penuh semangat. Pria itu juga mengucapkan salam kepada anaknya Dr. Muin Sharafah yang sedang melanjutkan pendidikan S-3 nya di Jakarta. Bertindak selaku Imam dan Khatib shalat Idul Adha kali ini adalah mantan Perdana Menteri Palestina juga petinggi Hamas, Ismail Haniyah. Di depan ribuan rakyat Gaza, Haniyah menyatakan bahwa Idul Adha kali ini merupakan Idul Adha kemenangan untuk rakyat Gaza dan Palestina setelah terjadinya peperangan selama 51 hari pada Agustus lalu.(K01/K03/R05) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/relawan-merc-shalat-idul-adha-bersama-ribuan-rakyat-gaza/        

RELAWAN MER-C SHALAT IEDUL FITRI BERSAMA RIBUAN WARGA GAZA

Relawan MER-C sesaat setelah Shalat Iedul Fitri 1435 H di halaman RS Indonesia, Bayt Lahiya, Utara Jalur Gaza. Foto : MINA Gaza, 1 Syawwal 1435 / 28 Juli 2014 (MINA) – Sebanyak 19 Relawan Indonesia yang tergabung dalam Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melaksanakan shalat Iedul Fitri bersama warga Gaza di Masjid Khulafaur Rasyidin, Senin. “Ini adalah salah satu masjid yang terletak di kemp pengungsi Jabaliya, berjarak satu km dari RS Indonesia, lapor koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza.  Para relawan bergabung bersama ribuan rakyat Gaza yang sejak selesai shalat subuh sudah berada di masjid itu. Kebanyakan  jamaah shalat Iedul Fitri  adalah  pengungsi internal (Internal Displaced Person) dari utara Jalur Gaza, seperti Bayt Lahiya dan Bayt Hanoun. Mereka mengungsi karena rumah rumah mereka dekat dengan perbatasan dan jadi sasaran serangan membabi buta  Israel. Bertindak selaku Imam dan Khotib shalat Iedul Fitri adalah Shaikh Abdul Rabu’ Abu Sibah yang dalam khutbahnya menekankan tiga hal penting. Pertama, hari Ied ini merupakan hari kemenangan seluruh muslimin, terutama muslimin di Gaza yang telah bertahan selama 21 hari dari gempuran-gempuran zionis Israel, dan meyakini bahwa kemenangan akan segera dicapai. Kedua, merupakan bentuk kesabaran muslimin di Gaza, kesabaran yang luar biasa ditunjukkan oleh muslimin di Gaza yang tetap bertahan di jalur Gaza dan tidak keluar dari Gaza untuk mengungsi, namun tetap menjaga tanah Palestina, sebagai murobithin dan menjaga tanah di mana terdapat Bayt Al Maqdis, Masjid Al Aqsa, masjid suci ketiga kaum muslimin. Ia mengutip Al Quran surat Ali Imran : 200, yang menyatakan, agar orang beriman sabar dan tetap bersabar serta berjaga jaga di perbatasan. Kemenangan ketiga merupakan kemenangan peperangan dalam menghadapi Iedul Fitri setelah satu bulan melaksanakan shaum Ramadhan. Situasi shalat Iedul Fitri 1435 di Jalur Gaza kali ini, berbeda dengan shalat Iedul Fitri tahun-tahun sebelumnya, karena tahun ini dilaksanakan di tengah serangan Israel yang masih gencar terhadap Gaza. Kebanyakan rakyat Gaza melaksanakan shalat Iedul Fitri tidak di lapangan, namun di masjid masjid , karena serangan Israel masih terus berlangsung setelah sehari sebelumnya negara zionis itu menolak gencatan senjata selama 24 jam sejak Ahad (27/7) yang diusulkan PBB. Sebanyak 19 relawan MER-C masih berada di Jalur Gaza hingga saat ini untuk menyelesaikan pekerjaan akhir RS Indonesia serta mengawal pengadaan alat kesehatan agar rumah sakit dapat  segera beroperasi. Jika situasi keamanan membaik, maka akan segera diadakan pembelian alat kesehatan sehingga rencana pengoperasian RS Indonesia di akhir tahun ini bisa tercapai. (L/K01/IR) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/relawan-merc-shalat-iedul-fitri-bersama-ribuan-warga-gaza                  

RELAWAN MER-C SALURKAN LANGSUNG BANTUAN RAKYAT INDONESIA UNTUK GAZA

Gaza – Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di jalur Gaza menyalurkan bantuan dari rakyat Indonesia kepada warga gaza secara langsung pada selasa 15/7. Ditengah serangan israel yang masih berlangsung relawan mendatangi rumah-rumah warga Gaza yang sedang membutuhkan dengan memberikan paket makanan pokok, demikian Ketua MER-C Cabang Gaza, Muqarrabin Al Fikri menyatakan. “Kami datangi rumah warga Gaza satu persatu, walaupun serangan israel masih terus berlangsung” Ujar Fikri. Mahasiswa Universitas Islam Gaza ini menambahkan bahwa ini baru bantuan awal saja, karena akan ada program lain berupa buka puasa bersama dengan anak yatim dan pembagian makanan untuk berbuka bagi para dhuafa. Sementara itu walaupun dua hari yang lalu RS Indonesia terkena imbas serangan Israel yang mengakibatkan kerusakan pada kaca dan plafond, relawan dalam kondisi selamat dan pekerjaan penyelesaian Rumah Sakit masih terus berangsung, relawan setiap harinya melakukan pekerjaan pekerjan seperti penyelesaian akhir pekerjaan elektrikal, serta pembersihan ruangan. Saat berita ini ditulis serangan israel masih terus berlangsung, sejumlah korban terus berjatuhan tercatat setidaknya 205 orang meninggal dan 1530 luka luka, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan wanita. Warga dan pemerintah Gaza sendiri mengharapkan Rumah Sakit Indonesia segera beroperasi terlebih dalam situasi seperti ini, dimana daerah utara gaza tempat Rumah Sakit Indonesia berdiri adalah daerah yang paling banyak memakan korban serangan israel, karena jarak dengan perbatasan tanah jajahan israel hanya 2,5 km. MER-C sendiri berkomitment akan mempercepat beroperasinya RS Indonesia ini, yang semula direncanakan akan dibuka pada desember 2014, namun banyaknya donasi maka akan segera dilakukan pemesanan alat kesehatan agar segera beroperasi. Donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee Donasi untuk Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza: . BCA, 686.0153678 . BSM,700.1352.061 BNI SYARIAH, 08.111.929.73 . BRI,033.501.0007.60308 . BMI, 301.00521.15 . Mandiri,124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee (nia)  

SETIBANYA DI GAZA KE 15 RELAWAN INDONESIA SEGERA BEKERJA

Gaza – Sejumlah 15 orang relawan Indonesia yang tergabung dalam Medical Emergency Rescue Comiittee (MER-C) telah memulai pekerjaan pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina sehari setalah kedatangan mereka, Senin (30/6). Pekerjaan difokuskan kepada penyelesaian pekerjaan listrik dan AC pada bangunan utama serta pekerjaan Wisma Rakyat Indonesia yang terletak di belakang bangunan utama.   “Untuk pekerjaan mekanikal elektrikal di bangunan utama akan kita fokuskan kepada instalasi transformer di ruangan operasi, kemudian menyelesaikan saluran air di ruangan sterilisai dan penyelesaian pekerjaan AC,” ujar Koordinator Lapangan bidang Mekanikal Elektrikal RS Indonesia, Karidi Abu Hanifah, relawan yang telah dua kali bertugas ke Gaza, Palestina.    Karidi juga berharap Tim ME (Mekanikal Elektrikal) akan secepat mungkin mengerjakan pekerjaan di bangunan utama untuk kemudian melanjutkan pembangunan Wisma Rakyat Indonesia.  Sementara itu, Koordinator Lapangan di bidang Sipil, Tata Lukita yang juga sudah dua kali bertugas di Gaza menyatakan bahwa pekerjaan tim sipil adalah menyelesaikan beberapa pekerjaan kecil sebelum memulai pekerjaan pembangunan Wisma Rakyat Indonesia, diantaranya penutupan ground tank dan saluran air di belakang gedung. “Kita akan tutup dulu ground tank air karena ini sangat penting. Kebutuhan air untuk Rumah Sakit Indonesia berasal dari ground tank yang berkapasitas 80 meter kubik ini. Setalah selesai kita akan langsung mengerjakan Indonesia Guest House atau Wisma Rakyat Indonesia” papar relawan yang mempunyai keahlian khusus dalam pembuatan kolam taman. Sementara itu, Site Manager Rumah Sakit Indonesia, Ir. Edy Wahyudi menyatakan bahwa pekerjaan Rumah Sakit Indonesia akan dilakukan secepat mungkin karena targetnya akhir tahun ini semua pekerjaan harus sudah selesai karena bangunan akan diserahterimakan kepada rakyat Gaza untuk bisa dipergunakan.    Untuk mewujudkan rencana ini, Tim MER-C di Indonesia akan melakukan penggalangan dana untuk melengkapi target tersebut. Dibutuhkan dana sejumlah 65 milyar rupiah untuk pengadaan alat kesehatan sebelum beroperasionalnya rumah sakit sumbangan rakyat Indonesia ini.    Bulan ramadhan bulan yang penuh berkah, semoga keberkahan ramadhan kali ini bisa mengetuk para dermawan dan donatur untuk memberikan sedikit dari hartanya untuk rakyat Palestina.    Bagi para dermawan dan donatur yang ingin memberikan dukungan dan bantuan untuk pengadaan alkes RS Indonesia di Gaza Palestina dapat disalurkan melalui:   BNI Syariah No. Rek. 08.111.929.73, BCA No. Rek. 686.0153.678, BRI No. Rek. 033.501.0007.60308, BSM No. Rek. 700.1352.061, BMI No. Rek. 301.00521.15, dan Bank Mandiri No. Rek. 124.0008111925,   atas nama Medical Emergency Rescue Committee.        

RELAWAN INDONESIA DI GAZA LAKUKAN JIHAD PROFESIONAL

Relawan Indonesia di Jalur Gaza mengadakan telekonferensi dengan Presidium MER-C di Jakarta, Rabu malam (2/7) waktu Indonesia. Jakarta, 5 Ramadhan 1435/ 3 Juli 2014 (MINA) – Relawan Indonesia di Jalur Gaza sedang melaksanakan amanah jihad profesional membangun Rumah Sakit Indonesia, ujar Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dr. Joserizal Jurnalis di Jakarta, Rabu malam (2/6). Joserizal dalam pesannya pada telekonferensi Jakarta-Gaza kepada 15 relawan yang baru tiba di Jalur Gaza mengatakan, mereka bukan sekedar relawan konstruksi sebuah rumah sakit, namun juga merupakan duta rakyat Indonesia yang peduli terhadap saudaranya di negeri penuh berkah itu. “Karena itu, laksanakan amanah umat dengan baik, ikhlas, sungguh-sungguh, fokus, dan jadilah  pemersatu umat,” ujarnya. Menurutnya, fokus terhadap perjuangan Palestina dan Al-Aqsha di dalamnya, merupakan misi bersama seluruh elemen, tokoh dan umat Islam, serta masyarakat dunia, atas nasib satu-satunya negeri terjajah hingga saat ini. “Untuk itu, melalui wujud karya nyata amal sholeh berupa Rumah Sakit, untuk memenuhi keperluan pengobatan sekitar 1,7 juta warga Gaza, sangatlah diperlukan warga setempat,” papar Jose. Pada tahap ini, RS Indonesia di Gaza sedang memerlukan alat kesehatan senilai sekitar 65 miliar rupiah. MER-C berusaha menggalang infaq dan shadaqah rakyat Indonesia yang hendak menitipkan hartanya untuk memenuhi peralatan kesehatan tersebut. “Desember akhir tahun ini diharapkan RS Indonesia beserta perlengkapannya diharapkan sudah bisa diserahkan kepada pemerintah dan warga Gaza, ” demikian Joserizal menambahkan. (L/R1/EO2). Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/relawan-indonesia-di-gaza-lakukan-jihad-profesional              

Dikawal Militer Mesir, 15 Relawan Indonesia Akhirnya Masuk Gaza

Gaza – Melakukan perjalanan selama dua hari dari Jakarta ke Kairo sejak Sabtu (28/06), sebanyak 15 relawan Indonesia untuk program RS Indonesia sempat tertahan pada usaha pertama untuk memasuki Gaza melalui Perbatasan Rafah, Ahad (29/06). Perjalanan ke Perbatasan Rafah kali ini pun berbeda dari biasanya. Bus yang membawa relawan  dikawal oleh pasukan militer Mesir dengan kendaraan dan persenjataan lengkap seperti tank, hammer dan lain sebagainya. Namun, kesabaran Tim diuji, setibanya di Perbatasan Rafah Mesir mereka belum diizinkan masuk ke Gaza dan terpaksa mencari penginapan untuk bermalam dan berusaha untuk masuk ke Gaza esok harinya.   Senin (30/06) sekitar pukul 09.00 waktu setempat, kelima belas relawan kembali bergegas ke Perbatasan Rafah Mesir. Empat relawan Indonesia yang berada di Gaza, yaitu Ir. Nur Ikhwan Abadi, Moqorrobin Alfikri, Muhammad Husein dan Reza Aldilla menunggu kedatangan relawan di Perbatasan dengan tak lepasnya berdoa agar proses perizinan para relawan yang baru datang dari Indonesia pada hari ini diberi kemudahan. Setelah melalui proses pengecekan paspor hingga lepas waktu Dzuhur akhirnya kelima belas relawan Indonesia berhasil memasuki Jalur Gaza dan disambut suka cita oleh para relawan di Gaza. Kedatangan kelima belas relawan ini menambah jumlah relawan Indonesia di Gaza menjadi total 19 orang. Setelah proses penyambutan, para relawan bergegas menuju lokasi RS Indonesia. Bagi Karidi, Tata Lukita,  Abdul Azis dan Luthfi Paimin ini adalah kali kedua mereka mendapat kesempatan dan dipercaya untuk bertugas di Gaza untuk program RS Indonesia. Bahkan bagi Ir. Edy Wahyudi ini adalah kesempatan ke-3 kalinya mendapat amanah memimpin Tim Relawan Konstruksi Pembangunan RS Indonesia. Sementara bagi 10 orang relawan lainnya ini adalah pengalaman pertama mereka bertugas di wilayah terblokade Gaza, Palestina yang selama ini hanya mereka dengar ceritanya. Meski bertugas di wilayah yang tidak aman bahkan beberapa hari terakhir kerap terjadi serangan yang getaran dan suara ledakannya terasa hingga RS Indonesia, namun niat dan tekad para relawan sudah bulat. Amanah tugas sudah menanti mereka untuk mengawal pengadaan alat kesehatan RS Indonesia. Tugas lainnya adalah melanjutkan proses pembangunan Wisma Rakyat Indonesia (Indonesia Guest House) yang terletak di belakang RS Indonesia dan perbaikan masjid yang berada di sebelah timur RS Indonesia.  Mohon do’a dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, semoga proses pembangunan ini berjalan dengan lancar meskipun di tengah-tengah situasi yang sedang genting di Gaza-Palestina.                

Selamat Jalan Sahabat Kami, dr. Mufeed Mukhallalati

Gaza – Dr. Mufeed Al Mukhallalati, mantan Menkes Palestina di Jalur Gaza tutup usia akibat serangan jantung, Senin (23/6) subuh. Mendengar berita duka tersebut, empat relawan MER-C yang sedang bertugas di Jalur Gaza langsung melakukan takziyah dan menyolatkan almarhum hingga mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir bersama tokoh dan warga Gaza. “Jenazah disholatkan di Masjid Palestin, kota Gaza, diimami oleh Ismail Haniya dan dimakamkan di pemakaman umum syuhada di Shaikh Ridwan,” ujar Ir. Nur Ikhwan, salah satu relawan MER-C di Gaza. Segenap Keluarga Besar MER-C mengucapkan duka cita yang mendalam atas kepergian Dr. Mufeed Al Mukhallalati. Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di surga-Nya. Dr. Mufeed Al Mukhallalati diangkat menjadi Menkes Palestina di Gaza pada tahun 2012, menggantikan dr. Baseem Naim. Pada bulan Oktober 2012, Tim MER-C dari Jakarta berkesempatan bersilaturahmi dengan pria yang sangat santun dan baik ini. Terucap harapannya saat itu adalah semoga Rumah Sakit Indonesia cepat selesai dan diserahkan kepada rakyat Palestina di Gaza.                

Kisah Relawan MER-C di Jalur Gaza (2)

Karidi dan sejumlah relawan bersama PM Ismail Haniyah REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Peristiwa paling mengharukan, tentunya adalah tatkala kami berpamitan untuk kembali ke Indonesia karena tugas sudah selesai, untuk diteruskan oleh relawan lainnya.“Saya lihat mata mereka berkaca-kaca, dan saya lihat itu air mata kesedihan, haru, kecintaan dan persaudaraan”. Itulah, tanggal 15 Februari 2014, setelah 17 bulan atau hampir 1,5 tahun saya membantu membangun RS Indonesia, sungguh perjalanan fisik dan spiritual yang luar biasa, tak ternilai dengan harta apapun jua. Saya sangat berterima kasih kepada saudara-saudaraku di Jalur Gaza, yang banyak mengajarkan saya arti penting ketegaran jiwa, keberanian dalam kebenaran, keshabaran dalam perjuangan dan persaudaraan dalam ketertindasan. Kepada masyarakat Indonesia yang telah berdonasi untuk pembangunan rumah sakit tersebut, saya juga ucapkan terima kasih “Jazakumullahu khaira”, Semoga Allah pun membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda. Tetapi, masih ada yanga mengganjal, yaitu bahwa bangunan tipe RS Traumatologi dan Rehabilitasi, dua lantai dan  lantai basement, dengan kapasitas 100 tempat tidur itu memang sudah selesai. Terkesan kokoh, tegar, megah, dan berwibawa. Bendera Palestina hitam-putih-hijau-merah, bersanding dengan bendera mera-putih Indonesia, berkibar menyongsong kemerdekaan Palestina dan pembebasan Al-Aqsha oleh putera-putera terbaik dari Indonesia. Adapun yang mengganjal adalah, bangunannya sudah berdiri, tetapi isinya belum ada, yaitu berupa alat kesehatan (alkes). Menurut penghitungan MER-C, masih memerlukan dana sekitar 65 miliar rupiah. Dana tersebut untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), Instalasi Radiologi, Laboratorium, dan lainnya. RS Indonesia di Gaza, adalah sebuah karya anak bangsa, bukti silaturahim Indonesia-Palestina. Untuk itu, bagi saudara-saudaraku dari seluruh kalangan, dari seluruh penjuru negeri Indonesia, masih terbuka pintu amal untuk pengadaan alat kesehatan RS Indonesia. “Ya Allah berilah kekuatan, kesabaran, keberkahan, keselamatan dan kemenangan untuk para pejuang di jalan-Mu, untuk para relawan pembangun rumah sakit guna mengobati hamba-hamba-Mu, untuk para donatur yang rela merogoh hartanya untuk amal mulia ini.” Aamiin. Sumber : http://www.republika.co.id/berita/komunitas/alamsemesta/14/05/16/n5nsuh-kisah-relawan-merc-di-jalur-gaza-2                

Silahkan bertanya?